
Di sebuah markas besar yang sampai saat ini belum di ketahui bahkan sangat jauh dari jangkauan penglihatan Raja Rafael yang sakti dan luar biasa itu, Raja Chains mengatur serta merencakan segala tindakan yang akan di laksanakan beberapa hari kedepan. Malam ini dia sedang memikirkan orang yang akan menjadi lawannya di medan perang sembari merebahkan tubuhnya di ranjang tempat tidur kamarnya dengan di temani wanita-wanitanya.
Dari luar kamar beberapa bawahannya yang tadinya berniat masuk untuk menemui Raja Chains di hentikan oleh asisten pribadi sang Raja yang paling setia bernama Draven. Dia memintanya menunggu sampai Raja Chains keluar dari kamarnya sendiri, karena sebelumnya Raja sudah berpesan bahwa malam ini dirinya sedang tidak ingin di ganggu oleh karena itu jika ada keperluan yang lain Draven sendirilah yang akan mengurusnya untuk sementara waktu.
"Aku ingin melaporkan sesuatu" kata Malachi
"Aku juga ingin melaporkan sesuatu" ucap Zarael
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan" Hector
"Ikuti aku" Draven berjalan mendahului ketiga rekan-rekannya. Selanjutnya mereka bertiga mengikuti perginya Draven yang pada akhirnya mereka berhenti di sebuah ruangan yang biasanya di gunakan Raja Chains untuk rapat. "Baiklah, siapa dulu yang ingin menyampaikan laporannya?" tanya Draven kepada ketiga rekannya.
Malachi mengangkat tanganya
"Silahkan Malachi" Draven
"Sebelumnya Raja Chains memintaku untuk pergi mencari informasi mengenai Kerajaan Shaquille. Aku sudah menelusurinya tadi pagi, Kerajaan itu berada di perbatasan antara Blok Utara dan Blok Selatan. Wilayahnya memang tidak luas tapi sangat maju dan moderen. Masyarakat yang tinggal di sana tidak hanya dari kalangan manusia saja tapi juga dari kalangan iblis. Mereka semua hidup berdampingan tanpa adanya diskriminasi. Mengenai Blok Selatan, sekarang ini sudah terbagi menjadi beberapa kerajaan bagian. Mayoritas penduduknya adalah manusia" jelas Malachi
"Bagaima dengan pemimpin mereka?" tanya Draven kepada gadis iblis yang bernama Malachi itu
"Untuk Blok Selatan sendiri pemimpin umum atau pimpinan utama mereka adalah Raja Arkady. Sedangkan dari Blok Tengah yang baru atau Kerajaan Shaquille mengenai pemimpin mereka berdasarkan informasi yang aku peroleh dari masyarakat sekitar adalah Raja Rafael" jawab Malachi
"Aku baru tahu jika dunia ini terbagi menjadi tiga Blok" kata Zarael
"Blok Tengah atau Kerajaan Shaquille selama ini berperan sebagai penengah yang telah mendamaikan antara Blok Utara (wilayah iblis) dan Blok Selatan (wilayah manusia)" sahut Hector
"Begitu ya, pasti Raja Rafael itu kuat. Tanpa kekuatan yang besar tidak mungkin dia bisa melerai pertarungan ke dua raja itu" Zarael
"Hei jangan bilang kau tidak tahu mengenai Raja Rafael?" tanya Hector
"Ehhh?" Zarael
"Raja Rafael itu anak dari orang setengah manusia dan iblis. Dia mendirikan Kerajaan Shaquille dan menjadi Raja untuk pertama kalinya" ucap Draven
"Jadi begitu ya. Pantas saja mereka kuat" Zarael
"Beberapa dari kalangan manusia ataupun iblis mecoba untuk melanggar peraturan dan hukum yang berlaku sekarang ini dengan melakukan pernikahan terlarang hanya karena kekuatan dan keabadian. Namu mereka semua salah, karena hal seperti itu hanya berlaku untuk kalangan tertentu saja" Draven
"Iya kamu benar. Banyak sekali yang sudah salah paham mengenai hal ini" Malachi
