
Pada hari berikutnya Alessandra kembali ke kerajaan Iblis dan langsung menemui Malachi. "Malachi, selama aku pergi ke Shaquille apakah Raja Erick pernah menanyakan diriku?" tanya Alessandra
Malachi menjawab "Kau tenang saja, Selama kamu pergi Raja Erick tidak menanyakan dirimu. Dia sibuk dan selalu menghabiskan waktunya bersama Yurisa"
"Syukurlah, aku legah mendengarnya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibku jika diriku ketahuan menyusup ke dunia manusia" kata Alessandra
"Hei, bagaimana pertemuanmu dengan anak asuhmu Tuan Xander yang kamu rindukan itu?" tanya Malachi dengan rasa penasaran
"Iya, aku sudah bertemu dengannya. Dia baik-baik saja" jawab Alessandra
"Baguslah" kata Malachi "Kau tidak berniat untuk kembali lagi kesana kan?" tanya Malachi lagi
Alessandra terdiam sejenak memikirkannya. Ya, di dunia dimana tempat manusia tinggal, seorang putra mahkota yang akan menjadi penerus Raja Rafael (Leoninko) sudah tergila-gila dan cinta dengan Alesandra, iblis perempuan yang menyamar menjadi manusia (Alessa) pada pandangan pertamanya. "Tidak, aku tidak akan kembali" ucap Alessandra kepada Malachi, dia berpikir bahwa jika dia kembali maka urusanya akan semakin panjang "Oh iya Malachi, aku punya rahasia yang tersembunyi dalam hatiku. Sebenarnya, saat aku pergi ke dunia manusia dan menyamar menjadi gadis desa yang cantik aku bertemu dengan seorang laki-laki. Dia langsung jatuh cinta padaku" ujar Alessandra dengan nada lembut.
Malachi terkejut mendengar pengakuan Alessandra. Dia tidak menyangka bahwa ada kisah cinta yang terjalin di antara perjalanan Alessandra. "Apa maksudmu, Alessandra? Siapa orang itu?" tanya Malachi dengan rasa penasaran.
Alessandra menundukkan kepala, merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan identitas Leoninko dan kebenaran di balik cintanya. "Orang itu Leoninko. Sepertinya dia memiliki perasaan yang dalam untukku, tetapi aku harus menyembunyikan kebenaran tentang diriku," jawab Alessandra dengan penuh kekhawatiran.
Malachi merasa ada yang tidak beres. Dia merasakan ketidakjelasan dalam cerita Alessandra dan mencoba membongkar rahasia yang dia sembunyikan. "Aku di sini untukmu, jangan takut untuk berbagi," ucap Malachi dengan suara lembut, mencoba meminta kejujuran.
Alessandra menatap Malachi dengan wajah yang penuh kebimbangan. Dia ingin menceritakan semuanya, tetapi ketakutannya akan mengganggu kedamaian di antara dunia manusia dan kerajaan iblis masih menyelimuti pikirannya. "Malachi, sejujurnya aku merasa bahwa aku juga mencintainya setiap kali aku terbayang wajahnya jantungku berdebar-debar sangat kencang. Namun cintaku dan tanggung jawabku sebagai iblis saling bertentangan, dan aku tidak tahu bagaimana menghadapinya," ujar Alessandra dengan suara gemetar.
Malachi merasa sedih melihat kegelisahan Alessandra, Malachi memahami betapa sulitnya posisinya. Dia menyadari bahwa ini adalah beban yang sangat berat bagi Alessandra, yang harus memilih antara hatinya yang ingin mencintai dan kewajibannya sebagai iblis. "Dengarkan, Alessandra. Aku mengerti bahwa ini adalah situasi yang sulit bagimu. Cinta sering kali menghadirkan tantangan besar, dan terkadang kita harus mengorbankan sesuatu yang kita inginkan untuk menjaga keadaan tetap harmonis," kata Malachi dengan lembut.
Alessandra menatap Malachi dengan air mata berlinang di matanya. Dia merasakan dukungan yang tulus dari temannya, namun perasaannya masih kacau dan bingung. "Malachi, aku takut jika kehadiranku di dunia manusia akan membawa konsekuensi buruk bagi kami dan hubungan antara kerajaan kita selain itu aku takut jika Leoniko kecewa." ujar Alessandra dengan penuh kekhawatiran.
