PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 17



Dari castle Kerajaan Shaquille, pada malam yang sama Raja Rafael masih belum tidur karena memikirkan sesuatu yang menurutnya sangat penting. Dia duduk dan diam di depan meja pada ruangan tempatnya bekerja mengurus Kerajaan Shaquille.  Pandangan matanya melihat pemandangan ke luar jendela, karena Raja Rafael anak dari Miko (manusia setengah iblis) dia mewarisi kekuatannya sehingga dengan matanya mengenai pengalihantan sang Raja sudah seperti Dewa yang mampu menjangkau semuanya di wilayah kekuasaannya. Bukan hanya itu saja kemampuannya dalam melihat masa depan juga cukup akurat dan tepat.


Lamunan Raja Rafael terpecahkan setelah asisten pribadinya yang bernama Ren masuk ke dalam ruangannya. Raja Rafael bangun dari tempat duduknya dan melihat ke arah Ren "Aku menangkap beberapa peristiwa yang akan terjadi" ucapnya


Apa Raja melihat sesuatu di masa depan? - batin Ren


Mereka berdua di kejutkan oleh kedatangan Erick, dengan wujudnya sebagai iblis yang terbang dari tempat lain mendaratkan dirinya di ambang jendela ruangan itu yang masih terbuka, setelah itu dia menginjakan kakinya di lantai dan merubah wujudnya layaknya seorang pria biasa.


"Raja Rafael, kita harus segera bertindak cepat. Chains bisa saja melakukan penyerangan kapan saja. Untuk informasi lebih detail mengenai para Jenderal yang akan membantu Chains, aku sudah mengirimnya ke e-mail" ucap Erick


"Terimakasih Erick, sebelum kita membahas rencana perang ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Kalian tahu kan siapa suami dari Putri Aria?" tanya Raja Rafael kepada Erick dan Ren


"Iya. Pangeran Taiga" jawab Ren


"Tidak, " Rafael


"Apa maksudnya Raja Rafael?" Erick


"Itu adalah Chains. Dia membunuh Pangeran Taiga yang asli, setelah itu Chains mengubah dirinya menjadi Pangeran Taiga lalu menikahi Putri Aria. Aku akui penyamarannya sungguh sangat rapi, dia juga mampu menyembunyikan energinya, aura, serta warna caranya dengan baik sehingga para iblis lain tidak mengetahuinya. Aku sendiri juga baru tahu saat melakukan pertemuan dengan para Raja kemarin untuk membahas kerjasama" jawab Rafael


Ren dan Erick diam sejenak karena masih shock setelah mendengarnya. Raja Rafael kembali menjelaskan hanya mereka bertiga lah yang baru saja mengetahui hal sepenting ini.


"Lalu, langkah seperti apa yang harus kita lakukan selanjutnya Rajaku?" tanya Ren


Raja Rafael duduk, dia terlihat begitu sangat lemas memikirkannya.


"Erick" panggil Raja Rafael


"Iya Raja" Erick


"Persiapan dirimu untuk menikah dengan Yurisa, kita lakukan upacara prosesi pernikahannya besok. Pernikahanmu dengan putriku Yurisa adalah salah satu bagian dari rencana kita" kata Raja Rafael yang kemudian langsung pergi ke meninggalkan mereka berdua


"Bagaimana Pangeran Erick, Pangeran sudah siap kan?" tanya Ren kepada Erick


"Jangankan besok, hari ini pun aku siap" jawab Erick


Di malam yang begitu panjang dari sisi yang berbeda, Yurisa tengah bergadang bermain game online. Saat itu dia sangat serius dan fokus karena dia berencana untuk mengikuti turnamen online yang akan di adakan beberapa hari kedepannya. Tiba-tiba Ibundanya memasuki kamarnya yang waktu itu pintunya terbuka sedikit.


"Yurisa, lihat apa yang Ibu bawa" kata Hilda yang menunjukkan sesuatu di depan Yurisa


"Haah?" Yurisa, masih fokus dengan gamenya dia bahkan tidak menoleh kepada Ibunya.


"Yurisa, Begitulah caramu bersikap kepada Ibumu?" tanya Hilda yang masih berusaha bersabar


Yurisa log out dari game-nya dan meletakkan hp nya di atas meja lalu melihat ke arah Ibunya. Dia terkejut dengan apa yang saat ini ada di depan matanya, ya saat itu Ibunya membawa sebuah gaun pengantin yang sangat indah. Dia bangun dari tempat duduknya dan mendekati gaun pengantin yang di bawakan oleh Ibunya tersebut.