"Tunggu, aku masih belum mengerti bahwa pernikahan terlarang demi mendapatkan kekuatan besar dan keabadian hanya dari kalangan tertentu saja. Apa maksudnya?" tanya Zarael
"Hanya iblis terpilih saja yang bisa menikah dengan manusia dengan harapan mendapatkan kekuatan besar dan keabadian. Namun terkadang anak mereka lah yang justru mendapatkannya" Hector
"Kita kembali kepada topik utama kita. Malachi, katakan hal menarik apa yang kamu dapatkan dari Kerajaan Shaquille?" tanya Draven
"Putri Raja yang bernama Yurisa. Dia sangat kuat dan berhasil membunuh bawahanku dengan bantuan Tohru, selain Raja Rafael dia juga bisa menjadi penghalang terbesar bagi kita semua dalam menjalankan misi berikutnya" kata Malachi
"Baiklah, selanjutnya Hector apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Draven
"Aku ingin menyampaikan informasi mengenai Blok Selatan" Hector
"Bagaimana dengan Blok Selatan?" tanya Draven
"Blok Selatan ternyata sudah di bawah kendali Raja kita" jelas Hector
Draven, Malachi, dan Zarael sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak? Selama ini mereka yang selalu menemani dan mengikuti Raja Chains kemanapun itu baru tahu bahwa Blok Utara secara tiba-tiba sudah berada di bawah kendalinya tanpa harus mengotori tangan mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Draven yang masih tidak mengerti
"Raja Cains kita ternyata sudah menikah dengan Putri Raja Arkady yang bernama Aria. Jujur aku juga kaget mengapa Raja tidak pernah membahas hal sepenting ini dengan kita? Mengapa harus di rahasiakan?" tanya Hector
"Aku akan membicarakannya dengan Chains nanti. Lalu apa lagi yang kamu dapatkan dari Blok Utara?" tanya Draven
"Tidak ada..." kata Hector
Draven melihat ke arah Zarael lantas bertanya kepadanya "Zarael, bagaimana?"
"Kamu bilang apa tadi?! Iblis dengan wujud serigala berkeliaran di sekitar markas kita?!" Draven sangat terkejut
"Iya" Zarael
"Berapa lama dia di sekitar sini?" tanya Malachi
"Aku tidak tahu, tapi setelah aku muncul serigala itu berlari sangat cepat" kata Zarael
"Kita harus segera bertindak" Hector
"Kumpulkan semua Jendral, lima menit lagi kita mulai rapatnya" Draven langsung pergi dari ruangan itu dengan langkah kaki yang cepat
"Aku akan pergi memanggil yang lain" Hector menyusul Draven keluar dari ruangan itu
"Aaakh masih banyak yang tidak aku ketahui tentang dunia ini. Mengapa mereka menunjuk diriku yang sama sekali tidak paham dan kiram pengalaman untuk berada di posisi sepenting ini sih?" Zarael
"Karena itulah kamu di minta untuk mengisi posisi yang penting. Anggap saja ini latihan" kata Malachi
"Baiklah. Ngomong-ngomong siapa serigala yang aku lihat itu?" tanya Zarael
"Itu iblis. Dia bisa berubah wujud menjadi apapun yang dia inginkan. Dia juga termasuk musuh kita yang cukup berat dan merepotkan" jawab Malachi
"Sekuat apa iblis serigala tadi? Mengapa Draven terlihat sangat khawatir?" tanya Zarael
"Jika itu Raja Nero jadi bisa di pastikan bahwa dia kuat. Dulu Ayahnya adalah Jendral di bawah kepemimpinan Leluhur dari Raja Chains. Dia di tugaskan di gunung, namun pada suatu hari Ayahnya membantu Miko untuk melawan Leluhurnya Raja Chains yang bernama Levithan. Ya, Levithan tidak tahu bahwa ternyata selama Ayah Nero mempunyai hubungan yang baik dengan Miko dan selalu memata-matai Leviathan" jelas Malachi
Kemudian datanglah beberapa Jendral iblis yang di minta untuk datang ke ruangan tersebut sambil membicarakan iblis berwujud serigala yang kemarin lusa berada di dekat markas mereka.
