
"Kamu beneran nggak cemburu aku sama Shinta tadi?" Tanya Zayn setelah makan malam.
"Kenapa cemburu? Tari percaya kok sama kakak" jawab Tari dengan senyum menyeringai.
"Kalau kamu nggak cemburu berarti kamu nggak sayang dong" goda Zayn.
"Kalau aku nggak sayang aku nggak bakal hamil dong" goda Tari balik, yang diberi jawaban senyum penuh goda dari Zayn.
"Kamu selalu berhasil membuat ku tergoda sayang" ucap Zayn sambil memeluk bahu Tari yang masih duduk di kursi meja makan.
"Kamu aja yang tergoda" cibik Tari.
"Aku mau jenguk anak aku, boleh?" Kata Zayn dengan senyum godanya.
"Gak boleh" jawab Tari sambil berdiri dan berjalan ke arah kamar nya. "Gak boleh nolak" laniut Tari yang masih berjalan menuju kamar, mendengar jawaban dari Tari, sontak Zayn langsung mengejar Tari yang sudah masuk ke dalam kamar, malam yang panjang terjadi lagi.
***
Keesokan harinya, setelah sholat shubuh, Tari langsung pergi ke dapur untuk memasak sarapan untuk mereka berdua.
"Sayang.. kita panggil salah satu asisten yang ada dirumah mama aja ya, biar kamu nggak capek" kata Zayn sambil menggunakan jam tangannya sembari duduk di kursi meja makan.
"Aku nggak papa kok kak, aku nggak capek" jawab Tari sambil menggoreng ikan.
"Aku nggak yakin kalau kamu nggak capek, rumah ini lumayan gede dan kamu sendirian ngurusinnya, apalagi kamu sekarang kerja" jawab Zayn yang masih kekeh.
Tari hanya diam saja. "Besok aku akan panggil dua asisten buat bantu bantu kita" lanjut Zayn, sontak Tari langsung berbalik badan.
"Dua?" Tanya Tari kaget.
"Kamu nggak bisa nolak aku!" Kata Zayn dengan tatapan tajam. Tari hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, karena bagaimana pun juga itu menyangkut pautkan kehamilan dan kesehatan Tari.
Setelah beberapa menit sarapan, mereka meluncur ke kantor dengan mobil mewah Zayn.
15 menit kemudian mereka sampai di kantor tersebut. "Aku masuk ya kak, assalamualaikum" pamit Tari sembari mencium tangan Zyan. Zayn menjawab ucapan salam tersebut dan langsung masuk ke dalam ruangan pribadinya.
"Kak, ada meeting 20 menit lagi" kata Tari yang sudah didalam ruangan Zayn.
"Dengan siapa?" Tanya Zayn.
"Dari perusahaan Shinta" jawab Tari.
"Shinta? Bukannya kita telah menyetujuinya?" Kata Zayn heran.
"Entahlah, katanya ada yang masih belum didiskusikan lagi. Dan ada satu meeting lagi kak"
"35 menit lagi, dengan perusahaan Queen" lanjut Tari sambil membuka map merah.
"Ajak kak Vara?" Tanya Tari.
"Ajak, kamu tolong panggilkan ya sayang" jawab Zayn sembari mengelus perut Tari.
"Baiklah, aku pergi kak" pamit Tari, lalu Zayn melepas kan tangannya dan Taru keluar dari ruangan Zayn menuju ruangan Vara.
20 menit kemudian Shinta dan sekretarisnya masuk ke ruangan meeting yang sudah terdapat Zayn, Tari dan Vara.
"Selamat siang" sapa Vara dengan senyuman menggoda. Shinta yang belum mengetahui jika client nya adalah mantan pacar adiknya, dia langsung terkejut dan langsung berdiri.
"Kamu Shinta kan?" Teriak Vara yang terkejut.
"Kak Vara? Senang bertemu dengan mu lagi" kata Shinta yang mengulurkan tangannya. Dan sayang nya Vara tidak menanggapinya, dan hanya melirik tangan Shinta saja.
"Baiklah kita mulai sekarang" potong Zayn dan Vara dan Shinta langsung duduk.
"Jadi apa yang belum didiskusikan?" Tanya Zayn kepada Shinta.
"Saya memakai perusahaan dengan 70% saja, tidak bisa sepenuhnya" kata Shinta.
"Perusahaan kita pun begitu, hanya dengan 35 persen saja, bagaimana apakah anda setuju?"
"Baiklah tidak masalah" jawab Shinta.
Setelah 10 menit perbincangan, dan diskusi pun selesai.
"Zayn, kita bisa makan siang?" Ajak shinta kepada Zayn.
"Maaf, saya akan meeting lagi" jawab Zayn sambil menggandeng tangan Tari lalu berlalu meninggalkan Shinta dan Vara.
"Kamu jangan macam macam sama adik gue, gue kasih pelajaran lo" ancam Vara, lalu meninggalkan Shinta sendirian.
"Lo liat aja, gue gak akan ngambil Zayn, tapi gue ngambil hartanya" gumam Shinta dengan senyum liciknya.
5 menit kemudian Zayn Vara dan Tari meeting dengan perusahaan Queen.
"Maaf, perusahaan kami hanya bisa mengeluarkan 35% saja, apakah anda setuju?" Kata Zayn.
"Tidak masalah, deal" ucap client tersebut.
"Zayn, kenapa kita hanya mengeluarkan 35% untuk masing masing client" tanya Vara bingung setelah melakukan Meeting.
"Aku ada firasat buruk, jika kita rugi biar nggak banyak banyak" kata Zayn sambil memakan makanan yang baru saja ia pesan.
AYO VOTE SEBANYAK BANYAKNYA🥺❤