
Saat itu di Blok Tengah, Jenderal Hector melawan Leoninko yang di bantu oleh Jenderal Carlise. Karena mustahil bagi Leoninko yang merupakan seorang manusia bisa mengalahkan iblis sekuat Jenderal Hector seorang diri. Sementara itu Tohru dan Andre ikut memimpin pasukan aliansi melawan pasukan dari Jenderal Orion. Lalu untuk Raja Miko saat itu di temani Ren, pergi ke wilayah Blok Selatan (wilayah manusia) yang di kuasai oleh Iblis kelas Jenderal yakni Alessandra dan Zarael. Dari Blok Utara (wilayah iblis) tempat markas besar Raja Chains di jaga oleh Jenderal Kairos dan Malachi.
Yurisa, langsung melompat ke bawah dengan teknik tersendiri sedangkan Erick, begitu melihat Jenderal Malachi dia langsung meluncurkan serangan dengan pedang serta sihirnya terhadap iblis yang sebelumnya sudah membunuh Ayahnya. Walaupun Jenderal Malachi sudah mendapatka serangan kejutan dari Erick, namun sayangnya dia dengan cepat mampu menghindarinya, bertahan dan menangkis semua serangan yang di berikan oleh Erick.
Yurisa, yang saat itu tak mau berlama-lama dengan Jenderal iblis karena ingin segera menghajar Chains, dengan berani dia langsung bersiap serta mengambil ancang-ancang untuk menyerang Kairos tanpa ragu. Kairos, tersenyum menyeringai merasa tertarik dengan elf (Olivia) yang ikut bersiaga berada di belakang Yurisa. "Eehh? jadi Raja Rafael mewariskan makhluk itu kepadamu ya? Dan kau terpaksa menikahi iblis hanya untuk mengeluarkannya dari tubuhmu?" tanya Kairos sok tahu.
"Hei, jangan asal bicara kamu! Aku menikah dengan Erick itu tidak ada unsur paksaan. Kami menikah atas dasar cinta dan suka sama suka" jelas Yurisa
"Kalau begitu kita lihat seberapa hebat kalian berdua" Kairos mengeluarkan sihir dari tangannya dan menembakan sihirnya kepada Yurisa.
Yurisa, melompat kesana kemari untuk menghindarinya. Kairos terus mengejarnya sambil menembaki Yurisa dengan sihirnya. Untuk menangkap Yurisa, Kairos bahkan sampai mengeluarkan rantai yang panjang yang memiliki kekuatan khusus. Siapa pun yang mengenai rantai tersebut maka seluruh tubuhnya akan melepuh dan meleleh. Kairos terus memainkan rantainya dengan profesional untuk menangkap Yurisa, namun dengan cekatan Yurisa terus menghindarinya. Menghindari secara terus-menerus membuat energinya semakin terkuras, sehingga Yurisa merasa kelelahan.
"Harus ku akui, sebagai manusia dan Anak dari Raja Rafael kau memang hebat" Kairos
Untuk mencegah Kairos yang akan memojokkan didinya, Yurisa langsung mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya. Sebelum dia melakukan penyerangan, Olivia langsung masuk ke dalam pedangnya Yurisa. Setelah itu dia berlari ke arah Kairos sembari memotong rantainya dengan mudahnya menggunakan pedang tersebut.
Kairos, mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas sembari mengganti senjatanya dengan panah. Tanpa ragu dia membidik Yurisa sebagai targetnya dari atas. Untungnya Yurisa mampu menangkis serangan anak panah tersebut dengan pedangnya.
"Menyebalkan, dia bersembunyi di balik awan" kata Yurisa melihat ke langit untuk mencari Kairos.
Yurisa, terkejut setelah melihat hujan anak panah yang menuju ke arahnya. Setelah itu Olivia keluar dari pedangnya dan mengubah dirinya menjadi perisai yang kemudian digunakan Yurisa sebagai payung untuk melindungi dirinya dari serangan Kairos.
Setelah hujan anak panah selesai Yurisa mendengar suara ledakan "BOOOMM!" lalu di susul dengan goncangan yang tak berlangsung lama. Yurisa menurunkan perisainya dan melihat apa yang terjadi. Ternyata suara tersebut bersumber dari Erick yang sudah berhasil membunuh Jendral Malachi.
Erick, menatap Kairos yang bersembunyi di balik awan dengan tatapan horornya. Dengan suara seperti ingin menerkam mangsa dia berkata kepada Kairos "Dasar pengecut! Bisa-bisanya kau bertarung melawan manusia di udara, sedangkan lawanmu sendiri tidak memiliki sayap?! Kau merusak citra iblis! Penakut sepertimu seharusnya tidak berada di sini"
Sebelum Erick bergerak menuju ke arah Kairos, dia di kejutkan oleh Jendral Malachi yang keluar dari dalam tanah, sepertinya Jendral Malachi sudah melakukan regenerasi.
"Ah, ya aku lupa. Jenderalnya Raja Chains itu abadi" ucap Erick yang masih menatap Malachi.