Gaun pengantin itu terlihat seperti karya seni yang hidup, dengan ratusan kristal dan mutiara yang dipasang dengan hati-hati di setiap inci kainnya. Renda putih yang indah menari-nari di sekitar gaun, memberi kesan elegan dan mewah. Potongan A-line yang lembut membentuk garis tubuh pengantin, sementara kerah renda yang dihiasi dengan payet menambah sentuhan romantis dan anggun.


Saat Yurisa memandang gaun itu, ia merasa seperti ratu yang cantik dan anggun yang siap untuk menikah. Dia merasakan lembutnya kain di jarinya dan menghembuskan napas dalam-dalam ketika dia memperhatikan rincian kecil yang ditempatkan dengan begitu hati-hati. Gaun itu memancarkan keindahan dan kemewahan.


Malam berlalu.


Hari pernikahan Yurisa dengan Erick pun tiba, pernikahan mereka dilaksanakan secara privat dengan harapan ingin membuat moment pernikahan mereka lebih intim dan berharga bersama pasangan dan keluarga. Selain itu alasan yang lain adalah, sebagai antisipasi dari adanya gangguan atau bahaya dari musuh mereka.


Pagi itu Yurisa berjalan menuju altar dengan gaun pengantinnya yang indah, semua mata terpaku padanya. Dia seperti bintang di langit malam yang paling terang, bersinar dengan kecantikan dan keanggunan yang luar biasa. Sementara Erick sendiri menggunakan sebuah jas hitam elegant. Pada sebuah altar mereka berdua bertemu, pandangan mereka di penuhi dengan rasa cinta yang tulus dan pembacaan ikrar pernikahan pun di mulai.


"Baiklah, sekarang kita akan memulai prosesi pernikahan. Apakah kedua mempelai siap?" tanya Penghulu


"Kami siap." kata Erick dan Yurisa


"Baiklah, mari kita mulai dengan pertanyaan pertama. Erick, apakah kamu bersedia menerima Yurisa sebagai istri mu, untuk mencintainya, menjaganya, dan menghormatinya sepanjang hidupmu?"


"Saya bersedia. Saya akan mencintainya, menjaganya, dan menghormatinya selama hidup saya." Erick


"Saya bersedia. Saya akan mencintainya, menjaganya, dan menghormatinya selama hidup saya." Yurisa


"Baiklah, sekarang mari kita bertukar cincin sebagai lambang cinta dan kesetiaan kalian satu sama lain." Penghulu


Erick dan Yurisa saling memandang dengan penuh cinta saat mereka memasang cincin pada jari satu sama lain.


"Dengan bertukar cincin ini, kalian telah mengikat janji suci kalian satu sama lain. Sekarang, mari kita melanjutkan dengan pembacaan sumpah setia" Penghulu


Erick dan Yurisa saling berpandangan dengan penuh cinta saat mereka membaca sumpah setia mereka satu sama lain.


"Yurisa, aku berjanji untuk mencintaimu, menjagamu, dan menghormatimu sepanjang hidupku. Aku akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka, dan akan selalu menjadi tempatmu kembali." Erick


"Erick, aku berjanji untuk mencintaimu, menjagamu, dan menghormatimu sepanjang hidupku" Yurisa


Ketika mereka selesai membaca sumpah setia mereka, penghulu mengumumkan dengan sukacita "Sekarang, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Erick dan Yurisa telah resmi menjadi suami istri!"


Tamu-tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah dan sorak-sorai kegembiraan. Erick dan Yurisa saling berpelukan dengan bahagia, merasakan kehangatan dan cinta satu sama lain di hari pernikahan mereka. Setelah itu, mereka berjalan keluar dari ruangan pernikahan dengan penuh kebahagiaan. Mereka di sambut oleh hujan bunga-bunga dan sambutan hangat dari keluarga dan teman-teman terdekat mereka.


Erick dan Yurisa kemudian pergi ke tempat pemotretan, di mana mereka mengambil foto-foto indah sebagai kenang-kenangan dari hari pernikahan mereka. Mereka berpose dengan senyum meriah, saling memandang dengan penuh cinta, dan merasakan kebahagiaan yang tak terlupakan. Setelah pemotretan, mereka kembali ke tempat resepsi untuk merayakan pernikahan mereka. Mereka menari bersama, tertawa bersama, dan menikmati hidangan lezat bersama-sama.


Dalam suasana itu Rafael mendekati Nero (Ayahnya Erick sekaligus teman masa kecilnya Rafael) yang duduk sendiri sambil memperhatikan orang di sekelilingnya.


