
Setelah 1 bulan, dan Tari sekarang kembali ke Indonesia setelah wisuda yang dihadiri mama Zoya dan papa Fadli.
Setelah ia sampai di rumah, dan dia merasa letih, sekarang waktunya ia istirahat.
"Besok pagi aku harus ke Panti, jadi sekarang aku tidur dulu". Gumam Tari sambil merebahkan badannya di kasurnya yang empuk.
***
"Ma, Pa.. aku berangkat ke Panti dulu ya, Assalamualaikum". Teriak Tari dari meja makan.
"Waalaikumsalam, hati hati sayang". Jawab Zoya dan Fadli bersamaan dari dapur.
Setelah sampai di panti, Tari disambut oleh semua anak anak panti.
"Bunda aku kangen banget sama bunda". Kata Kania anak perempuan yang berumur 4 tahun.
"Bunda juga kangen banget sama anak anak bunda" jawab Tari sambil mengelus kepala Kania.
"Bunda nanti tidur di sini ya".
"Pasti dong, nanti bunda tidur sama mbak Kirana lo ya" goda Tari kepada anak anak panti.
Setelah 1 jam, dan sekarang waktu nya anak anak panti untuk belajar dengan mbak Tiara dan mbak Sinta (pengasuh panti yang sudah berumah tangga).
"Kir, dari tadi aku ngga ngeliat kak Fahri. Dimana dia?". Tanya Tari kepada Kirana yang sedang duduk di sofa.
"Tadi bilangnya ke alfamart beli cemilan".
Tari menjawab dengan anggukan kepala., meskipun Kirana adalah pengasuh yang dekat dengan Tari, tapi Tari tidak biasa untuk menceritakan tentang perasaan cintanya kepada seseorang. Bagi Tari, tempat curhat yang paling benar adalah ke orang tuanya.
Pernah suatu hari Tari curhat kepada orang tuanya dari sambungan telepon karena Tari masih berada di Mesir. Dan yang di ceritakan adalah Fahri, tentang perasaannya kepada Fahri. Mama dan papa nya takut jika Tari semakin cinta dengan Fahri, namun Fahri tidak bisa membalasnya.
***
Setelah 2 bulan di Indonesia, Tari merasakan sangat bahagia dengan apa yang dia rasakan. Kedekatan nya dengan Fahri semakin membaik, perhatian Fahri pada Tari semakin terlihat. Dan itu yang membuat Tari semakin yakin jika Fahri juga mencintainya.
"Sayang, kamu kalau cinta sama seseorang jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai yang berlebih lebihan". Tutur mama Zoya kepada Tari.
"Iya ma Tari ngerti, Tari tau kok mana yang baik dan mana yang buruk" Jawab Tari dengan senyuman.
"Kamu harus bisa jaga diri kamu sendiri dengan baik ya sayang".
"Siap ma, kan aku bisa bela diri. Kalau kak Fahri macem macem sama aku, tinggal tendang aja deh". Jawab Tari sambil ketawa.
"Jangan mentang mentang jago beladiri terus semua orang ditendang hehe" jawab Mama Zoya, lalu mereka tertawa bersama.
Selain Alquran dan Kitab yang dipelajari Tari di pondok, Tari juga ikut extrakulikuler beladiri. Bagi Tari bela diri itu penting untuk perempuan.
Pernah suatu hari waktu masih di pondok, ada teman Tari yang mencuri baju seragam Tari di lemarinya. Saat Tari mengetahui itu, Tari langsung menemui nya dan berbicara dengan baik baik kepadanya. Namun respon dari anak itu tidak baik, anak itu mau memukul kepala Tari. Untung saja Tari bisa menepisnya dan langsung menendang seragam yang dibawa anak itu.
Karena itulah Tari merasa beruntung bisa mengikuti extrakulikuler bela diri.
Saat mereka enak enak nya ngobrol dikamar Tari, tiba tiba papa Fadli manggil mereka berdua.
"Ma, Tari. Ada tamu, ayo keluar" teriak papa Fadli dari bawah.
Mama Zoya dan Tari langsung berdiri dan memakai jilbabnya masing masing,.
"Oh pak Yusuf, pantesan papa Fadli teriak teriak" kata mama Zoya setelah berada di ruang tamu.
"Kamu sendirian Suf?" Tanya papa Fadli setelah mereka duduk di sofa.
"Enggak, itu ada Zayn di depan nerima telfon." Jawab Yusuf sambil menunjuk kelaur.
"Ada acara apa kesini Suf?" Tanya papa Fadli lagi.
"Silaturahmi aja lah Dli, lama sekali kita tidak berkunjung kesini"
"Maaf kita belum ada waktu luang buat berkunjung kerumah mu" kata mama Zoya.
"Santai aja"
Lalu Tari masuk ke ruang Tamu dengan membawa nampan yang berisi minuman.
"Lho sayang, ini kurang satu minumnya" kata mama Zoya sambil meletakkan gelas yang berisi minuman dan beberapa piring yang berisi camilan.
Tari bingung dengan ucapan mama Zoya, mama Zoya menyadari itu.
Lalu Zayn masuk kedalam ruang tamu, seketika Tari terkejut karena Zayn tiba tiba ada di depannya.
Lalu Tari masuk untuk mengambil minuman satu lagi untuk Zayn.
"Ini anak kamu udah semester berapa?" Tanya Yusuf kepada Fadli ketika Tari duduk di sofa samping mama Zoya yang berada di depan Yusuf.
"Dia kuliah lagi di sini". Jawab Fadli.
"Eemm... lulusan Mesir ya?" Tebak Yusuf.
"Kok tau?" Tanya mama Zoya.
"Nebak aja laah"
Tari hanya diam dan sesekali tersenyum karena lelucon mereka.
"Ini Zayn kapan nikah nya?" Tanya mama Zoya membuat Zayn langsung menghadap ke arahnya.
"Belum ada calonnya tante" jawab Zayn dingin.
"Gimana kalau calonnya adalah Tari?" Goda mama Zoya membuat Zayn dan Tari terkejut "Santai aja dong, mama cuma bercanda haha" lanjut mama Zoya membuat mereka tertawa bersama.
***
"Tar" panggil Fahri setelah Tari keluar dari masjid duluan.
Tari menoleh dan membalikkan badannya menghadap ke Fahri.
"Tar aku mau ngomong sesuatu sama kamu".
Kata Fahri sambil berjalan ke arah Tari setelah memakai sepatunya.
"Ngomong apa cepetan, mau hujan ini" jawab Tari sambil melihat langit yang hitam.
"Kamu mau nggak nikah sama aku?"
Fahri mengatakan itu... membuat Tari serasa melayang, sungguh Tari tidak menyangka Fahri akan melamarnya secepat ini.