
Setelah sampai di kamar, Tari langsung duduk di kursi depan meja rias nya.
"Iihh! Gimana sih!?" Gumam Tari ketika dia berusaha untuk melepas jilbabnya namun tak kunjung bisa karena kesulitan dengan jarum pentul yang banyak dijilbabnya.
Zayn sedang duduk di tepi ranjang dan menyadari Tari yang sedang kesulitan melepas jilbabnya. Tanpa bicara Zayn berdiri dan berjalan kearah Tari untuk membantunya.
"Sini aku bantu" kata Zayn ketika Zayn sudah dibelakang Tari, tanpa menunggu jawaban dari Tari, Zayn langsung meraih jilbab Tari dan mengeluarkan semua jarum pentul nya.
"Terimakasih" kata Tari ketika Zayn telah membuka jilbabnya.
"Aku suka rambut panjang kamu, jangan kamu potong" kata Zayn sambil mengelus rambut Tari.
Tari hanya menjawab nya dengan anggukan kepala dan tersenyum manis.
"Satu lagi permintaanku" lanjut Zayn.
"Apa?" Tanya Tari dengan mengangkat kedua alisnya.
"Jangan pernah tersenyum manis seperti itu didepan laki laki lain" kata Zayn.
Tari hanya tersenyum dengan gugup, namun dimata Zayn tetaplah senyuman manis baginya.
"Kau selalu menggodaku dengan senyumanmu" kata Zayn lagi.
"Ma-mana mungkin" jawab Tari dengan gugup.
"Sudahlah, cepat mandi" suruh Zayn, lalu Tari langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian.
"Tari kenapa lama sekali di kamar mandi?" Gumam Zayn khawatir.
"Tari.. apakah kamu baik baik saja?" Tanya Zayn dengan nada khawatir sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Apakah kamu bisa menolongku kak?" Jawab Tari dari dalam kamar mandi.
"Apa?" Tanya Zayn.
"Tolong ambil kan baju ganti ku di lemari" kata Tari dengan takut.
"Baiklah" jawab Zayn, lalu Zayn bergegas untuk mengambilkan baju ganti Tari.
Ketika Zayn mengambilkan baju ganti, dia membuka pintu lemari yang sebelah kiri, tanpa dia ketahui ternyata lemari tersebut hanya berisi pakaian dalam saja.
"Astaga! Kalau dia salah buka nya..." gumam Tari.
"Kak! Yang sebelah kanan" teriak Tari dari dalam kamar mandi.
"Maaf aku salah buka" jawab Zayn dengan senyuman menggoda.
"Cepetan kak!" Teriak Tari lagi.
"Buka pintunya" pinta Zyan setelah mengambilkan pakaian ganti Tari.
Lalu Tari langsung membuka pintunya. "Nih!" Zayn menyodorkan pakaian ganti Tari, lalu Tari langsung mengambilnya dan langsung menutup pintunya kembali.
"Apa aku tidak boleh masuk kedalam" goda Zayn dari balik pintu kamar mandi.
"J-jangan!, habis ini aku keluar" jawab Tari dengan gugup, dan langsung memakai baju gantinya dan langsung keluar.
"Giliran kakak yang masuk" kata Tari setelah keluar dari kamar mandi dan berhadapan dengan Zayn, namun Tari tidak memandang wajah Zayn karena malu.
"Aku mandi dulu" kata Zayn lalu Zayn masuk ke kamar mandi.
"Aduh!" Gumam Tari dengan mengelus dadanya yang bergetar dengan hebat.
"Pasti kak Zayn kedinginan karena mandi tengah malam begini" gumam Tari. "Aku buatkan teh hijau dulu deh" lanjut nya dan beranjak untuk memakai kerudung dan langsung keluar kamar dan menuju ke dapur.
"Tari, belum tidur?" Sapa Intan ketika mengetahui Tari berjalan kearah dapur.
"Belum tante, Tari mau ke dapur" jawab Tari dengan menunduk.
"Kok panggil nya masih tante, panggil mama dong sama kayak Zayn" kata Intan sambil mengelus kepala Tari yang di baluti sengan kainnya.
"Iya ma hehe" jawab Tari dengan senyuman.
"Yaudah ma, Tari ke dapur dulu" pamit Tari.
"Iya sayang.. segera buatin cucu buat mama ya sayang" goda Intan yang membuat muka Tari memerah, lalu Intan meninggalkan Tari.
...
Setelah membuatkan Zayn teh hijau, Tari menaruhnya di meja samping tempat tidur.
Setelah beberapa menit kemudian Zayn keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya yang menutupi bagian bawahnya.
Tari yang melihat Zayn yang hanya memakai handuk, sontak Tari langsung memalingkan wajah nya dan berbalik badan.
"Kenapa?" Tanya Zayn menggoda Tari.
"Cepat pakai baju ganti kakak, lalu minum teh hijau hangat di meja samping tempat tidur" kata Tari dengan badan yang masih membelakangi Zayn.
"baiklah" Tanya Zayn sambil menyeruput teh hijau buatan Tari.
"Kakak lapar?" Tanya Tari mengalihkan pembicaraan.
"Ya" jawab Zayn dengan singkat dan duduk di tepi ranjang.
"Mau makan apa?" Tanya Tari.
"Kamu" jawab Zayn.
Tari di buat terkejut dengan jawaban Zayn, Tari berbalik badan dan melihat kearah Zayn dengan malu malu.
Zayn menepuk kasur dengan tangannya, yang memberi kode agar Tari duduk di sampingnya.
Tanpa perkataan apa apa, Tari mengerti dengan kode Zayn dan dengan gugup Tari berjalan dan duduk di samping Zayn.
"Apa aku boleh meminta hak aku sekarang?" Bisik Zayn yang membuat nyali Tari menciut.
*Momen ini datang, dan aku harus bagaimana? Bagaimana juga ini hak suami ku dan aku harus menurutinya kalau tidak aku akan berdosa* gumam Tari dalam hati.
Tari menjawab nya dengan anggukan kepala dengan gugup dan takut.
"Trimakasih" jawab Zayn, lalu Zayn mencium kening Tari setelah berdo'a.
Saat Zayn mencium bibir Tari, Tari merasa gemetar hebat, dia sangat gugup dengan apa yang dilakukan Zayn saat ini.
"Aku boleh?" Kata Zayn lirih dan berbisik di telinga Tari, dan sesekali Zayn menggigitnya pelan.
Tari menjawabnya dengan anggukan kepala yang samar.
"You are mine" bisik Zayn setelah mereka berdua mencapai puncaknya.
"I'am yours" jawab Tari dengan nafas yang masih tidak teratur.
"Terimakasih sayang" kata Zayn sembari dengan mencium kening Tari, lalu mereka berdua sudah tertidur dengan lelap karena kelelahan.