
"Kamu mau nggak nikah sama aku?"
Fahri mengatakan itu... membuat Tari serasa melayang, sungguh Tari tidak menyangka Fahri akan melamarnya secepat ini.
"Will you marry me.." lanjut Fahri sambil membuka tempat cincin yang terdapat cincin yang sangat indah, membuat Tari meneteskan air mata.
Tidak hanya mata Tari yang meneteskan air, langit yang hitam juga meneteskan airnya membasahi baju Tari dan Fahri.
"Will you marry me.. Kirana Saraswati" lanjut Fahri membuat Tari terkejut dan hampir jatuh.
Mengapa Kirana? Kak Fahri ngga cinta sama Tari? Ada hubungan apa dia sama Kirana? Apa aku mimpi? Kak Fahri sekejam ini? Apa dia tidak mengetahui tentang perasaan ku? Ada apa dengannya? Ada apa dengan mereka berdua?
Tari bertanya tanya dalam hati sambil menangis berseduh seduh. Hati Tari sangat hancur. Tari tidak bisa menahan sakit hatinya, Tari langsung lari menuju jalan raya.
"Tari.. tunggu" kejar Fahri sambil menarik tangan Tari "Bagus ngga cara ku buat ngelamar Kirana?" Tanya Fahri lagi setelah berhasil menarik tangan Tari.
"Udah kak.. bagus banget.. aku suka" jawab Tari terbata bata karena isak tangisnya.
"Kamu nangis? Kenapa?" Tanya Fahri.
Lalu Tari langsung membalikkan tubuhnya dan langsung menampar Fahri.
"Kamu jahat kak, kamu jahat. Apa kamu ngga tau dengan perasaan ku selama ini? Aku mencintai mu kak, aku mencintaimu. Aku harap kamu bisa bahagia dengan Kirana" Kata Tari sambil menepis tangan Fahri yang ada di tangannya.
"Tariiii". Teriak Fahri sambil mengejar Tari yang sudah masuk Taksi.
"Ya Allah.. aku harus bagaimana ?" Gumam Fahri bingung dengan apa yang terjadi dengannya.
***
Tari masuk rumah dengan baju yang basah dan isak tangisnya. Mama Zoya dan papa Fadli yang menunggu Tari di ruang keluarga sangat terkejut ketika melihat anak semata wayang nya menangis.
"Astaghfirullah.. sayang,, kamu kenapa?" Tanya mama zoya setelah memeluk Tari.
"Tari.. kamu kenapa sayang?" Tanya papa Fadli sambil mengelus elus puncak kepala Tari.
"Maa paa.. kak Fahri jahat sama Tari.. Tari benci kak Fahri!!!". Jawab Tari dengan teriak.
"Ma, bawa Tari ke kamar nya ma" kata papa Fadlu dingin. Mama Zoya yang takut dengan wajah suaminya, ia langsung membawa Tari ke kamarnya.
Setelah Fahri sampai di rumah Tari, Fahri terkejut karena ia melihat papa Fadli memandanginya dari teras rumah nya.
"Pak.. saya minta maaf-" ucap Fahri terputus karena sebuah tamparan dari Fadli.
"Saya menyakitinya pak"
"Kamu jangan macam macam sama anak saya"
"Saya minta maaf pak"
"Jelaskan apa yang terjadi"
Lalu Fahri menjelaskan dengan jujur. Dan satu tamparan mendarat di pipi Fahri lagi.
"Lanjutkan hubunganmu dengan Kirana. Saya tidak akan memaksakan kamu untuk mencintai anak saya" kata Fadli tanpa melihat kearah Fahri.
"Karena saya tau cinta tidak bisa dipaksakan" lanjut papa Fadli.
"Saya minta maaf pak, jika bapak memecat saya... saya terima itu pak".
"Saya tidak akan memecat kamu. Ini urusan pribadi, bukan pekerjaan".
"Saya minta maaf pak".
"Sebaiknya kamu pulang, aku tidak bisa memarahi kamu. Karena ini masalah perasaan"
"Saya minta maaf pak"
Fadli menjawab nya hanya dengan anggukan, dan setelah itu Fahri pulang.
***
"Kamu jangan nangis terus sayang, ini hanya membuat kamu semakin lemah" tutur papa Fadli setelah berada di kamar Tari.
"Aku salah, maafin Tari ya ma, pa. Tari tidak mendengarkan perkataan mama sama papa"
"Lain kali kamu harus bisa jaga perasaan kamu" tutur mama Zoya.
"Iya ma".
Setelah menenangkan Tari, mama Zoya dan papa Fadli keluar. Setelah itu Tari langsung tidur karena lelah.
"Ma, aku akan menjodohkan Tari setelah Fahri melamar Kirana". Kata papa Fadli setelah menceritakan semuanya kepada mama Zoya.
"Papa serius?"