Malachi mengangguk mengerti, tetapi dia juga menyadari bahwa Alessandra harus menghadapi perasaannya dengan jujur. Dia perlu menemukan jalan untuk menjaga keseimbangan antara hatinya yang mencintai dan tanggung jawabnya sebagai iblis. "Alessandra, perasaanmu adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Namun, juga penting bagi kita untuk menemukan solusi yang bisa memuaskan kedua sisi, tanpa membahayakan kedua dunia. Apakah kamu yakin bahwa kamu telah mempertimbangkan segala aspek dengan baik?" tanya Malachi dengan tulus.
Alessandra menarik nafas dalam-dalam, mempertimbangkan kata-kata Malachi dengan seksama. Dia merasakan tekanan yang semakin besar di pundaknya, tetapi dia juga sadar bahwa tidak ada jalan yang mudah dalam situasi ini. "Malachi, aku harus mencari cara untuk menjaga rahasia ini dan menyeimbangkan perasaanku. Aku akan tetap berada di kerajaan iblis dan menjalankan tugasku dengan baik. Aku berharap cinta yang ada di hatiku akan menghilang seiring berjalannya waktu," ucap Alessandra dengan nada penuh penyesalan.
Malachi mengangguk, menerima keputusan Alessandra dengan penuh pengertian. Dia tahu bahwa ini adalah pilihan yang sulit bagi Alessandra, tetapi dia juga menghormati keputusannya. "Alessandra, aku mendukungmu dalam keputusanmu. Aku akan selalu ada di sini untukmu, baik dalam suka maupun duka. Jika suatu saat kamu membutuhkan dukungan atau bantuan, jangan ragu untuk mencariku," kata Malachi dengan tulus.
Alessandra tersenyum pahit, merasakan kehangatan persahabatan dari Malachi. Dia merasa sedikit lega karena memiliki seseorang yang memahami dan mendukungnya, meskipun beban dalam hatinya masih ada. "Makasih, Malachi. Aku berharap semuanya akan baik-baik saja. Aku akan berjuang menjalani tanggung jawabku dengan baik.
Setelah itu Yurisa mendatangi mereka. "Alessandra, rupanya kau disini ya? Aku mencarimu tadi" kata Yurisa
Alessandra dan Malachi langsung bertekuk lutut di bawah kaki Yurisa sebagai bentuk penghormatannya. "Tuan Putri Yurisa, apa yang membuat Tuan Putri Yurisa sampai mencariku?" tanya Alessandra
"Alessandra, aku ingin kau menemaniku pergi ke Kerajaan Shaquille. Aku merindukan Ayah, Ibu, Leoninko, dan teman-temanku yang lain" jawab Yurisa
Alessandra terkejut mendengar permintaan Yurisa. Dia tidak pernah mengira bahwa Yurisa akan memintanya untuk pergi ke Kerajaan Shaquille, tempat dimana cintanya dengan Leoninko tumbuh. Alessandra merasa bingung dan tidak yakin apakah dia dapat menghadapi Leoninko tanpa mengungkapkan kebenarannya.
"Tuan Putri Yurisa, aku... aku tidak yakin apakah aku bisa pergi ke Kerajaan Shaquille. Aku memiliki tanggung jawab di sini, di kerajaan iblis," ujar Alessandra dengan ragu.
Yurisa melihat kebingungan Alessandra dan mengangguk dengan pengertian. Meskipun dia tidak tahu tentang perasaan Leoninko terhadap Alessandra, Yurisa bisa merasakan ada sesuatu yang rumit di balik situasi ini. "Alessandra, aku mengerti bahwa kau memiliki tanggung jawab di sini. Namun, aku sangat merindukan keluargaku dan teman-temanku di Shaquille. Aku ingin bahwa yang menemaniku ke sana adalah kamu. Aku berharap kau mau menemaniku untuk beberapa waktu, setidaknya sampai aku bisa bertemu dengan mereka," pinta Yurisa dengan lembut.
