
Yurisa terbaring di tempat tidurnya, Ayah dan Ibunya ada di sana menemaninya.
"Aku sudah baik-baik saja Ayah, Ibu" kata Yurisa bangun dari berbaringnya. Baginya lukanya itu bukanlah apa-apa karena ini bukan pertama kalinya dia terluka sehingga luka semacam itu sudah menjadi hal yang biasa untuk Yurisa.
"Sayang, dia benar-benar mirip sekali denganmu" kata Hilda kepada Rafael yang masih memandangi putrinya tersebut.
Rafael tersenyum melihat Yurisa, "Sepertinya kemampuanmu sudah bangkit" dia merasa bahwa Yurisa akan lebih kuat
"Bagaimana cara menggunakannya ayah?" tanya Yurisa
"Sama seperti yang lainya hanya saja kekuatanmu jauh lebih besar, jadi jangan di gunakan sembarangan Yurisa" Rafael
"Baiklah Ayah, lalu bagaimana dengan orang-orang yang menyerangku tadi?" Yurisa menurunkan kakinya ke lantai
"Tenang mereka baik-baik saja kok Tohru sudah mengurusnya" jawab Hilda
"Yurisa tadi Ayah melihat temanmu yang lain, siapa dia?" tanya Rafael penasaran
"Oh dia Erick, dia anak yang sangat baik. Kenapa Ayah?" Yurisa
"Tidak apa-apa" kata Rafael
###
Di ruangannya Rafael masih mengingat wajah Erick.
Flash back on
Rafael, kembali teringat dengan masa kecilnya dulu. Dia pernah di ajak oleh Miko (Ayahnya Rafael) ke rumah sahabatnya.
"Ayah dia siapa?" tanya Rafael kecil kepada Miko
"Dia adalah Nero, dan Nero ini sangatlah kuat seperti Ayahnya jadi kau harus belajar banyak darinya" kata Miko kepada Rafael
"Ayah juga sangat kuat" kata Rafael kepada Ayahnya
"Rafael, Ayah tidak sekuat Ayahnya Nero" jelas Miko kepada Rafael kecil
"Ayahku bilang Tuan Miko juga sangat kuat" kata Nero kepada Rafael
"Aaaah aku bingung di antara kalian berdua yang paling kuat itu siapa sih?" tanya Rafael penasaran
"Rafael, Ayahku bilang Tuan Miko itu rivalnya" kata Nero
"Oh begitu ya? Lalu Nero aku juga ingin melihat kekuatanmu" kata Rafael
"Boleh" kata Nero
Rafael dan Nero kemudian menjadi teman baik, sejak saat itu mereka selalu bertemu dan berlatih bersama hingga usia mereka sampai pada 117 tahun. Dan pada suatu hari Rafael menanyakan keberadaan Nero kepada Ayahnya karena dia sudah merasa bahwa sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan Nero.
"Ayah, aku tidak melihat Nero seminggu ini. Kira-kira dia dimana ya? Terakhir kali dia bilang... Bahwa aku harus semangat dan dia akan pergi sebentar" kata Rafael
"Dan kau tidak menanyakan kepegianya?" Miko
"Tidak Ayah, aku pikir ketika dia bilang pergi saat itu adalah pergi ke toko atau pergi mengunjungi Kakeknya. Aku juga sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tidak ada" Rafael
"Rafael, Nero sangatlah berbahaya. Untuk saat ini biarkan dia sendiri dulu ya" Miko
"Apa?! Apa maksudnya Nero berbahaya Ayah? Nero sangat baik, dia tidak pernah menyakiti siapapun Ayah. Nero, tidak berbahaya!" Rafael masih tidak percaya dengan ucapan Ayahnya.
"Nero adalah anak iblis yang paling terkuat. Dia mewarisi kekuatan Ayahnya sepenuhnya. Untuk sekarang dan kedepanya tidak tahu kapan itu, Nero harus belajar mengendalikan dan menguasai kekuatannya yang amat sangat besar, karena jiwanya yang belum siap dan masih lemah dia harus kehilangan jati dirinya yang sebenarnya serta ingatannya" jelas Miko
Rafael benar-benar merasa shock, dia merasa sulit untuk menerima semua yang Ayahnya katakan "Aku ingin menemuinya Ayah, aku akan pergi ke tempatnya sekarang!" ucapnya pergi meninggalkan Ayahnya
Tapi pada akhirnya Miko berhasil mencegah kepergian Rafael saat itu agar tidak bertemu dengan Nero.
Flash back off
Saat ini Rafael masih penasaran apa yang terjadi setelah Nero berhasil mengendalikan dan menguasai kekuatan itu. Dia juga ingin melihat bagaimana keadaan Nero sekarang. Di hari ini Rafael melihat bahwa Leoninko pulang bersama Devian, Erick dan teman-teman main Yurisa yang lain. Rafael berpikir bahwa mereka ingin melihat kondisi Yurisa saat ini.
Erick hanya diam dengan pandangan mata tertunduk ke bawah, dia sadar bahwa Raja Rafael memperhatikan dirinya dari ruangannya. Sepertinya Erick juga sadar bahwa raja Rafael tahu siapa dia sebenarnya. Jika seandainya tadi sepulang dari kampus Erick tidak bertemu dengan Devian di jalan lalu di paksa ikut denganya saat ini mungkin Erick tidak akan datang ke tempatnya.
