PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 06



Di kampus semua mata tertuju kepada Yurisa yang di antar oleh pelayan barunya Tohru. Di wajahnya terlihat ekspresi benci setengah mati. Banyak juga Kakak Tingkat yang bergosip tentangnya yang kemarin ketika Yurisa menghajar Athur di atap gedung Fakultas Ekonomi.


"Oh jadi dia yang menghajar Pangeran Athur" Kating 1


"Jika Pangeran Athur di kalahkan dia pasti kuat banget kan?" Kating 2


"Iya, itu karena dia adalah anak dari Raja Rafael" Kating 3


"Apa? Dia anaknya Raja Rafael?!" Kating 1


"Sulit di percaya" Kating 4


"Iya mungkin jika di lihat dari penampilannya, kelihatan kalau dia ini preman banget" Kating 3


"Tunggu, apa dia tidak pernah ikut kumpulan para bangsawan?" Kating 4


"Sepertinya tidak" Kating 3


"Pantas aku tidak pernah melihatnya" Kating 2


"Oi... Siapa itu? Apa dia Adiknya?" Kating 5


"Oh itu Leoninko, dia saudaranya kembarnya" Kating 3


"Begitu ya" Kating 1


"Seperti dia juga sama saja dengan Yurisa" Kating 2


"Parah banget ya" Kating 5


Ketika Yurisa dan Leoninko masuk kelas dia langsung di hadang beberapa temannya "Hei maksudmu apa menyerang Athur secara tiba-tiba?" Ken langsung mendorong tubuh Yurisa. Dia tidak terima teman baiknya di hajar kemarin.


"Memangnya dia salah apa? Kenapa kau menyerangnya?! Kau benar-benar jahat ya!" Alex


"Yurisa, kau adalah anak Raja Rafael kan? Tapi sikapmu dan karaktermu tidak mencerminkan bahwa kau ini anak seorang Raja" George


"Apa jangan - jangan mereka berdua ini anak adopsi?" Alex


"Iya bisa saja, mana mungkin Raja Rafael memiliki anak seperti  mereka?!" Ken


"Jujur aku tidak suka kau ada di kelas ini Yurisa" Alex


"Bisakah kau angkat kaki dari sini?" George


Yurisa tertawa mendengar semuanya, dia sudah tahu kalau semuanya akan seperti ini "Maaf ya sudah buat kalian semua nggak nyaman dengan keberadaanku, tapi inilah aku dan kalian tidak berhak menyuruh untuk angkat kaki dari sini" ucap Yurisa dengan santai


"Yurisa" panggil Devian di luar kelas


Yurisa keluar dari kelasnya "Ada apa?"


"Athur sudah berangkat dan sepertinya dia baik-baik saja" kata Yurisa


Yurisa langsung berjalan menuju kelas Devian untuk menemui Athur, sesampai di sana dia langsung duduk tepat di depan Athur dan melihatnya dengan dekat.


Athur terdiam dia sangat kaget di datangi oleh Yurisa dan juga bertanya-tanya kenapa gadis ini datang padanya lagi.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Yurisa pelan


"Aku baik-baik saja" ucap Athur pelan


"Aku dengar dari Kakakmu katanya kau patah tulang?" tanya Yurisa


Athur kaget "Eh? Kakak ku?"


"Iya kemarin dia datang menemui Ayahku" Yurisa


Semua anak di kelas itu terdiam melihat ke arah mereka.


"Aku tidak tahu soal itu, tapi aku baik-baik saja kok" Athur


Yurisa bisa melihat bahwa orang yang saat ini ada di depannya adalah orang yang baik. Dia berdiri dan langsung bersujud di depan Athur untuk meminta maaf "Aku minta maaf karena menyerangmu tiba-tiba"


Athur shock melihatnya, karena sejauh ini dia tidak pernah melihat ada seorang putri meminta maaf sampai seperti itu. Dia langsung membantu Yurisa berdiri "Kau ini bicara apa sih, aku tidak mempermasalahkan hal ini kok dan aku juga baik-baik saja, pertama aku sangat kaget kau menyerangku tapi aku bisa menghadapimu. Aku pun tahu di mana kelemahanku setelah bertarung denganmu waktu itu, aku juga sadar bahwa ternyata ada orang yang jauh lebih kuat dari pada aku. Melihatmu cara bertarung itu aku tahu teknik dan seperti apa yang belum aku pelajari terimakasih ya" ucap Athur dengan suara yang lembut dan pelan.


"Sama-sama oh ya namaku Yurisa" kata Yurisa tersenyum mengajaknya salaman, Athur langsung menjabat tangannya


"Aku Athur lain kali bisakah kita latihan bersama?" tanya Athur


"Tentu saja, apa kau tahu latihan di hutan jauh lebih asyik loh" Yurisa


"Benarkah?" Yurisa kini sangat antusias


"Iya... Akhir-akhir ini aku latihan sambil mencari siluman serigala" kata Athur


Tiba-tiba Yurisa melihat adanya kesamaan antara dia dan Athur "Iya, apakah Ayahmu tidak marah, Ayahku sudah melarangku bermain-main di luar"


"Mungkin dia menghawatirkanmu Yurisa" kata  Athur


###


kembali ke kelas Yurisa.


