PerfectMatch

PerfectMatch
38



Tiba tiba ada seorang perempuan yang berkelahi dengan laki laki, saat dilihat Tari perempuan tersebut hendak memukul kepala sang laki laki yang hanya diam.


Tari langsung menangkap tangan perempuan tersebut dari belakang.


"Kalau mau ribut jangan disini, bahaya buat banyak orang!" Kata Tari sambil menangkap tangan perempuan tersebut.


"Siapa kamu? Mau belain laki laki yang mau bikin aku jatoh?!" Jawab Perempuan tersebut dengan nada sinis.


"Aku ngga belain siapa siapa disini, aku nggak kenal kalian. Tapi tindakan kamu membahayakan orang lain" jawab Tari masih tenang lalu melepaskan tangan perempuan tersebut.


Untung saja di lapangan tersebut sudah sepi, dan hanya ada beberapa orang saja.


"Sudah cukup, memang saya yang salah. Kamu nggak papa kan?" Tanya laki laki yang seumuran dengan Tari kepada Tari.


"Aku Fine! Sekarang aku balik kekelas, maaf mengganggu" jawab Tari sambil berjalan menuju kelas.


Zayn yang melihatnya dari awal, dia hanya tersenyum melihat sikap Tari yang peduli kepada semua orang. Tapi Zayn tidak suka kalau yang dia bela adalah laki laki, Zayn merasa cemburu.


"Ada apa ini?" Tanya Zayn kepada perempuan dan laki laki tersebut.


"Tidak pak, kami hanya salah faham" jawab perempuam tersebut "Saya permisi pak" lanjut perempuan tersebut.


"Siapa nama anak tadi?" Tanya Zayn kepada laki laki tersebut.


"Dia namanya April pak, dia anak kesehatan, tadi saya hampir saja membuat nya jatuh, dan dia marah kepada saya" jelas laki laki tersebut "saya permisi pak" lanjut laki laki tersebut.


Sedangkan Tari sekarang masih ada di toilet untuk mencuci mukanya dan berwudhu, karena itu adalah salah satu kebiasaan Tari setelah dia marah marah.


Tari keluar dari toilet setelah selesai berwudhu, tiba tiba dia dikagetkan dengan adanya Zayn.


"Astaghfirullah! Ngapain disini?" Tanya Tari ketika melihat Zayn didepan toilet.


"Nungguin kamu" jawab Zayn enteng.


"Kok tau aku disini?" Tanya Tari


"Nebak aja, ternyata bener" jawab Zayn


"Aku mau ngomong sama kamu" kata Tari dengan tatapan serius.


"Apa?"


"Kenapa kamu milih aku buat menjadi istri kamu?" Tanya Tari.


"Karena aku yakin kamu bisa membuatku menjadi sempurna" jawab Zayn serius.


"Apa yang membuat kamu yakin?" Tanya Tari lagi.


Waktu Zayn mau menjawab tiba tiba hp berdering, lalu Zayn langsung mengangkatnya.


Setelah mengangkat telefon dari sekretarisnya, Zayn berpamitan kepada Tari.


"Maaf ya aku ada meeting 5 menit lagi" kata Zayn sambil berlali kecil.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku!" Teriak Tari kepada Zayn.


Zayn hanya menjawab nya dengan tangan melambai tanpa membalikkan badannya.


"Ish! Pasti sengaja deh ngehindar dari pertanyaan aku!" Gumam Tari sambil berjalan kearah kelasnya.


***


"Dari mana Tar? Kok lama banget?" Tanya Lisa saat Tari baru masuk kelas.


"Tadi gue ngelerai cewek mau mukul cowok" jawab Tari sambil duduk.


"Kok lo ikut ikut an masalah rumah tangga orang lain sih!" Kata Manda ngasal.


"Bukan masalah rumah tangga, tadi si ceweknya mau jatoh gara gara si cowok, terus cowoknya mau dipukul sama ceweknya badahal cowoknya udah minta maaf" jawab Tari dengan nada santai.


"Terus lo di apain sama ceweknya?" Tanya Virly khawair


"Gue nggak diapa apain, udah ah jangan bahas" lalu dosen datang dan memulai pelajaran.


***


Lalu Tari menaruh undangan pernikahannya dimeja makan mereka.


"NIKAH!!?" Teriak ketiga sahabatnya kaget.


"Jangan teriak teriak" kata Tari dengan nada berbisik.


"Lo serius mau nikah Tar?" Tanya Virly tidak percaya.


Tari memberi jawaban dengan anggukannya, sementara Lisa membuka undangannya.


"Zayn Adrian Sapoetra?" Gumam Lisa.


"HA!! Pak Zayn?" Teriak Lisa saat dia sadar jika Zayn adalah Zayn dosen mereka.


"Kamu bercanda kan Tar?" Kata Virly tidak percaya.


"Kamu hamil?" Tanya Manda asal.


"Astaghfirullah amit amit" jawab Tari sambil mengetuk ngetuk meja makan "Jadi Zayn itu anak dari rekan kerja papa" jawab Tari jujur.


"Kamu udah kenal lama?" Tanya Lisa.


"Aku baru pernah ketemu 4 bulanan yang lalu lah.. aku nggak kenal sama dia" jawab Tari.


"Kamu nggak kenal kok mau sih dijodohin sama pak Zayn?" Protes Manda.


"Kapan sih aku bisa berbalas budi sama orangtua aku? Aku pengen balas budi ke mereka dan mungkin ini caranya, tolong jangan gini, ngertiin akuu" kata Tari sambil meneteskan air matanya.


"Tar Tar.. aduuhh.. aku minta maaf deh,, kita nggak bermaksud kayak gitu.. kita cuman kaget aja" kata Manda sambil mengelus elus pundak Tari.


"Kita minta maaf ya Tar, maafin kita kan?" Kata Virly yang diberi anggukan sama Tari.


"Aku ngerti kok, aku udah ngira kalau kalian bakalan nggak percaya kayak gini. Udah nggak papa kok" jawab Tari sambil menghapus air matanya.


"Aku minta maaf ya Tar" kata Lisa.


"Kita bakalan dateng kok Tar" kata Virly yang disetujui oleh yang lainnya.


"Sekalian kasih ke Revan sama Radit ya" kata Tari.


"Okeee!!" Jawab mereka bertiga.


Tiba tiba hp Tari berdering, ternyata panggilan masuk.


"Ini nomor siapa?" Gumam Tari sambil melihat kearah hpnya.


"Angkat aja siapa tau penting" jawab Virly sambil meminum jus jeruk nya.


"Assalamualaikum, siapa?" Sapa pembuka Tari.


"Waalaikumsalam, ini aku Vara" kata Vara diseberang sana.


"Oohh kak Vara.. ada apa kak?"


"Setengah jam lagi aku kerumah kamu ya, buat cari gaun pengantin"


"Iya kak, aku tunggu dirumah ya. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Lalu Tari mematikan hpnya.


"Siapa Tar?" Tanya Lisa.


"Kak Vara, kakak nya Zayn" jawab Tari.


"Mau kemana?" Tanya Manda.


"Aku mau cari gaun pengantin, aku pulang dulu ya" pamit Tari sambil berlali kecil menuju mobilnya.


"Hati hati Tar!!" Teriak mereka bertiga setelah Tari masuk mobil.


Akhir akhir ini Tari sering mengendarai mobil sendiri tanpa sopir, karena alasan Tari dia bisa menyetir mobil sendiri.