
"Kita kemana?" Tanya Zayn ketika sudah didalam mobil.
"Ke panti aku, kamu tau kan?"
"Tau"
Lalu mereka menuju ke panti. 15 menit kemudian mereka sampai di halaman panti.
"Assalamualaikum" salam Tari ketika sudah sampai di dalam.
"Waalaikum salam" jawab semua anak panti dan pengasuh dengan bersamaan.
"Waah bundaaaa!!!" Teriak anak panti semua lalu memeluk Tari bersama.
"Anak bunda!" Saut Tari ketika semua anak panti memeluknya.
Zayn yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa tersenyum haru kepada anak panti dan senyum bahagia karena Tari yang menyayanginya.
"Bunda.. itu siapa?" Tanya salah satu anak panti dengan menunjuk kearah Zayn.
Zayn hanya diam saja, karena dia bingung mau menjawab apa.
"Itu pasti ayah.. iyakan bundaa??!" Mendengar pertanyaan itu Tari langsung gelagapan dan Zayn hanya tertawa tanpa suara.
"Bunda itu ayah?" Tanya salah satu anak yang lainnya.
Tari hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala.
"Ayaah!!" Teriak anak panti lalu memeluk Zayn, Zayn pun membalas pelukan tersebut.
*bahagia itu sangat sangat sederhana* ucap Zayn dalam hati, dia merasa bahagia meskipun hanya karena respon anggukan kepala saja dari Tari.
Zayn menatap mata Tari, begitupun dengan Tari. Mata mereka bertemu sesaat, lalu Tari memalingkan pandangan nya kearah yang lain.
"Trimakasih" gumam Zayn, namun tetap bisa didengar oleh Tari. Tari menoleh kearah Zayn, lalu Tari tersenyum kearah Zayn yang menatapnya, dan Zayn pun membalas senyuman tersebut.
Setelah itu anak anak melepaskan pelukannya.
"Ayah.. ayah tau nggak kita pingin punya ayah udah lama lo, kita semua senang punya ayah" kata salah satu anak panti.
"Ayah juga seneng tiba tiba punya anak hehe" canda Zayn kepada anak anak panti, lalu semua yang ada di ruangan tersebut tertawa karena canda Zayn.
"Ayah tiap hari kan kesini?" Tanya salah satu anak panti.
"Ayah nggak janji buat tiap hari kesini, tapi ayah janji untuk kembali lagi" jawab Zayn.
"Iya sayang.. karena ayah punya kerjaan, jadi ayah sibuk" kata Tari sambil mengelus pipi anak tersebut.
"Iya bunda, ayah ganteng, iya kan bunda?"
Tari bingung dengan pertanyaan ini, dia gugup.
"Bunda..!" Panggil anak itu lagi.
"Eh i-iya sayang" jawab Tari gugup.
"Iya apa bunda?"
"Iya a-ayah ganteng" jawab Tari dengan malu, lalu ia menunduk. Zayn mendengar ucapan Tari tersebut dia tertawa.
*apaan sih kok malah ketawa, dasar!* gumam Tari dalam hati.
Setelah beberapa menit di panti, Tari dan Zayn pamit kepada pengasuh panti dan anak anak panti.
"Acara pernikahan kita tinggal 4 hari lagi, kamu udah cari gaun?" Tanya Zayn waktu didalam mobil dan pandangan tetap kedepan.
"Udah, jas kamu juga udah" jawab Taru.
"Warna apa?"
"Maroon, kamu suka?"
"Suka, selesai nya kapan?"
"Besok katanya, kenapa?"
"Kamu mau ambil sama siapa?".
"Sendiri"
"Sama aku aja, sekalian nyobain jas nya"
"Kamu bisa?"
"Buat kamu aku selalu bisa" ucap Zayn menatap mata Tari membuat Tari salah tingkah.
***
Setelah Tari sampai dari rumah dan Zayn langsung pamit karena hari sudah hampir malam, Tari langsung mandi dan makan malam bersama Fadli dan Zoya.
"Sayang.. kok tumben kamu tadi kerumah Zayn?" Tanya Zoya heran.
