
Esok itu Yurisa bangun dari tidurnya, dia melihat bahwa Erick sudah tidak ada di sampingnya. Yurisa langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu dia berpakaian rapi. Saat dia sedang menyisir rambut sambil melihat dirinya sendiri di cermin, Yurisa melihat ada seseorang gadis yang tidak dia kenali berdiri di belakangnya. Itu membuat Yurisa sangat terkejut hingga menghentikan aktivitasnya.
"Siapa kamu?" tanya Yurisa yang masih melihat gadis yang berdiri di belakang itu dari cermin. Tiba-tiba pantulan gadis tersebut di cermin hilang, Yurisa membalikkan badannya dan dia mendapati bahwa gadis yang tadi di lihatnya di cermin masih berdiri di dekatnya.
"Aku Olivia, aku adalah guardianmu" kata Olivia
"Guardian-ku?" tanya Yurisa, sepertinya dia masih belum mengerti apa maksudnya.
"Yurisa, selamat pagi" Erick datang dari luar, kemudian dia berjalan menghampiri Yurisa.
"Selamat pagi" sapa Yurisa balik, setelah itu Yurisa kembali fokus kepada gadis yang mengaku sebagai guardian angel dari Yurisa "Erick dia ini... "
"Dia guardianmu sayangku, aku bisa menjelaskannya kepadamu" Erick mengajaknya duduk "Yurisa selama ini dia berada di dalam tubuhmu dan kita berdua sudah mengeluarkannya" lanjut Erick
"Mengeluarkannya?" tanya Yurisa
"Iya, dia akan bekerja untukmu dan melindungimu dari serangan musuh. Sepertinya sudah saatnya bahwa kamu harus segera mengetahui sesuatu yang penting istriku. Sebentar lagi kita akan menghadapi perang sayang sangat besar. Musuh yang akan kita hadapi adalah Raja iblis yang bernama Chains, dia sangat kuat. Saat ini Raja Chains berusaha untuk menjadi penguasa dunia" jelas Erick
Yurisa, terdiam memikirkan apa yang baru saja di jelaskan oleh Erick. Sepertinya dia masih sulit mempercayainya.
"Istriku, kau tenang saja untuk Raja Chains biar aku yang mengurusnya. Ya, walaupun itu bukan hal yang mudah tapi aku akan berusaha keras untuk menghentikannya" Erick mulai menceritakan semuanya mengenai Raja Chains dan sudah sejauh mana pergerakan si Raja Chains yang kejam itu.
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu sendirian menghadapinya. Aku akan membantumu untuk menghentikan Raja Chains itu" Yurisa
"Istriku tersayang, kau bisa terluka. Jika sudah berhadapan dengan Raja Chains, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu" Erick
"Ini sudah menjadi keputusanku, aku tahu konsekuensi dan resikonya! Jadi jangan menghawatirkan soal keselamatanku juga jangan menyalahkan dirimu sendiri karena tidak bisa melindungiku dan sebagainya. Aku tidak bisa diam dan menunggu begitu saja, sebagai seorang anak dari Raja Rafael aku mewarisi api tekad dan cita-cita Kakekku Raja Miko yang selalu menyala dan tak pernah padam dalam mewujudkan perdamaian" jelas Yurisa
"Baiklah, aku tidak bisa apa-apa lagi sekarang jika Yurisa sudah keras kepala seperti ini" kata Erick
"Tolong perhatikan juga posisiku" kata Olivia, ya mereka berdua hampir lupa mengenai keberadaan Olivia yang berperan sebagai guardian Yurisa
"Oh, maaf sudah melupakanmu Olivia. Mohon kerjasamanya ya" Yurisa
"Iya Olivia, mohon bantuanya" Erick
"Kalian tidak perlu memohon, membantu kalian dan melindungi kalian itu kewajibanku sebagai seorang guardian" jelas Olivia
Kemudian terdengar ketukan pintu, Olivia membuka pintunya dan melihat bahwa itu adalah Andre (pelayan setia Erick) dia menyampaikan berita penting bahwa Raja Arkady yakni pemimpin utama Blok Selatan (wilayah para manusia) membunuh putrinya sendiri, Princess Aria yang saat itu tengah hamil muda. Raja Arkady membunuh putrinya sendiri karena khawatir jika putrinya melahirkan keturunan Chains yang nantinya bisa membahayakan perdamaian dunia.
Raja Arkady membunuh Aria setelah dia membaca surat dari Raja Rafael yang memberitahunya bahwa orang yang selama ini menjadi suaminya bukanlah Pangeran Taiga yang asli melainkan itu adalah Chains. Setelah membunuh Aria, Raja Arkady di bunuh oleh Draven yang menyamar menjadi pelayan pribadinya.
