
Malam itu sesampainya di Castle Kerajaan, Yurisa langsung makan malam. Karena dia masih merasa gugup dan tidak percaya apa yang baru saja di alami, itu membuatnya mampu memakan makanan yang sangat banyak. Semua koki dan pelayan terdiam keheranan melihatnya. Tidak bisanya Yurisa makan sebanyak itu.
"Tohru dimana Leoninko?" tanya Yurisa penasaran sambil makan dengan lahap
"Beliau pergi ke pertemuan anak para bangsawan kerajaan, Tuan putri" jawab Tohru
"Apa? Tumben sekali dia datang ke sana? Akhir-akhir ini dia memang sudah berubah ya" Yurisa. Dia teringat tentang gadis yang pernah di kencani Leoninko, Yurisa berpikir apa Leoninko berubah karena gadis itu?
Di tempat pertemuan para Pangeran dan Puteri yang datang malam itu menanyakan kenapa Yurisa tidak ikut kepada Leoninko.
"Entahlah aku juga tidak tahu. Dia hanya bilang ada yang ingin dia lakukan malam ini" jawab Leoninko ramah
"Apa jangan-jangan dia pergi ke hutan untuk bertemu dengan orang-orang gunung?" Devian
"Tadi aku melihatnya di sebuah kedai bersama orang-orang gunung bukan hanya orang-orang gunung saja sih" sahut Athur
"Dan obrolan mereka tidak lama kok" Rosellla menyahut
###
Keesokan harinya, ketika Yurisa dan Leoninko mau pergi ke kampus, Hilda memperhatikan penampilan Yurisa. Hilda merasa bahwa saat ini penampilan Yurisa tidak tidak seperti biasanya.
"Ada apa Ibu?" tanya Yurisa
"Tumben kau mengikat rambutmu?" Hilda bertanya-tanya memperhatikan Yurisa.
"Rambutku sudah sangat panjang, aku merasa akan lebih nyaman apabila di ikat" kata Yurisa
Hilda juga merasa ada yang tidak beres dengan anaknya, dia merasa bahwa aura dari Yurisa agak sedikit berbeda.
Mereka berdua melihat Leoninko "Aku duluan ya Yurisa, Ibu aku berangkat dulu ya" ucap Leoninko
"Hati-hati" Hilda
"Semenjak dia punya pacar, dia jadi anak baik ya Yurisa. Aku tidak sabar sekali melihat dia menikah" Hilda
"Mereka baru saja jadian Ibu" Yurisa memperhatikan Leoninko yang sudah berjalan sangat jauh. Kemudian Yurisa pamit untuk berangkat.
Sesampai di kampus dia bertemu dengan Erick, Yurisa melihat bahwa Erick di hari ini berbeda dengan sosok Erick di malam hari. Tapi Yurisa tidak mempermasalahkannya.
"Selamat pagi Yurisa" sapa Erick lemah lembut
"Pagi juga Erick" sapa Yurisa balik dengan ramah
Mereka berjalan bersama menuju ke kelasnya tiba-tiba suasana mendadak ramai
"Hei bukankah itu Athur?"
"Iya benar, sejak kapan dia dekat dengan Putri Vanila?"
"Mereka sudah jadian loh"
"Apa?"
"Kalian tidak tahu? Itu kan sudah lama"
"Dan tadi malam mereka bertunangan"
"Serius?"
"Sial! Aku kurang update"
"Mereka mesarah banget ya"
"Vanila, juga cantik banget lagi"
"Beruntung banget Athur"
"Vanila, itu dari bangsa iblis kan?"
"Hei kau itu bicara apa-apaan sih? Dia manusia"
"Kakeknya lah yang iblis"
"Kenapa pada zaman sekarang ini iblis dan manusia di larang untuk mencintai ya?"
"Apa?! Siapa yang melarang?" tanya Yurisa kaget mendengarnya, dia merasa tidak percaya dengan hal itu
"Kau tidak tahu? Peraturan itu sudah satu tahun lamanya" Devian menyahut
Erick hanya diam mendengarkan ucapan mereka dengan kepala tertunduk.
"Makanya jangan main mulu" Devian tertawa kecil
"Kenapa di larang apa alasanya?" tanya Yurisa penasaran
Alasan manusia dan iblis di larang untuk saling mencintai karena banyak sekali iblis yang memanfaatkan dan menikahi manusia karena ingin melahirkan keturunan yang memiliki kekuatan super, hal ini di karenakan bahwa beberapa bulan yang lalu panglima perang yang bernama Roberto mendapat keluhan dan pengaduan dari beberapa masyarakat jika desa mereka hancur, banyak anak gadis yang hilang setiap malam hari serta pembunuhan secara misterius dan setelah kejadian itu ada sekelompok iblis menyerang dan membakar desa tersebut.
Ketika Roberto hendak pergi dari ruangan bawah tanah, ada iblis yang menghadangnya, dan iblis itu langsung membunuh Roberto.
Setelah kejadian itu Miko, Rafael, dan yang lainnya datang untuk menghentikan tujuan buruk yang ingin mereka capai dan mengajaknya berdamai. Leifani menolak dan melakukan perlawanan terhadap mereka tapi kekuatan Miko jauh lebih besar dan berhasil mengalahkan Leifani beserta pasukannya. Dari pertarungan itu Miko dan beberapa Raja hebat mengalami luka yang cukup parah.
Setelah kejadian seperti itu manusia dan iblis di larang untuk saling mencintai, di samping itu sudah sangat jelas bahwa manusia dan iblis itu mempunyai perbedaan serta tradisi yang sangat jauh.
