
Yurisa dan Erick pergi ke tempat aman untuk istirahat dan berdiskusi membahas strategi perang.
Populasi umat manusia di dunia saat ini hanya tinggal sedikit yakni dari rakyat Kerajaan Shaquille sendiri yang berhasil di evaluasi. Sebagian yang lain meninggal karena asap kebakaran dan wabah penyakit misterius serta mematikan yang di sebar oleh para iblis, beberapa dari manusia yang tidak bersalah ada yang di bunuh lalu di makan, di perbudak, dan gadis-gadis cantik di paksa untuk melayani mereka. Bukan hanya itu saja, sumber air bersih secara keseluruhan juga sudah terkontaminasi dan tercemar dengan racun serta bahan-bahan kimia yang berbahaya, lahan perkebunan dan yang lain menjadi tandus karena tumbuhan-tumbuhan yang selama ini menjadi sumber makanan bagi kehidupan manusia sudah habis di bakar sehingga hewan-hewan yang lain ikut mati.
"Cepat atau lambat Jenderalnya Chains pasti akan menemukan keberadaan kita di tempat persembunyian ini, kita juga tidak bisa maju seorang diri tanpa pasukan untuk mengambil alih wilayah yang sudah di rebut" kata Tohru
"Kalian tenang saja Raja Miko masih memiliki 100.000 pasukan elit. Kita juga bisa mengadakan aliansi gabungan dengan ras penyihir dari keluarga Ibuku, tapi masalahnya membangunkan mereka dari tidurnya bukan hal yang mudah" kata Yurisa
"Aku yang akan membangunkan mereka" sahut Leoninko
"Baiklah kalau begitu" Yurisa
"Aku bisa maju sendiri tanpa membawa pasukan" Erick
"Aku juga bisa" Yurisa
"Yurisa, Erick. Mengenai Raja Chains aku serahkan dia kepada kalian berdua, untuk para Jenderalnya akan kami urus" Miko
"Iya Raja Miko" kata Yurisa
"Perdaiaman dunia tergantung nasib kalian berdua" Miko
Alasan Miko meminta Yurisa bersama Erick maju menghadapi Raja Chains adalah karena setelah menikah dengan Yurisa, Erick mendapatkan keabadiannya selain itu kekuatannya juga bertambah itu membuatnya yang sudah hebat sejak lahir menjadi semakin hebat sehingga susah untuk di kalahkan. Dengan bangkitnya Olivia sebagai guardian dari tubuh Yurisa juga membawa keuntungan bagi Pasutri baru tersebut.
Malam itu Leoninko di temani Tohru pergi menemui kalangan penyihir dari keluarga Ibunya (Ratu Hilda) untuk meminta bantuan. Sebagai saudara kembarnya Yurisa terlihat sangat khawatir jika dalam perjalanan mereka bertemu dengan pasukan Raja Chains.
"Yurisa" panggil Erick
"Iya?" tanya Yurisa
Erick, memeluk Yurisa "Jangan khawatir, Leoninko pasti akan baik-baik saja"
"Iya semoga saja. Selain memikirkan mereka aku juga memikirkan nasib teman-teman yang lain saat ini, ya walau mereka terkadang sangat menjengkelkan aku harap mereka semua baik-baik saja" kata Yurisa
"Aku juga berharap begitu" kata Erick
"Kehancuran ini tidak di sebabkan oleh pernikahan kita kan?" tanya Yurisa secara tiba-tiba
Erick tersentak kaget mendengarnya "Yurisa?" dia tidak menyangka Yurisa akan berpikiran seperti itu
Yurisa mendadak merasa bersalah setelah itu dia berkata "Iya siapa tahu kehancuran dunia saat ini adalah hukuman atas perbuatan kita. Karena menurut rumor yang beredar manusia dan iblis di larang saling mencintai dan... "
Erick langsung memeluk Yurisa dan membungkam mulut Yurisa dengan ciumannya, dia melahap dan melu-*t bibirnya Yurisa, lidahnya menjelajah di dalam mulutnya serta menghisap salivanya Yurisa. Tak lama kemudian Erick melepaskan ciumannya, dia menatapnya sejenak kemudian berkata kepada Yurisa "Kehancuran dunia ini tidak ada hubungannya dengan kita berdua, kehancuran dunia ini sudah pernah terjadi sebelumnya dan kini terulang kembali karena Raja Chains yang ingin balas dendam atas kematian leluhurnya dulu yang bernama Levithan. Jangan berbicara seperti itu lagi ya Yurisa"
"Maafkan aku..." Yurisa menundukkan kepalanya
Erick tersenyum dan mengelus kepalanya Yurisa "Iya istriku, tidak apa-apa"
"Dan..." Yurisa yang sudah flush merah memberanikan diri menatap Erick dengan ekspresi kesalnya.
