
"Awwww sakit sekali! Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan diriku? Oi, Tohru jelaskan apa yang sudah terjadi?" tanya Yurisa kepada Tohru dengan kesal dan rasa penasaran
"Saya hanya bisa mengatakan bahwa manusia tidak akan bisa menggunakan ilmu sihir" kata Tohru
Dia pun terdiam sejenak dan sedikit merasa kecewa "Ah ya aku baru ingat" ucapnya Yurisa pelan dan mencoba untuk menerimanya. Dia menenangkan dirinya sejenak setelah itu dia berkata kepada pelayannya "Tohru aku ingin balik ke kampus" ucapanya
Tohru melakukan teleportasi kepada Yurisa, dan saat ini Yurisa sedang duduk di samping Leoninko. Leoninko meliriknya senejak.
"Sihirku hilang" ucap Yurisa pelan
"Apa? Kenapa bisa begitu?" tanya Leoninko kaget mendengarnya
"Bukankah itu sudah jelas bahwa aku ini manusia sepenuhnya. Walaupun begitu aku masih bisa menjadi seseorang yang sangat kuat" ucap Yurisa
"Yurisa... Semuanya sudah damai ayo kita nikmati ini" kata Leoninko
"Aku juga tahu kalau dunia ini damai, aku juga ingin menikmatinya, tapi ada baiknya juga jika aku terus berlatih karena sampai saat ini pun aku selalu melihat dan menemui ada beberapa masalah, perselisihan, kekerasan yang masih sering terjadi" kata Yurisa
"Yurisa, sekarang jawab apa saja makna yang bisa di ambil dari cerita yang sudah di baca oleh temanmu Alex" kata Dosen
Yurisa bingung bagaimana menjawabnya karena dari tadi dia tidak menyimak pelajarannya dia melihat Erick yang memberikan buku catatan padanya, Yurisa melihatnya bahwa Erick sudah menulis jawaban untuknya. Kemudian Yurisa menjawabnya. Setelah jadwal kuliah selesai Yurisa mengembalikan buku catatan Erick "Makasih ya" ucapnya lalu pergi
Tapi langkah kakinya terhenti setelah Alex memanggilnya "Tunggu dulu Yurisa ada yang ingin aku tanyakan padamu"
"Ada apa?" Yurisa
"Malam ini kau datang kan?" Alex
Yurisa teringat tentang pertemuan yang di lakukan selama sebulan sekali "Aku tidak tahu"
###
Dan di malam hari Yurisa pergi ke luar, kali ini dia merasa bahwa Tohru tidak se ketat dulu. Yurisa menemui teman-temannya di sebuah bar, mereka berniat untuk berburu siluman serigala. Sebelum mereka pergi Yurisa mendengar semua cerita teman-temannya terlebih dahulu.
"Iya aku pernah melihatnya, dia berlari di hutan dan dia sangat kuat"
"Apa wujudnya ketika kau melihatnya saat itu?" Yurisa bertanya
"Manusia, memiliki telinga, ekor, bulunya sangat panjang dan tajam sepertinya dia baru mengeluarkan sedikit kekuatan yang di milikinya"
"Di antara kalian semua siapa yang pernah melihat wajahnya?" tanya Yurisa
"Tidak ada, memangnya kenapa?"
"Tidak apa-apa aku ingin tanya apakah giginya bertaring atau tidak"
"Namanya siluman serigala ya jelas bertaring lah Yu"
"Semuanya sudah kita coba untuk menangkapnya tapi selalu gagal"
"Kenapa dia tidak menyerang kita ya? Padahal sudah jelas kita ini jahat padanya"
"Iya..."
"Jadi manusia serigala itu sangat baik ya? Bagaimana jika kita berhenti memburunya? Aku takut kalau dia adalah jelmaan bangsa iblis. Saat ini bangsa iblis dan manusia damai, saling tolong menolong, menyayangi... Aku tidak mau terjadi perseteruan gara-gara salah satu di antara bangsa manusia dan bangsa iblis mati gara-gara di bunuh" Yurisa
Karena Yurisa adalah Putri Raja, mereka pun patuh pada perintahnya. Hanya saja setelah mereka bertemu dan makan-makan bersama, ternyata Yurisa justru malah pergi ke hutan sendirian. Begitulah, bagi Yurisa hutan adalah tempat yang sangat menyenangkan dan menenangkan. Di sana dia berlari dengan rasa kesal karena teringat ucapan Erick bahwa dia sudah menemukan tipe cewek yang dia suka.
Yurisa berhenti di tengah hutan dia bersandar di sebuah pohon dan menatap rembulan "AH AKU BENCI DENGAN PERASAAN INI. SIALAAAAN AKU BELUM BISA MELUPAKANNYA!!! AAAAAHHH MENYEBALKAN! INI SUNGGUH MEMBUATKU KESAL!" ucapnya keras
"Apa yang membuatmu kesal Yurisa?"
Dia kaget setelah melihat Erick di sampingnya "E-Erick? apa yang kau lakukan di sini?!" tanya Yurisa heran melihatnya
Erick tersenyum ramah seperti biasanya "Sepertinya aku tersesat" jawabnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Kenapa kau bisa tersesat? Apa kau mengejar kambing lagi?" tanya Yurisa
Erick hanya diam dan tersenyum
"Aku akan mengantarmu pulang, aku sudah hafal jalanan di hutan ini" kata Yurisa berjalan lebih dulu dan Erick mengikutinya
Diam-diam Erick terus memperhatikan Yurisa, Yurisa sangat baik dan terlihat ingin melindungi dirinya. Tapi yang seharusnya jadi pelindung adalah diri Ercik sendiri. Kini dia merasakan bahwa ada sesuatu yang hilang di tubuh Yurisa, yaitu ilmu sihirnya, tapi dia melihat tanpa kekuatan itu Yurisa masih bisa menjadi orang yang kuat.