"Kalau begitu kita harus mencari kelemahannya" Yurisa
Malachi, bergerak secepat kilat langsung menendang Erick. Akan tetapi Erick mampu menahan tendanganya sehingga dia tidak jatuh di tempat yang jauh. Disamping Erick kembali melawan Malachi, Yurisa memfokuskan dirinya untuk mengalahkan Kairos sambil memikirkan kelemahan para iblis kelas Jenderal di bawah kepemimpinan Raja Chains.
"Yurisa, sebenarnya ada cara lain yang bisa menghentikan mereka. Kurung saja mereka di dalam jeruji besi yang ada di alun-alun Kota Shaquille" kata Olivia yang membantu Yurisa menyerang balik Kairos dengan sabitnya
Begitulah, di alun-alun Kota Shaquille terdapat jeruji besi yang pintunya selalu terbuka. Jeruji besi itu memiliki tinggi 5 meter dan lebarnya sekitar 10 meter. Sudah bertahun-tahun lamanya jeruji itu berada di sana sejak Raja Miko mendamaikan dua Raja dari Blok Utara dan Blok Selatan.
"Itu bukan jeruji biasa! Itu pernah di gunakanĀ Raja Miko mengurung bahkan menghancurkan Levithan sebelumnya. Kau harus mencobanya Yurisa!" kata Olivia dengan tegas
"Aaah baiklah" Yurisa mundur dari Kairos
"Sekarang bagaimana caraku untuk berkomunikasi dengan yang lain supaya bisa memasukan iblis sialan itu secara bersamaan hah?" tanya Yurisa
"Kau tenang saja Yurisa" Olivia melihat para penyihir yang beterbangan lalu memanggil salah satunya dan memintanya untuk menyampaikan rencananya.
Setelah penyihir itu menyampaikan informasi tersebut. Yurisa dan yang lain memancing Iblis kelas Jendral tersebut di Alun-alun Kota Shaquille yang tempatnya tak jauh dari jeruji besi berada dan untungnya para Jenderalnya Chains juga tidak berpikir bahwa mereka akan dikurung. Ketidaktahuan mereka di sebabkan karena mereka (Jenderalnya Chains) tidak mengetahui sejarah tentang jeruji besi tersebut.
Erick langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang mereka semua secara bersamaan agar masuk ke dalam jeruji besi tersebut. Begitu para iblis kelas Jenderal masuk ke dalam pintu jeruji tersebut tertutup dengan sendirinya dan terkunci secara otomatis.
"Raja Miko, mengapa kau tidak mengatakannya dari awal tentang jeruji besi ini?!" tanya Yurisa dengan perasaan kesal kepada Kakeknya
"Hahaha iya aku lupa" kata Miko
Setelah Iblis kelas Jenderal tersebut terpenjara, para pasukannya pun dengan mudah di kalahkan oleh pasukan aliansi. Kemudian Yurisa dan Erick melanjutkan aksinya yang sempat terhenti sejenak dengan menghadapi Raja Chains di temani Draven yang sudah keluar dari tempat istirahatnya.
"Aku akan menghadapi Chains. Untuk Draven aku serahkan dia kepadamu" kata Yurisa kepada Erick
"Sayang, akulah yang akan menghadapi Chains. Mengenai Draven kamu yang urus" kata Erick
"Tidak, aku mau yang Chains" Yurisa langsung berlari dan melompat dengan mengayunkan pedangnya ke arah Chains
"Ah----- dia keras kepala seperti biasanya" Erick menatap Draven lalu berkata kepadanya "Baiklah Draven, mari kita selesaikan ini dengan cepat"
Pertarungan sengit dimulai. Tanpa ragu, Yurisa dan Erick memutuskan untuk melawan mereka. Yurisa yang sangat kuat dan terlatih dalam seni bela diri bertarung dengan Chains, sementara Erick yang ahli dalam sihir bertarung melawan Draven. Pertarungan sengit terjadi antara mereka dan Chains serta Draven.
Yurisa berusaha melawan Chains dengan keberanian dan kemampuan bertarungnya yang luar biasa. Sementara itu, Erick juga memperlihatkan kebrutalannya dengan berhasil menjatuhkan Draven.
Namun, di tengah pertarungan yang berlangsung cukup lama, Erick dihajar habis-habisan oleh Draven hingga dia tidak sadarkan diri. Melihat suaminya terluka parah, Yurisa tidak punya pilihan lain selain menjalankan rencana pengorbanannya. Dia melakukan kontrak dengan guardiann legenda yang selama ini membantunya yakni Olivia. Dia memberi dia kekuatan luar biasa untuk mengalahkan Chains dan Draven. Namun, dengan imbalan harus menukar dengan ingatannya.
Yurisa langsung setuju untuk membuang semua ingatannya untuk mengalahkan Chains dan Draven. Dalam pertempuran terakhir, Yurisa berhasil membunuh Chains dan Draven dan mengembalikan kedamaian dunia dalam ketenangan. Raja Rafael dan Ratu Hilda bisa keluar dari tempat mereka di segel. Meskipun Yurisa kehilangan semua ingatannya dan tidak dapat lagi ingat siapa dirinya dan bahwa dia pernah punya teman, keluarga dan juga suami, Yurisa menemukan kebahagiaan dalam keberhasilannya, mewujudkan kembalinya kedamaian, dan membawa perdamaian di seluruh dunia.
-------------------- BERSAMBUNG ----------------------