PerfectMatch

PerfectMatch
Chapter 34



"Semua yang saya panggil silahkan maju" lanjut Zayn.


Tanpa perkataan apapun Tari langsung maju kedepan dan diikuti oleh yang lainnya.


Tari berjalan lebih dulu.


"Saya Lestari Akbar" Kata Tari setelah sampai didepan.


"Yang pertama, Anita Anandita" Zayn tidak merespon kata Tari barusan dan malah memanggil nama Anita.


Setelah menjelaskan kepada Anita, lalu Anita kembali kebangkunya.


"Yang kedua, Prima Ridha"


*Benar benar nyebelin nih orang. Udah tua sombong lagi* batin Tari sambil menatap Zayn dengan tatapan membunuh.


Setelah semuanya kembali dan sekarang tinggal Tari saja.


"Kamu Lestari? Parah sekali kamu, hampir 50% jawaban kamu salah semua" kata Zayn membuat Tari terkejut, Tari langsung menarik bukunya dan melihat jawabannya.


"Pak.. ini jawaban saya kurang apa nya ya?" Tanya Tari dengan nada suara yang lembut.


"Kamu masih belum jelas juga yang saya coret itu!!?"


Tari benar benar dibuat kesal dengan Zayn.


"Pak.. ini jawaban saya benar, coba bapak cek lagi" nada perkataan Tari masih lembut.


"Jawaban kamu benar, namun kurang sempurna!!?"


"Haa?? Oke baik pak saya 'sempurnakan' " jawab Tari, perjelas kata 'sempurna'.


Lalu Tari kembali ke bangkunya tanpa suruhan dari Zayn. Yang membuat 3 sahabat nya bingung dengan tingkah Tari hari ini, karena Tari yang sekarang lebih tegas.


"Kalian harus bisa membedakan mana jawaban yang benar dan mana jawaban yang sempurna. Jawaban yang benar belum tentu sempurna, namun jawaban yang sempurna pasti benar. Pegang kata kata saya" Kata Zayn membuat Tari merasa tersindir, namun Tari masih bisa menahan emosinya.


***


"Bener bener killer banget tuh dosen baru" kata Manda setelah sampai di parkiran kampus.


"Iyaz masak Tari jawabannya salah!" Lanjut Lisa.


"Bukan salah! Nggak sempurna!" Protes Tari.


"Iya iya nggak sempurna.. eh Tar ngomong ngomong kamu tadi beda lo" Kata Lisa yang disetujui dengan Manda dan Virly.


"Beda apanya!?" Tari masih emosi dengan kejadian tadi, benar benar pelecehan.


"Kamu tadi keliatan lebih tegas tau nggak.. aku suka" lanjut Lisa.


"Lagian gue kesel banget sama tuh dosen, masak iya jawaban seorang Tari kurang sempurna" Jwab Tari.


"Yaudah lah Tar, sempurnain aja. Tunjukin ke tuh dosen killer kalau lo itu hebat" kata Virly.


"Bener kata kata lo, gue tunjukin kehebatan gue kalau tuh dosen masuk ke kelas kita"


"Jangan macem macem ya Tar, tuh dosen ganteng banget soalnya" kata Lisa sambil melihat ke atas.


"Lo tuh ya, tau nya orang ganteng doang" cibik Tari sambil menepuk dahi Lisa.


"Sakit Tar! Lagian bener kan ganteng banget. Gue harus bisa dapetin nomor pak Zayn" kata Lisa sambil mengelus dahinya.


"Lagian lo biar ga halu!"


"Tar lo jangan gitu, ntar lo cinta lagi sama tuh dosen killer" kata Virly membuat Manda tertawa terbahak bahak.


"Ahahahaha lucu lucuc kalau Tari jadian sama pak Zayn hahaha" Kata Manda sambil ketawa keras, tiba tiba mobil Pak Zayn lewat didepan mereka.


"Eh mulut lo tuh! Ngaco banget! Kalau tuh dosen denger gimana? Itu mobilnya" kata Tari smbil menunjuk kearah mobil tersebut.


"Bener itu mobil nya ? Kalau denger ya syukur hahaha" kata Virly tetap dengan tawanya yang meledak.


Tari berjalan meninggalkan sahabatnya, lalu ia menghentikan taksi karena hari ini Tari tidak dijemput dengan pak Budi karena pak Budi sedang pulang kampung.


***


"Sayang.. ini kan udah satu bulan, gimana jawaban kamu?" Tanya mama Zoya kepada Tari setelah mereka makan malam.


"Iya sayang.. papa udah ngga sabar nih" lanjut papa Fadli.


"Ma, Pa. Berhubungan dengan jawaban istiharah Tari baik, maka jawaban Tari juga baik" jawab Tari sambil tersenyum kearah mama papa nya.


"Maksud kamu gimana sayang... kamu siap nikah?" Tanya mama Zoya bersemangat.


"Iya ma, pa.. Tari siap, karena itu juga suatu ibadah, Tari insyaallah siap" Jawab Tari membuat papa Fadli dan mama Zoya tersenyum bahagia.


"Papa juga seneng dengernya, jadi minggu depan kita ngundang calon mertua dan calon suami kamu buat makan malem disini okee" kata papa Fadli dengan girang.


