PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 01



Dunia terbagi menjadi dua bagian dengan dua kekuasaan dan antara Blok Utara yang di huni oleh bangsa iblis dan Blok Selatan yang hanya di huni oleh manusia, dua wilayah tersebut mempunyai satu pemimpin yang sama-sama diktator dan sama-sama memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mempertahankan wilayahnya. Karena selama bertahun-tahun ini keduanya selalu saja berperang memperebutkan wilayah untuk menjadi penguasa terkuat di muka bumi.


Masyarakat yang tinggal di Blok Selatan (manusia) anak-anak yang sudah berusia kurang lebih tahun sudah di wajibkan untuk mengikuti pelatihan dan belajar teknik dalam berperang. Walaupun iblis menguasai teknik sihir, manusia tidak mau kalah begitu saja. Selama ini mereka di berikan pendidikan yang layak dan berkualitas selain itu manusia yang kreatif selalu mengembangkan teknologi perang yang berinovasi untuk memenangkan peperangan melawan para monster jahat yang mencoba mengambil alih kekuasaan.


Tapi sesuatu berubah setelah orang yang bernama Miko muncul di tengah-tengah perbatasan Blok Utara dan Blok Selatan. Dia mempertemukan kedua pemimpin wilayah itu di perbatasan. Miko menginginkan jika bangsa iblis dan para manusia damai, dia ingin semua bisa hidup bersama-sama. Namun kedua pemimpin tersebut menolak untuk berdamai, mereka yang sama-sama serakah untuk menjadi satu-satunya Raja di dunia justru meminta Miko untuk pergi mencari tempat yang aman karena sebentar lagi mereka akan bertarung satu sama lain.


Miko, yang terlibat sangat lemah itu di hina dan di ejek habis-habisan oleh kedua Raja hal itu membuat Miko menjadi sangat kesal dan tidak terima, sehingga dia menunjukkan kekuatannya yang sangat besar dan mengancam untuk menghabisi mereka jika permintaannya di tolak. Kedua Raja sangat terkejut dan takut. Disamping itu mereka penasaran dengan kekuatanya yang menakjubkan itu lalu mereka pun bertanya siapa Miko sebenarnya, Miko pun menjawab kalau dia adalah manusia setengah iblis.


Sekarang semuanya berbeda, dunia saat ini sangatlah damai karena manusia dan iblis mampu berbaur dan menjalani interaksi sosial dengan baik, mereka juga saling membantu. Di musim semi ini pada tahun ajaran baru Yurisa akan masuk Universitas yang cukup terkenal yang letaknya di perbatasan antara kedua wilayah kerajaan. Namanya adalah Uiversitas Olympus, yang di perbolehkan masuk kuliah di sana hanyalah anak-anak yang masih mempunyai keturunan bangsawan. Mahasiswa di sana juga berasal dari berbagai kerjaan yang lain.


Saat itu Yurisa berangkat bersama dengan saudara laki-lakinya yang bernama Leoninko. Dua bersaudara itu terlihat sangat malas untuk kuliah, awalnya mereka meminta untuk fokus kursus dan namun Ayah mereka tidak mengijinkanya jika mereka hanya fokus kursus. Dan pada akhirnya mereka pun kuliah dengan keterpaksaan.


"Yurisa ingat pesan Ayah, jaga sikapmu jangan sampai bikin malu nama keluarga kita" kata Leoninko pelan kepada Yurisa


"Yaampun... Bersikap seperti mereka sangatlah merepotkan tahu nggak sih, aku ingin sekali berkumpul dengan teman-teman di luar, oh ya aku juga di ajak Silviana berburu di hutan terlarang yang saat ini menjadi perbincangan masyarakat katanya di sana ada siluman serigala. Aku sangat penasaran seberapa besar kekuatannya" Yurisa terlihat senang dan tidak sabar menantikanya


"Kenapa dia hanya mengajakmu? Kenapa aku tidak di ajak? Aku tidak menyangka bahwa Silviana begitu padaku, memangnya apa salahku?" tanya Leoninko tidak percaya dia mulai terbawa suasana setelah apa yang di katakan oleh Yurisa


Yurisa dan Leoninko memanglah anak dari seorang bangsawan tapi mereka berdua berbeda dari anak-anak bangsawan pada umumnya. Yurisa dan Leoninko sangat lah liar di luar sana, mereka mempunyai jiwa petualang, pemberani, mereka juga bergaul dengan anak-anak di luar tanpa memandang statusnya dan suka membantu.


