PerfectMatch

PerfectMatch
46



Hari pernikahan telah datang, dan sekarang Tari telah di rias di kamar biasanya, karena acaranya akan dimulai di rumah keluarga Akbar.


Sementara Zayn masih di bawah menunggu penghulu dan rias Tari telah selesai. Zayn beserta keluarga besar Adrian datang ke kediamanan keluarga Akbar.


Tidak hanya keluarga besar Adrian, keluarga besar Akbar juga ikut serta di acara tersebut. Fadli dan Zoya telah menyiapkan 4 ruang besar dan luas untuk para tamu undangan, dan 4 ruangan tersebut sudah dipenuhi para tamu dari keluarga Akbar maupun keluarga Adrian.


Mereka hanya mengundang keluarga besar dan para orang yang penting, dan itu sudah memenuhi 4 ruangan luas nan besar. Benar benar mewah acara ini.


Zayn mengundang sahabat nya, Adi dan Alex.


Begitupun dengan Tari yang hanya mengundang 5 sahabat nya Virly, Manda, Lisa, Radit, dan Revan.


"Zayn!" Panggil Intan mengejutkan Zayn yang sedang melamun karena grogi.


"Huh.. mama ngagetin Zayn ma" kata Zayn sambil mengelus dadanya.


"Hehe maaf, lagian kamu kenapa nglamun?" Tanya Intan sambil terkekeh.


"Zayn gemetar ma, Zayn grogi" kata Zayn dengan mengepalkan tangannya yang bergetar.


"Sayang.. kamu jangan grogi kalau nanti kamu salah ucap gimana? Kamu minum nih" Intan menyodorkan segelas minuman, lalu Zayn mengambil dan meneguknya.


"Mama jangan doain Zayn gak lancar dong, nih Zayn udah nggak grogi lagi" kata Zyan setelah meminumnya dan mengembalikan gelas kepada Intan.


"Yaudah mama ke para tamu dulu ya" pamit Intan lalu pergi meninggalkan Zayn.


***


"Sayang.. kamu cantik banget pakai gaun itu" kata Zoya dengan senyuman yang bahagia.


"Eemm ma, Tari takut" kata Tari yang sedang di pakaian karudung oleh perias nya.


"Jangan takut sayang... anak mama itu berani" kata Zoya sambil memandang pantulan Tari dari kaca besar.


"Sudah selesai!" Kata periasnya.


"Sudah?" Tanya Tari memastikan


Dan perias memberi anggukan dan senyuman, lalu merapikan alat makeup nya.


"Sayang, mama ke bawa dulu ya"kata Zoya lalu turun dari kamar Tari dan berjalan menuju ruang acara.


***


"Zayn, kamu siap?" Tanya Intan kepada Zayn yang sedang duduk sambil memandang layar hpnya.


"Mama, udah dateng penghulunya?" Tanya Zayn dengan gugup dan gemetar.


"Sudah baru aja dateng, 2 menit lagi kata penghulunya" kata Intan.


"Huh" Zayn menarik nafas dan membuangnya dari mulut, dia melakukan itu untuk menenangkan sedikit rasa gemetarnya.


"Iya ma, Zayn siap" lanjutnya dengan anggukan kepala.


"Zayn.." panggil Zoya


"Tante.. ada apa?" Tanya Zayn.


"Tari udah selesai di riasnya, penghulunya udah datang?" Tanya Zoya.


"Udah tante, baru aja dateng, katanya 2 menit lagi ijab kabulnya" jawab Zayn.


"Baiklah, tante pergi dulu ya. Kamu siap siap hehe" kata Zoya menggoda Zayn yang diberi jawaban tersenyum, lalu Zoya meninggalkan Zayn sendirian.


***


*YaAllah, lancarkanlah acara ini sampai selesai, dan restuilah pernikahan ini YaAllah, hanya kepada engkau hambamu bermohon YaAllah* gumam Tari dalam hati.


"Sayang.. penghulunya udah datang, kamu disini aja ya" kata Zoya sambil membuka pintu,


"Astaghfirullah mama, Tari kaget" kata Tari sambil mengelus dadanya.


"Hehe maaf, mama tinggal kebawa lagi ya sayang.. bye" kata Zoya sambil melambaikan tangan dan menutup pintu kembali.


*Udah datang? Bentar lagi? Semoga semuanya berjalan seperti yang diharapkan* gumam Tari dalam hati.


***


"Zayn, ayo ke depan" ajak Yusuf ketika penghulu sudah duduk didepan lebih dulu.


"Iya pa" jawab Zayn sambil berdiri.


"Mempelai pria, sudah siap?" Tanya penghulu ketika Zayn sudah sampai di depan penghulu.


Tempat ijab kabul tersebut berada di tempat paling depan dan termasuk tengah tengah dari 4 ruangan luas tersebut. Semua orang ramai dan banyak yang mengambil gambar, termasuk sahabat2 Tari yang sudah datang 5 menit yang lalu.


"Siap" jawab Zayn dengan yakin dan diiringi oleh anggukan kepalanya.


"Jabat tangan saya"


Lalu Zayn menjabat tangan penghulu tersebut.


Dengan awal bismillah "Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Lestari Akbar alal mahri__hallan"


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq"


"Para saksi? Sah?"


"SAH!!" jawab semua orang yang ada diruangan.


"Alhamdulillah" lalu pengulu membacakan Zayn do'a.


Setelah do'a, semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung sorak dan bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut langsung ramai.