PerfectMatch

PerfectMatch
Lahan



"Ini salah satu butik papa sayang. Yang mengatas namakan nama kamu juga". Jelas mama zoya.


"Subhanallah, gede banget ma". Jawab Tari dengan mata tetap ke atas melihat nya dengan takjub.


"Kamu suka?". Tanya mama Zoya.


"Suka bangeeettt ma.. ma tapi kenapa kok diatas namakan LESTARI?". Tanya Tari.


"Karena kan nantinya juga kamu yang memiliki nya.."


"Jawaban nya itu itu mulu". Kata Tari dengan cemberut.


"Ya ini salah satu bentuk kasih sayang mama sama papa kepada kamu sayang...". Jawab mama Zoya sambil mengelus elus kepala Tari membuat kerudung Tari sedikit berantakan.


"Mama, kerudung Tari maju kan jadi nya". Kata Tari sambil membenarkan kerudungnya.


"Maaf maaf.. mama sengaja heheh". Kata mama Zoya dengan ketawa.


**********


Setelah mereka keliling keliling butik, mereka kembali ke rumah pada pukul 17:10 karena sudah mau malam.


Diperjalanan.


"Ma, kalau ada tanah yang kosong di area sini berhenti ya ma.. yang tadi siang Tari omongin sama mama". Kata Tari sambil mengedipkan satu matanya.


"Okee". Jawab mama Zoya dengan mengedipkan satu matanya juga. Mereka melakukan nya karena ada Fahri didepan nya. Mereka tidak ingin semua orang tau tentang ini dulu, bila sudah selesai semua baru mereka mengasih tau semua nya.


"Oh iya sayang, didepan sana itu tanah papa lo, yang bulan lalu dibeli karena mau buat tabungan". Kata mama Zoya dengan mata yang berbinar.


"Beneran ma? Tapi emangnya ngga papa sama papa?"


"Iya pasti ngga papa lah sayang, toh itu juga kan buat kamu".


Mata Tari juga tidak kalah berbinar mendengar penjelasan itu.


"Fahri, di depan sana ada supermarket. Disamping kanan nya ada lahan kosong, kita berhenti di sana ya". Kata mama Zoya.


"Iya bu". Jawab Fahri.


Lalu mereka berhenti di tempat yang sudah mama Zoya tunjukkan.


"Nah ini tanah nya sayang". Kata mama zoya kepada Tari


"Luas ya ma, Tari mau". Jawab Tari.


"Kalau boleh tau buat apa ya bu?". Tanya Fahri.


"Nanti juga kamu tau Fahri, kamu pasti juga senang". Jawab mama Zoya.


"Benar kak,, nanti bantu bantu aku ya hehe". Kata Tari kepada Fahri.


"Pasti itu". Jawab Fahri kepada Tari.


"Yaudah yuk kita pulang". Ajak mama Zoya.


Lalu mereka sampai rumah pada pukul 17:30. Maghrib hampir tiba.


Lalu Tari langsung masuk ke kamar dan langsung mandi. Sementara Fahri juga langsung mandi di kamar mandi para pelayan laki laki yang bersampingan dengan kamar mandi pelayan perempuan.


Selesai mandi, Tari langsung sholat maghrib, karena pas Tari keluar dari kamar mandi, adzan maghrib berkumandang.


Setelah sholat, dia ke bawah untuk menonton tv.


"Ma, mama mau kemana ?". Tanya Tari disaat Tari sudah sampai di anak tangga yang paling bawah.


"Mama mau ngobrol dulu sama Fahri, kamu mau ikut ?".


"Ngga ma, Tari mau nonton film hehe".


"Yaudah kalau gitu".


Mama Zoya pergi ke depan untuk mengobrol dengan Fahri. Lalu Tari langsung menonton tv film kesayangannya.


Tiba tiba hp nya Tari berbunyi, Tari mengambil hp yang ada di samping nya. Ternyata itu panggilan video grup dari Virly, Manda, dan Lisa.


Dengan semangat Tari menjawab panggilan video tersebut.


"Waalaikum salam, haii apa kabar kalian?". Jawab Tari tidak kalah heboh.


"Alhamdulillah kita baik Tar, kalau kamu gimana?" Kata Virly.


"Alhamdulillah aku juga baik".


"Oh iya bagaimana kabar papa kamu?" Tanya Manda.


"Papa belum sadar, ngga tau kapan sadarnya. Doain ya supaya papa cepet sadar". Kata Tari dengan tetesan air mata.


"Pasti dong kita doain papa kamu, kamu jangan sedih ya Tar. Papa kamu pasti sembuh". Kata Virly menyemangati Tari.


"Terima kasih ya Vir, Man, Lis. Kamu sahabat ku paling baik". Kata Tari sambil menghapus air matanya.


"Kita kenalin dong dengan mama kamu". Kata Lisa


"Mama ada diluar, bentar ya aku kesana".


Lalu Tari berjalan menuju mama Zoya dan Fahri sedang mengobrol.


"Ma, aku ngganggu kalian ngga?"


"Engga kok sayang, yakan Fahri?".


"Iya engga ngganggu kok Tar".


"Yaudah, ini temen Tari ingin kenalan sama Mama".


"Oh iya, mama liatin dong".


"Assalamualaikum Tante". Sapa ketiga sahabat Tari.


"Waalaikum salam, cantik cantik ya". Jawab mama Zoya.


"Waah trima kasih tante. Tapi masih cantikan Tari kemana mana lah tan hehe". Jawab Virly.


"Apaan sih kalian". Kata Tari sambil melirik ke arah ketiga sahabatnya.


"Tante tau ngga, Tari itu jadi primadona kampus lo. Selain cantik Tari juga pinter". Kata Lisa kepada mama Zoya.


"Oh iya? Pasti dong, kan anak tante". Kata mama Zoya sambil mengedipkan satu matanya.


"Waah, gayanya mirip Tari banget". Kata Manda.


Seketika mereka tertawa bersama.


Tari merasa mata nya perih, Tari mengucek ucek matanya sehingga Hp Tari tidak di posisi seperti Tadi. Hp Tari mengarah ke Fahri yang sedang memainkan ponselnya.


"Tar, itu siapa? Pacar kamu ya? Ganteng banget tau". Kata Lisa sambil ketawa.


"Ha? Siapa? Bukan, itu kakak aku".


"Tari, mama masuk duluan ya mau ambil kunci untuk Fahri". Bisik Mama Zoya


Tari hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Kata kamu dulu kamu anak tunggal".


Fahri yang merasa menjadi bahan omongan, dia langsung melihat ke arah hp Tari sambil tersenyum.


"Udahlah kepo banget".


"Hai kakaaaak". Sapa mereka bertiga kepada Fahri. Fahri menjawab nya dengan senyuman ramah.


"Ganteng Tar". Kata Manda.


"Ingat Radit". Jawab Tari.


"Kita udahan dulu ya Tar, kapan kapan kita lanjut lagi okay". Kata Manda mengalihkan pembicaraan.


"Yaudah Assalamualaikum". Salam mereka bersama


"Waalaikum salam". Jawab Tari bareng dengan Fahri.


Lalu Tari kembali ke dalam rumah dan langsung melanjutkan menonton tv nya.