PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 29



Xander mulai merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang ayahnya yang merupakan Raja Iblis bernama Chains. Dia memutuskan untuk bertanya langsung kepada Chains tentang beberapa hal yang selalu mengganggu pikirannya.


"Ayah, aku ingin tahu lebih banyak tentang Ayah. Bagaimana bisa Ayah menjadi Raja Iblis dan mengapa Ayah selalu dianggap sebagai musuh besar manusia dan iblis?" tanya Xander.


Chains pun tersenyum dan menjawab pertanyaan Xander dengan sabar, "Ayahmu ini dulu memang menjadi Raja Iblis karena kekuatan dan kemampuannya yang luar biasa. Namun, kekuasaannya membuatnya merasa superior dan akhirnya menindas manusia dan iblis yang tidak bersalah. Itu sebabnya dia dianggap sebagai musuh besar manusia dan iblis yang ingin hidup dalam kedamaian di tambah lagi Ayah menyimpan dendam leluhur di masa lalu dan ingin menjadi satu-satunya Raja yang ada di dunia ini"


Xander mendengarkan dengan seksama dan bertanya lagi, "Apa yang membuat Ayah akhirnya bisa dihancurkan oleh Yurisa?"


Chains menghela nafas sejenak sebelum menjawab, "Ayah, dihancurkan oleh Yurisa karena kekejaman dan keangkuhannya yang berlebihan. Yurisa, putri Raja Rafael, memutuskan untuk melawan Ayah demi melindungi manusia dan iblis yang tidak bersalah. Akhirnya, Ayah berhasil mengalahkan Ayah dengan kekuatan pedang suci yang dimilikinya di tambah dengan kekuatan dari guardian yang bernama Olivia."


Xander merenung sejenak setelah mendengar cerita Chains, dia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan Ayahnya dan akan menjaga kedamaian antara manusia dan iblis sebaik mungkin.


Setelah berbicara cukup lama, Xander merasa bahwa ia telah mengetahui banyak hal tentang Chains dan kehidupannya selama ini. Namun, ia juga merasa bahwa masih banyak hal yang perlu ia pelajari. Ia pun meminta kepada Chains agar mereka bisa bertemu lagi di waktu yang lain.


Chains pun setuju dan keduanya saling berjabat tangan. Xander kemudian keluar dari tempat pembuatan senjata dan menyusul teman-temannya yang menunggunya di luar.


"Kita pergi ke mana sekarang?" tanya George.


"Kita akan kembali ke kota" jawab Xander sambil menunjukkan senjata yang baru saja ia dapatkan.


Ketika mereka sedang berjalan menuju kota, tiba-tiba sebuah kelompok iblis muncul di depan mereka. Kelompok itu sangat marah karena senjata yang dibuat oleh Chains digunakan untuk membunuh beberapa iblis. Mereka meminta agar Xander dan teman-temannya menyerahkan senjata itu kepada mereka.


Xander merasa terkejut, tetapi ia tidak ingin menyerahkan senjata itu begitu saja. Ia pun berusaha meyakinkan kelompok iblis tersebut bahwa senjata itu dibuat untuk melindungi manusia dan iblis yang tidak berbuat jahat.


"Kalian tidak bisa meminta senjata ini. Ini sudah milik kami." Xander tidak terima senjatanya mau di minta


"Kami dapat mencium baunya. Senjata itu dibuat oleh Chains, Raja Iblis yang membunuh banyak teman-teman kami. Kami tidak bisa membiarkan kalian menggunakan senjata itu untuk membunuh lebih banyak iblis." Iblis 1


"Apa? Chains?!" Jhon


Demi melindungi Ayahnya Xander pun berbohong "Ini senjata perang di zaman dulu, memang benar ini di buat oleh Chains namum ini sudah di modifikasi oleh penempa pedang dengan inovasi terbaru. Selain itu senjata ini dibuat untuk melindungi manusia dan iblis yang tidak berbuat jahat. Kami tidak akan menggunakan senjata ini untuk membunuh orang yang tidak bersalah." jelas Xander


"Kami tidak bisa mempercayai kalian. Apa yang menjamin bahwa kalian tidak akan menggunakan senjata itu untuk membunuh lebih banyak iblis?" Iblis 2


"Kalian harus percaya pada kata-kata kami. Kami bukan musuh kalian. Kami hanya ingin melindungi orang-orang yang tidak berbuat jahat." Xander


"Hei, dia itu Jenderalnya Raja Rafael" kata George sembari menunjuk Xander


Xander menunjukkan kartu identitasnya sebagai Jenderal resmi yang sudah di akui. Dan sekelompok Iblis pun melihat kartu tersebut.


"Baiklah, kami akan mempercayai kalian untuk kali ini. Tapi ingat, jika kalian salah menggunakan senjata itu, kami akan kembali dan mengambilnya dari kalian." Iblis 3


"Kami tidak akan mengecewakan kalian. Terima kasih telah memahami situasi ini." Xander


Setelah beberapa saat berbicara, kelompok iblis tersebut akhirnya membiarkan Xander dan teman-temannya pergi dengan senjata itu. Xander merasa lega dan ia pun bersyukur bahwa ia berhasil mengatasi masalah tersebut.


Kembali kepada Kerajaan Iblis yang tersembunyi pada dimensi yang berbeda. Alessandra terlihat berjalan-jalan santai bersama Malachi sambil membicarakan sesuatu di sebuah Taman Hiburan. Taman yang berisi berbagai wahana dan permainan seperti roller coaster, bioskop 7D, dan permainan menakutkan lainnya.


