
Setelah Raja Rafael dan Hilda berhasil di bebaskan mereka di bantu para penyihir memanfaatkan sihirnya untuk membangun kembali kota-kota yang sudah hancur karena peperangan tersebut. Semua berhasil di pulihkan dalam sekejap. Mulai dari sumber air bersih, bangunan-bangunan rumah maupun fasilitas umum kini kembali berdiri kokoh dan sudah siap di gunakan, tumbuhan-tumbuhan juga kembali subur, hingga tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat.
Sejak peperangan itu sekarang sistem pemerintahan dunia tidak lagi terbagi menjadi beberapa Blok. Tidak ada lagi kerajaan utama atau pusat pemerintahan utama yang memimpin dunia. Namun dunia yang sekarang terbagi menjadi beberapa pemerintahan tanpa Raja Utama yang menjadi penguasa dunia. Bukan hanya itu saja, iblis tidak lagi hidup berdampingan dengan para manusia seperti sebelumnya. Kini semua iblis berada di bawah pimpinan Raja iblis yang baru bernama Erick, hidup di dimensi atau dunia yang berbeda dengan manusia. Sebagai Raja iblis yang baru, Erick mengganti aturan-aturan lama yang telah di tetapkan dengan aturan-aturan yang baru.
Kembali kepada Yurisa. Yurisa, tidak ingat apa pun karena dia telah mengorbankan ingatannya agar mendapatkan seluruh kekuatannya Olivia. Sehebat apapun Raja Rafael dan Ratu Hilda, mereka bahkan tidak bisa mengembalikan ingatan Yurisa yang telah hilang. Hilang ingatan bukan berarti sikap keras kepala dan sikap preman Yurisa berubah. Keras kepala dan sikap premannya itu justru semakin kuat karena di dukung dengan kemampuan bertarungnya.
Di Kerajaan Shaquille, Yurisa memanggil orang tuanya dengan sebutan Raja Rafael dan Ratu Hilda. Yurisa menolak memanggil mereka Ayah dan Ibu sebelum ingatannya kembali. Setelah dia kehilangan ingatkanya Yurisa tidak percaya bahwa dirinya mempunyai keluarga, saudara, dan juga suami. Dia justru berpikir dan mengira bahwa dia adalah pendekar pedang pribadi yang di utus oleh Dewa untuk menjaga perdamaian dunia, mungkin saja pemikiran itu di sebabkan setelah dia berhasil mengalahkan Draven dan juga Raja Chains.
Yurisa, menolak untuk kuliah. Dia memilih untuk mengikuti pelatihan karena dia ingin menjadi Jenderal. Akan tetapi dia tidak bertahan lama di tempat pelatihan tersebut karena sangking hebatnya Yurisa merasa bahwa tempat pelatihan itu sungguh sangat membosankan baginya.
Lalu hari pelantikan Jenderal muda karena pencapaian dan prestasinya pun tiba. Di hari itu Raja Rafael melantik 3 Jenderal yaitu Yurisa, Devian, dan Xander. Untuk Leoninko sendiri, dia adalah pewaris tahta Kerajaan Shaquille selanjutnya jadi selain menguasai teknik berperang atau bela diri dia juga mendapatkan pelatihan serta pendidikan khusus mengenai disiplin ilmu yang berkaitan sistem pemerintahan di Kerajaan Shaquille.
Pada suatu malam bulan baru, Yurisa terlihat berjalan-jalan santai di pasar malam yang suasananya sangat ramai. Dari wajahnya dia terlihat sedih karena dia merasa tersiksa oleh ketidakmampuannya mengingat masa lalunya.
"Yurisa!"
Yurisa menoleh ke arah sumber suara, ternyata itu adalah teman-temannya sesama preman.
"Yurisa, ayo kita makan malam bersama" ucap salah satu dari mereka yang langsung merangkulnya dan mengajaknya ke restoran langganan mereka selama ini.
"Oh ada Jenderal Devian dan Athur juga?"
Yurisa dan teman-teman premannya duduk bergabung dengan Devian dan Athur.
"Kenapa berhenti? Lanjutkan saja obrolannya" kata Yurisa kepada Devian dan Athur
"Kami sedang membahas Xander. Aku masih penasaran, bagaimana mungkin orang asing yang belum jelas asal usulnya tiba-tiba di angkat menjadi Jenderal bersama kita. Tapi aku akui bahwa kemampuan bertarungya cukup hebat. Dia juga bisa menggunakan semua jenis senjata" kata Devian
"Devian, yang kamu rasakan itu adalah perasaan cemburu" kata Yurisa
"Aku tidak cemburu, aku hanya khawatir jika dia orang jahat" kata Devian
"Devian, Raja Rafael bukan orang yang suka bertindak gegabah. Aku yakin pasti ada alasan lain mengapa Xander di terima di Shaquille dan di angkat menjadi Jenderal bersama kamu dan Yurisa" ucap Athur
"Ucapan Athur ada benarnya, bisa jadi Raja Rafael menerima Xander karena penglihatan masa kedepannya" sahut teman Yurisa yang lain
"Jadi Jenderal baru itu namanya Xander ya? Apa salahnya menerimanya di Kerjaan Shaquille dan menjadikanya sebagai Jenderal? Menurutku dia baik dan ramah, karena setiap hari aku sering melihatnya membantu masyarakat sekitar" timpal teman Yurisa lainnya
"Devian, kau tidak perlu khawatir. Jika terjadi sesuatu di Shaquille aku yang akan mengurusnya" kata Yurisa kepada Devian
"Bukan kamu saja yang akan mengurusnya Yurisa, tapi kita berdua" kata Devian
Setelah itu datanglah pelayan yang membawakan makan malam untuk Yurisa dan teman-temannya yang lain. Mereka melanjutkan obrolannya sambil menikmati menu makan malam tersebut.
