
Di Castle Shaquille.
Ketika Leoninko mengantar Alessa menuju ke kamarnya, mereka berdua bertemu Tohru yang tanpa sepengetahuan Alessa saat itu menyamar menjadi seorang pelayan perempuan bernama Tiana. "Nona Alessa, syukurlah Nona Alessa sudah kembali. Kami semua mengkhawatirkan Nona Alessa, apakah Nona Alessa sudah makan malam?" tanya Tiana (Tohru)
Belum sempat menjawab, Leoninko sudah berbicara lebih dulu "Oh iya, kamu pasti belum makan kan? Bagaimana kamu bisa tidur pulas dengan perut kosong?"
"Tuan Leoninko, aku... " Alessa
"Jangan menolak, ayo makan dulu" Leoninko mendorong pelan tubuh Alessa menuju ke dapur
Alasan Tohru menyamar karena sejak awal dia sudah tahu bahwa Alessa adalah Alessandra. Lalu Tohru memberitahukan hal tersebut pada Leoninko, dan Leoninko sendiri tidak mempermasalahkannya. Dan saat ini mereka berdua berencana melumpuhkan Alessandra dengan membuatnya tidak sadarkan diri melalui ramuan sihir khusus yang di racik dan di campurkan pada beberapa menu makanan yang akan di makan oleh Alessa.
Alessa, tidak bisa menolak Leoninko yang terus memaksanya, sehingga walaupun dia tidak nafsu Alessa akhirnya mamaksakan diri untuk memakan makanan yang sudah di sediakan di depannya. Lalu, di tengah-tengah aktifitas makan malamnya Alessa mendadak pingsan. Leoninko pun langsung bergegas mengangkat tubuh Alessa dan membawanya ke kamarnya. Tubuh Alessa yang mulai lemas dan tidak sadarkam diri di letakkan di ranjang tempat tidur Leoninko. Tiba-tiba Leoninko di kejutkan dengan aksi Alessa yang bangun dengan mata terpejam.
"Alessa?" tanya Leoninko. Dalam hatinya Leoninko berkata Sudah kuduga sihirnya tidak berhasil. Alessa adalah Alessandra, bukan iblis biasa. Dia itu sekelas Chains, jadi susah di lumpuhkan.
Alessa membuka matanya dan melihat bahwa dirinya sudah ada di kamar Leoninko "Tuan Leoninko apa yang terjadi padaku? Memgapa aku ada disini?" dia menurunkan kakinya. Sialan, sepertinya pelayan tadi berniat untuk melumpuhkanku. Sepertinya aku mulai di curigai. Jika aku sampai kehilangan kesadaran maka penyamaranku akan terbongkar.
"Kau pingsan" jawab Leoninko. Sepertinya sihir itu bekerja
Saat Alessa berdiri dia terjatuh, namun dia beruntung karena Leoninko langsung memeganginya. Leoninko memandangnya dengan pandangan yang begitu dalam dan penuh cinta. Sedangkan Alessa (Alessandra) sendiri berpikir keras penawar sihir yang berhasil melumpuhkannya. Dalam pikirannya dia tidak mungkin menggunakan teknik teleportasi atau kabur dengan menggunakan sayap karena itu sama dengan membuka penyamarannya.
"Tuan Leoninko?" Alessa mulai gugup
Leoninko duduk di sampingnya "Aku ingin mendengar jawabanmu" kata Leoninko yang terus menatapnya. Tangan kanannya memegang pinggang Alessa dan mengeser posisi duduk Alessa supaya lebih dekat dengannya sedangkan tangan kiri Leoninko meraih tangan kanan Alessa dan menggenggamnya. "Dulu aku pernah bertanya apakah kau mau menyembuhkan lukaku?"
"Iya aku akan menjadi dokter untukmu Tuan Leoninko. Aku akan belajar di Universitas Olympus jurusan kedokteran" jawab Alessa yang bersikap polos.
Leoninko, tersenyum sejenak karena dia merasa bahwa jawaban Alessa cukup lucu. "Alessa, menikahlah denganku. Jika kau tidak mau maka... " Leoninko berhenti berbicara sejenak
"Maka?" tanya Alessa
"Jawab dulu, mau atau tidak" Leoninko
"Tuan Leoninko, ada yang ingin aku katakan... " Alessa
"Alessa, maaf saja ya tapi saat ini aku tidak mau mendengar apapun. Aku hanya butuh jawabanmu. Maaf jika aku egois" Leoninko
Alessa diam, dia benar-benar kebingungan karena di hadapkan dengan pilihan yang sulit. Dalam hatinya berteriak AKU INGIN KABUUUUUR. Jantungnya berdetak lebih kencang saat Alessa menatapnya balik.
