
Kembali kepada Leoninko yang baru saja keluar UKS matanya tertuju kepada pertarungan di atas atap gedung Fakultas Ekonomi "Yurisa? Haduuuuuh dia itu adalah bagianku duuuuh sial aku telat!" kata Leoninko sedikit kesal
"Maaf, bolehkah aku tahu siapa namamu?"
Leoninko melihatnya sejenak "Panggil saja aku Leoninko, kalau begitu sampai jumpa lagi ya" kemudian Leoninko pergi
Dia berlari menaiki tangga untuk menghampiri Yurisa yang sangat menikmati pertarunganya dengan Athur.
Setelah bertarung cukup lama Athur berhasil di jatuhkan dengan bantingan yang sangat kuat oleh Yurisa setelah itu Yurisa langsung memukulinya sambil tertawa dengan penuh kepuasan, Leoninko datang dan menarik Yurisa menjauh dari Athur.
"Athur... Maaf aku terlambat" kata Devian pura-pura tidak tahu
Athur bangun dengan ekspresi wajahnya yang sangat kesal "OI! KENAPA KAU MENYERANGKU?! APA SALAHKU?!" tanya Athur dengan ucapan yang keras dan kasar
"Maaf maaf... Aku cuma ingin melihat berapa besar kekuatanmu, anak-anak bilang kau adalah orang terkuat di angakatan kita ternyata kekuatanmu hanya haaaah" Yurisa malas melanjutkan ucapanya
"KAAAAU!" Athur berjalan menghampirinya tapi Devian menengahi perselisihan mereka tiba-tiba "bruak" Athur pingsan
"Athur..." Rosella datang menghampiri Athur dengan sangat panik "Yurisa apa yang kau lakukan padanya?!" Rosella
"Leoninko ayo kita mengantar Erick pulang" kata Yurisa
"Maaf sudah merepotkan kalian. Tapi aku baik - baik saja kok" Erick
"Kau tenang saja Erick" Leoninko
"Apa benar tidak apa-apa? Karena kalian adalah anak dari seorang Raja dan aku hanya rakyat biasa" kata Erick merendahkan dirinya
"Kau ini bicara apa sih, aku bebas bergaul dengan siapapun" Yurisa
"Aku juga mau mengantar seseorang pulang" kata Leoninko
"Eh siapa?" Yurisa
####
Dan pada akhirnya Yurisa dan Leoninko mengantar Erick dan satu teman lainya yang bernama Finn pulang ke rumahnya.
"Aku benar-benar berterimakasih kepada kalian" kata Finn
"Aku hanya ingin memastikan kalian aman sampai tujuan kok" kata Yurisa dan tersenyum karena dia punya niat yang lain
Yurisa dan Leoninko berniat mampir ke suatu tempat untuk bertemu teman-teman masa kecilnya yang merupakan orang gunung.
"Ini adalah rumahku, kalian bisa mampir kapanpun kalian mau" kata Finn
"Terimakasih" kata Leoninko
"Sampai jumpa lagi Finn" kata Yurisa
"Rumahmu masih jauh Erick?" tanya Yurisa
"Sebentar lagi sampai" kata Erick
Beberapa menit kemudian mereka berhenti "Di sini?" tanya Leoninko melihat rumah Erick
"Iya benar... Kalian juga boleh mampir sesuka hati kalian kok" kata Erick
"Kami akan datang kapan-kapan, kalau begitu kami pulang dulu ya" kata Yurisa
"Sampai jumpa lagi Yurisa, Leoninko terimakasih banyak ya" Erick
Mereka tersenyum dan berlari meninggalkan Erick, Erick masuk ke dalam rumahnya, dia berjalan menuju kamarnya dan berdiri di depan cermin mengeluarkan kalungnya. Ya itu adalah kalung yang sangat berharga, peninggalan ibunya Erick yang sudah meninggal belum lama ini
---FLASH BACK ON--
Erick, kamu harus memakainya. Di usia sekarang ini kau belum bisa mengendalikan kekuatanmu itu- ibunya Erick
Ibu, kenapa aku harus mengendalikan kekuatanku?- tanya Erick penasaran
Kekuatanmu sangatlah besar, kau juga bisa berubah menjadi serigala... Tapi suatu saat nanti kau bisa kok mengendalikan semua kekuatanmu dan tidak memerlukan kalung ini - ibunya Erick
--- FLASH BACK OFF ---
Erick merasa sekarang ini Erick bisa mengendalikan kekuatanya tapi terkadang dia merasa sangat takut untuk melepas kalung itu. Erick adalah seorang iblis yang berkekuatan besar tapi dia berpura-pura bahwa dirinya adalah manusia, dia menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya dengan serapi mungkin. Yurisa dan Leoninko sendiri di pergoki oleh Ayahnya dan beberapa pelayanannya ketika sedang bermain-main di hutan.
"Ayah?" Yurisa bingung harus ngomong apa
"Ayah ayolah, kami juga mau berburu" kata Leoninko berbohong
"Pulang sekarang" kata Rafael tidak percaya melihat anaknya
"Ayah tahu kalau kalian mau main" Rafael memotong ucapan Yurisa
"Ayah aku nggak main aku janji gak akan lama-lama kok" Yurisa memohon
"Tidak, Ayah tidak akan membiarkan kalian berdua pergi" kata Rafael yang langsung mentransformasi mereka berdua ke istana dengan sihir miliknya
Di sudut lain diam-diam seorang dengan tatapan mata tajam yang berwarna merah menyala melihat mereka dari tempat tersembunyi. Rafael dan Ren pun langsung pergi ke castle. Sementara itu teman-teman Yurisa dan Leoninko yang merupakan orang-orang gunung berkumpul di suatu tempat di tepi sungai, mereka mengobrol sambil bakar-bakar ikan.
