
"Hai Tari" sapa Vara saat sudah sampai di rumah Tari.
"Hai kak" jawab Tari sambil menyunggingkan senyumannya.
"Udah siap?" Tanya Vara yang diangguki oleh Tari "yaudah yuk berangkat" lanjutnya.
Lalu mereka meluncur ke butiknya papa Fadli.
"Kamu belum suka ya sama Zayn?" Tanya Vara ditengah tengah perjalanan.
"Eemm.. jujur aja kak, aku kan baru ketemu sama Zayn, jadi aku belum tau sifat aslinya Zayn" jawab Tari jujur.
"Aku suka kamu jujur Tar. Zayn itu udah memata matain kamu udah lama, ya sebelum adanya perjodohan ini laah" kata Vara.
"Sebelum perjodohan?" Tanya Tari yang masih bingung.
"Iya, keluarga ku sudah ingin menjodohkan kamu sama Zayn duluan, eehh om Fadli dan tante Zoya dateng kerumah ingin menjodohkan kalian juga" jelas Vara sambil menyetir mobil
"Jadi sebelumnya Zayn sudah tau sifat aku gimana?"
"Katanya gitu, makanya dia serius sama kamu. Kamu harus bisa suka sama Zayn" kata Vara serius.
"Doain ya kak supaya hati ku cepet terbuka buat Zayn" jawab Tari tidak kalah serius.
"Masak sih kamu belum suka sama Zayn, kan dia handsome tuh ya! Kalau aku lihat kayak seumuran sama kamu haha" kata Vara sambil tertawa yang membuat Tari juga tertawa.
"Kakak bisa aja" jawab Tari sambil tertawa juga.
***
"Kamu mau cari warna apa?" Tanya Vara kepada Tari setelah sampai di butik milik Fadli.
"Warna maroon aja kak bagus" jawab Tari.
"Nanti sama jas nya Zayn ya" kata Vara
"Gimana kalau pesen aja kak, desainnya lain daripada yang lain hehe" kata Tari
"Boleh tuh, aku juga tau ukuran bajunya Zayn" jawab Vara.
"Eh denger denger kamu punya panti ya ?" Tanya Vara setelah pesen gaun Tari dan jasnya Zayn.
"Iya kak, Tari tiap hari kesana" jawab Tari.
"Gimana kalau kita kesana sekarang? Aku pengen tau panti kamu, ngga papa kan?" Pinta Vara sambil masuk ke mobilnya yang diikuti oleh Tari.
"Boleh kak" jawab Tari.
"Aku nggak tau jalannya, kamu setir ya" lalu Tari pindah kursi pengemudi.
"Bagus banget ya panti kamu" kata Vara setelah sampai di dalam panti Tari.
"Alhamdilillah kak" jawab Tari.
Tari tidam menyadari jika didalam panti Tersebut ada Fahri dan Kirana dan anak anak panti yang sedang bermain bersama.
Tari diam sejenak karena dia tidak siap untuk bertemu Fahri saat ini, karena dalam hati Tari masih ada sedikit rasa sayang nya kepada Fahri meskipun Fahri telah menyakiti hatinya.
"Tari.. sini!!" Panggil Kirana.
"Ada apa Na?" Tanya Tari setelah sampai di tempat Kirana dan Fahri dan anak anak panti.
"Ini anak anak kangen sama kamu" kata Kirana.
"Yaallah anak anak Bunda.. masak kemarin kesini sekarang udah kangen aja?" Goda Tari kepada anak anak panti.
"Tari.. sini deh gabung sama kita" ajak Kirana setelah Tari bermain dengan anak anak panti dan Vara.
"Sama kaka Vara juga ya?" Pinta Tari.
"Iya ajak kak Vara" jawab Kirana sambil tersenyum.
"Gini Tar.. kamu datang di resepsi nikah kita ya" kata Kirana dengan semangat nya.
"Kapan Na?" Tanya Tari dengan gugup dan terkejut.
"Lusa" jawab Kirana.
Fahri yang ada disitu juga hanya terdiam, dia tidak mau membuka suara karena dia masih merasa bersalah kepada Tari.
"Lusa?" Tanya Tari balik dengan nada sedikit tinggi.
"Iya lusa" jawab Kirana dengan semangat juga.
"Oh iya ini kenalin dulu,.. anak pertama dari rekan kerja papa" kata Tari mengalihkan pembicaraan dengan mengenalkan Vara.
"Saya Vara Wenyacho Adrian anak dari Yusuf Adrian" kata Vara memperkenalkan dirinya kepada Fahri dan Kirana.
"Saya Kirana, dan ini Fahri. Kita yang bantu bantu di panti ini" jawab Kirana memperkenalkan dirinya dan Fahri kepada Vara, dan Fahri menyetujuinya dengan senyuman manis nya.
"Senang bertemu dengan kalian" kata Vara lagi.
"Anak dari pak Yusuf Adrian? Kakak nya Zayn Adrian Sapoetra?" Tanya Fahri meyakinkan.
"Iya betul sekali" jawab Vara dengan senyuman.
"Yaudah kita balik dulu ya" kata Tari sambil berdiri dari duduknya.
"Kok udah mau balik aja?" Tanya Kirana yang seakan akan melarang Tari pulang lebih cepat karena tidak biasanya Tari pulang lebih cepat.
"Iya masih banyak urusan dirumah, maaf ya" kata Tari "Yuk kak" lanjut Tari mengajak Vara.
Lalu Vara berdiri dan berpamitan kepada Fahri dan Kirana.
"Lusa kamu dateng ya Tar, kalo bisa sama kak Vara juga nggak papa" kata Kirana setelah Tari membuka pintu mobil tapi belum memasukinya.
"Iya" jawab Tari singkat sambil tersenyum kaku.
Vote Vote VOTE❤❤