
"Sayang.. mama nggak jadi ke alfamart karena keluarga Adrian sudah dateng duluan dan membawa banyak sekali makanan" jelas mama Zoya kepada Tari yang masih mematung di depan tangga.
"Sayang kesini" ajak papa Fadli kepada Tari yang membuat Tari terkejut.
"Eh.. i iya pa" jawab Tari canggung dan dengan gugup dia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
"Kenalin ini istri nya om Yusuf sayang, namanya tante Intan" kata papa Fadli memeperkenalkan Intan istri nya Yusuf.
"Dan ini Vara anak pertama om Yusuf dan Tante Intan, dan ini anakku Lestari" lanjut Papa Fadli mengenalkan Tari.
"Oh ini Lestari.. cantik ya anaknya" kata Intan.
"Terima kasih tante..." jawab Tari sambil bersalaman dengan Intan dan Vara.
"Aku panggilnya apa ini ya.. hehe" kata Tari sambil bersalaman dengan Vara.
"Panggil kakak aja, sama kayak Zayn". Jawab Vara kepada Tari sambil menyunggingkan senyumannya.
Tari hanya menjawab dengan senyuman, begitupun dengan Zayn.
"Yaudah yuk masuk" ajak papa Fadli kepada para tamu nya.
***
"Eemm.. Tari bisa masak?" Tanya Intan kepada Tari sambil tersenyum setelah berada di meja makan. Tari berhadapan dengan Vara, dan Zayn berhadapan dengan Yusuf, dan mama Zoya berhadapan dengan Intan, sedangkan papa Fadli duduk di depan.
"Bisa tante... tapi ini bukan masakan Tari hehe" jawab Tari sambil tertawa kecil.
"Karena ini bukan masakan Tari, Tari boleh masakin Tante?" minta Intan.
Tari melihat kearah mama Zoya yang mengangguk.
"Iya tante boleh,," jawab Tari sambil berdiri.
"Tante ikut ya?" minta Intan lagi.
"Ayo tante silahkan" jawab Tari.
"Vara ikut dong!" Kata Vara.
Tari mengangguk sambil tersenyum manis.
"Mau dimasakin apa tante?" Tanya Tari setelah sampai dapur.
"Masakin tante... jamur krispi sama nasi goreng ya" jawab Intan sambil duduk dikursi dapur.
"Nasi goreng pedas atau biasa ?" Tanya Tari lagi.
"Yang biasa aja jangan pedas" jawab Intan.
Lalu Tari langsung menyiapkan bahan bahan nya dan akan memasaknya.
"Tari.. kamu tau maksud kita datang kesini?" Tanya Intan kepada Tari yang sedang memasak.
"Eemm.. Tari tau tante, kemarin papa bilang" jawab Tari dengan gugup.
"Kamu jangan gugup Tari,.. biasa aja, kan habis ini juga jadi keluarga hehe" kata Vara sambil ketawa.
Tari hanya diam dan fokus kepada masakannya.
"Kamu pasti belum tau betul tentang Zayn.. tante harap kamu menerima Zayn apa adanya ya sayang.." kata Intan yang sudah di samping Tari.
"Tante.. setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan, Tari juga punya kekurangan yang mungkin tante belum tau" jawab Tari.
"Kamu memang anak yang baik sayang.. sekarang yang penting apa kamu siap nikah sama Zayn?" Pertanyaan dari Intan yang membut mata Tari terbelalak, ternyata duga nya benar.
"Tante.. sebelum Tari yang menjawab duluan, apakah Zayn bersedia menikahi saya ?" Tanya Tari balik kepada Intan sambil menaruh nasi goreng di piring besar.
"Zayn bersedia sayang... dia sudah tau tentang perjodohan ini sebulan sebelum papa kamu bilang ke kamu" jawab Intan.
"Waahh masakannya sudah siap, pasti enak ini!" kata Vara sambil menghampiri makanan tersebut yang berada di meja dapur.
"Hehe pasti dong.." jawab Tari sambil tersenyum girang.
"Yaudah yuk dibawa ke depan" ajak Intan sambil membawa jamur krispi.
"Waahh.. nasi goreng sama jamur krispi.. ini kan favoritnya Zayn" kata Yusuf saat makanan sudah ditaruh dimeja makan "Yakan Zayn?" Lanjut Yusuf kepada Zayn.
"Iya pa" jawab Zayn dengan enteng sambil tersenyum kearah Yusuf.
"Siapa yang masak? Kalian?" Tanya papa Fadli.
"Bukan kita, tapi Tari" jawab Vara yang disetujui oleh Intan.
"Iya pa, Tari masaknya cepet banget" kata Intan sambil duduk dikursi samping Yusuf.
"Udah siap dong jadi calon menantu" goda Yusuf kepada Tari yang membuat Tari gugup.
Tari hanya menjawab nya dengan senyuman yang kaku.
"Yaudah silahkan dimakan" kata papa Fadli mempersilahkan.
"Waahh!!.. bener bener enak banget nasi goreng nya" kata Yusuf setelah memakan satu sendok nasi goreng buatan Tari.
"Iya pa, jamur Krispi nya juga enak" lanjut Intan.
Tari tidak menanggapi apapun tentang pujian tersebut, dia masih gugup.
"Zayn.." kata Yusuf yang memberi kode kepada Zayn setelah makan.
"Ehm.." Zayn masih gugup "Sebelumnya kami minta maaf, karena kedatangan kami merepotkan" kata Zayn masih basa basi.
"Sama sekali tidak merepotkan Zayn.." jawab papa Fadli.
"Dan tujuan kami kesini... bersilaturrahmi kepada keluarga Akbar dan..." kata Zayn terpotong.
"Dan...?" Mama Zoya sangat tidak sabar dengan Zayn
"Dan saya ingin melamar anak om Fadli untuk menjadi istri saya" lanjut Zayn dengan gugup sambil memandang mata papa Fadli.
Deg!! Anak papa? Aku? Hanya aku anak papa! Zayn melamarku sekarang? Sekarang? Kenapa harus aku yang dia pilih? Umur kita beda jauh! Dan aku masih kuliah! Beneran sekarang?
Tari tidak menyangka dengan perkataan Zayn tersebut.
"Apakah om Fadli dan tante Zoya merestui saya?" Lanjut Zayn
"Jawaban saya serahkan kepada Tari" jawab Fadli
"Gimana sayang..?" Tanya mama Zoya kepada anaknya.
"S-saya bersedia" jawab Tari dengan gugup dan menunduk.
"Alhamdulillah" jawab mereka semua serempak.
Seketika langsung Intan memeluk Tari dengan tetesan air mata bahagia.
"Jadi, jangan mengundur waktu untuk menikahi anak saya, tidak baik buat Tari" pinta mama Zoya.
"Iya Zoya, secepatnya kita akan menikahkan mereka berdua" jawab Intan.
"Mereka akan menikah minggu depan" jawab Yusuf.
"Minggu depan?" Jawab mama Zoya terkejut dengan jawaban Yusuf. "Kok mendadak?" Lanjut mama Zoya.
"Sebelumnya aku minta maaf, kita bertiga sudah menyiapkan semuanya, karena kita yakin Tari nggak akan menolak" jawab papa Fadli.