"Mungkin pelayan Raja Rafael berhasil menemukan mereka"
"Mungkin saja"
"Kita akan berburu siluman serigala tanpa mereka berdua"
"Kita tidak bisa terus-menerus menunggu kedatangan mereka"
"Aku tidak yakin kita bisa menemukan atau menangkap siluman serigala dengan mudah"
"Kita harus membuat sebuah rencana terlebih dahulu"
Kembali kepada Yurisa dan Leoninko yang merasa sangat kesal setelah sampai di castle, mereka berjalan ke dapur untuk makan siang. Dari arah yang berlawanan mereka melihat seorang pemuda asing hanya saja matanaya berwarna merah dan penampilannya seperti Ren. Yurisa dan Leoninko menghentikan langkahnya, dalam mereka berdua bertanya-tanya apakah dia adalah pelayan baru?
"Ini yang ke enam kalinya" kata Leoninko pelan dengan wajah yang bosan menatap pelayan yang menghampirinya
"Tunggu, aku merasakan sesuatu yang aneh darinya" kata Yurisa yang mulai cemas
"Benar... Energinya sangat kuat" kata Leoninko
"Iblis?" kata dalam hatinya Yurisa menatap pelayan itu
Pelayan itu membungkukkan badannya sejenak untuk menghormati Yurisa dan Leoninko lalu pelayan itu kembali berdiri tegap dab berkata "Tuan putri Yurisa dan pangeran Leoninko saya Tohru pelayan baru kalian"
"Baiklah... Tapi sepertinya kau sangat kuat ya?" tanya Yurisa blak-blakan memperhatikan Tohru dari ujung rambut sampai ujung kaki
"Aku tidak tahu tapi orang-orang selalu bilang begitu padaku" kata Tohru
Yurisa tersenyum, Leoninko kaget melihat senyuman Yurisa yang di buat-buat "Senyuman itu apa-apaan sih?" batin Leoninko melihatnya ngeri
"Senang sekali punya pelayan yang sangat kuat, karena dengan begitu aku dan Leoninko pasti akan aman iya kan?" tanya Yurisa kepada Tohru yang sebenarnya sangat kesal
Tohru tersenyum balik dia merasa bahwa Yurisa dan Leoninko sangat berbahaya, mereka berdua bukan anak biasa. Tohru merasa bahwa dirinya tidak boleh lengah sedikitpun "Iya Tuan putri" kata Tohru
Kemudian Yurisa dan Leoninko pergi, Tohru mengikuti kemana mereka pergi. Tiba-tiba Yurisa dan Leoninko langsung menyerang Tohru. Tohru, tidak diam saja dia mampu mengimbangi serangan mereka berdua dan dia juga tidak mau di kalahkan oleh Yurisa dan Leoninko "Mereka berdua memang sangat kuat, akh kekuatan ini seperti kekuatan tuan Miko saat masih anak-anak" batin Tohru
Tohru langsung menghentikan serangan mereka dengan tekhnik kuncian "Maafkan saya Tuan putri Yurisa dan TuanLeoninko, kenapa saya di serang secara tiba-tiba?" tanya Tohru sembari tersenyum dan berusaha untuk sabar
"Maaf Tohru, aku hanya ingin memastikan kau kuat atau tidak" kata Yurisa dengan sangat ramah
"Ternyata kau benar-benar kuat" kata Leoninko dengan senyuman palsunya itu
Yurisa tepuk tangan untuk Tohru "Kau hebat, tidak seperti pelayan-pelayan yang sudah keluar" kata Yurisa tersenyum lagi
"Maaf ya" kata Leoninko
"Ah iya tidak apa-apa kok" kata Tohru
Setelah sampai dapur mereka makan, diam-diam Yurisa berpikir bagaimana cara mencari kelemahan Tohru, Leoninko juga mikir keras bagaimana cara mengajak Tohru kompromi. Lalu Ren masuk dengan membawakan kijang hasil buronan Rafael "Paman Hans aku letakkan di sini ya silahkan di masak" kata Ren meletakkan kijang tersebut di bawah
"Baiklah Ren" kata paman Hans yang sibuk memasak sembari melihat hasil buronan itu
Kemudian Ren berjalan keluar sembari melirik Yurisa dan Leoninko yang terlihat sangat kesal dengan menahan tawanya
"Tohru..." panggil Yurisa
"Iya Tuan putri" Tohru
"Apa saja yang di katakan Ayahku padamu tentang diriku dan Leoninko?" tanya Yurisa penasaran
"Aku ingin kau menjawab dengan jujur" Leoninko makan dengan lahap
"Banyak sekali yang beliau katakan soal Tuan putri Yurisa dan Tuan Leoninko" kata Tohru
"Berapa umur mu?" tanya Leoninko lagi
"120 Tuan" Tohru
Tohru terdiam ternyata Leoninko dan Yurisa bisa membedakan antara Iblis dan manusia. Sementara Yurisa berpikir bahwa Ayahnya sangat cerdas, dia tidak menyangka sampai menyewa pelayan iblis untuknya.
...***--- BERSAMBUNG ---***...