"Ah sampai kapan dia terus melihatku" batin Erick yang terus menundukkan pandangannya
Rafael melihat bahwa Erick berbeda dengan Nero, di usia seperti ini Erick sudah bisa menguasai serta mengendalikan kekuatanya berbeda dengan Nero, selain itu tidak setiap manusia tahu kalau dia dari golongan iblis, bahkan bangsa iblis pun mengira bahwa dia adalah manusia. Rafael menganggap bahwa Erick adalah manusia yang mempunyai kekuatan iblis, tapi Miko menganggap bahwa Erick adalah manusia setengah iblis.
Saat ini mereka bertiga sudah tiba di kamar Yurisa
"Ayah sialaaan! Padahal aku sudah baik-baik saja tapi dia masih saja melarangku main ke luar. Haaah aku bosan sekali di kamar" ucap Yurisa
"Wah sepertinya sihirmu benar-benar bangkit"
"Kau juga punya tenaga dalam"
"Dia seperti raja Rafael ll"
"Yurisa, kenapa mereka melakukan hal itu padamu?"
"Iya mungkin saja mereka tidak menyukaiku"
"Eeeeh? Kenapa? Apa kamu nakal?"
"Padahal aku tidak melakukan hal jahat kepada mereka. Tapi aku di benci, semakin lama aku jadi ingin pindah kampus"ucap Yurisa dengan rasa malas
"Ya aku juga hampir mati tadi" Leoninko
"Kau juga di hajar ya Leoninko?"
"Aku berhasil kabur dan bertemu Tohru tadi" Leoninko
"Kalian tenang saja, setelah ini semua akan baik-baik saja aku jamin" kata Devian melihat Yurisa, Leoninko, dan Erick
"Oh ya Erick aku tidak menyangka kau datang waktu itu" kata Yurisa
"Aku khawatir padamu, tapi karena sekarang kau sudah punya kekuatan yang hebat aku sudah tidak khawatir lagi denganmu" kata Erick pelan
"Gudang itu juga sama saat kau di sekap kan Erick?" tanya Yurisa
"Kau benar" Erick
"Atau jangan-jangan mereka adalah orang yang sama saat kau di hajar dan di sekap waktu itu?" tanya Devian kepada Erick penasaran
"Aku tidak tahu" jawan Erick
"Tapi sekarang kau sudah tidak di ganggu mereka lagi kan?" tanya Leoninko kepada Erick
"Sudah tidak" kata Erick
"Menurutmu kenapa mereka melakukan hal itu padamu?" tanya Leoninko
"Sama seperti Yurisa, mungkin mereka tidak menyukaiku" jawab Erick
karena semua teman main Yurisa datang membuat Yurisa dan yang lain keasikan mengobrol, hingga tanpa mereka sadari Erick pergi ke luar kamar dan dia melihat Rafael. Nampaknya Erick saat itu sudah tahu bahwa Rafael akan menemuinya.
"Raja Rafael" Erick membungkukan badannya lalu kembali berdiri tegak
Rafael tersenyum, dia mengajak Erick jalan-jalan di istananya.
"Kau anak nya Nero kan? Aku ingin tahu bagaimana keadaannya sekarang" Rafael berhenti berbicara
Erick terdiam sebentar "Ayahku baik-baik saja" jawab Erick
Rafael duduk di kursi taman, dia murung memendam rasa rindunya dengan rivalnya "Aku ingin bertemu denganya, sebenarnya apa sih yang sudah terjadi saat itu?"
"Raja, ingatan Ayahku hilang sepenuhnya saat itu, dan pada suatu hari dia jatuh cinta dengan bangsa iblis lain lalu mereka menikah dan lahirlah aku" ucap Erick
"Jadi kau bukan manusia? Aku salah menilaimu... Kau mampu menyembunyikan identitasmu dengan sangat rapi ya" kata Rafael
"Ibuku sudah meninggal" kata Erick
"Dimana kau dan Ayahmu tinggal sekarang?" tanya Rafael penasaran
"Untuk menyembunyikan identitasku aku tinggal di rumah kecil saat ini, sementara Ayah tinggal di istana" kata Erick
"Ah aku selalu bertanya-tanya kerajaan apa yang Ayahmu pimpin selama ini?" tanya Rafael
"Kenapa Raja bertanya hal itu? Harusnya Raja bisa melihatnya sendiri tempatnya di mana" kata Erick
"Sebenarnya aku sudah tahu sih, aku hanya ingin memastikannya langsung dengan bertanya padamu" Rafael
Istana Nero tidak bisa di lihat oleh mata bangsa manusia biasa. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya, Erick menceritakan bahwa dia mempunyai kekuatan itu bawaan dari lahir, selain itu Ayahnya mewariskan kekuatan besarnya itu padanya
"Sepertinya aku sudah mengerti, dan sepertinya kau jauh lebih kuat dari Ayahmu" Rafael
"Itu memang benar..." kata Erick
"Kau juga bisa berubah jadi serigala kan?" tanya Rafael
"Tentu saja, aku mewarisi darah dan kekuatan Ibuku. Kenapa Raja?" Erick
"Tidak apa-apa" Rafael
Erick merasa ada yang Rafael sembunyikan darinya, dia juga sadar bahwa Rafael memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh bangsa iblis dan manusia pada umumnya tapi tidak tahu apa itu.
......***--- BERSAMBUNG ---***......