Saat itu ada Dosen yang sedang menerangkan suatu mata kuliah di depan.


"Aku sudah minta maaf padanya" ucapnya pelan sambil melihat ke Erick


"Lalu kenapa kau masih sedih?" tanya Erick


Yurisa kaget bagaimana dia bisa tahu kalau dia sedang sedih, itu adalah pertama kalinya ada seseorang yang tahu tentang isi hatinya.


Erick terkejut harusnya dia tidak mengatakan apa yang dia ketahui, ya instingnya sebagai iblis memang sangat kuat "Sial aku keceplosan" batin Erick


"Siapa dia sebenarnya?" batin Yurisa


"Aku sedih karena aku belum bisa mengalahkannya Erick" kata Yurisa dengan suara samar - samar sambil memperhatikan dosennya.


"Pelayanmu Tohru kan?" tanya Erick "Yurisa kau pasti bisa mengalahkannya, harusnya itu bukan hal sulit untukmu. Kau anak dari Raja Rafael kan? Apa kau sudah menggunak ilmu sihir?" tanya Erick


"Ilmu sihir?" Yurisa bertanya-tanya, karena selama ini dia tidak pernah mempelajari dan menggunakan sihir, kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Semua iblis sangat kuat dengan kekuatan itu, dan hal tersebut sangat murni dari dalam diri mereka sendiri... Menurutku kau juga memilikinya" kata Erick pelan


"Erick memiliki pengetahuan yang luas ya... Aku akan berbicara dengan Ayahku nanti" kata Yurisa


Setelah mata kuliah sudah selesai Erick dan Yurisa berjalan menyusuri koridor kelas di Fakultas Sejarah siang itu menuju ke perpustakaan, suasananya mendadak sangat sepi. Erick merasa ada hal yang tidak beres dari tempat itu dia merasa bahwa Yurisa terancam bahaya.


"Erick bisakah kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku bahas tentang tugas kelompok kita" kata Rosella


"Pergilah" ucapnya Yurisa sembari tersenyum padanya


Rosella langsung menarik Erick pergi, Yurisa melangkahkan kakinya, dia berjalan dengan langkah yang sangat pelan dan semuanya menjadi gelap. Yurisa tidak bisa melihat apapun dia merasa semuanya berputar dalam hatinya dia bertanya-tanya apakah ini juga ilmu sihir? Energinya juga sangat kuat. Lalu dia merasa ada seseorang yang menyerangnya Yurisa tidak bisa berbuat apa-apa di saat seperti itu, dia merasa sangat lemah pada akhirnya Yurisa pingsan. Beberapa anak membawanya ke sebuah gudang dan meletakkannya di sana.


Raja Rafael dari tempatnya melihat semuanya dari cermin. Tohru sendiri dengan insting yang cukup kuat mulai merasakan bahwa Yurisa dalam bahaya dia pun berangkat dan langsung mengepakkan sayapnya kemudian terbang ke atas.


Di sisi lain Erick berbincang-bincang dengan Rosella


"Aku sudah membuat makalah itu kamu jangan khawatir" ucapnya


"Jadi kau membuatnya seorang diri? Kenapa kau tidak minta bantuan padaku? Bukanlah ini tugas kelompok? Maafkan aku kau pasti sangat kesusahan" kata Rosella merasa tidak  enak terhadap Erick


"Tidak kok, aku tidak masalah. Kalau begitu aku pergi ya pasti Yurisa sedang menungguku di perpustakaan" kata Erick yang langsung berlari meninggalkannya.


Erick mendadak sangat khawatir dia terus berlari hingga berhenti di lorong dia merasakan bahwa ada energi yang sangat kuat


Kembali ke pada Yurisa yang di habisi di gudang oleh beberapa anak


"Lalu apa yang harus kita lakukan padanya?"


"Aku tidak tahu... "


"Aku ingin segera pulang dan makan siang"


"Hey jangan pulang dulu, bagaimana kalau kita bersenang-senang dengannya?"


"Kalian semua pengecut" ucap Yurisa pelan dan bangun dengan tubuh luka-luka


Salah satu di antara mereka mengambil kayu dan hendak memukul Yurisa


"Yurisa"


Orang itu menghentikan pukulannya dan mereka semua melihat ke arah Erick yang baru saja datang dan terlihat sangat khawatir. Erick mendekat ketika beberapa mereka mau menyerang Erick di belakang, Tohru datang dan langsung menghentikan serangan mereka dengan sekejap


"Tuan putri Yurisa, maaf atas keterlambatan saya" kata Tohru


Tohru menangkap semua pelaku yang menghabisi Yurisa, Leoninko datang dan langsung menuntun Yurisa keluar dari gudang tiba-tiba langkah mereka terhenti karena kaget bahwa luka-lukanya sembuh secara tiba-tiba dan rasa sakitnya juga hilang. Yurisa bertanya dari dalam hatinya apakah ini yang dinamakan dengan ilmu sihir?


......---*** BERSAMBUNG ***---.......