"Tuan Erick, sekarang Blok Selatan sudah di ambil alih oleh Jendral Alessandra, dia mengerahkan naga untuk membakar semua tempat tinggal rakyat di Blok Selatan. Bukan hanya itu saja beberapa bawahannya menghasut iblis yang lain untuk bergabung bersama pasukan Chains dan membunuh manusia yang tidak bersalah. Tuan Erick, saat ini Blok Selatan hampir menjadi lautan api" jelas Andre
Erick, bangun dari tempat duduknya "Kita rapat sekarang" dia langsung pergi keluar kamarnya di temani oleh Yurisa. Di belakangnya ada Olivia dan Andre "Dimana Ayahku?" tanya Erick
"Tadi pagi Raja pamit untuk jalan-jalan sebentar Tuanku" jawab Andre
"Jalan-jalan?!" Erick tidak yakin. Dia berfirasat bahwa ada kemungkinan Ayahnya pergi sendiri untuk menghadapi Alesaandra. "Yurisa, ayo persiapkan senjata yang kamu butuhkan" Erick mengajaknya ke gudang senjata.
Disana Yurisa mengambil tas dan memasukan beberapa senjata moderen, dia juga tidak lupa untuk membawa senjata tradisional seperti pedang dan busur hingga anak panah. Tiba-tiba saja mereka merasakan sebuah guncangan yang besar. Atap-atap istana kerajaan pun mulai berjatuhan. Erick memeluk Yurisa dan mengajaknya teleportasi ke tempat yang lebih aman yakni di atas tebing tinggi. Di bawah dia melihat iblis yakni Jendral Malachi (bawahan Chains).
"Sepertinya dia yang sudah menyebabkan kerusakan di wilayahmu suamiku" kata Yurisa kepada Erick
"Iya istriku" Erick melihat ada sesuatu yang aneh dengan Malachi di bawah sana. Akhirnya dia menyadari sesuatu bahwa Malachi sedang bertarung dengan Nero, Ayahnya.
"Aku akan pergi ke Shaquille" Yurisa langsung melompat ke bawah dan setelah itu berlari dengan kencang, Olivia masih mengikuti kemana perginya Yurisa.
"Yurisa tunggu!" Erick
"ERIICK! TEMANI YURISAAAA!" kata Nero dari kejauhan sambil menyerang Malachi
Setelah dia mampu mengimbangi atau menyamakan larinya dengan Yurisa. Yurisa istri kesayangannya itu langsung naik ke punggung Erick dan mereka langsung pergi menuju Kerajaan Shaquille di Blok Tengah. Sesampai disana mereka di kejutkan dengan kerusakan yang sudah cukup parah.
"Ting" Yurisa langsung menangkis anak panah yang tertuju kepadanya dengan pedangnya. Dengan bantuan Olivia dari sihirnya hujan anak panah yang mengarah ke arah Yurisa dari belakang pun langsung hancur. Serangan itu di lanjutkan dengan tembakan yang di tujukan kepada Erick dari sniper, namun sayangnya serangan tersebut sia-sia karena Erick memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat dan menyembuhkan dirinya sendiri.
Erick menunjukan senyum evil-nya, dia menyeringai tampak merasa puas. Ya tentu saja karena dengan instingnya dia menemukan iblis yang bersembunyi di atas menara yang tinggi. Iblis, yang bersembunyi di balik menara yang langsung menyadari bahwa dirinya sudah ketahuan lantas menunjukkan dirinya di hadapan Erick bersama Yurisa.
Dia adalah seorang iblis, Jendral Orion. Jendral itu memberikan tepuk tangan, di wajahnya terukir senyuman kekaguman terhadap Erick dan Yurisa. "Seperti rumornya anak Raja Rafael dan Raja Nero memang sungguh sangat hebat" Jenderal Orion menatap mereka berdua penuh kebencian dan mulai bermain-main dengan sihirnya "Aaahh sepertinya mereka baru saja menikah dan membangkitkan guardian itu" ucap Jendral Orion pelan
Erick, menarik pedangnya dan maju selangkah di depan. Yurisa sendiri yang saat ini berada di belakang Erick juga sudah siaga bersama Olivia. Selanjutnya, Jendral terbang secepat kilat ke arah mereka sembari menembaki Yurisa dan Erick dengan sihirnya yang mematikan. Tembakan sihir tersebut berhasil di tangkis dengan pedang Erick. Sementara Olivia, saat ini dia menjadi perisai untuk Yurisa.