"Aku tahu bahwa mereka berbeda, tapi rasa cinta yang sangat kuat akan membuat mereka bersatu. Mengenai larangan antara manusia dan bangsa iblis saling mencintai menurutku hanya ancaman atau gertakan bagi mereka yang mempunyai maksud dan tujuan jahat" kata Yurisa yang sok tau
"Aku harap kita semua merdeka untuk selamanya" Devian tidak bisa membayangkan apabila masa lalu itu terulang kembali.
"Kenapa nenek moyangku harus saling mencintai dan melahirkan kakek ku Miko? Jika pada akhirnya iblis dan manusia di larang saling mencintai hanya karena di temukan dengan adanya organisasi bangsa iblis bertudung hitam?" Yurisa
"Yurisa, mereka sangat berbahaya. Ada baiknya juga jika memberlakukan peraturan seperti itu. 1 manusia setengah iblis sangat susah di kalahkan apalagi 1000 lebih, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika tidak ada Kakekmu Miko, Raja Rafael dan pemimpin iblis tertinggi lainya. Walaupun sangat kuat mereka juga hampir mati saat itu" jelas Devian
###
Yurisa yang berjalan bersama Erick menuju Fakultas Sejarah masih memikirkan perkataan mereka barusan.
"Yurisa, jika misalnya aku seorang iblis apa kau tetap mencintaiku?" tanya Erick
"Aku akan selalu mencintaimu Erick" jawab Yurisa dengan serius
"Bahkan jika aku adalah iblis yang jahat?" tanya Erick lagi
"Mungkin aku akan sangat kesal tapi aku tetap mencintaimu dan aku akan memaksamu menjadi iblis yang baik" Yurisa
"Bagaimana jika aku tidak bisa menjadi baik?" Erick bertanya lagi
"Aku akan mengakhiri hidupku sendiri karena aku gagal" jawab Yurisa ngawur dengan rasa kesal atas pertanyaan yang Erick berikan
"Parah banget, kau tidak boleh melakukannya" kata Erick
Sesampai di kelas tiba-tiba seorang gadis cantik dari golongan iblis bernama Christina menyapa Erick dengan ramah
"Pagi sayang" Christina mendekat kepada Erick
Semua mata tertuju pada Erick, Erick yang saat itu menyamar menjadi anak baik yang lugu dan polos berusaha untuk sabar menghadapi Christina yang merupakan pelayan pribadinya saat masih kecil.
Sementara itu Yurisa minggir dan menjauh dari Erick, dia juga merasa sangat kesal dan berusaha untuk menahan diri karena sampai saat ini Yurisa dan Erick masih menyembunyikan status mereka.
"Christina lama tidak berjumpa apa yang kau lakukan di sini?" tanya Erick
Aura dan energi membunuh Yurisa keluar, semua ruangan itu di penuhi dengan kegelapan. Christina tersenyum melihat penyamaran Erick dia bertanya-tanya bagaimana bisa anak nakal, susah di atur menjadi selugu ini? Christina menyentuh wajah Erick "Aku sangat merindukanmu Erick, dan aku pindah jurusan" ucapanya menggoda Eirick
"Kalian saling kenal?" tanya Yurisa dengan senyuman yang di paksakan
"Tentu saja. Kami pacaran" Christina asal-asalan menjawab sembari menggandeng lengan Erick dan menyandarkan kepalanya di pundaknya
Semua anak-anak di kelas itu terkejut. Yurisa yang mendengarnya langsung naik darah dan tetap berusaha untuk menahan amarahnya sebisa mungkin, jika tidak ada orang banyak di situ Yurisa pasti akan menghajarnya habis-habisan.
"Tunggu Christina, apa yang sudah kau bicarakan? Pacarku bukanlah kamu" kata Erick yang masih bersifat polos sembari melepaskan tangan Christina
"Aku bingung sebanarnya apa yang terjadi?" Leoninko terus mengamati mereka berdua
"Ah cerita yang sangat seru, jadi Erick gadis yang bernama Christina ini sebenarnya siapa?" tanya Rosella
"Temanku" jawab Erick
"Teman ya?" Alex tidak percaya
"Erick, kau ini apa-apaan sih kenapa kau tidak mengakuiku sebagai pacarmu? Apa jangan-jangan kau malu?" tanya Christina menggoda Erick
"Kamu" panggil Yurisa yang menjauhkan jarak Christina dan Erick
"Pacarnya bisa cemburu karena sikapmu itu" kata Yurisa
"Eh? Tapi pacarnya adalah aku" Christina
"Aku sangat tahu Erick, kau bukanlah pacarnya" ucap Yurisa serius menatap gadis itu
"Kau baru saja mengenalnya beberapa minggu ini tapi kau sudah sok tahu, aku dan Erick sejak kecil itu selalu bersama"bkata Christina dengan ramah
"Erick katakan sesuatu kepadanya" kata Yurisa kesal dan duduk
"Christina pergilah atau aku akan membunuhmu setelah pulang dari sini" kata Erick yang mendadak dingin
Semua orang kaget melihat Erick yang mendadak mengeluarkan aura yang kuat dan mengerikan, Yurisa masih diam di tempatnya dengan rasa kesalnya itu
"Baiklah..." ucap Christina sembari tersenyum dan langsung pergi meninggalkan Erick
Sekarang Leoninko merasa ada yang tidak beres dengan Erick.
.........----*** BERSAMBUNG ***-----.............