PerfectMatch

PerfectMatch
Tenang



Berhari hari Tari tidak pernah berbicara kepada Zayn, meskipun Zayn sudah meminta maaf berkali kali dan memohon untuk supaya Tari memaafkannya.


Pernah suatu hari Zayn memaksa Tari untuk mendengarkan penjelasannya, namun Tari tetap tidak mau mendengarkan. Tari masih kecewa dengan Zayn, dan Zayn mengerti itu. Tari butuh waktu untuk mendengarkan penjelasan Zayn dan Zayn pun mengerti dan memilih untuk menunggu Tari untuk siap diajak berbicara.


FlashBack on


Setelah 2 hari Zayn didiamkan oleh Tari, Zayn memutuskan untuk menjelaskan kepada Tari.


"Sayang.. dengarkan penjelasan ku dulu" ucap Zayn memohon mohon kepada Tari sambil menarik tangan Tari dengn lembut.


"Aku akan mendengarkan nya, tapi tidak dengn sekarang" jawab Tari dengan wajah berpaling dari pandangan Zayn.


"Ku mohon jangan begini kepada ku" kata Zayn dengan lirih.


"Lepaskan tanganku! Dan tolong kamu mengaca! Siapa yang jahat diantara kita!?" Jawab Tari dengan tegas sambil mengibaskan tangan Zayn dan berlalu meninggalkan Zayn.


"Yaallah, cobaan apa lagi yang menimpa rumah tangga hamba" gumam Zayn sambil menjambak rambutnya dengan frustasi.


Di tempat lain, Tari sedang menangis di balik pintu kamar nya.


"Aku sakit ya Allah, sakiitt... Ini bukan cobaan pertama, tapi sakitnya begitu berbeda ya Allah. Aku kecewa sama kak Zayn, aku kecewa ya Allah". Gumam Tari dengan Isak tangisnya sambil memegang erat kerah bajunya.


4 jam Tari menangis dengan menjadi jadi. Akhirnya Tari pun lelah dan tertidur dengan posisi yang masih duduk dibalik pintu kamar nya.


***


"Apa aku akan terus seperi ini kepada Zayn?". Gumam Tari setelah terbangun dari tidur yang tidak menenangkan.


Bagaimanapun dia pasti mengerti jika marah kepada suami adalah suatu hal yang berdosa. Karena semua pelajaran tentang agama pastinya Tari mengerti.


"Aku akan mulai bicara kepadanya". Ucap Tari mantab. Dia menguatkan hatinya untuk menemui suaminya yang mungkin ada di kamar tamu.


Kehadiran Tari membuat Zayn langsung mengalihkan pandangan kearah Tari. "Sayang". Panggil Zayn kepada Tari yang masih berdiam diri di ambang pintu.


"Kamu kenapa?". Tanya Zayn lagi sambil berjalan kearah Tari.


Tiba-tiba Tari langsung memeluk Zayn yang ada didepannya. Zayn dibuat bingung dengan sikap Tari yang sudah berubah. Dengan lembut Zayn mengelus kepala Tari.


"Sayang.. kita duduk dulu". Ajak Zayn, lalu menarik Tari untuk dibawa ke bibir ranjang.


"Kamu kenapa?". Tanya Zayn lagi.


"Kak, maafin Tari ya...". Jawab Tari yang masih didalam pelukan Zayn.


"Nggak papa sayang, harusnya kakak yang minta maaf udah buat kamu salah faham". Jawab Zayn lembut.


"Sekarang kakak boleh jelasin gimana ceritanya". Dan sekarang Tari sudah duduk menghadap Zayn sambil menyeka air mata yang hampir jatuh lagi.


"Waktu aku pulang dari kantor, aku ketemu sama preman-preman jalanan yang lagi ngejambret ibu-ibu. Spontan dong aku nolongin ibu itu, sendirian. Terus nggak tau gimana ceritanya itu tiba-tiba ada Shinta, didalam bingung an aku itu langsung di gebukin sama dua preman. Terus aku kalah dan jatuh, preman itu berhasil kabur tapi ibu itu selamat. Terus aku dianterin sama Shinta pulang". Jelas Zayn jujur.


"Terus kakak kok kayak habis mabuk?". Tanya Tari.


"Aku nggak mabuk sayang, kan aku habis dikroyok jadinya linglung. Aku langsung tidur karena aku capek".


"Kamu nggak bohong kan?".


"Astaghfirullah, demi Allah aku jujur".


Setelah mendengar penjelasan dari Zayn, hati Tari menjadi tenang.