PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 02



Seorang Dosen laki-laki memasuki kelas itu, Dosen tersebut masih muda, dia juga berpenampilan menarik dan sangat keren. Berbeda dengan teman - teman gadis di kelas itu yang sangat antusias ketika di ajar oleh Dosen genteng, Yurisa justru menghela panjang karena merasa lelah sangat ngantuk. Di matanya Dosen itu biasa saja dan sama sekali tidak menarik.


"Selamat pagi semuanya" sapa Dosen muda dengan sangat ramah


"Pagi Pak" jawab semua orang yang ada di dalam kelas itu kecuali Yurisa


"Bagaimana kabarnya hari ini?" tanya Dosen keren tersebut kepada seluruh mahasiswa baru


"Baik" jawab mahasiswa di kelas tersebut


"Baiklah, perkenalkan nama saya Taka, saya akan mengajar kalian pada mata kuliah Sejarah Dunia" jelas Taka sembari mengamati seluruh mahasiswa baru di kelas itu


Yurisa hanya duduk diam dengan mata ngantuk, dia merasa ini semua sangatlah membosankan. Dia ingin segera pulang dan main bersama teman-temannya di luar sana.


"Tunggu sebentar... Siapa kalian?" tanya Taka yang mendekat kepada Leoninko dan Yurisa dengan penasaran, karena hanya dari kalangan bangsawan lah yang kuliah di sana. Di matanya Yurisa dan Leoninko tidak terlihat seperti bangsawan, tapi mereka lebih mirip dengan bandit gunung. Itu karena selama ini mereka sering main ke gunung bersama teman-temannya di luaran sana dari pada diam di rumah, melakukan pelatihan khusus atau main bersama para anak-anak bangsawan lain.


"Permisi"


Mereka melihat seorang kepala pelayan yang datang di kelas tersebut.


"Ngapain kau kesini Ren?" tanya Yurisa


Kepala pelayan yang di panggil dengan nama Ren membungkukkan badannya untuk menghormati Yurisa dan Leoninko. "Maafkan kedatangan saya secara tiba-tiba, saya datang ke sini atas perintah raja Rafael untuk memastikan apakah Tuan Leoninko dan Nona Yurisa benar-benar kuliah" ucapnya dengan penuh hormat.


"Raja Rafael?" tanya Dosen bernama Taka dengan sangat terkejut


"Tumben dia mengutusmu untuk memeriksa keberadaanku? Apa matanya sudah buta? Ada apa dengan matanya yang ajaib itu?" tanya Yurisa blak-blakan


"Yurisa mungkin Ayah marah dan tidak ingin melihat kita. Karena itulah dia mengutus Ren" kata Leoninko takut


Dosen muda ini tidak pernah menyangka bahwa Raja Rafael punya anak yang sudah dewasa.


Raja Rafael (Ayah Yurisa dan Leoninko) adalah anak terakhir Miko. Orang setengah Iblis dan manusia yang mempersatukan bangsa iblis dengan para manusia, dia (Miko) menikah dengan iblis tulen. Dan Rafael adalah salah satu anaknya. Karena Raja Rafael masih keturunan iblis, penampilan dan wajahnya masih terlihat seperti anak yang muda yang berusia 23 tahun padahal saat ini usianya yang sudah menginjak 450 tahun. Mereka semua atau orang-orang yang tinggal di luar wilayah kekuasaanya tidak tahu jika Raja yang terlihat berusia 23 tahunan itu adalah anak dari Miko, tapi untuk para rakyatnya sudah mengetahuinya dari awal.


"Anak kandung?" tanya Dosen bernama Taka yang masih sulit untuk mempercayainya


"Tentu saja, kenapa Pak?" Leoninko


"Bukan apa-apa aku hanya kaget saja" Taka


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, maaf mengganggu waktunya" kata Ren pergi mengundurkan dirinya keluar dari kelas


Semua anak-anak yang lain juga tidak menyangka kalau Yurisa dan Leoninko anak dari raja Rafael "Bisakah kalian berhenti menatapku seperti itu?" tanya Yurisa dengan tenang


"Beda banget soalnya"


"Benar kan, aku pikir cuma aku saja yang merasa seperti itu"


"Mereka lebih cocok sebagai seorang bandit gunung"


Setelah jam kuliah selesai Yurisa dan Leoninko di hampiri beberapa anak


"Kenapa kalian tidak pernah datang ke pertemuan yang di adakan sebulan sekali?"


"Bukankah pertemuan itu wajib?


"Apa Ayah kalian tahu soal ini?"


"Aku selalu sibuk" jawab Yurisa singkat


"Eh, apa kau sudah di beri tugas untuk mengurus pekerjaan Ayahmu?"