"Yurisa ayo kita lihat kelas kita di sana" kata Leoninko


"Baiklah" Yurisa melangkah dan "bruak" dia terjatuh karena menginjak gaunnya sendiri, semua orang terkejut melihatnya.


Leoninko pasrah karena selama ini Yurisa tidak pernah menggunakan gaun yang seperti itu, dia membantu Yurisa bangun


"Sialan! aku benci pakaian ini" ucap Yurisa pelan dengan sangat kesal


"Jaga bicaramu, jika Ayah tahu kita pasti bakal di marahi habis-habisan" kata Leoninko pelan. Kemudian mereka berjalan menuju kelasnya dengan percaya diri, Leoninko merasa tidak enak karena semua mata tertuju pada mereka berdua, Yurisa juga memasang wajah yang sangat kesal. "Yurisa ekspresimu itu apa-apaan sih?" tanya Leoninko pasrah atas sikap Yurisa


"Leoninko bagaimana jika kita bertukar pakaian? Aku gak betah pake pakaian seperti ini" kata Yurisa blak-blakan


"Kau bodoh ya?!" Leoninko kesal


"Yurisa, Leoninko"


Mereka melihat siapa yang memanggil namanya. Ternyata dia adalah Devian yang merupakan salah satu pangeran dari kerjaan lain yang menjalin hubungan kerja sama dengan ayah mereka. Devian sering datang dan main bersama Yurisa dan Leoninko dia sangat tahu bagai mana mereka sebenarnya


"Devian kamu ambil jurusan apa?" tanya Leoninko penasaran


"Manajemen, dan kalian?" Devian


"Filsafat" Yurisa menjawab asal-asalan


"Jangan percaya" Leoninko


"Kau benar Leoninko, di lihat dari wajahnya saja nggak niat banget buat kuliah" Devian memerhatikan ekspresi wajah Yurisa yang malas menghadapi semua yang ada di depanya saat ini


"Begitulah" Leoninko terlihat lelah dan putus asa


"Kau juga sama saja dengannya" kata Devian kepada Leoninko


"Devian"


Sapa seorang mahasiswa baru yang wajahnya sangat cantik dan penampilan yang seksi menghampirinya


"Rosella" Devian melihat ke arahnya


"Teman mu?" tanya gadis yang bernama Rosella sembari melihat Yurisa dan Leoninko


"Ah iya perkenalkan mereka Yurisa dan ini Leoninko, mereka anak dari raja Rafael dan ratu Hilda" kata Devian memperkenalkan Leoninko dan juga Yurisa kepada Rosella


Rosella terkejut melihat mereka berdua, karena dia tidak menyangka bahwa raja Rafael dan ratu Hilda punya anak seusianya, dan ini adalah pertama kalinya Rosella bertemu dengan mereka.


"Halo... Aku Rosella dari Kerajaan Light Blue, maaf aku baru tahu kalau kalian berdua adalah anak dari Raja Rafael" Rosella


"Ah nggak apa-apa kok" Yurisa


"Karena aku tidak pernah melihat kalian berdua pada perkumpulan yang di adakan setiap sebulan sekali" kata Rosella


Jadi sebulan sekali itu ada perkumpulan antara putra dan putri dari berbagai kerjaan yang bertujuan supaya mereka saling mengenal satu sama lain, bertukar pikiran, berbagi pengalaman. Tapi Yurisa dan Leoninko tidak pernah datang ke sana, mereka selalu berbohong kepada Ayah dan Ibunya jika mereka akan datang ke sana tapi pada kenyataannya mereka hanya bersembunyi dan mengamati apa yang di lakukan para putra dan putri Raja setelah itu mereka main ke tempat lain.


"Kau benar..." kata Yurisa


"Menurutku main ke tempat lain jauh..."


"Ah Rosella kau ambil jurusan apa?" Leoninko langsung memotong ucapan Yurisa dan mengalihkan topik pembicaraannya


"Sialan kau Leoninko!" kata Yurisa pelan dengan sangat kesal


Rosella terkejut ketika Yurisa mengatakan perkataan seperti itu. Mental Leoninko langsung down, Devian juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Yurisa itu sangat sulit di cegah.