"Jika kau diam atau tidak bisa menjawab itu artinya kau menyukaiku. Jika kau menolak itu artinya kau mencintaiku, jika kau menerima berarti kita akan menikah, dan jika kau menyanggah dengan jawaban apapun itu artinya kita memang harus menikah" kata Leoninko yang sedikit memaksa
Alessa terkejut mendengarnya "Bagaimana bisa begitu?"
"Yosh, kita akan menikah. Kau berpikir terlalu lama" ucap Leoninko kemudian dia mencium tangan Alessa yang sejak tadi di genggamnya
Wajah Alessa seketika memerah. Ketika dia mau kabur, dia teringat bahwa kakinya belum bisa di gerakkan. "Tuan Leoninko," panggil Alessa sedikit kesal
"Iya istriku sayang?" jawab Leoninko mesrah
"Berikan aku penawar sihirnya!" pinta Alessa
Leoninko tersenyum merasa gemas melihat ekspresi kekesalan calon istrinya. "Tidak akan" ucap Leoninko dengan santai lalu menarik paksa Alessa ke pelukannya. Tangan kiri Alessandra memegang bahu Leoninko dan tangan kanannya memegang dada Leoninko, karena tubuh Alessa sejatunya adalah seorang iblis jadi wajar jika dia memiliki tubuh yang agak berat itu membuat Leoninko terdorong dan berbaring di tempat tidurnya. Mata mereka saling bertatapan, Leoninko merasa bahwa Alessa begitu cantik.
___________________
Keesokan harinya. Alessa (Alessandra) terbangun. Dia kaget mendapati Leoninko yang tidur di sampingnya. "Sialan, aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu" Alessa mulai merasa ada keanehan pada tubuhnya. Dia menaikan selimutnya dan melihat bahwa tubuhnya sudah tidak berpakaian. Dengan sihirnya, Alessa langsung berpakaian rapi dan kembali pada wujud aslinya sebagai Alessandra dengan sekejap lalu dia melakukan transformasi ke tempat seharusnya ia berada.
Kembali kepada Yurisa, pagi itu dia berjalan-jalan memantau aktivitas rutinan di istana. Setelan itu Yurisa jalan-jalan sejenak di kota lalu kembali ke istana.
"Tuan Putri Yurisa" panggil Zarael
"Iya?" tanya Yurisa
"Pagi ini, saya melihat bahwa Tuan Putri Yurisa terlihat kebingungan. Tuan Putri Yurisa melihat kesana dan kemari seperti sedang mencari sesuatu" kata Zarael
"Aku mencari Alessandra. Sejak kemarin dia bertingkah sangat aneh, dan pagi ini aku tidak melihatnya.
"Tuan Putri Yurisa mencari Alessandra? Tadi aku melihatnya sedang berburu di hutan" sahut Malachi
Kemudian Alessandra datang dengan beberapa prajurit membawa hasil buruan yang di bawa menuju ke dapur untuk di masak
Alessandra menyapa "Selamat pagi Tuan Putri Yurisa"
"Pagi juga Alessandra" Yurisa melihat bahwa wajahnya Alessandra memerah "Apa kau sakit?" ketika Yurisa hendak menyentuh dahinya, Alessandra melangkah mundur.
"Alessandra, mengapa kau selalu pergi sendiri tanpa mengajakku sih? Aku ingin sekali berburu tapi Raja Erick tidak pernah memberiku ijin." kata Zarael sedikit putus asa
"Itu karena Raja khawatir dan sayang padamu Zarael. Usiamu memang 17 tahun tapi perilaku dan mentalmu belum 17 tahun, kamu masih terlalu dini untuk di biarkan bebas. Kamu bisa saja mudah terpengaruh dengan iblis-iblis gila dan tidak tahu aturan di luar sana" jawab Malachi
"Aku bisa menjaga diri Malachi, tolong jangan menganggapku anak kecil" bantah Zarael yang tidak terima dengan perkataan Malachi
"Aaaah sudah-sudah. Zarael kamu mau main di luar kan?" tanya Yurisa pada Zarael
"Iya, Tuan Putri Yurisa" kata Zarael penuh semangat
"Ikut aku" Yurisa pergi dan di susui oleh Zarael yang sangat antusias
Sementara Alessandra langsung menarik Malachi ke tempat yang sepi.
