PerfectMatch

PerfectMatch
44



"Assalamualaikum ma"


"Assalamualaikum Tante" sapa Zayn dan Tari bersamaan.


"Waalaikum salam, oh nak Tari" jawab Intan menyambut Tari dengan bahagia.


"Kok kayak habis nangis sayang?" Tanya Intan.


"Nggak papa kok tante, tadi terharu aja" jawab Tari gugup karena berbohong, Tari melirik kearah Zayn yang sedang bersenyum kearahnya.


*maaf kak, maaf tante. Aku berbohong* batin Tari.


"Zayn.. kamu nggak ngapa ngapain Tari kan?" Tanya Intan menyelidik.


"Astaghfirullah Ma, nggak percaya sama anak sendiri?" Protes Zayn.


"Percaya kok hehe" jawab Intan dengan senyum konyol.


"Tari mama ajak masuk kekamar kak Vara yang dulu ya ma, biar dia istirahat" kata Zayn yang dibalas anggukan oleh Intan.


"Sayang.. kamu baik baik saja?" Tanya Intan setelah sampai kamar Vara.


"Tante.. maafin Tari.. hiks" Tari memeluk Intan lalu tangisnya pecah di pelukan tersebut.


"Sayang.. ada apa? Kamu tenang dulu ya" Intan mengelus elus kepala Tari.


"Maafin Tari tante.." lirih Tari.


"Udah udah, ada apa sayang..?" Tari melepas pelukannya.


"Tari tadi tidak menghargai kak Zayn tante, Tari jahat ke kak Zayn tan, Tari ngecewain kak Zayn, Tari salah tante... hiks.." jelas Tari dengan isakan.


"Sayang.. cerita in semuanya, tante pasti dengerin"


"Tante, Tari kenal sama kak Fahri, Tari akrab dulu, Tari kemana kemana dengan kak Fahri, dan lama kemudian Tari jatuh cinta dengannya, dan suatu hari Tari mengetahui bahwa kak Fahri mencintai Kirana bukan Tari, dan disitu Tari merasa tersakiti, tapi mungkin perasaan sayang itu masih sedikit ada, meskipun tidak sebesar dulu Tante, maafin Tari tante...hiks..."


"Sayang.. tante juga pernah muda, pernah jatuh cinta. Kamu jangan menyerah untuk berusaha mencintai Zayn, karena itu calon suami kamu sayang.. dan biarkan Fahri hidup bahagia dengan pilihannya sendiri, dia berhak bahagia sayang.. dan kamu harus terus bisa melupakan Fahri, Zayn juga manusia yang lemah sayang, Zayn bisa tumbang dan lelah lalu menyerah. Hargai yang masih ada, genggam erat dia, jangan sampai satu kegagalan membuatmu lemah..." tutur Intan sambil menghapus air mata Tari.


"Maafin Tari tante.. Tari egois tante.. Tari menyesal.."


"Jangan kamu ulangi kesalahan yang sama sayang.."


"Terimakasih tante.. terimakasih.."


"Yasudah kamu istirahat dulu.. kamu bawa baju ganti?"


Tari menggelengkan kepala.


"Tante ambilin baju Vara yang baru, mau?"


"Boleh tante?"


"Boleh dong cantik" Intan mengelus pipi Tari.


"Kamu mandi gih, tante tunggu diluar ya" Intan berjalan keluar.


"Tari sedang mandi, kamu tunggu disini, bentar lagi dia kesini" kata Intan kepada Zayn yang berada di ruang keluarga.


"Papa kemana ma?" Tanya Zayn namun pandangannya tetap di layar laptop.


"Ada didalam, mandi mungkin" jawab Intan yang sudah duduk di samping Zayn.


"Ma, Zayn" sapa Yusuf.


"Naah baru diomongin" kata Intan dengan senyuman.


"Yaah ngomongin papa nih? Hayooo..." kata Yusuf sambil menunjuk kearah Intan dan Zayn.


"Papa apaan sih haha" tawa Zayn dan Intan.


"Pa, ada Tari" kata Intan.


"Dimana ma?" Tanya Yusuf sambil mendudukkan badannya di sofa empuk.


"Masih dikamar Vara, dia mandi"


"Tumben sekali dia kesini?"


"Tadi mampir setelah ke acaranya Fahri" jawab Intan.


"Ada apa?" Tanya Yusuf.


"Nanti mama ceritain kalau Tari udah pulang, nggak enak kalau dia denger"


"Yasudah".


Beberapa menit kemudian Tari keluar dari kamar tersebut.


"Tari.. duduk sini sayang.." kata Intan setelah tau Tari keluar dari kamar dan mengajaknya untuk duduk disebelahnya tepatnya Intan berada ditengah tengah antara Zayn dan Tari.


Tari mengangguk dan mendudukkan tubuhnya disamping Intan.


"Kamu laper?" Tanya Intan.


"Enggak tante.. Tari nggak laper" jawab Tari.


"Yasudah.. kamu disini ya sama Zayn, tante sama om mau keluar sebentar" kata Intan sambil berdiri.


"Tante.." panggil Tari yang menghentikan langkah Yusuf dan Intan.


"Tari sekalian mau pamit, ini udah hampir sore tante" kata Tari setelah Yusuf dan Intan berbalik badan.


"Kok buru buru sayang.. tante tadi udah ngizinin kamu ke mama kamu kok" kata Intan.


"Emm.. Tari mau ke panti dulu, soalnya kasian nggak ada Kirana"


"Oohh.. yasudah kalau gitu biar Zayn yang mengantarmu" kata Yusuf.


"Iya" jawab Zayn.