"Yurisa, kau belum menjawab pertanyaanku" kata Erick dia bertanya-tanya apakah Yurisa kesal karena kekuatan sihirnya hilang? Atau ada hal lain yang membuatnya kesal?
"Erick sebaiknya kau jangan sering-sering ke hutan, karena kata temanku ada siluman serigala di sini. Mereka sering berburu siluman itu tapi selalu gagal tapi aku sudah bilang pada mereka untuk menghentikannya, aku takut jika dia adalah jelmaan bangsa iblis, kau tahu kan iblis dan manusia saat ini berdamai" kata Yurisa mengalihkan pembicaraannya dengan terus berjalan
"Aku mengerti kok" jawab Erick, tapi bukan hal itu yang membuat Yurisa kesal dan sedih
"Erick... Bolehkah aku tanya sesuatu padamu?" Yurisa
"Apa?" tanya Erick penasaran
Dalam hati Yurisa berteriak karena mulutnya tidak mampu menanyakannya langsung pada Erick. Erick mengingat apa yang di bicarakannya dengan Leoninko
-------Flash back on------
Kau benar sudah menemukan tipe orang yang kau suka itu ya? - Leoninko
Iya - Erick
Apakah kau sudah pernah bicara dengannya? - Leoninko
Tentu saja kami sering bicara- Erick
Kalau begitu cepat nyatakan perasaanmu padanya - Erick
Ha? Aku tidak mau buru-buru melakukannya dan tolong jangan ikut campur - Erick
Maaf apa bila aku ikut campur, aku hanya tidak mau Yurisa kesal - Leoninko
Erick terdiam
Dia menyukaimu - Leoninko
--------Flash back off---------
"Kami hanya basa-basi tentang tugas yang di berikan Dosen kok" jawab Erick
Pada akhirnya sekarang Erick tahu jika Yurisa cemburu padanya.
"Yurisa... Apa ada seseorang yang kau suka?" tanya Erick
Yurisa merasakan energi yang berbeda dari Erick sama seperti yang dia rasakan sebelumnya di malam minggu saat itu. Yurisa sangat penasaran dengan Erick "Dia seperti memiliki dua kepribadian" batinnya
"Tidak ada" kata Yurisa yang terus berjalan langkah kakinya menjadi lebih cepat dari sebelumnya
"Aku tidak bisa menahan diriku, ini terjadi jika aku berduaan dengannya" batin Erick
"Jangan bohong" kata Erick yang langsung menarik Yurisa ke dekatnya dan menatap wajah Yurisa dengan tatapan mata yang dalam "Kenapa wajahmu memerah?" tanya Erick penasaran "Ah dia sangat imut" batin Erick
Yurisa mendorong Erick pelan, dia merasa jantungnya hampir copot "Erick sebenarnya siapa kau ini?" tanya Yurisa dengan sangat gugup
"Aku Erick" jawabnya
"Aku tahu tapi kenapa sikapmu berubah?" tanya Yurisa penasaran
"Entahlah... Jadi siapa orang yang di sukai Yurisa?" tanya Erick dengan sangat serius
"Rahasia..." kata Yurisa yang melangkah lebih cepat darinya
"Yurisa menyukaiku?" tanya Erick
Yurisa berhenti melangkah kakinya dan melihat kepada Erick. Ketika Erick mendekatkan wajahnya untuk melihat dan memperhatikan Yurisa dengan dekat Yurisa menjauhkan dirinya "Dari tadi aku selalu berpikir kau ini kenapa sih?" tanya Yurisa mengalihkan pembicaraannya.
Erick terdiam sejenak
"Kau tidak perlu tahu siapa yang ku suka, pikirkan saja caramu untuk mendapatkan cinta dari seseorang yang kau suka itu" Yurisa
"Bagaimana jika dia mencintai orang lain?" tanya Erick
"Cari saja yang lainya, memangnya yang seperti itu hanya ada satu di dunia ini apa? Ada banyak sekali bahkan jauh lebih baik darinya" kata Yurisa
"Karena Yurisa tidak mau memberitahuku aku akan memberitahu Yurisa" kata Erick
"Siapa yang kau sukai?" tanya Yurisa pelan dan kembali melangkahkan kakinya
"Aku menyukaimu" kata Erick
Langkah kaki Yurisa berhenti "Apa aku salah dengar?" batinya
Erick mendekati Yurisa dan memeluknya dengan Erat. Yurisa pun memeluknya balik "Erick? Aku..." tanya Yurisa
"Aku tahu bahwa orang yang Yurisa suka adalah aku" ucapnya pelan
"Tunggu aku ingin memelukmu lebih lama lagi, mulai sekarang biarkan aku yang melindungimu bila terjadi sesuatu padamu" Erick
"Aku tidak tahu kamu itu siapa, tapi baiklah kalau begitu" Yurisa
Erick melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Yurisa, Yurisa melihat ke arah lain karena menahan rasa malu. Dengan suara yang mesrah Erick membisikkan sesuatu di telinga Yurisa "Yurisa, mau ciuman?"
Wajah Yurisa semakin memerah, dia menutup wajahnya dan berlari "Aku pulang, Ibuku pasti sangat khawatir sekarang" ucapnya yang langsung berlari dengan sangat kencang meninggalkan Erick.
.......***--- BERSAMBUNG ---***......