"Dan apa sayangku?" Erick melihat Yurisa yang kesal di matanya, istrinya itu terlihat imut dan menggemaskan. Erick menyadari bahwa kekesalan Yurisa di sebabkan oleh dirinya yang mencium Yurisa secara tiba-tiba sehingga Yurisa merasa bahwa jantungnya hampir copot.
Erick memegang tangan Yurisa dan menariknya ke dekatnya "Mau lebih?" tanya Erick menggodanya
"Jangan membuatku menjadi lebih kesal!" Yurisa mencoba mendorong Erick tapi ternyata dia tidak cukup kuat, dia pun teringat dan menyadari bahwa suaminya ini adalah Iblis sehingga suaminya jauh lebih kuat darinya.
"Kenapa sayang?" tanya Erick sembari tersenyum kepada Yurisa lalu menciumi leher indah Yurisa
"Bagaimana bisa kau melakukan hal semacam ini kepadaku dalam situasi dan kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja?" Yurisa mulai mengeluh menghadapi sikap nakal suaminya saat ini
"Bugh" Yurisa menendang Erick sekuat tenaga. Erick terdorong, kini jaraknya lebih jauh dari Yurisa. "Walaupun sudah menikah sekalipun, sisi premanku masih belum hilang sepenuhnya" Yurisa pergi dengan santainya meninggalkan Erick
"Yurisa, aku ini suamimu loh" Erick menghela nafas panjang
Yurisa berhenti melangkahkan kakinya dan membalikkan badannya, dia menatap Erick sejenak. Setelah itu dia kembali berjalan mendekati Erick kemudian Yurisa langsung memeluknya dengan erat sambil berkata "Maafkan aku ya, aku tidak bermaksud untuk menyakiti atau melawanmu"
"Kamu tidak perlu minta maaf Yurisa, aku lah yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Maafkan aku ya Yurisa... Aku sungguh egois" kata Erick
"Tidak Erick, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Terkadang kau juga menyukai dirimu yang seperti itu, yang penyayang, perhatian, dan ingin memanjakanku. Tapi kau juga harus bisa memahami waku, situasi, dan kondisinya juga" Yurisa melepaskan pelukannya dan kembali memandang wajah suaminya setelah itu Erick menempelkan dahinya ke dahi Yurisa, lalu merasakan hembusan nafas satu sama lain yang di penuhi dengan perasaan cinta dan kasih sayang sebagai pasangan suami istri.
"Aku akan membuat diriku lebih berguna saat kita berdua menghadapi Chains" kata Yurisa pelan
"Aku belum melakukan apa pun untukmu suamiku" Yurisa
"Kau tidak perlu melakukan apa pun bersamaku dan mencintaiku saja itu sudah lebih dari cukup" kata Erick "Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Erick
"Apa itu?" tanya Yurisa
"Coba panggil suamimu dengan kata sayang" Erick
Yurisa, malu wajahnya langsung merona merah "S - sa - sa - sa... " Yurisa memeluk Erick lagi "Sayang" ucapnya dengan suara yang pelan dan lebih lembut
Dari sisi yang berbeda, malam itu Leoninko bersama Tohru baru saja sampai di kota terpencil dan tersembunyi yang selama ini tidak tersentuh oleh manusia maupun iblis. Karena itulah sesampainya di sana Leoninko bersama Tohru langsung di tangkap oleh sekelompok pemuda penyihir karena mereka di kira penjahat. Mereka berdua (Leoninko dan Tohru) di bawa ke hadapan pemimpin tertinggi di kota itu untuk di adili.
Tak lama kemudian tibalah pemimpin tertinggi para penyihir di hadapan Leoninko dan Tohru. Dengan sihir yang keluar dari tangannya Pemimpin penyihir itu menghancurkan rantai yang mengikat Leoninko dan Tohru. "Selamat datang Leoninko dan pelayannya, maaf telah memberikan sambutan yang kurang mengenakkan kepada kalian berdua" kata pemimpin para penyihir
"Tidak apa-apa Paman Rowan" Leoninko bangun dan berdiri bersama Tohru
"Paman?" tanya salah satu pemuda di sana
"Baiklah, anak-anak muda perkenalkan ini adalah Leoninko Rafael. Dia keponakanku, anak dari Raja Rafael dan Kakakku Hilda. Lalu yang di sebelahnya ini adalah Tohru, dia pelayan pribadi Leoninko" kata Rowan kepada anak buahnya
"Tuan Leoninko kami sungguh minta maaf atas tindakan kami yang kurang baik kepada anda sebelumnya" kata salah satu pemuda
"Tidak apa-apa kok, jangan terlalu di pikirkan" Leoninko
"Leooo!" gadis seusia Leoninko berlari ke arahnya dan langsung memeluk Leoninko dengan erat
"Merlina" Leoninko
"Terakhir kali kita bertemu adalah saat kita berusia lima tahun" gadis yang di panggil dengan nama Merlina itu melepaskan pelukannya lalu bertanya pada Leoninko "Dimana Yurisa?"