"Aku merindukan Tuan Xander, aku ingin sekali bertemu dengannya lalu berbicara sepuasnya dengan Tuan Xander" kata Alessandra kepada Malachi


"Kenapa kau tidak meminta izin langsung kepada Raja Erick untuk bertemu Tuan Xander?" tanya Malachi


"Aku takut Malachi, karena sebelumnya Raja Erick sudah membuat peraturan bahwa iblis tidak boleh berbaur dengan manusia" Alessandra


"Tapi kenyataannya tidak seperti itu kan? Masih banyak kok iblis yang berkeliaran di dunia manusia? Mereka bahkan sampai membuat kontrak" jelas Malachi


"Iya kamu benar Malachi" Alessandra


"Di dunia manusia kamu bisa menyamar menjadi seorang manusia untuk menutupi identitas aslimu setelah itu kamu temui Tuan Xander mu" Malachi


Akhirnya Alessandra pun mengakui saran yang di berikan oleh Malachi. Dia pergi ke dunia manusia dan menyamar menjadi gadis cantik yang berasal dari desa terpencil di pegunungan. Rambutnya panjang dan terurai, pakaiannya berasal dari kain tanpa jahitan yang di lilitkan di tubuhnya menutupi dada sampai bawah lututnya, kulitnya putih dan halus, wajahnya cerah dan enak di pandang, senyumanya juga manis.


Alessandra berlari dengan kecepatan penuh mencari keberadaannya. Setelah itu dia berhenti karena energinya dan suara tersebut mendadak hilang.


"Dimana dia? Harusnya dia disini" Alessandra berjalan mondar-mandir di tempat itu tiba-tiba dia di kejutkan serangan dari atas. Mengingat bahwa dirinya sedang menyamar menjadi gadis desa yang lugu. Alessandra tidak menghindari serangan tersebut, dan dia langsung terlempar di tempat yang jauh karena tendangan tersebut. Karena dia seorang iblis Alessandra sama sekali tidak merasa kesakitan akan tetapi dia hanya bersandiwara.


"Aww... Sakit sekali, baru kali ini aku di tendang sekeras itu oleh seorang pria" Alessandra melihat orang yang baru saja menendangnya, orang itu adalah Leoninko.


Leoninko, terkejut melihat gadis desa yang saat ini sedang merasa kesakitan. Dia langsung berlari mendekat kepada gadis desa yang baru saja di tendang dengan kakinya yang kuat "Aku sungguh minta maaf" ucap Leoninko, dia penasaran dengan wajah gadis desa itu karena wajahnya masih tertutupi oleh rambut panjangnya yang terurai


"Iya tidak apa-apa. Sepertinya suasana hatimu sedang tidak bagus hari ini" Alessandra memegangi perutnya


"Untuk seorang gadis sepertimu sepertinya seranganku sangat dalam dan kuat. Ini bisa berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang khusus. Ikutlah denganku, aku akan mengobatinya" kata Leoninko dia menyisir rambut panjang gadis itu dengan jari-jari tangannya ke samping lalu belakang agar bisa melihat wajahnya dengan jelas.


Saat gadis desa (Alessandra) menatapnya, Leoninko sedikit terkejut dan hampir tidak percaya bahwa di tempat seperti ini ada gadis secantik itu. Tanpa berpikir panjang Leoninko langsung mengangkat tubuhnya. Jiwa Alessandra berteriak di dalam hatinya Hwaaaaa! Apa yang dia lakukan?! Kenapa jadi seperti ini sih?!


"Apa yang kau lakukan?" tanya gadis desa itu dengan keheranan


"Kakimu tergores kayu, lukanya cukup dalam. Aku tidak bisa membiarkanmu berjalan, apa lagi kamu tidak memakai alas kaki" Leoninko mendudukan gadis itu di atas kudanya lalu Leoninko duduk di belakangnya. Tangannya meraih tali kemudi kuda dan setelah itu dia mulai memacu kudanya agar berjalan


Aaakh sialan posisi ini membuatku merasa aneh - batin Alessandra


"Kau, di hutan tinggal dengan siapa?" tanya Leoninko


"Dengan tumbuh-tumbuhan dan para binatang" jawab gadis desa


"Maksudku keluargamu" Leoninko


"Iya tumbuhan dan hewan-hewan" jawab gadis desa


"Ayah dan Ibu?" tanya Leoninko lagi


"Aku tidak tahu, aku tidak kenal mereka" jawab gadis desa


"Maaf" jawab Leoninko


"Tidak apa-apa" gadis desa


"Lalu siapa namamu?" Leoninko


"Panggil saja gadis desa" Leoninko


"Kau tidak tahu namamu juga? Kau tidak punya nama?" Leoninko


"Begitulah" gadis desa


"Kalau begitu bolehkah aku memberimu nama?" tanya Leoninko


"Silahkan saja" gadis desa


Sepertinya aku harus mengikuti jalannya permainan ini - batin Alessandra


"Alessa? Bagaimana menurutmu? Apa kau suka?" tanya Leoninko


Hampir sama dengan namaku - batin Alessandra


"Iya itu bagus, aku menyukainya" Alessa


"Baiklah sudah di putuskan namamu adalah Alessa" Leoninko


--------******* BERSAMBUNG *******--------