"Yurisa, kamu harus datang karena kamu sudah ketinggalan banyak" Rosella


"Ketinggalan apa?" tanya Yurisa penasaran


"Pelatihan, kami sudah di latih selama setahun ini" kata Rosella


Dia kaget mendengarnya karena Devian tidak pernah cerita soal pelatihan itu


"Eh begitu ya? Lalu siapa yang selalu mendapat no 1? Maksudku yang terkuat? Pasti ada kan?" tanya Leoninko yang mendatangi mereka tiba-tiba


"Ah ya. Dia sekelas dengan Devian sih, sikapnya dingin sekali" jawab Rosella


Kemudian Yurisa langsung pergi bersama Leoninko untuk mengikuti Rosella yang mau menunjukkan orang yang terkuat dalam pelatihan itu.


"Aku penasaran sehebat apa dia, Leoninko kau mungkin bisa menantangnya bertarung" Yurisa


"Apa? Kenapa aku?!" tanya Leoninko


"Eeeeh jadi Leoninko takut ya?" tanya Yurisa mengejek


"Aku tidak takut!" Leoninko


Langkah mereka terhenti setelah di depan tempat pelatihan ilmu bela diri, karate, sihir, dan sejenisnya. Saat itu pintu tempat pelatihan terbuka sedikit sehingga Leoninko dan Yurisa bisa melihatnya, mereka berdua juga melihat Devian.


"Orang yang duduk bersama Devian itu... Sejauh ini dia yang paling kuat" kata Rosellla


"Kalau tidak salah namanya Athur kan?" tanya Yurisa


"Kenapa kau biasa tahu?" tanya Rosella


Mereka melihat Athur berdiri untuk melawan Kakak Tingkat, Yurisa dan Leoninko merasa sangat tidak sabar melihatnya. Ketika Athur mulai melawan Takak Tingkat Yurisa dan Leoninko terdiam dengan sangat kesal karena sadar bahwa Athur kuat dan sangat keren. Mereka juga sangat menyesal selalu bolos latihan dan semangatnya kini kembali menyala untuk menjadi lebih kuat "Aku mau pulang" kata Yurisa yang merasa sangat panas melihat Athur. Leoninko menyusulnya.


Di luar mereka melihat bayak sekali promosi untuk masuk ke dalam suatu organisasi "Yurisa kau ingin gabung dengan organisasi apa?" tanya Leoninko yang meminta semua kartu pendaftaran, stiker, dan juga pamflet yang di bagikan secara cuma-cuma. Yurisa terus berjalan dengan sangat kesal kemudian dia mulai berlari dan melompat ke sebuah atap rumah warga, dia melompat dari atap satu ke atap yang lain untuk bisa sampai ke castle. Leoninko sendiri berlari dengan sangat cepat, dan Erick masih melihat mereka berdua dari kejauhan.


Setelah sampai di castle, mereka berdua di sambut oleh Ren "Selamat datang tuan putri Yurisa, tuan Leoninko saya tidak menyangka bahwa kalian akan pulang secepat ini"


Yurisa langsung pergi dan menemui ayahnya


"Ayah" panggil Yurisa


"Ada apa?" kata Rafael


"Aku ingin di latih langsung olehmu menjadi orang yang lebih kuat" kata Yurisa


Rafael yang tadinya sibuk mengurus dokumen pun menghentikan aktivitasnya, dia melihat Yurisa dan Leoninko yang saat ini menatapnya dengan wajah yang sangat serius. Rafael berpikir apa yang sudah terjadi dengan mereka? Apa mungkin dia melihat ada orang yang jauh lebih kuat di luar sana? Tapi bukankah selama ini Yurisa dan Leoninko selalu bolos dan selalu mengatakan dunia ini sudah damai?


"Ayah sibuk Ayah akan memanggil Mars untuk melatih kalian" raja Rafael


"Ayah, kami mau di latih langsung oleh Ayah, tidak sekarang gak apa-apa kok" kata Leoninko


"Kalau begitu kalahkan semua bawahan Ayah di castle ini" kata raja Rafael


"Baiklah Ayah, maaf karena sudah mengganggu waktunya. Leoninko kita bersenang-senang" kata Yurisa yang menmbungkuk menghormati Rafael dan langsung pergi meninggalkanya


Tak lama kemudian Ren masuk ke dalam dia membungkkukan badanya untuk menghormati Rafael, setelah itu meletakkan minuman di depannya Rafael "Silahkan"


Rafael meminumnya sejenak dia masih memikirkan kedua anaknya setelah itu dia tersenyum sedikit. "Ren, mereka mengingatkan aku ketika aku masih muda" kata Rafael


"Dulu raja jauh lebih nakal dari mereka berdua" kata Rafael


Rafael berdiri dan memandang ke luar jendela, dia tesenyum melihat ke dua anaknya berbincang-bincang dengan bawahannya. "Aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat mereka semangat latihan" ucapnya


...***--- BERSAMBUNG ---***...