Mengingat bahwa Yurisa adalah istri dari Raja Erick, akhirnya Alessandra tidak punya pilihan lain untuk menerima permintaan Yurisa. "Baiklah Tuan Putri, aku akan menjalankan tugasku menemani dan menjaga Tuan Putri dengan baik"
"Tuan Putri, tidak perlu berterimakasih. Mewujudkan keinginan Tuan Putri adalah tanggung jawabku sebagai Jenderal sekaligus pelayan Tuan Putri Yurisa dan Raja Erick. Kalau begitu kapan kita pergi ke Shaquille?" tanya Alessandra
"Kita berangkat sekarang, gunakan sihirmu untuk teleportasi" kata Yurisa
"Baik Tuan Putri" Alessandra
Alessandra, langsung menggunakan sihirnya untuk teleportasi bersama Yurisa ke Kerajaan Shaquille yang kemudian membuat mereka sampai di kota Shaquille dalam sekejap. Setelah sampai di sana Alessandra sengaja tidak melakukan penyamaran, karena dia berpikir bahwa menjadi diri sendiri dengan wujud aslinya bisa membuatnya lebih tenang dalam menghadapi Leoninko. Saat ini Alessandra sedang berjalan di samping Yurisa yang berjalan-jalan santai menuju ke castle.
"Kenapa Tuan Putri Yurisa meminta turun di tempat ini lalu berjalan menuju ke castle? Bukankah ini buang-buang waktu dan energi? Padahal kan kita bisa teleportasi langsung ke castle?" tanya Alessandra
"Aku minta turun disini karena aku mau mampir ke tempat penempa pedang yang di rekomendasikan oleh teman-temanku. Ya, saat aku berlatih dengan Zarael dan Malachi tiba-tiba pedangku patah aku ingin penempa pedang itu menyambung menyambung pedangku dan menambah ketajamannya. Memang benar masih ada senjata bagus lainnya yang bisa di pakai, tapi pedangku yang ini sungguh sangat berharga bagiku karena ini pedang hasil pengorbanan Olivia" jelas Yurisa yang terus beejalan menuju ke lokasi penempa pedang
Sesampainya di lokasi, ketika Yurisa hendak mengetuk pintu. Seseorang keluar dari tempat itu, rupanya dia adalah Xander. Yurisa dan Alessandra terkejut melihat Xander.
"Xander?" Yurisa
"Yurisa, apa yang kau lakukan disini?" Xander juga sama kagetnya dengan kedatangan Yurisa. Dia mendadak tegang dan khawatir jika Yurisa tahu bahwa penempa pedang yang ada di dalam saja adalah Chains ayahnya.
"Ini, tempat yang di rekomendasikan oleh Athur. Aku kesini mau bertemu penempa pedang itu dan memintanya untuk menyambung pedangku dan menambah ketajamannya, kau disini mau pesan senjata juga ya?" tanya Yurisa balik
"I-iya begitulah" jawab Xander
"Oi, Xander kau menjatuhkan minumanku ya?" tanya seseorang yang ada di dalam sambil menggedor pintunya "Jangan pergi begitu saja, kau harus tanggung jawab!" lanjutnya sedikit lebih kesal "Oi, Xander kau dengar aku?!" tanya orang yang berada di dalam
"Iya diamlah, akan aku ganti" kata Xander yang beeusaha tetap tenang
"Xander, bisakah kau minggir sebentar? Aku mau bertemu penempa pedang" kata Yurisa
"Eng... Tuan Putri Yurisa penempa pedang sedang badmood setelah aku menjatuhkan minumannya. Saat hatinya sedang buruk, dia akan menyerang dan membunuh siapa saja yang mengajaknya bicara." ucap Xander
"Tuan Putri Yurisa, aku merasa bahwa Xander akrab dengan penempa pedang itu. Bagaimana jika Tuan Putri Yurisa menitipkan pedangnya kepada Xander lalu kita pergi ke castle?" tanya Alessandra
"Ah iya Alessandra benar! Aku akan menyampaikannya pada penempa pedang dan memastikan bahwa penampa itu melakukan tugasnya dengan baik" kata Xander
"Baiklah, mohon bantuannya ya" Yurisa memberikan pedangnya kepada Xander
"Iya" kata Xander "Aku akan memberikannya padamu setelah pedangnya selesai di perbaiki" lanjut Xander
"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa lagi Xander" Yurisa
Alessandra langsung menggunakan teknik teleportasi menuju ke castle. Setelah itu Xander bernafas legah karena berhasil mencegah pertemuan Yurisa dengan Ayahnya.
_______-------BERSAMBUNG------_______