PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 26



Malam itu Yurisa tidak keluar ke tempat nongkrong, sejak sore tadi dia mengurung dirinya sendiri di dalam kamar memikirkan sesuatu.


"Ah gawat, harusnya aku tidak melibatkan Niels dalam masalahku dengan Erick. Erick adalah Raja iblis yang sangat kuat, dia tidak ada tandingannya jadi dia bisa saja membunuh Niels dengan sekejap saja kan? Tapi kenapa Niels tanpa rasa takut menerima tawaranku begitu saja?" Yurisa keheranan


Tiba-tiba Yurisa mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya "Tok-tok-tok". Yurisa bangun dan membuka pintunya sedikit lalu melihat siapa disana. Ternyata itu adalah Cecila, perasaan Yurisa semakin kesal karena seharian orang-orang di Castle Shaquille membicarakan kecantikannya dan kedekatannya dengan Niels. Bahkan ada rumor jika Cecila dan Niels diam-diam ternyata sudah berpacaran.


"Tuan Putri Yurisa, saya membawa makan malam untuk Tuan Putri Yurisa" kata Cecila dengan ramah


Yurisa, membuka pintunya lebar-lebar "Ya silahkan masuk dan letakkan saja di atas meja" ucapnya


"Baik Tuan Putri Yurisa" Cecila masuk ke dalam kamar dan langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Yurisa


"Apa kau dan Niels berpacaran?" tanya Yurisa blak-blakan


"Benar Tuan Putri" jawab Cecila


"Begitu ya, baguslah. Niels akhirnya tidak kesepian lagi" Yurisa


"Iya Tuan Putri. Kalau begitu saya permisi" Cecila membungkukkan tubuhnya lalu berjalan mundur keluar kamar sembari menutup pintu kamar Yurisa.


"Aku berubah pikiran. Aku akan melenyapkan rasa sukaku terhadapmu Niels" Yurisa berjalan dengan cepat keluar kamarnya dan lagi - lagi "Brak" dia bertabrakan dengan Leoninko hingga terjatuh


"Oh ****! Ini mulai menjadi kebiasaan ya? Apa kau melihat Xander?" Yurisa bangun dan kembali berdiri tegak


Leoninko bangun sembari berkata "Begitu kondisinya sudah baikan, dia langsung pergi dan kembali bekerja di rumah sakit. Oh iya Marlina juga ikut bersamanya"


"Begitu ya, terimakasih Leoninko" Yurisa langsung pergi ke rumah sakit tempat Xander  bekerja.


Setelah sampai di rumah sakit, Yurisa menghadiri Marlina yang duduk sendirian di depan ruang pribadi Xander.


"Marlina" panggil Yurisa


"Yurisa, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Marlina keheranan melihat Yurisa


"Yurisa?" Xander, yang baru selesai bekerja menghampiri Yurisa dan Marlina


"Aku butuh bantuan kalian berdua" kata Yurisa


Yurisa, menjelaskan bahwa dia ingin Marlina merubah dirinya menjadi orang lain untuk menyerang Raja Erick besok dan mengubah Xander menjadi Yurisa.


"Aku minta maaf, aku tidak bisa membantumu dalam hal ini Yurisa" Marlina, dia berpikir bahwa itu adalah perbuatan sembrono yang membahayakan.


"Marlina, aku mohon padamu tolong bantu aku kali ini saja" kata Yurisa dengan nada memohon, dia heran mengapa orang-orang ingin dirinya mempertahankan hubungannya dengan Raja Iblis


"Yurisa, kenapa kau tidak bicara baik-baik dengan Erick?" tanya Xander


"Erick sendiri yang menantangku Xander. Dia meminta aku menemuinya besok dengan membawa orang yang aku suka" kata Yurisa


"Jadi siapa orang yang kau suka itu Yurisa?" tanya Marlina


Awalnya Yurisa menyukai Niels, tapi setelah Cecila hadir perasaan sukanya langsung menghilang, "Tidak ada" jawab Yurisa


"Kalau begitu datanglah sendiri dan hadapi juga Suamimu seorang diri" kata Marlina


"Ini adalah masalah kalian berdua. Antara kau dan Erick, melibatkan orang lain dalam permasalahan rumah tangga akan membuatnya menjadi semakin rumit" tambah Xander


"Benar juga ya, kenapa aku tiada memikirkan hal itu? Terimakasih banyak Xander, Marlina" Yurisa


Setelah mendapatkan pencerahan dari Xander dan Marlina, Yurisa langsung mempersiapkan dirinya untuk bertarung melawan Erick di hutan, tempat yang sudah mereka sepakati sebelumnya malam itu juga yang bertepatan dengan bulan purnama. Yurisa beridiri penuh kewaspadaan.


Asap gelap muncul di hadapannya dan memadat menjadi Erick (Alessandra).


Mengapa dia datang malam-malam begini? - batin Alessandra


"Dengar Erick, tidak ada orang yang aku sukai. Aku sendiri yang akan melawanmu" kata Yurisa


"Begitu ya, kau tidak harus datang kesini untuk melawanku di malam hari seperti ini Yurisa" Erick (Alessandra)


"Maaf saja, tapi saat ini aku sungguh tidak sabar untuk segera menghajarmu Erick" Yurisa langsung menyerang Erick (Alessandra) dengan serangan yang efektif.


Keduanya sama-sama hebat, tiba-tiba di tengah pertarungan mereka yang sengit Yurisa mulai mencurigai Erick (Alessandra). Jadi ketika dia melihat teknik atau gaya bertarungnya maupun menggunakan teknik sihir yang tidak biasa. Yurisa merasa tidak asing, dia langsung teringat dengan sosok Alessandra. Yurisa mulai mempertanyakan apakah dia benar-benar bertarung dengan suaminya.