***


"Oh iya, sekarang waktunya dosen killer itu lagi ya" kata Virly setelah sampai dikelas mereka.


"Iya, eh Tar lo udah nyiapin jawaban yang sempurna belom?" Kata Manda sambil memajukan wajahnya di depan Tari.


"Udah dong, bukan sempurna lagi tapi sangat sempurna" jawab Tari sambil mengacungkan jempolnya.


"Hebat!! Gue yakin tuh dosen pasti langsung tergila gila sama lo hahah" Kata Virly berhasil membuat Tari mencubit lengannya.


"Awww!! Tar lo bener bener kayak lagi dapet ya.. emosi mulu!" Lanjut Virly sambil mengelus elus lengannya dengan lembut.


"Mau gua cubit lagi!" Kata Tari dengan jari yang sudah siap untuk mencubit.


"Eh elo jangan macem macem sama gue. Gue panggilin Revan baru tau rasa lo" kata Virly sambil menjauhkan lengannya dari tangan Tari yang siap mencubitnya.


"Idih! Sini panggil Revan, gue cekik leher dia!" Kata Tari membuat Lisa dan Manda tertawa.


"Virly! Lo jangan macam macam sama anak jago bela diri ya haha" kata Manda sambil tertawa.


"Eh dosen datang tuh" Kata Lisa membuat kaget seluruh kelas dan kembali ke duduk nya masing masing.


"Selamat siang, 6 anak yang saya panggi minggu lalu harap maju kedepan dan kumpulkan!!" Kata Zayn dingin.


Lalu Tari dan lainnya mengumpulkan jawabannya kedepan dan langsung kembali ketempatnya masing masing.


"Berhubungan dengan hari jum'at dan pulang kalian lebih awal, jadi saya tidak ada waktu yang lama untuk berada disini karena sebentar lagi sholat jum'at. Jadi langsung saja kalian buka halaman 43 dan kerjakan dirumah" jelas dosen killer tersebut.


"Maaf pak, ini kan belum bapak jelaskan". Kata Lisa membuat Zayn mengangkat kepala.


Lalu Zayn menulis 12 angka di papan.


"Kalian bisa bertanya kepada saya tentang soal soal nya lewat wa. Catat nomor saya yang ada di papan". Kata Zayn sambil berdiri membereskan mejanya.


"Sampai disini saja, 6 buku tugas ini saya bawa pulang. Nanti salah satu dari kalian akan saya suruh untuk mengambilnya" lalu Zayn keluar dari ruangan.


"Idih!! Semoga aja bukan gue!" Gumam Tari sambil berdiri dari duduknya.


"Semoga aja itu yang disuruh si Tari!!" Teriak Manda membuat satu kelas tertawa bersama.


"Jangan ngaco! Gue gabakalan mau ambil tuh buku sendirian!" Jawab Tari dengan wajah marahnya.


"Santai Tar! Gue cuman bercanda kok hehe" jawab Manda sambil tersenyum kaku karena takut Tari marah kepadanya.


"Yaudah yuk kekantin, gue laper" kata Lisa sambil berjalan melewati Manda dan Tari.


"Eh, udah mau masuk waktu dhuhur ini. Kita pulang sekarang? Ini kan jum'at". Kata Virly setelah mereka sampai dikantin kesayangam mereka.


"Disini aja dulu, kita sholat berjamaah di masjid setelah sholat jum'at nya selesai" jawab Tari lalu meneguk air mineralnya.


"Tapi gue lagi ada tamu, gue disini aja ya nungguin kalian" Kata Lisa.


Tari hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


"Yaudah yuk ke masjid" ajak Tari setelah sholat jum'at nya selesai.


Setelah sholat, mereka semua merapikan mukenah yang ia pinjan di masjid tersebut, Tari berjalan menuju lemari mukenah itu. Dan tiba tiba Tari mendengar suara yang merdu yang masuk kedalam speeker masjid.


"Yaallah... calon imam" gumam Tari ketika mendengar seseorang yang membaca surah Kahfi dengan suara nya yang merdu.


"Tar.. merdu banget nih suara" kata Virly pelan yang tiba tiba berada di samping Tari.


"Iya Vir, mau nangis gue rasanya. Saking merdunya" Tari menarik nafasnya "Semoga aja suami ku nanti kayak gini" lanjut Tari sambil melihat langit langit masjid.


"Gue penasaran sama orangnya, liat yuk!" Kata Manda


"Jangan! Lo ngga malu apa?" Kata Tari yang mengurungkan niat Manda yang konyol.


Manda hanya tersenyum malu karena sikap nya yang konyol tersebut.


***


"Siapa yang baca surat Kahfi nih? Merdu banget suaranya" Tanya Lisa kepada ketiga sahabatnya.


"Ngga tau... ini baru pertama kalinya kan?" Tanya Manda kepads ketiga sahabatnya juga.


"Iya baru pertama kali ini" Jawab Virly.


*Andai aja orang yang mau dijodohkan sama aku suaranya semerdu itu...* kata Tari dalam hati


"Woii!! Nglamun aja lo" Lisa mengagetkan Tari yang sedang melamun bersama hayalannya.