PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 25



Xander, mendapatkan perawatan serius dari Dokter yang menetap di Castle Shaquille, siang itu Ratu Hilda bersama Leoninko mendatanginya untuk melihat bagaimana keadaan Xander.


"Bibi Hilda tenang saja, Xander akan segera membaik dalam beberapa hari ke depan" kata Marlina


"Marlina, mengapa kamu tidak cerita sih kalau kamu dan Xander pacaran? Xander juga, mengapa tidak cerita jika kamu anaknya Bibi Shuna?" tanya Leoninko


"Ya Xander memintaku untuk merahasiakan hubungan ini karena dia khawatir padaku jika aku sampai di sakiti oleh orang-orang yang memiliki dendam kepada Raja Chains. Xander berpikir sebagai anak Chains dia akan menerima semua kebencian dan ancaman hingga teror dari orang-orang" jawab Marlina


"Iya kurang lebih seperti itu" timpal Xander


Ratu Hilda memegang tangan Xander dengan penuh kasih sayang lalu berkata "Xander, mulai sekarang jika ada apa-apa atau unek-unek di hatimu kau bisa mengatakannya kepada kami. Jangan di pendam sendiri, sebagai anak kandung dari Raja Chains kamu sungguh berbeda. Menurutku kamu itu spesial Xander, kamu lahir sebagai manusia dengan bakat yang hebat dan setiap hal yang kau lakukan sangat berguna bagi banyak orang"


"Ibu, benar. Kami tidak membencimu Xander,  tapi semua akan beda cerita jika kamu menjadi ancaman besar bagi dunia ini" tambah Leoninko


"Iya, terimakasih Ratu Hilda dan Tuan Leoninko" kata Xander


Di sisi yang lain, Yurisa membawa Niels ke hadapan Raja Rafael. Raja langsung menunjukan senyum smirk nya saat melihat Niels, hal itu di karenakan Raja Rafael tahu bahwa wujud asli Niels adalah menantunya sendiri (Erick).


"Kali ini apa rencanamu selanjutnya Raja Erick?" batin Rafael yang masih tersenyum menatap Niels


Yurisa, yang melihat sikap Raja Rafael saat ini berpikir bahwa Niels akan di terima. Dalam hatinya Yurisa berkata "Sepertinya Raja Rafael tertarik dengannya"


"Raja Rafael ini... " Yurisa


"Niels, apa kamu tertarik menjadi Koki di sini?" Raja Rafael langsung memotong ucapan Yurisa "Atau kau mau pekerjaan yang lainnya?" tanya Raja Rafael kepada Niels


"Yaampun aku lupa jika dia memiliki mata yang ajaib. Tidak memperkenalkan diri pun dia akan tahu" batin Yurisa


"Raja Rafael, sebelumnya terimakasih banyak karena sudah menerima saya dengan baik di sini, saya memilih untuk menjadi koki. Saya ingin mengembangkan potensi saya dan menyajikan hidangan yang terbaik untuk keluarga kerajaan" jawab Niels


"Baiklah jika itu adalah keinginanmu, kamu bisa memakai kamar nomor 10. Dan Yurisa tolong tunjukkan kepada Niels mengenai dapurnya" kata Raja Rafael


"Baik Raja. Kalau begitu kami permisi" Yurisa dan Niels membungkukan tubuhnya sebagai bentuk rasa hormat setelah itu mereka berdua keluar dari ruangan pribadi Rafael


"Apa yang membuatmu berubah pikiran dan ikut denganku?" tanya Yurisa penasaran


"Aku merasa harus berkembang dan membutuhkan pengalaman dari luar. Oh iya aku tidak menyangka bahwa kamar kita bersebelahan, mungkin aku minta pindah saja kali ya" Niels


"Kamu tidak enak karena aku Isterinya Erick?" tanya Yurisa


Niels diam sejenak menatap Yurisa


"Aku mengerti, baiklah kamu tinggal lurus saja. Dapurnya tidak jauh dari sini" kata Yurisa yang langsung pergi meninggalkan Niels


Yurisa, melangkahkan kakinya dengan cepat sambil berkata "Erick, Erick, Erick, Erick, dan Erick. Mengapa semua orang selalu membicarakan Raja Iblis itu sih? Sulit di percaya bahwa dia pernah bertarung denganku di masa lalu melawan Chains. Aaaah menyebalkan! Lagi-lagi aku ingat kembali dengan mimpi yang tadi malam, sialan!"