"Rosella ini mengambil jurusan Sejarah. Katanya dia ingin mahami asal usul serta konsep antara manusia dan iblis dalam berbagai tradisi dan agama di seluruh dunia" kata Devian


"Ah sama, kami juga" kata Leoninko


"Baiklah kalau gitu aku duluan ya, sampai jumpa" Devian langsung pergi meninggalkan mereka bertiga


"Yasudah ayo kita ke kelas" Yurisa pergi lebih dulu


Sesampai di ambang pintu Yurisa berdiri memperhatikan semua anak yang akan sekelas denganya, tapi sebenarnya Yurisa sudah pernah melihat semuanya di pertemuan yang di adakan sebulan sekali itu dari tempat persembunyianya dengan Leoninko, Yurisa juga tahu siapa mereka satu per satu dari Devian.


Jadi sepulang dari pertemuan itu Devian menemui Leoninko yang main ke tempat lainya dan menceritakan semuanya


"Bruak"


Yurisa di dorong dengan keras oleh Leoninko masuk ke dalam kelas dan untungnya dia tidak jatuh tersungkur di depan mereka semua.


"Kau menghalangi jalan, Yu" kata Leoninko yang langsung duduk di depan, sedangkan Rosella duduk di sampingnya


Yurisa melihat semua bangku sudah terisi penuh, Leoninko yang menahan tawanya karena saudaranya tidak dapat tempat duduk "Karena kau nakal kelas ini tidak mau menerimamu"ucap Leoninko


"Anu... Kalau kau mau kau bisa duduk di sini" kata seorang mahasiswa baru lainnya kepada Yurisa


Mata Yurisa melebar dan berbinar dan tercengang setelah melihatnya, dia bisa merasakan energi dan aura yang sangat baik saat ini. "Siapa kamu? Aku tidak pernah melihatmu?" tanya Yurisa penasaran memperhatikannya.


"Aku Erick, aku memang tidak pernah datang ke pertemuan itu" kata Erick dengan sangat sopan


"Aku Yurisa aku juga tidak pernah datang kok, terimakasih sudah mau berbagai tempat duduk denganku ya" kata Yurisa sembari merangkul Erick dan langsung duduk di dekatnya


Yurisa memang bisa langsung akrab dengan siapa saja


"Kau putri Raja kan? Apa kau tidak pernah di ajarkan tata krama?"


"Maaf nih ya, aku malah merasa kamu itu seperti seorang preman"


"Aku tidak percaya bahwa gadis itu seorang putri raja"


"Memangnya dia dari kerajaan mana?"


"Yaampun sikapnya itu benar-benar mirip temanku di kampung sebelah yang merupakan seorang badung"


Leoninko ternganga melihat Yurisa di ejek oleh mereka.


"Ah terserah kalian mau ngomong apa" ucap Yurisa dengan tegas setelah itu dia bersabar dengan santai dan kepala mengadap ke atas "Menyebalkan sekali, aku ingin cepat pulang dan berburu siluman serigala bersama teman-teman" ucapnya pelan


"Anu sebenarnya aku ini bukanlah keturunan bangsawan" kata Erick pelan


"Apa?! Bagaimana kau bisa masuk ke sini?" tanya Yurisa melihat ke Erick


"Aku bisa masuk ke sini karena pada suatu hari aku berhasil mengobati penyakit yang di derita putri Raja, sebagai hadiahnya raja bersedia untuk mengabulkan permintaanku, dan aku minta untuk kuliah di sini" kata Erick


"Kenapa kau ingin kuliah di sini?" tanya Yurisa


"Aku hanya ingin kuliah di univesitas terbaik dan belajar dengan tenang" Erick


"Kalau hanya mau belajar dengan tenang tidak harus di universitas terbaik kan?" Yurisa


"Kau benar..." Erick


Dia terdiam dengan kepala tertunduk, Yurisa merasa bahwa seseorang yang di dekatnya ini menyembunyikan sesuatu, Yurisa yakin jika Erick punya alasan lainnya.


......---***BERSAMBUNG***---......