
Pukul 7 pagi, Tari dan para pelayan dan juga sopir nya bergegas untuk berangkat ke bandara pagi ini juga.
Setelah sampai bandara, mereka harus menunggu setengah jam untuk menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka.
"Saya beli minum dulu ya mbak, sambil menunggu pesawat". Kata salah satu pelayan yang bernama Aliya.
"Iya boleh". Jawab Tari kepada Aliya.
"Saya ikut bi Aliya dulu ya Mbak". Kata Dwi salah satu pelayan Tari.
Tari menjawab nya dengan anggukan kepala dengan tersenyum manis. Wajah nya yang bening tanpa polesan make up apapun membuat kaum adam sangat menyukai senyuman nya yang sangat manis.
3 menit kemudian bi Dwi dan bi Aliya membawa minuman untuk pak sopir dan Tari.
"Ini mbak diminum minuman nya".
Kata bi Dwi sambil memberikan minuman nya ke arah Tari.
"Iya makasih". Jawab Tari ramah kepda bi Dwi sambil menerima minuman yang di berikan oleh bi Dwi.
Dan bi Aliya memberikan 1 minuman kepada pak agus sopir pribadi Tari.
Nampak dari arah Tari pak agus menerima minuman tersebut.
20 menit kemudian, pesawat yang mau membawa Tari mendarat. Setelah itu para penumpang diminta untuk masuk ke pesawat tersebut, salah satunya Tari dan para pelayan nya dan pak sopir nya.
7 jam kemudian pesawat yang di tumpangi Tari mendarat dengan sempurna di bandara Soekarno-Hatta.
Di parkiran bandara nampak mobil mewah yang terparkir di sana, mobil itu adalah mobil mama Zoya.
"Itu mobil mama kan pak Agus?". Tanya Tari kepada pak Agus memastikan.
"Iya itu mobil nyonya". Jawab pak Agus.
Lalu mereka berjalan ke arah mobil tersebut.
Ternyata benar itu mobil mama Zoya, tapi yang membawa mobil nya bukan mama Zoya tetapi sopir pribadi mama dan papa nya.
(Bayangkan deh kekayaan keluarga Akbar bagaimana.?? Sampai sampai sopir saja pribadi semua. Ya ngga heran sih, papa Fadli kan perusahaan nya ada di mana mana, hehehe 🤣🤣)
"Mari non". Kata pak Budi sopir pribadi mama dan papa nya yang mempersilahkan Tari untuk masuk ke dalam mobil sambil membukakan pintunya.
Tari menjawab nya hanya dengan anggukan kepala dan senyum ramah kepada nya lalu masuk ke mobil tersebut.
Di perjalanan
"Non, kita ke rumah atau langsung ke rumah sakit ?". Tanya pak Budi.
"Langsung ke rumah sakit saja pak, nanti barang barang saya tolong di taruh di kamar saya ya". Jawab Tari.
"Pak , jangan panggil saya Non dong.. gaenak di denger nya. Panggil Mbak saja ya pak". Kata Tari ke pada pak Budi dengan senyum manis.
"Iya non,, eeh mbak.. hehe".
Bi Dwi dan bi Aliya yang mendengar nya hanya tersenyum kagum ke pada Tari, begitu pun dengan pak Agus.
Sesampai nya di rumah sakit.
Mereka langsung menuju ruangan papa Fadli, karena pak Budi sudah tau ruangan tersebut.
Mama Zoya yang terkejut dengan kehadiran Tari, refleks mama Zoya langsung memeluk Tari. Tari pun membalas pelukan mama nya dengan erat. Tangis mama Zoya pun pecah di pelukan Tari.
"Kalian boleh pulang, terima kasih ya". Kata mama Zoya kepada para sopir dan pelayan.
Setelah mereka pulang, Tari menuntun mama nya agar duduk di kursi rumah sakit.
"Ma, gimana ceritanya ?" Tanya Tari kepada mama nya sambil menangis.
"Papa kamu mau berangkat ke kantor sayang, mama ngga iku waktu itu, karena mama masih ada pekerjaan di butik yang tidak bisa di gantikan. Di dalam perjalanan tiba tiba ada truk yang melaju dengan cepat dan langsung menabrak mobil papa kamu". Jelas mama Zoya.
"Astaghfirullah.. trus sekarang papa?"
"Papa kamu masih kritis sayang.. belum sadarkan diri selama 3 hari ini".
"Yaallah.. lindungilah papa Yaallah.. hanya kepada engkau kami meminta pertolongan Yaallah". Batin Tari sambil mengusap air mata nya.
"Mama yang kuat ya, Allah tidak akan memberi cobaan di atas kemampuan hamba nya".
"Iya sayang, Allah pasti bersama kita". Kata mama Zoya sambil meraih tangan Tari.
"Mama sudah solat dhuhur ??". Tanya Tari.
"Sudah, kamu pasti belum ya. Solat gih". Suruh mama Zoya.
"Iya ma, Tari solat dulu ya".
"Iya sayang". Kata Mama Zoya sambil mengusap kepala Tari.
Lalu Tari pergi ke musolla rumah sakit untuk solat.
"Yaallah, saya hanya mempunyai mereka, sembuhkan lah suami saya Yaallah, Tari masih membutuhkan seorang ayah Yaallah.. kasian Tari Yaallah.. hanya kepada engkau lah Yaallah hamba mu meminta pertolongan, hanya kepada engkau hambamu meminta petunjuk, Kabulkan lah doa hambamu ini Yaallah". Kata mama zoya dalam hati setelah melihat Tari pergi yang ditelan oleh ruang.
Tari solat dhuhur. setelah sholat dhuhur, dia berdoa kepada Allah agar papa nya di beri kesembuhan dan kesehatan.
Selesai sholat dia kembali ke mama nya dengan membawa makan siang untuk mama nya dan diri nya.