
Erick pulang bersama anak-anak kampung yang lain. Mereka berpisah di sebuah perempatan jalan, ketika Erick berjalan menuju rumahnya dia bertemu dengan Finn. Karena rumah Erick satu arah dengannya mereka berdua pun pulang bersama sambil berbincang-bincang.
"Apa kau tadi bertemu dengan Yurisa?" tanya Finn yang penasaran karena dia tidak ikut menjenguknya.
"Iya" jawab Erick
"Bagaimana keadaanya?" tanya Finn panik menghawatirkan Yurisa
"Dia baik-baik saja kok, tidak ada yang perlu di khawatirkan" jawab Erick dengan tenang
"Kau benar, dia itu sangat kuat ya. Oh ya aku dengar teman sekelasmu ada yang bertunangan dengan salah satu Kating yang menjabat sebagai Presiden BEM?" tanya Finn
"Benarkah? Aku tidak tahu" kata Erick
"Iya Putri dari Kerajaan Light Blue itu loh Putri Rosella" Finn meyakinkan Erick
"Oh, Rosella ya" Erick
"Oh iya, ngomong-ngomong apa kau punya pacar?" tanya Finn lagi
"Eh?" Erick sangat kaget bertanya-tanya kenapa tiba-tiba Finn menanyakan hal itu padanya
"Kenapa? Aku baru ingat bahwa malam ini nanti adalah malam Minggu" Finn
"Ah iya kau sendiri bagaimana?" tanya Erick
"Aku punya sih, walaupun mendadak tapi sepertinya kami akan berkencan nanti malam. Semua temanku juga punya pacar" kata Finn
"Benarkah? Aku belum pernah pacaran sama sekali" Erick
"Kau tidak pernah jatuh cinta?" tanya Finn
"Entahlah" Erick bingung
"Apa ada orang yang kamu sukai?" tanya Finn
"Orang yang aku sukai? Hmm aku tidak tahu, tapi... Aku... Aku tertarik dengan Yurisa sih" Erick
Kembali kepada Yurisa yang di temani Leoninko. Sejak tadi Yurisa hanya diam menahan amarahnya yang masih ingin pergi main keluar. Sementara itu Leoninko terlihat fokus dengan game online miliknya.
"Musuhnya knock nih" ucap Leoninko pelan
"Leoninko" panggil Yurisa pelan
"Ha?" tanya Leoninko sembari main game online
"Malam Minggu ini apa yang akan kau lakukan? Apa kau hanya akan bermain game online?" tanya Yurisa pemasaran
"Tidak" jawabnya singkat
"Tidur?" tanya Yurisa penasaran
"Tidak"
"Lalu?" Yurisa
"Kencan" Leoninko
"Apa?! Kau punya pacar?!" tanya Yurisa kaget dan bangun dari tempat tidurnya menatap Leoninko tidak percaya
"Belum pacaran sih sebenarnya, tapi rencananya nanti aku akan menyatakan cintaku padanya" jawab Leoninko
"Siapa dia?" tanya Yurisa terkejut
"Dia masih sekolah SMA adik kelas kita dulu" Leoninko
"Kenapa kau tidak cerita padaku?!" Yurisa mulai merasa kesal
"Kenapa aku harus cerita kepadamu soal hubunganku segala sih?" Leoninko
Yurisa, kembali duduk di sebuah kursi di samping Leoninko.
"Yurisa kau yakin bakal tetap menjomblo? Hampir semua teman kita sudah mulai mengenal cinta dan berpacaran saat berusia 17 tahun loh" kata Leoninko
"Leoninko" panggil Yurisa
"Ada apa?" tanya Leoninko
"Sebenarnya aku tertarik dengan seseorang pada pandangan pertama. Awalnya aku ragu sama perasaan ini tapi sepertinya aku suka dengan dia" kata Yurisa pelan
"Mantap! Dapat chiken!" kata Leoninko. Dia terdiam dan meletakkan hp nya lalu melihat Yurisa dengan sangat penasaran. "Akhirnya kau bisa jatuh cinta, aku senang mendengarnya aku sempat khawatir padamu tau nggak" ucap Leoninko legah
Yurisa kesal melihat Leoninko
"Biar ku tebak, apa dia Devian?" Leoninko
"Salah" Yurisa
"Tidak" Yurisa
"Tohru?" Leoninko
"Mana mungkin aku menyukainya?!" Yurisa
"Satu jurusan dengan kita?" Leoninko
"Iya-iya" Yurisa
"Emmm... Em... Alex?" Leoninko
"Tidak-tidak" Yurisa
"Jackson?" Leoninko
"Tidak" Yurisa
"Em George?" Leoninko
"Tidak" Yurisa
"Erick?" Leoninko
Yurisa pun terdiam, Leoninko melihatnya tidak percaya.
"Eh? EEEEEHHHH?! Kau pasti bohong kan? Nggak-nggak aku gak percaya" Leoninko mengambil hp nya
"Aku harap kau merahasiakannya Leoninko" kata Yurisa dengan tatapan mata tajam melihat Leoninko. Melihat mata Yurisa, Leoninko langsung percaya bahwa apa yang barusan di katakan oleh Yurisa adalah sebuah kesungguhan.
