
"Nanti istirahat aku mau ngomong sesuatu sama kalian semua" Kata Virly
***
Setelah beberapa jam pelajaran, dan sekarang waktunya istirahat.
"Habis ini ngga ada jam pelajaran lagi kan?" Tanya Lisa.
"Ngga ada, kita makan makan yang banyak kalau gitu" jawab Manda.
"Kamu mau ngomongin apa Vir?" Tanya Tari.
"Aku mau cerita, kalian jangan potong ya" mereka bertiga mengangguk "Aku waktu itu kan makan bareng sama Revan, Revan bilang udah nemuin surat wasiat dari orangtuanya, isinya salah satunya orangtuanya menjodohkan aku sama Revan, Revan ngga bisa nolak karena Revan pikir ini saat nya dia membalas semua kebaikan orangtunya. Menurut kalian gimana?"
"Kalau menurut aku sih ya Vir, kamu terima aja deh. Kalau masalah cinta atau tidak, Revan pasti bisa cinta sama kamu seperti kamu mencintai Revan, kan cinta datang sesuai berjalannya waktu. Kamu ngga kasian apa sama Revan yang ingin mewujudkan kemauan orangtuanya?" Jawab Tari yang disetujui Manda dan Lisa.
"Revan juga pernah bilang kalau dia akan mencintai aku seiring berjalannya waktu. Aku mau dilamar" kata Virly membuat mereka bertiga terkejut.
"SERIUS?" Teriak Tari, Manda, Lisa secara bersamaan.
"Kemarin dia bilangnya kalau dia melamar aku didepan kedua orangtuaku" kata Virly.
"Yaampun,.. kita disalip tau ngga siihh" kata Manda membuat mereka tertawa bersama.
"Kamu gimana sama kakak yang ada dirumah kamu itu?" Kata Manda kepada Tari.
"Apaan sih, aku tu ngga ada apa apa sama kak Fahri" jawab Tari dengan wajah merah karena malu.
"Yaelaaahh.. ngga ada apa apa tapi muka nya merah gitu haha" jawab Lisa
"Pasti kamu ada rasa ya sama siapa... Fahri...??" Kata Virly
"Ngga tau ah" jawab Tari dan langsung meneguk coklat panas nya.
***
Setelah mereka makan, mereka kembali ke appartemen mereka masing masing.
Pukul 8 malam, setalah Tari sholat dan makan, tiba tiba hp nya berdering, ternyata panggilan masuk dari Fahri.
"Kak Fahri,, aku kangen banget sama kamu kak" kata Tari dalam hati.
"Halo.. assalamualaikum kak" kata Tari membuka pembicaraan.
"Waalaikumsalam, to the point ya. Ini anak anak kangen sama kamu"
"Halo. Kok diem?" Kata Fahri mengagetkan Tari yang sedang melamun.
"E-e iya kak, heemmm.... aku juga sangat merindukan mereka"
"Kita Videocall aja ya"
Tari menerima alihan panggilan kamera dari Fahri.
"Assalamualaikum anak anak sayaaangg" sapa Tari ketika melihat anak anak panti sambil melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam Bundaaaa.... bunda kita kangen bunda loo" kata salah satu anak panti perempuan berumur 6 tahun.
Tari memiliki panggilan yang sangat ia sukai, BUNDA dari anak anak panti.
"Bunda juga kangen banget lo sama kalian semua.. tapi tenang aja yaa, satu bulan lagi bunda pulang lagi dan ngga akan meninggalkan kalian lagi"
"Janji ya bunda?"
"Bunda janji, pegang kata kata bunda ya sayang".
"Tar, sebaiknya kamu jangan janji. Takutnya kamu pulang telat terus mereka berfikir kamu ingkar janji". Kata Fahri.
"Kamu ngga percaya sama aku kak?".
"Bukan gitu, maksud aku-"
"Udah, tenang aja". Jawab Tari cepat.
"Haii sayangg.. bunda matiin dulu ya, bunda masih ada pelajaran online sayang". Kata Tari kepada anak anak panti.
"Okee bunda, besok telepon lagi yaa. Assalamualaikum bundaa"
"Waalaikumsalam" jawab Tari dengan melambaikan tangannya, namun teleponnya masih tersambung.
"Kamu apa kabar Tar?" Tanya Fahri setelah Fahri keluar dari kamar anak anak panti.
"Baik kak, kakak gimana?"
"Sama. kamu tau ngga, Anak anak waktu ga ada kamu mereka cerewet banget"
Ini ni yang buat Tari terpesona, mana mungkin perempuan normal kayak Tari ngga suka sama laki laki yang baik seperti Fahri.