"Yurisa, apa kau sudah bertemu dengan suamimu?" tanya Devian
"Suamiku?" tanya Yurisa
"Iya, Erick Nero" jawab Devian
Yurisa mendadak kehilangan nafsu makannya, dia melepaskan sendok dan garpunya "Aku sudah menikah? Dengan Erick Nero?!" tanya Yurisa lagi tidak percaya
"Tidak-tidak aku tidak percaya, kau pasti bohong kan? Targetku untuk menikah itu berusia 26 sampai 27 tahun. Bukan 18 tahun" jelas Yurisa
"Devian, sebaiknya kau tidak mengatakan apa pun terkait dengan ingatan masa lalunya. Itu sia-sia, karena Yurisa tidak akan percaya dan menerima ucapan orang lain tentang masa lalunya" kata Athur kepada Devian
"Benar juga ya" Devian
Sepulang dari rumah makan Yurisa berjalan menuju ke castle seorang diri. Dia masih mengingat ucapan Devian sebelumnya yang mengatakan bahwa dirinya sudah menikah.
"Aku yakin mereka ingin mengerjaiku. Sungguh, itu tidak bisa ku percaya. Mana mungkin aku memiliki masa lalu seperti itu? Mana mungkin aku buru-buru menikah?" Yurisa bertanya-tanya
Dia terhenti di depan perpustakaan kerajaan, tiba-tiba dia merasakan seuatu seperti sebuah energi yang memanggilnya untuk dagang ke sana. Akhirnya Yurisa pun menginjakkan kakinya ke perpustakaan. Karena dia malas apabila harus berkeliling untuk mencari buku, artikel, atau pun jurnal yang membahas tentang sejarah masa lalu dunia dan berita-berita yang sudah berlalu. Yurisa pun memanfaatkan komputer yang ada di perpustakaan tersebut untuk mencari artikel yang berkaitan dengannya.
"Baiklah mari kita cari tahu mengenai Raja Chains" Yurisa mengetik topik artikel yang ingin di cari setelah itu beberapa artikel pun muncul di layar. Matanya terbelalak kaget melihat artikel popular yang pertama yang berjudul "Taukah Kalian? Kebijakan Raja Iblis Erick Menguntungkan Manusia Loh"
"Erick yang katanya suamiku itu Raja iblis?!" kekesalan Yurisa langsung meningkat, karena dia pemasaran Yurisa langsung membaca artikel tersebut
"Yurisa?"
Yurisa melihat ke arah suara tersebut berasal "Xander?" tanya Yurisa
"Yurisa, tidak bisanya kau datang ke perpustakaan" Xander duduk di sebelahnya Yurisa "Kau sedang mencari tahu informasi untuk mengembalikan ingatanmu ya? Jika kau mau aku bisa saja membantumu mendapatkan ingatanmu kembali Yurisa"
"Bagaimana caranmu membantuku? Bercerita seperti orang-orang yang lain?" tanya Yurisa
"Itu mudah, tidak hanya bercerita saja. Aku bisa melakukan tes DNA terhadapmu, lalu melakukan investigasi dan penyelidikan. Selain itu aku juga bisa mengajarkan meditasi dan relaksasi untuk membantumu mengendalikan perasaan dan memancing ingatan yang terdalam dalam benakmu" kata Xander
Yurisa, diam sejenak memikirkan tawaran Xander.
"Kau tenang saja sebagai bayarannya aku tidak meminta apa pun darimu, tapi jika kau mau aku ingin kau ikut membantuku. Ya, saat ini aku berencana untuk menumpas kejahatan yang belum hilang masih bersembunyi di sekeliling kita... Aku tidak memaksamu kok" kata Xander
"Menumpas kejahatan?" Yurisa berpikir bahwa rencana Xander sangat menarik "Baiklah aku akan ikut, sebagai gantinya tolong bantu aku ya Xander" kata Yurisa
Xander, tersenyum ramah "Baiklah, aku akan berusaha keras untuk membantumu Yurisa"
Dari sisi yang berbeda malam itu Raja Rafael bersantai di ranjang tempat tidurnya bersama Istri tercintanya yang berada di pelukannya.
"Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Hilda melihat wajah Rafael
"Pertama kali aku melihat Xander, dan ketika aku hendak membacanya kekuatan mataku rasanya seperti langsung di block. Dia sungguh sangat menarik karena itulah mengapa aku memperkerjakan dia di sini, dengan alasan kita atau pun prajurit kerajaan mudah dalam mengawasi gerak-geriknya. Selain itu jika misalnya terjadi sesuatu yang buruk terhadap Shaquille, dia bisa lebih mudah untuk di tangkap dengan cepat" jelas Rafael
"Begitu ya, aku harap kedamaian ini tidak berlangsung sementara" Hilda
"Kau tenang saja, selama Erick menjadi Raja iblis maka semua umat manusia akan selalu baik-baik saja" Rafael
"Oh ya, mengapa kau melarang Erick untuk menemui Yurisa?" tanya Hilda
"Karena melalui Yurisa, aku ingin mengungkap fakta tentang Xander yang sebenarnya beserta tujuannya" kata Rafael
...---- BERSAMBUNG ----...