"Olivia, singkirkan dinding pembatas ini. Aku mau membantu Erick" kata Yurisa kepada Olivia dengan sedikit kesal
"Jangan dengarkan dia Olivia" kata Erick yang kemudian terbang ke arah Jendral Orion
"Duuh Eriiick~" Yurisa
"Tunggu sebentar sayangku, aku akan segera menyelesaikannya" Erick mengayunkan pedangnya ke arah Jendral Orion, dia hampir saja menebas kepalanya tapi gagal karena Jenderal Orion berhasil menghindar dan menangkis serangan Erick.
Aksi adu pedang dan juga sihir keduanya pun di mulai, itu berlangsung sangat sengit. Dari tempatnya Yurisa membantu Erick dengan serangan anak panah yang sebelumnya sudah di desain khusus untuk membunuh Iblis yang di tujukan kepada Jendral Orion.
"Ya, walaupun gagal membunuhnya setidaknya ini bisa mengganggu pergerakannya" kata Yurisa yang terus membidik anak panahnya ke arah Jendral Orion
Jendral Orion yang tengah melawan Erick, mulai merasa kerepotan karena Yurisa terus saja mengganggu serangannya. Tiba-tiba ada monster burung yang menyahut Jendral Orion dan membawanya pergi dengan sekejap. Di udara Jendral Orion menggerutu "Sialan! Kenapa Draven mengerahkan peliharaannya ini untuk menghentikanku sih? Padahal lagi seru-serunya loh" ucapnya
Kembali kepada Erick yang merasa sedikit kesal dan kecewa karena pertarungannya terhenti. Olivia menghilangkan pembatasnya, sehingga Yurisa bisa berjalan menghampiri Erick.
"Tidak apa-apa, kamu bisa melanjutkan pertarungannya lain kali" kata Yurisa
"Tuan Putri Yurisa?" panggil Tohru yang berlari menghampirinya bersama Leoninko dan Ren
"Apa yang sudah terjadi dengan Kerajaan Shaquille?" tanya Yurisa kepada Leoninko dan kedua asistennya
"Tuan Putri Yurisa, Kerajaan Shaquille di Blok Tengah baik-baik saja. Rakyat sudah di amankan oleh Raja Rafael sebelumnya, kerusakan di sini juga buatan Raja Rafael sendiri" jawab Tohru
Ren, menjelaskan bahwa jauh-jauh hari sebelumnya Raja Rafael sudah memprediksi bahwa bahaya besar mengancam setiap wilayah kerajaan. Karena itulah Raja Rafael menyiapkan rencana untuk mengamankan rakyatnya di tempat persembunyian paling aman dan membuat kerusakan di wilayahnya sendiri dengan tujuan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, selain itu tidak ada jaminan bahwa Blok Tengah akan bertahan dan tidak rusak porak poranda.
"Lalu dimana Ayah dan Ibu sekarang?" tanya Yurisa kepada Ren, Tohru dan Leoninko
"Mereka di segel di dimensi buatan Chains. Kuncinya adalah portal dari nyawa Chains sendiri" jawab Leoninko secara terus terang
"Bruk" Andere yang terbang dari tempa dia membantu Raja Nero, menjatuhkan dirinya sendiri hadapan mereka semua. Nafasnya tidak teratur, tubuhnya di penuhi dengan luka, dan goresan yang cukup dalam hingga tusukan senjata tajam.
Andre langsung bersujud di bawah kakinya Erick "Tuanku, saya sungguh minta maaf Tuanku. Saya tidak bisa menyelamatkan Raja Nero dari Jendral Malachi. Sebagai gantinya saya rela menjadi gantinya"
Dari pernyataan tersebut, Erick menyimpulkan bahwa Ayahnya sudah mati di tangan Jendral Malachi. Setelah mendengar kabar itu Erick tidak menunjukkan kesedihan di wajahnya. Erick sangat tegar dan kuat, baginya bersedih di situasi seperti sekarang ini tidak ada gunanya. Dia membantu Andre berdiri dengan tegak dan menyembuhkan luka-luka tersebut dengan sihirnya dalam waktu sekejap lalu dia berkata kepada pelayanannya "Tidak apa-apa Andre, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kamu sudah bekerja sangat keras"
"Yurisa"
Yurisa dan yang lain melihat ke arah sumber suara. Ternyata itu adalah Raja Miko (Ayah Rafael/Kakek Yurisa).
"Raja Miko?" Yurisa
"Aku kesal sekali bagaimana bisa Ayahmu tidak mengundangku datang ke pernikahan kalian?! Sulit di percaya jika Ayahmu Rafael itu lupa" kata Miko dengan sangat kesal
"Raja Miko, ini bukan saatnya membahas hal itu. Sekarang kita pikirkan bagaimana cara membunuh Chains demi membebaskan Ayah dan Ibu dan demi perdamaian" jelas Yurisa
...--------------- BERSAMBUNG -------------...