PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 13



Erick berlari di hutan dengan wujud sebagai serigala berbulu putih setelah itu dia berhenti di tengah hutan tiba-tiba saja portal berupa pintu gerbang muncul dari dalam tanah dan terbuka sendiri, setelah Erick masuk ke dalam, pintu itu menghilang dengan sendirinya. Saat ini ada di aula istana yang begitu luas. Ya gerbang itu menghubungkan antara tempat tinggal Erick yang sebenarnya dengan dunia manusia. Dan gerbang itu muncul atas kahendak Erick sendiri.


Semua tunduk setelah melihat kedatangan Erick, lalu Erick berubah wujud sebagai iblis. Dia memiliki sayap dan tanduk di kepalanya. Kemudian dia berjalan menuju istana yang di dampingi oleh beberapa pengawal.


"Dimana Ayahku?" tanya Erick penasaran


"Beliau sedang istirahat Tuan"


"Erick..."


"Raja, bukankah anda tadi istirahat?" tanya pelayan kepada Ayahnya Erick


"Ah iya itu benar, aku terbangun setelah mencium keberadaan anakku di sini" memeluk Erick dengan erat kemudian melepaskan pekukanya


"Erick kenapa kau bau sekali?" tanya Ayah Erick


"Aku belum mandi Ayah" ucap Erick


"Jorok sekali kau ini, kalau begitu mandilah... Setelah itu ayo makan malam bersama" ucap Ayah Erick


Sesampai di tempat pemandian Erick yang sangat megah itu, Erick melepas semua pakaiannya. Tubuhnya benar-benar sangat ideal dan berotot setelah itu dia berdiri di bawah shower yang menyala dan berkeramas terlebih dahulu setelah itu memakai sabun dan menggosok seluruh tubuhnya dan setelah membersikan tubuhnya dia berendam di pemandian air panas.


Setelah mandi dan berpakaian rapi dia langsung menemui Ayahnya di ruang makan, di sana mereka makan malam sambil berbincang-bincang.


"Bagaimana di sana? Kau berbaur banyak manusia kan?" Nero


"Bagaimana ya, aku cukup bersenang-senang. Beberapa dari mereka ada yang merupakan seorang yokai tapi para manusia tidak mengetahui bahwa dia adalah yokai" kata Erick yang kemudian menyantap makananya


"Begitu ya, apa ada manusia yang membuatmu tertarik?" Nero


"Menurutku mereka semua sangatlah menarik Ayah. Oh ya aku juga berpacaran dengan manusia" ucap Erick pelan


"Uhuk-uhuk" Nero keselek mendengar apa yang barusan Erick ucapkan setelah itu dia minum "Kau tahu? cepat atau lambat hubungan kalian berdua ini akan segera di ketahui. Aku tidak masalah jika kau berpacaran dengan manusia tapi yang lainnya... Pikirkan itu" lanjutnya


"Aku tahu kok" ucap Erick dengan santainya


"Aku jadi penasaran seperti apa gadis yang kau suka itu?" Nero


"Ayah, apa aku nikahi saja dia" ucap Erick


"Hei kenapa mendadak sekali?! Apa yang saat ini ada di pikiranmu sih? Memangnya sudah berapa lama kalian berpacaran ha?" Nero


"Baru seminggu, tapi aku sudah tahu dan paham semua tentangnya. Saat aku dekat dengannya aku merasakan ada sesuatu yang panas yang sangat membara dan menyala didalam jiwaku" Erick berhenti makan


"Dalam waktu satu minggu kau sudah mengerti semua tentangnya? Apa kau yakin akan menikahi dia secepatnya? Kenapa terburu-buru? Hei cinta itu sangat mengerikan, lukanya juga sulit untuk di sembuhkan" Nero


