PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 03



Pada waktu itu Ren melaporkan bahwa semua bawahan Raja Rafael sekarat, bahkan ada yang sampai meninggal. Pagi ini Dokter berusaha melakukan tugasnya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa mereka.


"Panggilkan Yurisa dan Leoninko sekarang" kata Rafael


"Raja Tuan Putri Yurisa dan Tuan Leoninko baru saja berangkat ke kampusnya" kata Ren


"Sayang kenapa kamu menyuruh mereka untuk menyerang bawahanmu?" kata Hilda istri dari Rafael


"Waktu itu aku berpikir mereka tidak akan mampu mengalahkannya" kata Rafael yang sedikit terkejut


"Kau tidak perlu memerintahkan mereka untuk melakukan hal semacam itu kau hanya perlu melatihnya sebentar kapan pun kau ada waktu luang kan? Kekuatan anak - anak kita itu sangat besar dan sangat berbahaya jika disalah gunakan maka...." kata Hilda panik


Kemudian Rafael melihat keberadaan mereka dari cermin di depannya.


"Kenapa Yurisa memakai pakaian seperti itu lagi?" tanya Hilda


"Dimana Robert?" tanya Rafael kepada Ren


Robert adalah asisten pribadi mereka berdua


"Robert mengundurkan diri" jawab Ren


"Ini adalah ke 5 kalinya ada asisten mengundurkan diri" kata Hilda yang teringat sesuatu "Sayang bagaimana kalau pelayan untuk mereka sama sepertimu saja?" tanya Hilda kepada Rafael


"Sama sepertiku?" Rafael bertanya-tanya


"Iblis setengah manusia atau hanya iblis saja tapi dia punya kekuatan yang besar untuk menasuh sekaligus mendidik anak kita" kata Hilda


"Benar juga ya? Kenapa aku tidak kepikiran dari dulu" Rafael


Kembali kepada Yurisa dan Leoninko yang berjalan dengan santai menuju kelasnya. Kemudian mereka mendengar suara orang yang menggedor-gedor pintu "Leoninko kau duluan saja" ucap Yurisa yang langsung pergi meninggalkanya


Yurisa pergi mencari dimana suara itu berasal dia mendekati sebuah gudang dan langsung menendangnya, Yurisa melihat bahwa itu adalah Erick dia terlihat sangat ketakutan di sana. "Kau baik-baik saja sekarang" kata Yurisa mengulurkan tangannya pada Erick


Erick dengan sangat ketakutan meraih tangannya dan bangun. Yurisa langsung merangkulnya dan mereka pun berjalan bersama "Siapa yang melakukannya?" tanya Yurisa pelan tapi Erick hanya diam


"Baiklah jika kau tak mau mengatakannya sekarang" kata Yurisa


Semua anak melihat ke arah mereka, Yurisa tidak peduli dengan itu semua dan Erick merasa tidak enak.


"Anu Yurisa..." kata Erick


Devian menghampirinya "Yurisa"


"Erick, apa dia yang melakukannya?" tanya Yurisa kepada Erick sembari menunjuk Devian.


Devian yang tidak tahu apa-apa hanya plonga-plongo tidak mengerti apa maksudnya


"Bukan-bukan" kata Erick yang mulai panik karena takut jika Devian di hajar oleh Yurisa


"Ada apa memangnya?" tanya Devian penasaran


"Dia di kunci di gudang, aku melihat ada tali di sana apa kau juga di ikat?" tanya Yurisa penasaran kepada Erik


"Saat pulang sekolah kemarin aku di pukul seseorang dari belakang aku tidak sadarkan diri, tiba-tiba ketika aku mulai membuka mataku aku melihat tubuhku sudah di ikat di ruangan yang sangat gelap itu, aku benar-benar sangat takut" kata Erick pelan dan masih ketakutan


Yurisa dan Devian terdiam memikirkan siapa yang melakukannya. Setelah itu mereka melihat Athur yang berjalan menuju ke kelas "Devian aku ingin kau membawanya padaku setelah jadwal kuliahku selesai" kata Yurisa menatap Athur dari kejauhan


"Apa? Jadi dia pelakunya? Tunggu-tunggu gak mungkin kalau pelakunya adalah dia" Devian syok


"Sebenarnya aku juga nggak tau pelakunya siapa, tapi aku akan segera menemukannya. Dan aku meminta kamu membawa Athur karena aku hanya ingin melihat sejauh mana perkembanganku selama ini" kata Yurisa


Yurisa melepaskan rangkulanya terhadap Erick dan melihatnya "Jangan khawatir aku bisa menjamin bahwa kamu akan aman. Jadi kamu tenang saja ya" kata Yurisa dan pergi


Erick tidak mengerti apa yang baru saja dia bicarakan "Terimakasih" ucapnya sembari membungkukan kepalanya untuk menghormati Yurisa.