"Aku binggung kenapa kau menyukainya, kau tahu kan dia itu cowok kampungan dan sangat lemah" kata Leoninko
"Aku tidak tahu kenapa aku menyukainya. Tapi menurutku dia sangat menarik dan baik serta lemah lembut karena itulah aku menyukainya" Yurisa
Hp nya Leoninko pun berbunyi "Aaah ini gebetanku. Aku duluan ya" ucapnya lalu pergi meninggalkan Yurisa
###
Dan pada malam Minggu itu suasana di luar sangatlah ramai, Yurisa melihat ekspresi bahagia yang terukir di wajah mereka yang bergandengan tangan dengan kekasihnya masing-masing dengan tertawa, bercanda satu sama lain.
"Kenapa aku keluar dan pergi ke tempat ini sih?" tanya Yurisa pada dirinya sendiri. Dia bingung mau kemana karena semua tempat mulai dari rumah makan, cafe, pusat perbelanjaan, taman-taman, angkringan dll penuh dengan orang pacaran.
"Kebetulan sekali Tohru tidak mengawasiku, kalau begitu aku akan pergi ke hutan dan menjalankan tujuanku sebelumnya yang tertunda untuk berburu siluman serigala" ucapnya lagi.
Yurisa berlari dengan sangat cepat ke hutan sendirian tanpa rasa takut. Sesampai di sana dia memanjat sebuah pohon dan melompat ke ranting satu dan lainya, kemudian dia duduk di ranting pohon melihat pemandangan di bawahnya. Dia masih teringat apa yang baru saja di lihatnya tadi "Kenapa aku jadi merasa kesepian seperti ini ya?"
Tiba-tiba dia melihat Erick di bawah yang berjalan dengan tenang, Yurisa berpikir apa yang sedang dia lakukan di hutan ini? Apa dia tidak takut?
Erick yang berjalan di bawah sadar bahwa ada seseorang yang mengamatinya di atas pohon dari baunya dia langsung tahu bahwa orang itu adalah Yurisa. Erick yang tadinya mau berlatih pun memutar jalan untuk kembali ke rumahnya.
"Erick" panggil Yurisa yang langsung melompat ke bawah dan berdiri tegak di hadapannya
Erick tersenyum ramah kepada Yurisa "Yurisa?"
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yurisa
"Em tadi aku melihat ada kambing, aku berniat untuk menangkapnya lalu memotong kaming itu dan membuatnya menjadi sate. Kambingnya tadi lari ke sini tapi setelah aku ikuti ternyata kambingnya tidak ada dan sekarang aku mau pulang" kata Erick yang lemah lembut dan sangat ramah
"Begitu ya, sekarang aku jadi ingin makan sate" kata Yurisa yang berbicara asal-asalan
"Benarkah?" Erick
Yurisa, secara tidak sadar menggandeng tanganya Erick dan langsung menariknya pergi "Ayo kita makan sate, aku traktir" kata Yurisa
Di tengah jalan Yurisa baru sadar bahwa sejak tadi dia mengandeng tangan Erick dan melepaskannya "Maaf" Yurisa
Erick tersenyum "Tidak apa-apa" ucapnya yang mencoba dan berusaha untuk tenang diam-diam dia menahan dirinya supaya sifat aslinya tidak keluar dalam hatinya dia membatin Ayolah diriku kau harus tetap menjadi Erick yang lemah lembut, Erick yang ramah, Erick yang polos, Erick yang cupu... Akh kenapa jantung ini berdetak lebih cepat dari sebelumnya? Tenanglah Erick... Kau harus bisa menahan dirimu.
"Srats" Yurisa menarik ke dekatnya ketika ada mobil yang hendak menabrak Erick
Wajah Yurisa langsung memerah dan melangkah mundur agar jarak mereka tidak terlalu dekat "Wow tadi itu hampir saja, apa tadi orang itu mabuk? Dia seperti asal-asalan dalam mengemudikan mobilnya" Yurisa melihat mobil yang sudah menjauh
"Sepertinya begitu, terimakasih sudah menyelamatkanku" kata Erick
Lalu mereka makan di sebuah rumah makan, Yurisa makan dengan sangat lahap dia masih teringat kejadian barusan "Parah banget, aku merasakan energi yang sangat kuat dari dalam dirinya dan aku benar-benar gugup di dekatnya. Aura Erick juga mulai berubah, ada apa ini?" batin Yurisa yang terus makan
Yurisa berhenti mengunyah makanannya setelah melihat Leoninko masuk ke rumah makan itu dengan menggandeng gadis cantik dan seksi yang katanya itu Adik kelasnya dan merupakan keturunan bangsawan juga. Dalam hatinya Yurisa berkata "Ternyata Leoninko mempunyai selera yang tinggi, si cewek beda jauh sama diriku ini. Kenapa aku jadi insecure ya?"
Yurisa melihat mereka sangat mesrah, dia bertanya-tanya Sejak kapan Leoninko pandai merayu dan menjadi cowok keren yang romantis? Kepribadiannya sebagai cowok yang bertanggung jawab juga keluar.
Diam-diam Erick melihat Finn yang berciuman dengan seorang gadis.
Yurisa, sekarang mulai berpikir haruskah dia menyatakan perasaanya? Tapi pada akhirnya Yurisa memilih untuk memendam rasa cintanya itu, Yurisa tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya.
.......***--- BERSAMBUNG ---***......