"Kau dari mana saja Alessandra?" tanya Malachi dengan suara samar-samar. Dia keheranan mencium aroma tubuh yang tidak asing dari tubuhnya Alessandra. "Tunggu, apa kau melakukanya dengan anak Raja Rafael?" tanya Malachi lagi "Di kalangan iblis seperti kita melakukannya sama dengan menikah kan? Itu artinya setatusmu sekarang adalah istri Leoninko" lanjutnya
"Malachi" Alessandra memeluk Malachi dan menangis kebingungan "Dia merenggut kesadaranku dan melakukannya. Untungnya sihir penyamaranku terlalu kuat sehingga ketika aku tersadar aku masih menjadi Alessa he.... he.... he...."
"Mengapa kau menangis? Kau menyukainya kan?" tanya Malachi memastikan perasaan Alessandra kepada Leoninko
"Iya, aku jatuh cinta padanya tapi disisi yang lain aku merasa sedih dan ada kebencian terhadap diriku sendiri karena aku bukan seorang manusia. Leoninko sama sekali tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya" Alessandra
Malachi menghapus air mata Alessandra sembari berkata "Tidak baik membenci diri sendiri. Bagaimana jika kamu menjelaskan semuanya kepada Raja Erick?"
Mereka berdua tidak sengaja mendengar pembicaraan para pelayan yang lewat bahwa sebentar lagi akan ada tamu dari Kerajaan Shaquille.
"Kita harus bekerja keras karena tamu dari Kerajaan Shaquille sudah dalam perjalanan menuju kesini" ucap Pelayan 1
"Iya kita harus mempersiapkan semuanya dengan baik" timpal Pelayan 2
Andre (Pelayan Pribadi Erick) tergesa-gesa menuju ke ruang pribadi Erick dengan berkata kepada dirinya "Duuuh apa semua akan baik-baik saja? Ini pertama kalinya kita kedatangan manusia selain Tuan Putri Yurisa."
"Memangnya siapa yang akan datang Andre?" tanya Malachi yang menysul Andre
"Tuan Leoninko, Tohru dan Xander." jawab Andre yang terus berjalan dengan langkah kaki yang cepat.
Malachi dan Alessandra berhenti melangkah, dan keduanya saling melihat satu sama lain.
"Alessandra, apa kau benar-benar yakin bahwa penyamaranmu tidak terbongkar?" tanya Malachi yang menatap Alessandra dengan serius
"Aku berani menjaminnya Malachi" Alessandra
Di luar istana kerajaan ketika Yurisa dan Zarael mau pergi, mereka di kejutkan dengan kedatangan Leoninko, Tohru, dan Xander yang mendarat tepat di hadapan mereka. Saat itu Zarael pertama kalinya bertenu langsung dengan Xander, dia kagum karena Xander di penuhi aura dan energi positif. Selain itu Zarael memastikan bahwa Xander sangat cerdas dan multitalenta dalam menggunakan berbagai jenis senjata.
"Ada perlu apa kalian disini?" tanya Yurisa
"Yurisa, seperti inikah caramu menyambut tamu?" tanya Leoninko
"Sudah lama sekali aku tidak pergi kesini, semakin berjalannya waktu tempat ini lebih maju." Tohru melihat sekelilingnya
"Sialan, mereka semua tidak berhenti menatapku" kata Xander yang merasa tidak nyaman dengan para iblis yang melihatnya terus menerus
"Oi, kalian belum menjawab pertanyaanku!" kata Yurisa
"Raja Rafael yang mengirim kami kemari. Raja ingin kami bertiga belajar beberapa hari kepada Raja Erick hingga tiba saatnya upacara perpindahan kekuasaan bersamaan dengan hari pernikahan Tuan Leoninko nantinya" jelas Tohru
"Kenapa tidak Tuan Leoninko saja yang disini?" tanya Zarael secara terus terang
"Raja Rafael memintaku untuk mengawasinya." jawa Tohru
"Lalu Xander?" tanya Yurisa
"Aku mengajukan diri untuk ikut dan Raja memberiku ijin. Ada sesuatu yang ingin aku pelajari disini mulai dari teknik pengobatan atau penyembuhan, teknik sihir, dan seni berperang. Sepertinya sangat menarik" kata Xander yang tidak sabar untuk mempelajarinya
"Tuan Xander, jika kau mau aku bisa menemanimu jalan-jalan dan berkeliling di kerjaan ini" kata Zarael
"Terimakasih banyak" Xander
Andre menyambut kedatangan mereka dengan sikap yang penuh suka cita "Tuan Tuan selamat datang di Kerajaan Aralle. Kedatangan Tuan Leoninko adalah suatu kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami dalam menjalin hubungan kerjasama dan hubungan erat dengan Kerajaan Shaquille. Silahkan lewat sini Tuan Tuan..." Andere memandu jalan yang harus mereka lewati untuk pergi menemui Raja Erick
_________ BERSAMBUNG_________