
Setelah beberapa jam di pesawat, Tari sudah sampai di Vila nya.
Mama Zoya tetap memberikan 2 pelayan dan 1 sopir kepada Tari yang akan menemaninya di Mesir.
"Saya akan buatkan susu dulu ya, mbak" kata salah satu pelayan tersebut.
"Iya, makasih" jawab Tari sambil memindahkan pakaian nya kedalam lemari.
Setelah selesai, Tari meminum susu yang dibuatkan oleh pelayan tadi. Tari menyeruputnya, ia merasa kan kehangatan kembali ketubuhnya. Sedikit demi sedikit capek yang ada perlahan hilang.
Setelah meminum susu, dia langsung mandi dan sholat, lalu ia tidur sebentar.
Tidak terasa, Tari bangun pada pukul 8 malam. Lelah yang membuat nya tertidur sampai lupa waktu.
"Yaallah, aku belum sholat isya' " Tari langsung turun dari kasur dan langsung mandi, lalu melaksanakan sholat.
"Mbak, makan malam sudah siap" kata pelayan setelah mengetuk pintu kamar Tari.
"Saya akan kesana" jawab Tari dari dalam kamar sambil melipat mukenah nya.
Setelah makan, dia melihat hp nya. Ada banyak telepon dari mama Zoya. Tapi tidak dengan Fahri.
Lalu Tari langsung menghubungi mama Zoya. Setelah bertelefon, dia pergi kekamar nya lagi.
"Kok kak Fahri ngga telfon aku ya" gumam Tari sambil meletakkan hp nya di nakas.
Waktu ia akan menaiki ranjang, tiba tiba hpnya berbunyi...kriiinngg... kriiinngg.. tanda panggilan masuk.
Tari langsung mengambil hpnya, ia melihat nama panggilan tersebut. "Aku pikir dia" gumam Tari, ternyata yang menelfon adalah Manda, bukan Fahri.
"Assalamualaikum Tarii". Sapa Manda.
"Waalaikum salam Manda" jawab Tari tidak kalah heboh dengan nada Manda.
"Kamu sehat? Kapan kamu sampai? Besok kuliah kan? Bla bla bla" banyak pertanyaan dari Manda membuat Tari menyengir.
"Banyak banget pertanyaan nya!" Lalu Tari menjeda, dan kembali menjawab "Alhamdulillah aku sehat, aku tadi sampai jam 4 sore, iya besok aku kuliah Maandaa" jawab Tari panjang lebar.
"Oh iya, kamu tau nggaa kalau Virly sama Revan udah ada hubungan lo Tar"
"Oh ya ? Alhamdulillah dong. Pasti mereka duluan nih yang nikah haha" jawab Tari sambil ketawa.
"Okee.. aku tidur dulu ya. Capek tau dari tadi aku sibuk sama pekerjaan rumah aku"
"Waalaikum salam" jawab Manda, Tari langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
"Stelah mendengar kabar kalau Revan sama Virly kok hati aku biasa biasa aja ya, apa aku beneran suka sama kak Fahri?" Batin Tari sambil berjalan menuju kamar nya.
***
"Haaaiii Tariii aku kangeenn bangeettt" teriak Virly sambil berlali kearah Tari dengan tangan terbuka.
"Yaallah hebohh banget tu mulut" cibik Lisa
"Ga peduli, aku kangeen bangeet" lanjut Virly, sekarang sudah didalam pelukan Tari.
"Aku juga kengeeen bangeet sama kamu Vir, sama kalian semua" jawab Tari sambil melepas pelukan Virly.
"Gimana kabarnya papa kamu?" Tanya Manda.
"Alhamdulillah udah baikan, udah kerja kayak biasanya" jawab Tari.
"Kita bertiga mau lanjutin kuliah di Indonesia aja Tar" kata Lisa.
"Lho kenapa?"
"Kita ngga bisa terus terusan jauh dari keluarga, kita bisa kok sukses di Indonesia" sambung Virly.
"Yaudah alhamdulillah dong. Kita bisa tiap hari ketemu nanti" jawab Tari.
"Revan sama Radit juga ke Indonesia" kata Manda.
"Yaa kalau Revan sih pasti, kan Virly ke Indonesia" jawab tari membuat Manda dan Lisa tertawa sedangkan Virly tersipu malu.
"Ngomong ngomong Radit kok ke Indonesia juga ?" Tanya Tari.
"Masak kamu ngga tau sih Tar, kan Manda juga ke Indonesia" jawab Virly balas dendam.
"Oh.. iyaa aku hampir lupaa hahaha" jawab Tari lalu mereka berempat tertawa bersama.
"Apapun itu, kalian tetap sahabat aku" lanjut Tari.
"Nanti istirahat aku mau ngomong sesuatu sama kalian semua"