"Memangnya kenapa?" tanya Athur penasaran


"Temui aku di atap gedung Fakultas Ekonomi Kerajaan" kata Devian setelah itu dia pergi ke luar kelas


Di sisi lain Leoninko masih melihat kartu pendaftaran organisasi yang ada di Universitas itu, dia bingung mau mengambil organisasi yang mana "Sepertinya aku tertarik untuk mengikuti pacuan kuda" kata Leoninko


Setelah itu dia pergi tapi dia terkejut "loh kok aku malah ke toilet sih? Aku mau ke basecamp" batinnya sembari melihat toilet laki-laki yang saat itu sangatlah ramai. "bruak" Leoninko melihat seseorang yang di banting dan di injak tubuhnya


"Kalian apa-apaan sih? Itu sudah keterlaluan tau nggak!" kata Leoninko, dia tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka sebenarnya


"BERISIK! kau jangan ikut campur!"


Salah satu di antara mereka mengeluarkan pisau kecil yang di todongkan ke wajah mahasiswa yang di banting.


"Aku yakin pasti ada kesalahpahaman, aku tidak bersalah" ucapnya dengan sangat ketakutan


"Sudah cukup! Aku tidak mau dengar omong kosongmu lagi, sudah jelas-jelas bahwa di hp mu itu kau menyebarkan berita bohong tentangku!"


"Bugh"


"Duk"


"Bak"


Mereka memukul dan menendangnya


Leoninko yang tak tahan langsung menghentikannya dia menghajar semua anak-anak nakal itu hingga babak belur, lalu membantu berdiri orang yang teraniaya dan membawanya ke UKS, di sana orang itu di obati "Terimakasih sudah membela dan menolongku"


"Sama-sama, aku tahu kalau kau tidak bersalah kok. Mereka benar-benar keterlaluan sudah memfitnahmu" ucap Leoninko


Sementara itu Yurisa duduk paling depan bersama Erick, dia penasaran kenapa Leoninko tidak ada di kelas bukankah tadi Yurisa menyuruhnya ke kelas lebih dulu. "Apa jangan-jangan dia bolos dan pergi berburu ke hutan mencari siluman serigala itu? Aaaaah tega sekali dia tidak mengajakku" Leoninko membatin dengan sangat kesal


Diam-diam Erick memperhatikan Yurisa yang terlihat tidak konsentrasi. Ya, selama ini Yurisa memang tidak pernah serius dalam kuliahnya tapi hari ini Yurisa terlihat memikirkan sesuatu.


"Baiklah sepertinya pelajaran kita cukup sampai di sini jangan lupa tugas yang sudah saya berikan di kerjakan dan sampai jumpa besok" kata Dosen yang bernama Taka yang kemudian pergi meninggalkan kelas


Rosella mendekati Yurisa "Yurisa kenapa Leoninko tidak berangkat?"


"Tadi dia berangkat bersamaku aku juga gak tau dia pergi kemana sekarang" ucap Yurisa kemudian dia melihat Erick "Mau pulang bareng? Sepertinya kau akan aman jika pulang bersamaku" ucap Yurisa kepada Erick


"Memangnya apa yang terjadi denganya?" tanya Rosella


"Dia, kemarin di kunci di gudang" jawab Yurisa


"Siapa yang tega sekali melakukannya?" Rosella terkejut


"Ah tapi aku baik-baik saja kok" kata Erick


"Sampai saat ini kami belum tahu siapa pelakunya tapi aku akan segera menemukannya dan setelah itu aku akan menghajarnya" kata Yurisa


Devian masuk ke dalam kelas mereka "Yurisa dia sudah OTW ke atap Fakultas Ekonomi" ucapnya


"Baiklah, terimakasih Devian" kata Yurisa dengan semangat dan berlari keluar kelas


"Ada apa Devian? Apa kau sudah menangkap pelaku orang yang menyekap Erick?" tanya Rosella penasaran


"Belum... " Devian


Di atap gedung Fakultas Ekonomi da Bisnis, Athur duduk sambil bermain hp, Yurisa melompat dari bawah ke atas dan berusaha mendaratkan tendangan itu di wajahnya tapi Athur berhasil menghindarinya. Yurisa langsung melawannya dengan gerakan yang sangat cepat, Athur terlihat sangat kewalahan menghadapinya. Diam-diam Devian dan Erick mengintipnya.


...***--- BERSAMBUNG ---***...