
Pukul 10 p.m
Di ruang pribadi Raja Rafael.
Erick berbicara dengan sang Raja dan Ratu Hilda dengan wujudnya sebagai serigala, dia meminta restu untuk menikah dengan Yurisa secepatnya.
"Aku merestui pernikahan kalian berdua kok" ucap sang Raja
"Aku juga" ucap Ratu
"Raja Rafael, aku penasaran kenapa kau mengijinkan aku mencintai puterimu? Aku yakin pasti kau punya suatu alasan yang cukup kuat kan?" tanya Erick
Rafael tersenyum melihat serigala yang ada di depannya. Memang dia punya suatu alasan dan tujuan khusus kenapa dia mengijinkan Erick mencintai Yurisa.
"Raja Rafael, apa ini karena kau melihat masa depan kami berdua? Aku ingin tahu masa depan kami yang kau lihat" kata Erick lagi
"Masa depan kalian sangat baik... Kau akan manjadi lebih kuat setelah menikah dengan putriku, karena putriku mempunyai guardian di dalam tubuhnya yang belum bangkit" ucap Rafael
Wujud guardian (penjaga) yang mendiami tubuh Yurisa adalah elf dan semua kekuatan yang di miliki oleh Erick selama ini berasal dari elf yang mendiami tubuh Yurisa. Erick tidak mengerti bagaimana bisa kekuatan dari lahir yang di miliki olehnya dan di turunkan oleh Ayahnya bersumber dari guardian yang ada di tubuh Yurisa? Dan darimana guardian itu datang?
"Erick, dengarkan baik-baik. Guardian itu sebelumnya ada di dalam tubuhku. Aku tidak tahu datangnya dari mana tapi guardian itu selalu menemaniku sejak masih kecil setelah itu dia pindah kepada Yurisa setelah dia lahir" ucap Rafael
"Lalu apa hubungan dengan semua kekuatanku dan kekuatan Ayahku?" tanya Erick tidak mengerti
"Karena saat aku masih kecil aku pernah meminta guardian yang menjaganya membagi kekuatanya kepada Nero juga. Guardian itu juga sudah terikat padamu saat masih kecil. Dalam tubuhmu ada 50% kekuatan murni Ayahmu yang di turunkan padamu 60% kekuatanmu dan 50% kektakutan dari guardian jadi totalnya adalah 160%" jelas Rafael
Normalnya kekuatan iblis terkuat biasanya hanya 100%. Iblis terkuat saat ini sangat jarang di temui. Dan iblis di dunia ini yang berbaur dengan manusia rata-rata hanya mempunyai kekuatan 80% saja.
"Begitu ya, lalu kekuatan yang kau miliki sendiri itu berapa persen Raja? Aku juga ingin tahu kekuatan Yurisa" Erick
"Jika di hitung dari guardian Yurisa yang nantinya akan bangkit dia mempunyai kekuatan 200% kekuatan murninya hanya 100% saja... Bagi iblis 100% kekuatan manusia murni itu sama dengan 70% kekuatan dari seorang iblis. Alasan lainya adalah, aku ingin menjadikan dunia ini damai selamanya dengan kekuatan kalian. Karena saat ini dunia ini masih belum damai" jelas Rafael
"Raja Rafael, jujur dari dulu aku masih bingung dan dengan persenan level iblis, setengah iblis, ataupun manusia. Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik. Sekarang aku ingin tahu bagaimana cara membangkitkan guardian yang ada di tubuh Yurisa" tanya Erick penasaran
Erick tersenyum kecil lalu dia berkata "Haha satu-satunya cara untuk mengeluarkan guardian dari tubuh Yurisa adalah hemmm aku rasa kau akan segera mengetahuinya sendiri nanti" ucap Rafael
"Aku mengerti" ucap Erick yang langsung berubah menjadi manusia setengah serigala
"Aku akan segera mempersiapkan pernikahan kalian secepat mungkin" ucap Rafael
Setelah itu Erick menghilang dari hadapan sang raja. Sementara itu Yurisa terlihat sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya dan secara tiba-tiba dia melihat Erick yang memeluknya erat dari belakang. Itu adalah pertama kalinya Yurisa melihat wujud Erick sebagai Iblis.
Yurisa membatin Entah kenapa melihat sosoknya sebagai Iblis, dia terlihat sangat nakal, dan bar-bar. Yaampun Yurisa apa yang kau pikirkan? Yang namanya Iblis memang begitu kan?
"Aku sudah bicara dengan Ayahmu, dia bilang dia akan mempersiapkan pernikahan kita secepatnya" ucap Erick pelan
"Kenapa terburu-buru sekali?" tanya Yurisa yang agak sedikit terkejut
"Kau belum siap?" tanya Erick melepaskan pelukan eratnya.