"Aku pikir kau tidak akan datang Nero" Rafael


"Pasti ada alasan lain yang membuatmu terburu-buru mengatur pernikahan mereka berdua kan?" tanya Nero


"Benar, di samping itu Erick juga sepertimu Nero. Dia bukan tipe orang yang suka menunggu" Rafael


Di malam hari, Erick dan Yurisa membuka pesta dansa dengan tarian pertama mereka sebagai suami istri. Tamu-tamu undangan bergabung dan berdansa bersama-sama, merayakan cinta dan bahagia Erick dan Yurisa. Prosesi pernikahan Erick dan Yurisa berlangsung dengan sangat indah dan meriah, memperlihatkan cinta yang kuat dan tak terbatas yang mereka miliki satu sama lain. Mereka merasakan kebahagiaan yang tak terlupakan di hari pernikahan mereka, dan siap untuk menghadapi kehidupan bersama-sama dengan penuh cinta dan kepercayaan.


Setelah mereka berdua resmi menjadi pasangan suami istri. Sesuai yang Erick janjikan kepada Yurisa sebelumnya, pada hari berikutnya dia mengajak Yurisa teleportasi ke Istana Kerajaannya. Sesampainya di sana Yurisa terkagum-kagum melihat keindahan arsitektur istana yang sangat indah. Ia melihat banyak pilar-pilar besar yang dihiasi dengan ukiran-ukiran penuh detail dan warna-warna yang indah. Atap-atapnya terbuat dari genteng merah dan dihiasi dengan ornamen-ornamen emas yang bersinar terang.


Ketika mereka masuk ke dalam istana, Yurisa semakin terkesima dengan keindahan ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. Ia melihat banyak kamar-kamar mewah yang dihiasi dengan permadani dan gorden berwarna-warni. Di setiap sudut ruangan terdapat patung-patung marmer yang sangat cantik dan indah. Namun, semakin dalam mereka menjelajahi istana, Yurisa semakin merasa tidak nyaman. Ia merasakan aura yang sangat gelap dan misterius di sekitar istana itu. Ia kemudian menyadari bahwa Erick adalah pangeran iblis dan tempat ini merupakan istana kerajaannya yang megah.


Meskipun demikian, Yurisa tetap berusaha untuk menikmati keindahan istana itu sebanyak mungkin. Ia merasa bersyukur karena bisa mengunjungi tempat yang sangat jarang orang lain bisa kunjungi. Dan yang terpenting, ia merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama suaminya, Erick, yang meskipun merupakan pangeran iblis, tetap mencintainya dengan tulus dan memberikan segalanya untuknya.


Dan kini mereka berdua sampai di kamar yang tak kalah indah dari ruangan-ruangan yang lain.


"Yurisa, terima kasih sudah mau menikah denganku. Sebagai iblis, aku tahu akan ada beberapa konsekuensi yang harus kita hadapi sebagai pasangan suami istri campuran antara iblis dan manusia" kata Erick memegang tangan Yurisa


"Ya, aku juga menyadari itu. Tapi aku mencintaimu, Erick. Aku tahu kami bisa menghadapi segala tantangan bersama-sama" kata Yurisa


"Aku sangat menghargai cintamu, Yurisa. Namun, kamu harus tahu bahwa keturunan kita akan memiliki kekuatan yang sangat besar. Mereka harus belajar mengendalikan kekuatan mereka dengan bijak, jika tidak bisa berakibat fatal" jelas Erick


"Aku mengerti, Erick. Itu sebabnya kita harus mempersiapkan mereka sejak dini dan memberikan pendidikan yang tepat agar mereka bisa hidup baik di dunia iblis maupun manusia" Yurisa


"Benar sekali. Dan ada satu lagi konsekuensi yang harus kita hadapi. Aku takut kamu akan berubah menjadi iblis jika kamu mengandung anakku" Erick


"Apa? Benarkah itu?" Yurisa terkejut


"Sayangnya iya. Tapi jangan khawatir, aku akan melakukan segala yang bisa aku lakukan untuk mencegah itu terjadi. Aku tidak ingin kamu kehilangan dirimu sendiri" Erick


"Terima kasih, Erick. Aku sangat menghargai segala yang kamu lakukan untukku. Aku yakin kita bisa menghadapi segala hal bersama-sama" Yurisa


"Aku juga yakin, Yurisa. Kita punya cinta yang kuat dan kita akan menghadapi segala hal dengan kepala tegak" Erick


Erick mendekatkan wajahnya kepada Yurisa dan mencium Yurisa sebagai awal atau pertanda dimulainya aktifitas bercintanya sebagai pasangan suami istri. Sebelum Erick melakukan ritualnya dengan memasukan aset paling berharga ke dalam anunya Yurisa. Dia terkejut melihat makhluk lain yang berada di dalam tubuhnya Yurisa secara sekilas setelah itu makhluk tersebut menghilang. Dalam hatinya Erick bertanya-tanya apakah makhluk yang baru saja di lihatnya adalah guardian dari Yurisa?


...--------- BERSAMBUNG --------------...