PerfectMatch

PerfectMatch
37



"Sebelumnya aku minta maaf, kita bertiga sudah menyiapkan semuanya, karena kita yakin Tari nggak akan menolak" jawab papa Fadli.


"Yaahh.. kok papa nggak kasih tau mama sih" kata mana Zoya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mama kayak anak kecil ah.. kan ini surprise buat mama haha" jawab papa Fadli dengan tawanya.


Semua nya yang ada diruangan itu tertawa karena sikap mama Zoya yang kayak anak anak.


"Pa , serius minggu depan? Ngga kecepetan?" Tanya Tari dengan penuh penasaran.


"Sayang.. lebih cepat lebih baik, apalagi kamu perempuan" jawab mama Zoya.


"Iya sayang, jangan mengundur undurkan niat ibadah" kata Intan sambil mengelus pundak Tari.


"Gimana Zayn, kamu siap?" Tanya Yusuf kepada anaknya.


"Insyaallah Zayn siap pa" jawab Zayn.


"Fix minggu depan ya acarnya" kata Vara. "Tari besok ikut kakak buat cari cari gaun di butik nya om Fadli ya" ajak Vara.


"I-iya kak" jawab Tari.


"Tinggal undangan nya ya?" Kata papa Fadli.


"Pa, jangan undang orang banyak, orang yang penting penting aja" kata mama zoya.


"Iya ma, temen temen Tari iya apa nggak?" Kata papa Fadli.


"Jangan pa, sahabat sahabat Tari aja" jawab Tari.


"Okee,, besok antar undangan nya ya" kata papa Fadli.


"Pa, udah ngebuat undangan emangnya?" Tanya mama zoya.


"Udah siap semuanya ma" jawab papa Fadli dengan senyum girang.


"Yaah mama tinggal duduk doang dong" kata mama Zoya.


"Yaudah kita mau pulang dulu, nyiap nyiapin buat minggu depan hehe" kata Yusuf berpamitan.


***


Dirumah keluarga Adrian.


"Pa, ma. Beneran minggu depan?" Tanya Zayn setelah sampai rumah.


"Ya serius dong sayang.. buat kebaikan kalian berdua juga" jawab Yusuf.


"Tapi kan Zayn jadi dosen di kampusnya Tari.. kalau semua anak kampus tau gimana?"


"Ya ngga papa dong biar tau, yang ngga tau jangan dikasih tau biar tau sendiri hehe" jawab Yusuf.


"Sayang.. kamu ngga suka sama Tari?" Tanya Intan.


"Eemm.. Zayn suka kok ma, aku udah tau gimana sifat Tari sebelumnya. Adik kelas Zayn yang akrab sama Zayn itu temen baik nya Tari. Katanya Tari anaknya baik, dan Zayn tau sendiri juga" jelas Zayn.


"Mama bangga sama kamu sayang.. kalau Tari belum sayang sama kamu gimana?" Tanya Intan khawatir.


"Ma, aku sudah memilih untuk menikahinya, dan cinta bisa datang seiring berjalannga waktu, aku siap untuk menerima resiko apapun". Jawab Zayn tegas.


"Kita percaya sama kamu Zayn, jaga nama baik keluarga kita ya" kata Yusuf.


"Pasti pa" jawab Zayn dengan anggukan.


"Vara mau pulang dulu ya ma, ditungguin suami" pamit Vara sambil melambaikan tangannya.


"Mentang mentang udah punya suami!!" Teriak Zayn.


Lalu Vara kembali.


"Kenapa balik?" Tanya Zayn judes.


"Buat apa?" Tanya Zayn.


"Besok kan aku nemenin dia kebutik nya, aku ngga bisa kabarin dia dong" jawab Vara.


"Mama punya" jawab Intan sambil menyodongkan hpnya kepada Vara.


"Kok mama nggak bilang Zayn sih!?" Cibik Zayn kepada mama nya.


"Kamu usaha sendiri dong buat dapetin nomornya!" Jawab mama Zoya "Dan Vara, janga kasih nomornya ke Zayn!" Lanjutnya.


"Siap!" Jawab Vara dengan teriak sambil keluar dari rumah besar tersebut karena sudab selesai mendapatkan nomor Tari.


'''Vara menikah 3 bulan yang lalu waktu di singapura. Dia menikah dengan anak dari pengusaha yang ada di Indonesia, dia memilih menikah di singapura karena waktu itu Vara bekerja di sana sebagai dokter.


Reno Jayahadi adalah nama suami Vara, dia menjalin hubungan selama 4 tahun'''.


***


Dirumah keluarga Akbar.


"Ma, dia dosen aku di kampus" kata Tari tiba tiba saat duduk santai.


"Oh ya? Berarti selain menggantikan Yusuf, dia juga menjadi dosen?" Tanya papa Fadli.


Tari hanya mengangguk.


"Bagus dong sayang.. dia biaa jagain kamu dikampus" jawab mama Zoya.


"Ma bukan gitu, kalau seluruh kampus tau aku akan menikah dengannya gimana?"


"Yakan memang iya, biarin aja tau" jawab papa fadli enteng yang disetujui oleh mama Zoya.


"Gitu ya? Yaudah deh" jawab Tari pasrah dan langsung berjalan kekamarnya.


***


Pagi hari.


"Gimana kemarin, ganteng orangnya?" Tanya Lisa saat mereka semua sudah berada di kelas.


"Terus dia kaya?" Tanya Manda.


"Dia siapa?" Tanya Virly.


"Kepo!" Jawab Tari sambil berjalan keluar kelas.


Tiba tiba bel pengumuman berbunyi dan dekan memberi pengumuman. "Semuanya kumpul di lapangan" kata dekan lewat spiker.


Lalu semua siswa sisiwi dan semua dosen kumpul di lapangan tersebut.


Ternyata ada pengumuman kalau bulan depan ujian untuk seluruh kelas, dan ujiannya selama 1 minggu.


"Sampai sini yang saya sampaikan, saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam kata kata saya. Selamat siang" dekan keluar dari lapangan tersebut duluan dari pada yang lain.


Saat Tari berjalan keluar dari lapangan, Tari menyadari Zayn yang berjalan dibelakangnya. Tari tidak menggubris nya.


"Selamat siang pak" sapa Cantika kepada Zayn yang dapat didengar oleh Tari.


"Siang" jawab Zayn kepada Cantika.


"Saya Cantika pak anak ekonomi yang kemarin bapak ajar" kata Cantika.


"Iya" jawab Zayn sambil tersenyum kearah Cantika.


"Saya boleh berjalan disamping bapak" pinta Cantika yang masih bisa didengar oleh Tari.


"Silahkan" jawab Zayn masih singkat.


Tari yang mendengar pengobrolan tersebut hanya tersenyum sendiri.