"Brak" Yurisa terjatuh karena bertabrakan dengan Leoninko yang saat itu sedang tergesa-gesa.


"Maafkan aku" Leoninko langsung membantu Yurisa bangun dan langsung pergi


Setelah terjatuh Yurisa merasakan pening pada kepalanya. Dia memejamkan matanya dan mencoba memijatnya dengan salah satu tanganya sejenak sembari berkata "Ini adalah tanda bahwa aku akan mendapatkan ingatanku kembali iya walau tidak langsung semuanya sih" dia membuka matanya dan langsung terbelalak mendapati dirinya berada di masa lalu.


Yurisa, melihat masa kecilnya bersama Leoninko yang sangat nakal dan susah sekali di atur. Karena sebab itulah Rafael dan Hilda bersikap tegas, dan terkadang karena sangking nakalnya Yurisa dan Leoninko, mereka berdua terpaksa menggunakan kekerasan untuk mendidiknya. Tapi itu tidak membuat Yurisa dan Leoninko tidak berhenti untuk mengulangi hal yang sama, mereka justru malah semakin memberontak.


"Yurisa!"


Yurisa di kejutkan oleh Devian yang baru saja memanggilnya. "Iya?"


"Apa kau baik-baik saja? Aku memanggilmu berkali-kali dan kau tidak menyahut. Itu membuatku panik, barusan kau sungguh seperti patung" ucap Devian


"Iya aku baik-baik saja" jawab Yurisa


Sekarang ingatanku mungkin sudah kembali sekitar 50% - batin Yurisa


"Baiklah, kalau begitu aku duluan ya" Yurisa meninggalkan Devian


Devian, melihat Yurisa dari kejauhan yang bersikap aneh. Setelah itu Niels mendatangi Devian, sikapnya terlihat sangat panik dan di penuhi kekhawatiran. "Jenderal Devian, apa kau melihat Yurisa?" tanya Niels


"Tunggu apa kamu pemuda yang selama ini tinggal di gunung?" tanya Devian melihat penampilan Niels dari ujung kaki sampai dengan ujung rambutnya. Devian berpikir bahwa orang yang saat ini ada di depannya sangat keren.


"Iya, apa Jenderal Devian melihat Yurisa?" tanya Niels lagi merasa sangat panik


"Dia baru saja pergi, memangnya ada apa?" tanya Devian keheranan


"Yurisa, berniat untuk menggugat cerai Raja Erick.  Yurisa mau menemui Raja Erick" kata Niels panik


"Apa?! Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Selain itu, aku juga bukan siapa-siapa di sini. Aku hanya seorang Jenderal" ucap Devian "Apa Ratu Hilda sudah tahu ini?" tanya Devian


"Belum tahu" jawab Niels


"Baiklah, aku akan menyampaikan informasi ini kepada Ratu Hilda. Terimakasih sudah memberitahuku pemuda gunung" Devian langsung pergi dan berlari untuk menemui Ratu Hilda


Awas saja jika penyamaranmu sampai terbongkar, aku akan mengurungmu sampai mati - batin Niels


Dari sisi yang berbeda di kaki gunung, Iblis kelas Jenderal yang bernama Alessandra sedang menjalankan tugasnya yaitu melakukan penyamaran sebagai Erick untuk menemui Yurisa. Dari kejauhan Alessandra sudah melihat kedatangan Yurisa.


"Wow, sesuai dengan prediksi Raja Erick. Isterinya benar-benar datang untuk menemuinya" ucap Alessandra yang terus mengamati pergerakan Yurisa "Misi ini harus berhasil jika sampai gagal Raja iblis muda itu akan marah besar padaku. Sial, aku benar-benar tidak menyangka marahnya dia lebih mengerikan dari pada Chains" lanjutnya  sembari mengingat kemarahan Erick


Yurisa, kebingungan. Dia tidak tahu dan tidak bisa melihat kerajaan Erick "Menurut artikel yang aku baca ada di sini" Yurisa mengamati tempat sekelilingnya dan dia merasa sangat kesal "Aaaah aku tidak bisa melihat portalnya, masa iya sih aku meminta bantuan para penyihir? Untuk pergi ke kerajaannya?" Yurisa bertanya-tanya


"Yurisa" panggil Erick (Alessandra) yang muncul di hadapan Yurisa secara tiba-tiba, Erick berjalan agar lebih dekat dengan Yurisa tapi Yurisa langsung mundur.