Lalu Yurisa menghadap Erick dia bertanya apa Erick sudah yakin dengan keputusannya? Dan Erick pun menjawab bahwa dia sangat Yakin dengan pilihanya
"Baiklah..." ucap Yurisa yang kembali mengetik
Tak lama dia menutup laptopnya dan melihat ke arah Erick dan berkata "Erick kapan-kapan ayo kita jalan"
"Yurisa mau kemana?" tanya Erick
"Mungkin pergi ke suatu tempat wisata" Yurisa
"Jika kuliah kita libur aku akan mengajak Yurisa ke tempat yang Yurisa inginkan" ucap Erick
"Kalau begitu aku ingin ke tempatmu yang katanya tidak bisa di lihat itu" Yurisa
"Apa? Memangnya kapan kita akan menikah?" tanya Yurisa
"Sesuai dengan keputusan Ayahmu kita akan menikah secepatnya" jawab Erik
"Maksudku berapa bulan lagi kita akan menikah?" tanya Yurisa
"Ternyata Yurisa juga tidak sabar untuk menikah denganku ya?" Erick
Yurisa hanya tersipu malu saat Erick memegang tangan Yurisa. Yurisa yang gugup langsung melepaskan tangan Erik "Erick, apa tadi kau sudah makan" Yurisa berdiri berniat untuk mengambilkan makanan.
"Aku sudah makan tadi" Erick, merasa bahwa Yurisa kali ini mencoba untuk melarikan diri. Setelah itu dia langsung menarik Yurisa hingga jatuh ke pelukannya "Kau ingin meninggalkanku ya?" tanya Erick sambil melanjutkan tugasnya Yurisa yang saat ini masih ada di pelukannya.
"Aku, aku sangat gugup, tapi sebenarnya aku juga sangat senang" Yurisa mencoba melepaskan pelukan Erick tapi dia merasa aneh dengan tubuhnya. Ya semakin dia berusaha melepaskan pelukannya tubuhnya malah semakin menempel.
"Erick apa yang kau lakukan kepadaku dengan kekuatanmu ini? Bagaimana jika ada orang lain yang melihatnya" Yurisa pasrah ada di pelukan Erick
"Ya, abaikan saja mereka. Mau di sembunyikan dan di rahasiakan cepat atau lambat semua akan tahu hubungan kita" tangan kanan Erick masih sibuk mengetik sedangkan tangan kirinya masih memeluk Yurisa
"Eriiiick, rasanya saat ini tubuh kita berdua seperti di lem. Sebenarnya apa sih yang kamu inginkan?" tanya Yurisa
"Aku hanya ingin berdua denganmu, tapi kau malah mencoba kabur dariku" jawab Erick
"Iya baiklah, tolong lepaskan. Aku janji tidak akan kabur" pinta Yurisa
Kemudian Erick melepaskan pelukannya, Yurisa bernapas dengan lega karena dia bisa bebas kembali "Haaah akhirnya, terimakasih banyak Erick" ucapnya, dia merasa bahwa matanya sangat berat dan ingin sekali tidur.
"Tidurlah, sepertinya kau sangat kelelahan karena tugasmu ini" kata Eirick
"Tapi, aku masih ingin mengerjakan tugas dan mengobrol denganmu Erick" kata Yurisa
"Yurisa, besok jadwal kuliah kita satu hari full. Kau harus tidur sayang" Erick mengangkat tubuhnya Yurisa ke tempat tidur
"Mau aku temani?" lagi-lagi dia menggoda Yurisa
Wajah Yurisa kembali memerah karena malu
"Tenang saja, aku berani menjamin bahwa Ayahmu tidak akan marah dengan persoalan ini kok" ucap Erick dan langsung merebahkan dirinya di samping Yurisa. Erick tersenyum melihat reaksi pacarnya yang pemalu dan gerogi menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
"Erick, sekarang aku malah tidak bisa tidur gara-gara kamu" kata Yurisa sedikit kesal yang masih membelakangi Erick
Erick langsung membalikkan tubuh Yurisa supaya menghadap kepadanya, setelah itu dia memeluk Yurisa kemudian berkata "Kau akan terbiasa dengan hal ini kok, santai saja... Dan tidurlah Yurisa"
Kembali kepada Rafael yang membicarakan pernikahan Yurisa dengan Erick bersama istrinya dan dua asitenya yang bernama Ren dan Tohru.
"Hilda, bagaimana jika pernikahan mereka kita lakukan satu minggu lagi?" tanya Rafael yang mulai berpikir serius
"Sayang, pikirkan baik-baik. Apa itu tidak terlalu buru-buru?" tanya Hilda
"Kita sudah tidak punya banyak watu lagi, mereka harus segera menikah karena aku mendengar kabar dari informan kita bahwa pemimpin iblis tertinggi yang bernama Chains mulai bergerak" kata Rafael yang berjalan mondar-mandir
Rafael tidak mau iblis yang lain selain Erick tahu mengenai sosok guardian yang ada di dalam tubuhnya. Guardian itu akan punya peran yang penting untuk menciptakan kedamaian di dunia seperti ini, dan Erick adalah satu-satunya iblis yang bijaksana, berkekuatan besar, selain itu mereka juga saling mencintai sehingga cukup pantas apabila keduanya menikah.
"Jika iblis yang memihak Chains sampai tahu keberadaan guardian Yurisa, mereka akan menjadikan Yurisa sebagai rebutan" kata Rafael yang kembali duduk
"Apa Chains sudah tahu tentang Erick?" tanya Hilda
"Aku rasa dia belum mengetahuinya, aku juga penasaran bagaimana reaksinya saat melihat Erick" jawab Rafael
...------------ BERSAMBUNG -------------...