"Dengan menikah ikatan aku dan Yurisa akan susah di putuskan, di tambah lagi aku dan dia itu berbeda pasti banyak yang ingin memisahkan kami berdua atau mencelakiai Yurisa. Tapi begitu aku sudah menjadi suaminya aku bisa melindungi Yurisa lebih mudah karena kami selalu bersama. Aku merasa ke depanya akan terjadi hal-hal yang buruk menimpa kita semua" ucap Erick


"Kau benar... Pasti akan terjadi hal yang buruk kepada  kalian berdua atau dunia ini Haaaah terserah kau saja lah" ucap Nero


Setelah makan malam Erick pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya setelah itu pengawal pribadinya yang bernama Andre datang dengan menyeret Chrstina yang sudah babak belur.


"Tuan Erick apa yang harus saya lakukan?" tanya Andre


"Christina jika kau sampai mengganggu nyawa Yurisa, aku akan memakanmu" kata Erick pelan


Christina tidak menyangka bahwa Erick akan semengerikan itu, dia terbelalak ketakutan melihat Erick yang bersantai-santai di tempat tidurnya.


"Andre bawa dia pergi dari hadapanku" ucap Erick dengan nada pelan


"Baik Tuan" ucap Andre yang langsung membungkuk kemudian membantu Christina berdiri dan menuntunya  ke luar kamar Erick


Keesokan harinya di kampus semua anak-anak bertanya kepada Leoninko kenapa Yurisa tidak berangkat.


"Dia sakit" jawab Leoninko


Tapi mereka tidak percaya demgan jawaban Leoninko, mereka menatap wajah Leoninko tidak yakin


"Hey dia beneran sakit" Leoninko mencoba meyakinkan teman-temannya


Kemudian Erick datang


"Kita tanya saja pada Erick" ucap Rosella


"Ah benar! Erick kan anak baik, jadi tidak mungkin dia berbohong" Alex


"Erick, apa benar Yurisa tidak berangkat karena sakit?" Rosella


"Yurisa sakit? Benarkah? Sepertinya aku harus datang untuk mengunjunginya. Kira-kira aku bawakan apa ya nanti?" Erick pura-pura tidak tahu


Leoninko yang melihat sikap Erick itu mendadak kesal karena Erick beracting sangat bagus


"Leoninko!" ucap Devian yang datang ke kelasnya bersama dengan Athur


"Bagaimana keadaan Yurisa sekarang? Apa dia sudah sadarkan diri?" tanya Devian sangat panik


"Christina benar-benar kelewatan, dia menghajar Yurisa habis-habisan" ucap Athur sangat kesal


"Yurisa dan Christina bertengkar?" Kai


"Christina menantang Yurisa kemarin" Athur


"Erick, dia teman masa kecilmu kan?" Johnson


"Kenapa Christina menantang Yurisa?" Rosella


"Jika dia tidak masuk itu artinya lukanya sangat parah" Devian


"Tenang saja, Yurisa sudah sadar dari kemarin. Lukanya akan segera sembuh jadi jangan khawatir" ucap Leoninko


"Dan aku juga sudah memberikan Christina pelajaran" ucap Erick


"Tapi ketika aku pergi ke cafe bersama anak-anak gunung yang menyaksikan pertarungan mereka berdua orang-orang gunung temanku bilang bahwa lawan Yurisa bukanlah manusia, yang benar yang mana sih?" tanya Devian penasaran melihat Athur


"Heeeee? Benarkah?" Kai masih tidak menyangka


"Tapi kemarin aku benar-benar melihat Yurisa dan Christina bertarung" Athur menunjukkan foto mereka dari hp nya


"Erick apa Christina bukan manusia?" tanya Leoninko


"Ya, dia bukan manusia" ucap Erick pelan


"Pantas saja dia kalah" ucap Devian


Saat jadwal kuliah selesai Leoninko kaget melihat gadis cantik yang begitu manis dan seksi berjalan ke arahnya, Ya itu adalah Fahira pacar Leoninko. Semua mahasiwa melihat ke arah mereka berdua.