Lalu Tari menceritakan semuanya dari awal. "Maafin Tari ya ma" kata Tari setelah selesai bercerita.
"Mama ngerti sayang.. tapi kamu jangan begitu lagi ya, hargai calon suami kamu" tutur Zoya.
"Iya Tari.. kamu jangan buat Zayn kecewa karena kamu, Zayn itu anak nya baik sayang" tutur Fadli.
Tari menganggukkan kepala nya dengan senyuman. Lalu mereka makan malam bersama.
***
"Ma, tadi ada apa?" Tanya Yusuf kepada Intan saat Zayn belum sampai rumah.
Bla bla bla,, Intan menjelas kan semuanya kepada suaminya. Yusuf manggut manggut pertanda faham dengan penjelasan istrinya.
"Menurut papa nggak ada yang salah dengan kejadian ini, karena ini masalah perasaan" kata Yusuf setelah Intan menjelaskan semuanya dengan jelas.
"Menurut mama juga begitu pa" jawab Intan.
Lalu pembicaraan mereka berakhir karena suara mobil Zayn yang sudah terdengar dari halaman rumah mereka.
"Pa, ma" sapa Zayn ketika sampai di dalam rumah.
"Cepet mandi lalu makan malam ya sayang" suruh Intan kepada Zayn.
Zayn membalasnya dengan anggukan kepala.
***
"Ma, pa, Tari ke kamar duluan ya?" Pamit Tari ketika selesai makan malam.
"Iya sayang, selamat malam" jawab Zoya.
"Mimpi indah putriku" jawab Fadli.
Tari menjawab nya dengan senyuman lalu beranjak pergi ke kamarnya.
*Apa aku bahagia hidup dengan orang yang tidak aku sukai? Apa dia akan bahagia hidup dengan orang yang tidak menyukainya?* gumam Tari dalam hati ketika sampai di dalam kamar, lalu mulai merebahkan badannya di kasur empuk nya.
***
"Zayn, mama sama papa kekamar duluan ya, nanti kamu langsung tidur ya sayang" kata Yusuf sambil berdiri yang diikuti oleh Intan.
"Siap pa" jawab Zayn dengan anggukan kepala.
Setelah Zayn selesai makan dan minum, Zayn langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Kerjaan udah selesai, tugas untuk murid udah ada buat minggu depan, terus sekarang aku ngapain dong?" Gumam Zayn sambil menaiki anak tangga menuju ruang bekerja.
"Nelfon Adi sama Alex aja deh" Adi dan Alex adalah sahabat Zayn yang seumuran dengannya, mereka bersahabat sudah 5 tahun sejak kuliah.
"Hai bro" sapa Adi.
"Tumben lo duluan yang nelfon kita Men?" Tanya Alex
"Keinget aja sama kalian berdua, kalau gua nggak inget ya gua nggak nelfon" kata Zayn bercanda.
"B****** lo Zayn" teriak Alex yang membuat Zayn terkekeh.
"Yaelah bray, jangan baper gitu dong haha" ledek Zayn dengan tawa.
"Ada apa Zayn?" Tanya Adi.
"Mau ngasih tau aja, lamaran gue ditrima dan 4 hari lagi gua nikah" kata Zayn serius.
"Lo jangan becanda deh Zayn! Gak lucu!" Kata Adi tidak percaya.
"Lo besok kekantor gue deh! Gue kasih undangan" kata Zayn.
"Lo serius Zayn?" Tanya Alex. "Kok kita diduluin sih!" Lanjut Alex.
"Jangan lama lama pacarannya, langsung nikahin biar nggak disambet ama ba****** haha" ledek Zayn
"Dasar lo tuh yang ba******!!" Teriak kedua sahabatnya membuat Zayn terkekeh.
"Udah gue tutup ya, besok harus dateng ke kantor gue jam 9, tepat waktu!!"
Lalu Zayn mematikan telfon nya dan mulai berjalan menuju kamarnya, dan tidak butuh waktu lama Zayn tertidur dengan pulas.