"Hei Orion, beberapa hari yang lalu semenjak kita pindah kesini kau mengatakan sudah memasang dinding pembatas supaya segala yang kita lakukan tidak dapat di lihat kan? Mengapa serigala masih bisa masuk?" tanya Kairos kepada Orion yang baru saja memasuki ruangan tersebut
Orion duduk di depannya sembari menjawab "Hari ini aku tidak mau di salahkan karena serigala yang masuk ke wilayah ini"
"Itu jelas-jelas salahmu. Kau harus bertanggung jawab!" Kairos
"Hei itu bukan serigala biasa, itu iblis seperti kita!" Orion tidak terima dirinya di salahkan
Draven memasuki ruangan bersama dengan Raja Chains. Sang Raja di persilahkan duduk, dari ekspresinya Raja terlihat sangat malas untuk menghadiri rapat yang mendadak di tengah-tengah kesenangan yang dia nikmati pada malam ini. Karena situasi genting mengguncang markas mereka akhirnya dengan keberaniannya, Draven memasuki kamar Chains dan memaksanya untuk menghadiri rapat.
"Salam hormat Raja, saya berterimakasih atas waktu dan kesempatan untuk berdiskusi dengan Raja tentang rencana perang yang akan datang" kata Alessandra kepada Raja Chains
"Baiklah, yang pertama aku ingin kau menjelang mengenai pernikahanmu dengan Putri Aria" pinta Draven yang tidak sabar
Suasana ruangan itu menjadi lebih tegang, semua peserta rapat terdiam namun diamnya mereka bukan karena kaget jika Raja sudah menikah dengan manusia melainkan karena Draven yang sudah bersikap sangat lancang kepada Raja. Tiba-tiba Chains tertawa lepas hingga membuat Draven dan yang lain keheranan.
Chains melihat Draven dan tersenyum setelan itu dia bertanya pada Draven "Kenapa? Kau cemburu padaku ya?"
Draven langsung menjitak kepalanya Chains "Bugh" ya jika orang lain yang melakukannya pasti akan langsung di bunuh oleh Chains. Berbeda dengan dengan Draven, bagi Chains dia itu sepesial. Mungkin karena mereka berdua teman masa kecil yang selalu bersama dan saling percaya.
"Baiklah aku akan menjelaskannya, aku memang sudah menikah dengan manusia yang bernama Aria itu. Selama ini setiap kali aku masuk ke Blok Selatan aku melakukan penyamaran sebagai manusia sehingga tidak ada yang tahu jika wujud asliku adalah iblis. Pernikahan kami sudah hampir satu tahun, pernikahan itu bukan atas dasar cinta kok. Itu hanya sebagai batu loncatan untuk menguasai Blok Selatan yang di pegang oleh manusia" jelas Chains
"Lalu mengapa kau merahasiakannya dari kami semua?" tanya Draven
"Ya aku takut jika kau tidak setuju dan melarangku" kata Chains
"Dan apa rencanamu selanjutnya?" tanya Draven lagi
Chains melihat ke arah Jenderal-jenderalnya itu lalu dia berkata "Sebelum aku menjelaskan rencana kita selanjutnya aku ingin mendengar sesuatu yang ingin di sampaikan oleh para Jendralku ini"
"Ini soal Iblis serigala yang terlihat di sekitar markas kemarin lusa" kata Zarael
"Saya sempat mengejarnya, di tengah-tengah saya mengejarnya dia menunjukkan wujud aslinya. Saya pikir itu Raja Nero tapi ternyata dia seorang pemuda yang usianya kurang lebih sekitar 18 tahun. Kecepatan sungguh sangat luar biasa dia juga mampu mengendalikan dirinya saat terbang di udara" jelas Alessandra
"Mungkin saja itu anaknya Nero" kata Raja Chains
...----------------------- BERSAMBUNG ------------------------...