"Fahira aku tidak menyangka kamu akan datang ke sini" kata Leoninko yang memengang ke dua tangan Fahira


"Kau tidak mengunjungiku kemarin, jadi aku berpikir bahwa kau sibuk dengan kuliahmu" ucap Fahira tersenyum


"Ya kau benar, akhir-akhir ini aku tearlalu sibuk. Maaf ya tidak memberikan kabar" ucap Leoninko


Fahira memeluk Leoninko lalu berkata "Tidak apa-apa kok, aku dengar Yurisa terluka? Bisakah kau membawaku untuk mengunjunginya?" tanya Fahira yang kemudian melepas pelukanya


"Tentu saja" Leoninko


Mereka pun pergi bersama, sebagian mahasiwa yang berstatus jomblo merasa iri atas hubungan mereka.


"Cantik banget ya pacarnya Leoninko" Rosella


"Masih SMA katanya" Alex


Sementara itu Erick di tempat yang sepi melakukan teleportasi ke kamarnya Yurisa, saat itu Yurisa sedang sibuk dan terlalu asik main game hingga tidak menyadari kedatangan Erick. Erick duduk di sampingnya dan itu membuat Yurisa terkejut kemudian menendang Erik, hanya saja tendangan itu berhasil di hentikan oleh Erick


"Erick?" tanya Yurisa


Setelah itu Erick memegang tangan Yurisa, wajahnya sangat merah begitu juga dengan wajah Yurisa setelah semua luka yang ada di tubuh Yurisa menghilang dan Yurisa tidak merasakan sakit.


"Erick?" tanya Yurisa lagi, keheranan dengan apa yang baru saja di lakukan oleh pacarnya.


"Aku bukan manusia Yurisa, apa kau akan tetap mencintaiku?" tanya Erick


Yurisa tersenyum melihat Erick dan memukul Erick pelan lalu berkata "Begitu ya, dari dulu aku sudah penasaran siapa sebenarnya kau ini. Mendengar hal itu aku sepertinya bisa tidur dengan tenang nanti malam. Aku sudah pernah mengatakannya siapa pun kamu, aku akan selalu mencintaimu Erick"


Lalu Erick mendekatkan wajahnya di wajah Yurisa sembari berkata "Aku juga akan selalu mencintaimu Yurisa"


Wajah Yurisa memerah karena ini pertama kali Yurisa melihat Erick sedekat itu.


"Aku ingin menikah denganmu secepatnya, kamu tenang saja. Aku akan bicara dengan Ayahmu" ucap Erick


Yurisa menjauhkan wajah Erick dan mengatur nafasnya lalu minum dalam hatinya Yurisa membatin aku-aku malu sekali... Jantungku berdetak dengan sangat kencang. Nafasku sesak, sial suhu tubuhku juga mendadak panas, jadi seperti ini rasanya jatuh cinta


"Erick kau bilang kau bukan manusia kan?" tanya Yurisa


"Benar" ucap Erick tersenyum


"Lalu kau ini apa? Yokai? Atau iblis?" tanya Yurisa penasaran


"Aku iblis, dan serigala yang di lihat teman-temanmu di gunung itu adalah aku..." ucap Erick


Iblis katanya?! - batinnya yang sebenarnya sangat shock tapi berusaha untuk tetap tenang


"Begitu ya, maafkan aku dan teman-temanku ya karena kami sering mengincarmu" ucap Yurisa yang merasa bersalah atas perbuatanya dulu


Erick tersenyum lagi dengan ramah "Tidak apa-apa kok" ucapnya


Kemudian dia mendekati Yurisa, tapi Yurisa memalingkan wajahnya ke arah lain. Erick mengalihkan wajah Yurisa supaya dia melihatnya saja setelah itu Erick mencium Yurisa.


Ketika Leoniko dan pacarnya masuk, dia mendapati Yurisa yang duduk sendirian main hp nya.


........-----**** BERSAMBUNG ****----........