
Setelah do'a, semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung sorak dan bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut langsung ramai.
"Sayang... susul Tari!" Perintah Intan, lalu Zayn berdiri dan melangkah kearah kamar Tari.
***
*Ijab kabul nya udah selesai, habis ini Zayn kesini dong, takut banget aku* gumam Tari dalam hati.
Ditengah tengah lamunan Tari, tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Aku boleh masuk?" Suara orang dari luar kamar yang tak lain adalah Zayn.
"B-boleh" jawab Tari dengan gugup.
Lalu pintu kamar terbuka dan Tari langsung berdiri.
Ketika Zayn sudah di dekat Tari, Tari langsung meraih tangan kanan Zayn untuk diciumnya, dengan gemetar Tari mengarahkan tangan Zayn untuk diciumnya.
"Assalamualaikum istriku" gumam Zayn ketika Yari sudah mencium tangannya.
"Waalaikum salam suamiku" jawab Tari dengan suara yang hampir tidak bisa didengar dengan kepala yang masih menunduk malu.
Tangan Zayn meraih kepala Tari lalu Zayn mencium kening Tari.
"Trimakasih" kata Zayn setelah Zayn mencium kening Tari.
Tari hanya mematung dengan penuh keterjutannya karena Zayn.
"Keluar yuk, tamu udah nungguin" ajak Zayn, lalu Zayn meraih tangan Tari untuk digandeng nya lalu mereka berdua keluar dari kamar dengan bergandengan tangan.
...
Setelah mereka sampai di ruangan tersebut, semua orang melihat kearah mereka berdua dengan senyum yang menyeringai.
"Assalamualaikum pengantin baru" sapa Virly, Manda, Lisa secara bersamaan kepada Tari dan Zayn yang sudah duduk di dekorasi yang megah yang sudah disiapkan.
"Waalaikum salam, apaan sih!" Jawab Tari dengan wajah yang sudah memerah.
"Muka kamu gak kalah merah sama kepiting rebus haha" canda Manda.
"Eh bukan kepiting rebus, gak kalah merah sama nilai ulangan Lisa haha" canda Virly yang membuat para pendengar tertawa karena leluconnya.
"Apaan sih, nilaiku udah naik kok, meskipun sedikit" kata Lisa dengan mengerucutkan bibirnya.
"Pak, selamat ya" sapa Manda kepada Zayn yang hanya berdiam.
"Trima kasih kalian telah mau datang" jawab Zayn dengan senyuman.
"Sama sama pak, jaga Tari dengan baik ya pak. Kami bertiga sangat sangat menyayanginya" ucap Virly sambil memandang mata Tari yang hendak meneteskan air mata haru kepada para sahabatnya.
"Selalu" jawab Zayn dengan memandang mata Tari.
Tari hanya tersenyum manis kepada sahabatnya dan kepada suaminya.
"Ngomong ngomong Lisa remidi pelajaran bapak?" Tanya Virly
"Iya" jawab Zayn dengan wajah tanpa ekspresi.
"Yaah!! Remidi terus kalau sama bapaak maahh!!" Protes Lisa membuat para sahabatnya tertawa geli.
"Mau saya tambah?" Kata Zayn dengan menaikkan alisnya.
"Jangan!!" Jawab Lisa dengan mata melotot, "Tar.. serem dosen killer lo" bisik Lisa di telinga Tari.
"Ada apa?" Tanya Zayn.
"Kita mau pamit Pak, Tar. Kita pamit ya Assalamualaikum" pamit Lisa mengalihkan pembicaraan.
"Yaudah pak, kita pamit pak, Tar kita balik dulu ya. Sampai ketemu besok" pamit Manda lalu mereka bertiga pulang bersama Radit dan Revan setelah berpamitan.
"Waalaikum salam" gumam Tari dan Zayn.
...
Setelah beberapa jam berfoto dan menyalami para tamu undangan, sekarang sudah hampir larut malam dan Tari dan Zayn sudah sama sama letihnya.
"Kamu udah capek?" Tanya Zayn kepada Tari.
Tari menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Yaudah kita kedalam" ajak Zayn.
"Tamu nya gimana?"
"Udah biarin aja, habis ini juga mereka pulang, ini udah jam 11 malam"
"Yaudah" jawab Tari pasrah, lalu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Mau kemana sayang?" Tanya Zoya kepada Zayn dan Tari yan sudah hampir sampai di kamar mereka.
"Tari udah capek tante.. kita mau istirahat" jawab Zayn.
"Lhoo kok masih manggil tante, panggil mama dong" kata Zoya
"Eh iya ma hehe" jawab Zayn.
"Yaudah kalian istirahat, habis ini tamunya juga pulang" jawab Zoya.
Tari dan Zayn hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.
***
"Gimana ya perasaan Tari tadi?" Tanya Virly setelah mereka di mobil yang diisi dengan 5 orang.
"Emang kenapa Tari?" Tanya Revan sambil menyetir mobil.
"Kamu nggak tau? Kan Tari itu dijodohin sama pak Zayn" jawab Virly.
"Iya aku tau kalau itu" jawab Revan.
"Virly, cinta itu datang dengan seiring berjalannya waktu" kata Radit.
"Sayang.. tapi Tari itu suka sama kak Fahri" protes Manda.
"Udah berani manggil sayang sayang!" Protes Lisa.
"Biarin!" Cibik Manda.
"Ya kan Fahri juga udah nikah" jawab Radit.
"Iya juga sih, tapi tetep aja nikah juga bisa cerai kan?" Kata Manda.
"Ngawur!! Amit amit jangan sampai deh itu terjadi sama sahabat gue" jawab Virly dengan mengetuk kaca pintu mobil.
*YaAllah, jangan biarkan Tari disakiti oleh suaminya maupun laki laki lain, cukup saya dan Fahri saja yang telah menyakitinya. Sungguh saya tidak akan rela jika Tari disakiti oleh suaminya, karena dia sudah menderita karena dua laki laki yang telah disukainya* gumam Revan dalam hati yang masih dengan pandangan lurus.