
"Papa tenang saja, Zayn bisa membantu Tari" kata Zayn menenangkan.
"Kak, kamu setiap hari kan ada pekerjaan" protes Tari "Pa, kak Zayn aja ini tadi ada meeting, terus karena Tari sakit terpaksa dia menyuruh sekretarisnya untuk menggantikannya" tutur Tari.
"Fadli, apa aku boleh mengusulkan?" Kata Yusuf yang melihat Fadli kebingungan.
"Silahkan" jawab Fadli.
"Bagaimana jika perusahaan kita digabung, dan yang mengelola anak anak kita, jadi mereka bisa saling membantu. Itu jika kamu setuju dan mempercayai kita". Jelas Yusuf dengan serius.
"Pa, Vara berhenti jadi dokter?" Tanya Vara.
"Apakah kamu keberatan?" Tanya Yusuf.
"Vara mau berhenti pa" jawab Vara serius.
"Trimakasih sayang.." kata Intan sambil memeluk Vara.
"Lusa kita bicarakan lagi, sekarang kita mau pamit" pamit Yusuf yang disetujui oleh Intan dan Vara.
"Mama sama papa juga pamit ya sayang.. kamu jaga diri baik baik ya" pamit Zoya sembari mengelus kepala Tari.
"Trimakasih" jawab Tari dan Zayn.
"Bagaimana jika lusa kalian ke rumah papa, kita bicarakan ini lagi" kata Fadli sebelum masuk kedalam mobilnya.
"Baik pa" jawab Zayn. Lalu mereka semua meninggalkan rumah Zayn dan Tari.
"Kak, apa kakak yakin tawaran dari papa Yusuf?" Tanya Tari.
"Insyaallah aku yakin sayang, kita pasti bisa" jawab Zayn, Tari hanya menjawabnya dengan senyuman.
***
2 hari kemudian, tepatnya hari minggu. "Kak yuk berangkat sekarang" ajak Tari yang sudah siap untuk meluncur ke rumah Fadli.
Lalu Zayn berdiri dan keluar rumah yang diikuti oleh Tari.
10 menit kemudian mereka berdua sampai dikediaman Fadli dan Zoya. Ternyata disitu sudah ada Yusuf, Intan, Vara dan suaminya.
"Assalamualaikum" sapa Tari dan Zayn ketika sudah masuk ke rumah Fadli.
"Waalaikum salam" jawab semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Sini duduk sayang" ajak Zoya sambil menepuk sofa sampingnya yang memberi kode kepada Tari untuk duduk di sampingnya. Lalu Tari langsung duduk di sofa samping mamanya.
Perbincangan pun dimulai dengan serius dan ternyata hasilnya memuaskan.
"Alhamdulillah, besok sudah bisa dimulai" kata Yusuf.
"Lebih cepat lebih baik" sambung Fadli.
"Mulai besok Tari kerja?" Tanya Tari.
"Boleh" jawab Fadli.
"Kita berangkat sama sama ya, sambil perkenalan juga" kata Zoya.
Semua orang menyetujui.
***
3 bulan kemudian, perusahan ini berjalan dengan lancar dan kandungan Tari pun semakin membaik, Tari jarang sekali merasakan sakit dibagian perutnya. Meskipun dia bekerja, namun dia juga menjaga kandungannya dengan baik.
"Boleh, jam berapa?" Tanya Tari.
"3 menit lagi" jawab Zayn sembari meminum jus jeruknya.
"Kita kesana sekarang aja kak, biar client nya nggak nungguin" kata Tari, lalu Zayn berdiri yang disusul oleh Tari dan mereka berjalan bersama menuju ruang meeting.
Sebelum 3 menit, client tersebut sudah datang. Dan betapa terkejutnya Zayn yang mengenali client nya yang tak lain adalah mantan kekasihnya.
"Selamat siang" sapa client tersebut.
"Selamat siang" jawab Tari, namun Zayn hanya terdiam saja karena masih merasa terkejut.
"Zayn?" Kata client tersebut yng tak lain mantan kekasih Zayn.
Zayn hanya terdiam, karena takut Tari salah faham.
"Zayn, nggak nyangka kita ketemu lagi disini" kata Shinta (mantan kekasih Zayn) sembari memeluk Zayn yang sedang duduk.
"Apa apaan kamu! Lepaskan!" Bentak Zayn kepada Shinta.
"Zayn, kenapa?" Tanya Shinta dengan senyum menggoda.
"Kita mulai diskusinya sekarang!" lalu mereka membicarakan pekerjaan, 15 menit kemudian mereka keluar dari ruangan meeting tersebut.
Tari yang merasa bingung dengan Shinta dan suaminya, dia hanya memilih diam seribu bahasa karena takut perkataan yang keluar dari mulutnya akan salah.
"Zayn, kita bisa makan malam bersama nanti?" Ajak Shinta dengan bergelayut di tangan Zayn.
"Lepaskan!" Bentak Zayn sambil menghempas tangan Shinta.
"Kasar banget sih!" Teriak Shinta.
Tari tetap dengan diamnya, dia hanya melihat tajam kearah Zayn.
"Permisi" pamit Tari yang merasa tidak dipedulikan dengan suaminya,dan Tari memilih pergi ke ruangannya kembali.
"Sayang!" Teriak Zayn, namun Tari terus berjalan ke ruangannya tanpa menggubris panggilan dari Zayn.
Lalu Zayn berlali untuk menyusul istrinya.
"Itu istrinya? Liat saja nanti" gumam Shinta dengan senyuman sinis saat Zayn telah meninggalkannya.
"Sayang!! Jangan salah faham!" Kata Zayn sembari menarik tangan Tari.
"Nggak papa kak, aku cuman tadi merasa mengganggu kakak" jawab Tari dengan senyuman memaksa. Cewek mana yang kuat menahan cemburu?.
"Maaf sayang..." kata Zayn lalu memeluk Tari dengan erat.
"Nggak ada yang perlu dimaafkan, siapa cewek tadi?" Tanya Tari sambil melepas pelukan dari Zayn.
"Dia? Dia mantan pacar aku yang aku ceritakan dulu, yang hamil sama laki laki lain" kata Zayn.
"Namanya Shinta" lanjut Zayn.
"Aku tau namanya dari map persetujuan bisnis tadi" kata Tari.
"Kita pulang saja sayang" ajak Zayn, lalu Tari menurut dan pulang bersama suaminya.
JANGAN LUPA BERI AUTHOR CINTA DENGAN LIKE KAMU 🥰😘