"Yurisa" Erick memanggilnya lagi


"Aku minta cerai" ucapnya Yurisa terus terang


"Kamu ingin bercerai denganku hanya karena tidak bisa mengingat masa lalumu itu Yurisa?" tanya Raja Erick (Alessandra)


"Kalau pun aku bisa mengingat kembali semuanya aku akan tetap minta bercerai denganmu!" tegas Yurisa yang sudah bersiap untuk melakukan serangan terhadap iblis yang saat ini ada di depannya


"Oh iya?" Raja Erick (Alessandra) tidak yakin dengan keputusan Yurisa "Kenapa? Apa ada orang yang kamu sukai selain aku?" tanya Erick (Alessandra)


Yurisa terdiam sejenak karena baru saja sosoknya Niels terlintas di pikirannya.


"Baiklah, Yurisa bagaimana jika kita buat kesepakatan?" tanya Erick (Alessandra)


"Kesepakatan?" Yurisa


"Iya, aku dan orang yang kamu sukai akan bertarung. Jika dia menang aku akan menceritakanmu sebaliknya, jika dia kalah maka kamu akan tetap menjadi Isteriku. Bagaimana Yurisa?" tanya Erick (Alessandra)


Yurisa, memikirkan tawaran Erick (Alessandra)


"Aku menunggu kalian berdua datang kembali besok" Erick (Alessandra) menghilang dari hadapan Yurisa


"Aaaah kenapa jadi seperti ini sih?!" Yurisa merasa kesal.


Yurisa, kembali ke Castle Shaquille dan langsung pergi ke dapur menemui Niels, saat itu Niles sedang sibuk memasak bersama koki yang lain.


"Ada apa Yurisa?" tanya Niels yang masih sibuk memasak


"Niels, apa kau bisa bertarung?" tanya Yurisa


"Ya, aku bisa" Niels, memindahkan menu makanan di piring besar "Kenapa Yurisa?" tanya Niels


"Aku butuh bantuanmu, menyerang Erick besok" ucap Yurisa blak-blakan


Niels, diam sejenak lalu dia meletakkan menu makanannya di meja makan dan menatap Yurisa "Kenapa aku?" tanya Niels


"Aku merasa kamu adalah orang yang cocok dan bisa di percaya dalam hal ini Niels. Aku mohon padamu tolong pinjamkan kekuatanmu, sebagai gantinya aku akan membantumu meraih keinginan atau cita-citamu Niels" Yurisa


"Hmm bagaimana ya?" tanya Niels yang masih berpikir dan mempertimbangkan permintaan Yurisa "Baiklah" kata Niels


"Yoshaaa!" Yurisa merasa sangat senang "Terimakasih banyak Niels" ucap Yurisa


"Iya sama-sama" Niels kembali memasak


Mata Yurisa tertuju kepada gadis cantik seusianya yang bekerja sebagai koki baru selain Niels.


"Eeeh? Ada koki baru selain Niels ya?" tanya Yurisa melihat gadis cantik tersebut


Gadis itu melihat Yurisa kemudian menghampiri untuk menyapanya "Hello, Tuan Putri Yurisa, saya Cecila. Saya bekerja di sini mulai dari kemarin"


"Oh begitu ya. Mohon kerjasamanya ya" Yurisa


"Iya Tuan Putri" Cecila


"Cecila, tolong potong dagingnya ya" Niels menuangkan minyak goreng di teflon lalu menyalakan kompornya


"Baik Niels" Cecila langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Niels


Yurisa, melihat bahwa Niels dan Cecila memiliki hubungan yang cukup dekat. Saat Yurisa keluar dari dapur, dia mendengar percakapan dari beberapa pelayan mengenai kedekatan Niels dan Cecila.


"Apa kau tahu, Niels dan Cecila itu pacaran"


"Sungguh?"


"Iya, katanya mereka berdua itu teman masa kecil yang sudah lama tidak bertemu"


Sialan, belum apa-apa aku sudah kalah telak setelah gadis itu datang - batin Yurisa


...****----BERSAMBUNG ------****...