"Yurisa, tidak ikut" kata Leoninko kembali melihat ke arah pamannya "Paman Rowan, apa kau sudah mendengar beritanya mengenai Raja iblis kejam yang berniat menjadi pemimpin dunia?" tanya Leoninko kepada Rowan
"Haaah?" Rowan masih kebingungan
"Tohru" panggil Leoninko, dengan maksud untuk memintanya menceritakan masalah yang sedang terjadi saat ini
"Iya Tuanku" Tohru langsung menceritakan detailnya kepada Rowan dan yang lain
Kembali kepada Yurisa, Erick, Miko, Ren, dan Andre yang saat ini di landa ketegangan karena persembunyian mereka di ketahui Jenderal Hector. Tempat itu hancur dalam sekejap dengan sekali sapuan dari pedangnya Hector yang dapat mengeluarkan sihir. Namun untungnya Yurisa dan yang lain tidak sampai terluka. Kemudian Yurisa dan yang lain langsung di kepung oleh bala tentara iblis di bawah pimpinan Jenderal Hector.
"Sialan, mengapa mereka lama sekali?" kata Miko sembari melakukan pembelaan dengan menyerang musuhnya balik dengan sihirnya
"Siapa yang Raja maksud?" tanya Yurisa sambil menyerang tentara Hector dengan pedangnya
"Jenderal ku dan tentaranya" jawab Miko, dia melihat Erick yang saat ini sangat bersemangat dan antusias dalam menyerang pasukan Hector "Yurisa, kau memiliki suami yang sangat mengerikan. Aku jadi khawatir jika dia hilang kendali" ucap Miko
"Apabila dia sampai lepas kendali, aku yakin sekali bahwa aku bisa mengurusnya" kata Yurisa
Selama peperangan itu Olivia juga tidak mau jauh-jauh dengan Yurisa. Dia selalu menjadi perisai untuk Yurisa. Satu per satu tentara Hector berhasil di kalahkan dengan mudah.
"HECTOOOORRRR!" Erick terbang ke arahnya dan "Ting" pedang mereka berdua saling bertatapan "Hahaha!" Erick tampak sangat bersenang-senang dan menikmati pertarungannya di udara tersebut "Akan ku akhiri pertarungan ini secepatnya dengan kemenanganku" Erick memandang Hector
"Jangan senang dulu bocah" Hector mengeluarkan sabitnya dan langsung menyerang Erick
Tak lama kemudian Jendral di bawah pimpinan Raja Miko datang bersama pasukannya "Raja, saya minta maaf karena membuat Raja menunggu lama. Dalam perjalanan menuju kemari kami di hadang oleh Kairos. Saat ini Jendral Halfin dan yang lain sedang mengurus mereka" kata Jendral Carlise
"Yurisa, Erick!" panggil Miko
Yurisa dan Erick menghentikan perlawanan mereka terhadap musuhnya lalu melihat ke arah Raja Miko.
"Kalian berdua, pergilah ke markas Chains" kata Raja Miko
"Baiklah" Yurisa
Erick, mengepakkan sayapnya dan langsung membawa Yurisa terbang tinggi menuju ke tempatnya Raja Chains berada. Dari tempat yang tinggi mereka berdua melihat bahwa Leoninko dan Tohru berhasil mengajak keluarganya yang lain dari kalangan para penyihir membentuk pasukan aliansi untuk mengambil alih wilayah yang sudah di kuasai oleh Iblis kelas Jendral di bawah kepemimpinan Raja Chains.
Pasukan aliansi para penyihir dan tentara iblis dan manusia beserta para Jendralnya di bawah pimpinan Raja Miko itu di sebar ke beberapa tempat di dunia yang sedang mengalami ketegangan serta konflik yang cukup memanas antara iblis dan para manusia. Tugas pasukan aliansi adalah untuk membebaskan dunia dan merebut kembali daerah kekuasaan yang sudah di ambil alih juga di salah gunakan para iblis kejam.
--------------------------- BERSAMBUNG -----------------------------