Pada saat yang sama, Erick (Alessandra) juga merasa cemas karena semakin sulit baginya untuk mempertahankan penampilannya sebagai Erick. Namun, dia berhasil menghindari kecurigaan Yurisa dengan menggunakan trik sihir yang lebih cerdik. Mengingat bahwa Yurisa mewarisi kecerdasan Rafael dan kecerdikan Hilda, dia tetap saja tidak bisa di bohongi. Yurisa sadar betul bahwa orang yang saat di hadapi adalah Alessandra.


"Dimana Erick?" tanya Yurisa yang terus memberikan pukulan bertubi-tubi terhadapnya


"Apa maksudmu Yurisa?" Erick (Alessandra) pura-pura tidak tahu


"Yurisa?"


Yurisa, menghentikan serangannya setelah melihat Niels ada di sana.


"Yurisa, mengapa kau datang ke hutan sendirian?  Apa maksudmu? Kamu bilang, pertarungan masih besok pagi dan yang menghadapi Erick adalah aku?" tanya Erick


"Maaf, aku berubah pikiran. Aku baru sadar bahwa kamu tidak ada hubungannya dengan masalahku" Yurisa masih fokus terhadap Erick (Alessandra) yang saat ini ada di hadapannya "Pergilah, disini sangat berbahaya" lanjut Yurisa


"BUGH" Yurisa di tendang oleh Erick (Alessandra) hingga terlempar dan jatuh di tanah "Bruak"


Saat Niels mau berlari mendekatinya


"Tetap disitu!" kata Yurisa


Niels, berhenti dan melihat Yurisa dengan perasaan khawatir "Apa kau baik-baik saja?" tanya Niels


Yurisa, bangun di tempat dia terjatuh dan tiba-tiba dia langsung pingsan mendadak. Alessandra langsung membongkar penyamarannya, dia menjadi sangat panik karena berpikir bahwa itu adalah salahnya "Astaga, saya tidak menyangka tendanganku akan membuat Tuan Purti Yurisa pingsan. Raja Erick tolong maafkan saya" Alessandra langsing bersujud di bawah kakinya Niels


"Tidak apa-apa Alessandra. Itu bukan salahmu, sepertinya Yurisa pingsan karena kelelahan. Kemarin dia bertarung dengan Xander, jadi saat ini mungkin saja tenaganya terkuras" kata Niels yang langsung mengangkat tubuh Yurisa


Niels, membawa Yurisa kembali ke Castle Shaquille tepatnya di kamar Yurisa dengan teknik teleportasi. Setelah sampai di sana Niels meletakkan tubuh Yurisa di ranjang tempat tidurnya. Di dalam mimpinya Yurisa melihat semua masa lalunya. Mimpi itu di barengi oleh Erick dengan wujud aslinya yang melakukan having s-X terhadap Yurisa.


Keesokan harinya, Yurisa terbangun karena suara kicauan burung-burung dan sinar matahari yang menerobos melalui jendela kamarnya sehingga membuatnya silau. Dia tersentak kaget melihat Niels tidur di sampingnya. Bukan hanya itu saja dia juga merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, saat Yurisa mengecek tubuhnya yang di selimuti matanya terbelalak sempurna karena mendapati dirinya yang sudah telanjang.


Tu-tu-tunggu, ini curang! Dia menikmatinya sendirian di saat aku sedang pingsan - batin Yurisa


"Selamat pagi Yurisa" sapa Niels yang masih mengantuk


"Erick" Yurisa keceplosan memanggil namanya. Tampaknya ingatan Yurisa sudah sepenuhnya kembali.


"Eh? Sudah ketahuan ya" tanya Niels. Dia keheranan melihat Yurisa dalam hatinya dia berkata Dia tidak protes dengan apa yang aku lakukan?


Wajah Yurisa langsung penuh flush merah


"Sudah mengingatnya" Niels yang langsung mengubah wujud aslinya sebagai Erick "Istriku?" tanya Erick


Mata mereka berdua saling bertatapan


"Aku masih belum bisa mengingatnya" Yurisa mengambil kain dan menutupi tubuhnya dia menurunkan kedua kakinya di lantai


Erick, tersenyum. Dia berpikir mungkin saja Yurisa malu untuk mengakui atau mengatakan bahwa ingatannya sudah kembali.


"Yurisa" Erick memegang salah satu tangan Yurisa


Yurisa melihat ke arah Erick "Ada apa?" Yurisa bangun dari duduknya, satu tanganya yang lain di gunakan untuk memegangi kain yang menutupi tubuhnya.


"Mau mandi bersama?" tanya Erick


Yurisa langsung melepaskan tangan Erick "Tidak" saat dia mulai melangkahkan kakinya Yurisa langsung terjatuh karena merasa nyeri dan sakit pada aset kewanitaannya. Yurisa membatin Berapa lama dia melakukannya sih?!


"Grap"


Erick langsung mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke dalam kamar mandi


"Lepaskan, aku tidak mau mandi bersamamu!" kata Yurisa kesal dan sangat malu


"Aku tidak peduli kamu mau atau tidak aku hanya ingin mandi bersamamu" Erick tersenyum melihat wajah Yurisa yang tambah imut dan sangat mengemaskan ketika sedang marah atau pun malu.


Dan saat ini mereka berdua berada di satu bak panjang pemandian yang sama. Erick mencium leher lalu tengkuknya Yurisa, namun kemudian ciuman itu berubah menjadi jilatan.


"Erick..." panggil Yurisa


"Kenapa?" Erick


Wajah Yurisa memerah setelah Erick memegang bagian dadanya. Begitulah, banyak hal yang terjadi ketika mereka berdua mandi.


....****----- BERSAMBUNG ----****....