PerfectMatch

PerfectMatch
Wasiat



๐Ÿ’ŽHai Readers ๐Ÿ˜. Apa kabar ? Semoga baik baik saja yaa ๐Ÿฅฐ.


๐Ÿ’ŽJaga dirimu baik baik, dunia ini sedang tidak baik baik saja ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‚.


๐Ÿ’ŽSemoga suka sama karya aku yaa ๐Ÿ˜Š.


๐Ÿ’ŽJangan lupa Like, Komen, dan Vote yaa ๐Ÿ™๐Ÿ˜ biar author semangat up teruuuss!! ๐Ÿคฉ


๐Ÿ’ŽJangan lupa tetap #DiRumahAjaโค.


.


.


Di rumah Revan.


"Kak gimana.. udah ke rumah kita dulu?" Tanya revan kepada kakak nya lewat sambungan telepon.


"Udah Van.. kakak udak nemuin surat wasiat nya Van" jawab kakak nya semangat.


"Beneran kak..?" Jawab revan tidak kalah semangat.


"Beneran Van"


"Terus isi nya apa kak?"


"Kamu jangan kaget ya"


"Kaaak.. kakak bikin aku khawatir" kata revan lirih.


"Isi nya, mama dan papa mewariskan 50% ke kakak, dan 50% ke kamu, tapi-"


"Tapi apa kak?" Tanya revan memotong penjelasan Feri.


"Tapi ada pesan lagi dari mama sama papa.. kamu harus menikah sama Virly".


"APA!!?" Revan sangat terkejut dengan isi wasiat ke dua.


"Kamu kenapa ?, bukan nya kamu dar dulu deket sama Virly ?"


"I-iya emang aku udah lama deket sama Virly, tapi aku ngga ada perasaan sama Virly".


"Kakak ngga yakin kalau kamu ngga suka sama Virly, kakak yakin kalau perasaan itu ada di hati kalian berdua entah itu besar atau kecil"


"Tapi kak.. Revan ngga mau ngelangkahin kakak.." elak revan.


"Van, kakak 3 bulan lagi menikah, jadi kamu ngga ada alasan untuk kamu ngga menikah cepet".


"Tapi kak,, Revan belum wisuda"


"Kakak tau, kamu lanjut kuliah kamu setelah nikah ga papa kan? Lagian perusahaan papa ngga cukup buat kamu ?"


"Kak-"


"Revan pikir dulu ya kak"


"Iya Van, kakak ngerti kok..."


"Yaudah ya kak, Revan matiin dulu telepon nya, Revan udah ngantuk kak"


"Jangan lupa sholat isya' dulu Van, Assalamualaikum"


"Iya kak, Waalaikum salam". Lalu Revan mematikan sambungan telefonnya dengan kakak nya Feri.


Lalu revan sholat isya' dan mengaji sebentar, lalu Revan beranjak untuk tidur. Entah mengapa Revan tidak keberatan dengan isi surat wasit ke dua tersebut, apakah Revan telah mencintai Virly ?.


.


.


.


Di sisi lain, Virly sedang sholat isya' lalu ia pun mengaji cukup lama hingga membuat nya mengantuk dan menyudahi membaca Alquran nya tersebut. Setelah merapikan mukenah dan Alqurannya, Virly naik ke atas ranjang nya dan hendak tidur, tiba tiba hati Virly berdetak lebih kencang dari biasa nya, Virly tidak tau ada apa yang terjadi dengan nya. Dia berdo'a dan tidur. Berkali kali virly membuka mata nya kembali sebelum tertidur lelap. Lalu Virly pun tertidur lelap.


Di waktu yang sama, Tari telah selesai sholat isya' nya dan juga telah selesai mengaji nya. Dia pergi ke dapur sebentar untuk mengambil air minum untuk nya sendiri. Belum sampai anak tangga yang terakhir, Tari di kagetkan dengan salah satu pelayan nya yang bernama Dwi.


"Mbak Tari mau kemana?"


"Astaghfirullah.. kaget saya mbak.." kata Tari sambil mengelus dada nya.


"Maaf mbak"


"Saya mau ke dapur ambil minum mbk"


"Biar saya ambilkan"


"Ah ngga usah, saya bisa ambil sendiri". Tolak Tari sambil berjalan menuju dapur.


Dia minum sambil duduk di balkon, tiba tiba dia kepikiran Virly dan Revan.


"Ah.. kenapa aku memikirkan Revan. Yaallah.." gumam Tari.


"Apapun yang tejadi dengan mereka berdua, aku harap mereka baik baik saja, jaga mereka berdua Yaallah.." batin Tari.


Lalu Tari kembali ke kamar nya dan mulai ter tidur.


๐Ÿฅ€


๐Ÿ–ค


๐Ÿฅ€


๐Ÿ–ค


Jangan lupa kak #DiRumahAja ๐ŸŒท๐Ÿ’ฎ