
Yurisa berangkat ke kampus bersama Erick dengan penyamarannya sebagai cowok culun. Diam-diam Yurisa merasa ada energi asing yang tidak pernah di kenali sebelumnya tengah mengawasi dan mengikuti dirinya semenjak keluar dari area castle.
"Yurisa, ada apa?" tanya Erick
"Tidak apa-apa kok" Yurisa berjalan menuju ke kelasnya
"Hey, bukankah akhir-akhir ini kalian berdua sering bersama?" tanya Kai yang saat itu baru saja berangkat dan sekarang ini ikut berjalan di samping mereka. "Erick, katanya kamu ini punya pacar kan? Memangnya hal ini tidak masalah apa?" tanya Kai lagi
"Sama sekali tidak masalah" jawab Erick
"Pacarmu itu kuliah di sini juga?" tanya Kai
"Sebenarnya pacarnya itu Yurisa" sahut Leoninko
"LEONINKO?!" Yurisa tersentak kaget karena saudaranya membocorkan rahasianya
Leoninko membungkam mulutnya sendiri, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan keceplosan.
"Serius? Kalian berdua memang berpacaran ya?" tanya Kai kepada Yurisa dan Erick
"Apa kau percaya hal itu?" tanya Yurisa balik kepada Kai
"Iya, di awal aku berpikir bahwa kalian tidak cocok tapi seiring berjalannya waktu lama kelamaan entah kenapa aku merasa bahwa kalian berdua terlihat sangat cocok. Selamat ya" kata Kai
"Terimakasih banyak Kai" Erick
"Sama-sama" Kai
"Kamu sendiri kelihatannya juga mesrah banget sama pacarmu Kai" kata Leoninko kepada Kai
"Iya kami sudah bertunangan sih saat masih SMA" kata Kai
"Benarkah?" tanya Yurisa
"Iya, kami akan segera menikah" jawab Kai
"Oh selamat ya Kai" kata Yurisa, Leoninko, dan Erick
"Iya terimakasih banyak loh ya" kata Kai
Mereka pun masuk ke dalam kelas.
Di jam istirahat, teman-teman sekelas Yurisa, bertanya kepada Erick apakah benar bahwa dia berpacaran dengan gadis preman saudaranya Leoninko itu. Karena di sekolah Erick menjadi pribadi yang polos dan lugu, dia pun menjawab jujur. Beberapa teman sekelasnya percaya atas perkataannya tapi sebagian yang lain masih merasa tidak yakin dan tidak menyangka.
"Erick, Yurisa ini kan kelakuannya seperti preman apakah dia pernah melakukan hal yang tidak senonoh terhadapmu?" tanya Alex
"Hey Alex, jaga bicaramu! Senakal-nakalnya aku, aku ini tidak pernah melakukan tindakan yang tidak senonoh kepada laki-laki!" kata Yurisa yang mulai kesal
"Yurisa benar" kata Erick dengan ramah
"Apa kalian pernah berciuman?" tanya Sean
"Teman-teman bisakah kalian berhenti mengintrogasi Erick dan mencari tahu urusan pribadi orang lain?" Yurisa
"Ah baiklah, maafkan kami ya" Raiden
"Ya baiklah kalau begitu" Lagi-lagi Yurisa merasakan jika energi negatif yang sejak tadi mengikuti menjadi semakin kuat. "Aku akan ke toilet" Yurisa pergi meninggalkan kelasnya. Dia berjalan-jalan melihat sekelilingnya mencari orang yang sejak tadi pagi mengawasinya.
Langkahnya terhenti karena melihat gumpalan asap hitam di depannya. Gumpalan itu membentuk sebuah wujud, yang tak lain adalah iblis perempuan.
"Yurisa, bersiaplah! Aku akan membunuhmu" kata gadis iblis yang belum di ketahui namanya.
Dengan kecepatan penuh gadis iblis itu mengarah kepada Yurisa, tapi berhasil di hindari. Yurisa yang berpikir bahwa dia bukan iblis biasa, langsung memutuskan untuk kabur dan berlari sekuat tenaga sambil berkata "Akh, aku lain kali aku harus membawa pedang untuk berjaga-jaga"
Gadis iblis itu mengejarnya dengan kecepatan secepat kilat. Tiba-tiba saja gadis iblis itu berhenti secara mendadak dan hampir saja menabrak Tohru yang muncul secara tiba-tiba di depannya.
"Tohru? Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya" ucap gadis iblis
"Iya Ann" kata Tohru, dia melihat ke arah Yurisa untuk memastikan bahwa tuan putrinya baik-baik saja
"Jangan mengusirku, aku ingin melihat seperti apa pertarungan kalian berdua" Yurisa
"Baiklah" jawab Tohru, dia menoleh ke arah musuh-musuhnya dan langsung mengeluarkan senjatanya berupa tombak.
"Tohru, aku minta pedang. Untuk jaga-jaga, ingat aku pernah mengalahkanmu sebelumnya" ucap Yurisa
Tohru menghela nafas panjang dan mengeluarkan satu pedang di tangan kirinya lalu memberikannya kepada Yurisa "Ini, pedang yang anda minta Tuan putri Yurisa." Tohru kembali menatap musuhnya
"Tohru, aku akan membunuhmu dalam sekali serangan" kata iblis yang di panggil dengan nama Ann "Sebenarnya aku tidak mau melawanmu tapi karena sejak awal kamu selalu memihak para manusia, mau bagaimana lagi coba?" Ann mengeluarkan senjata yang jenisnya tombak tapi desainnya berbeda dengan milik Tohru, setelah itu dia maju menyerang Tohru dengan kecepatan penuh.
Serangan itu berhasil di hindari oleh Tohru "Sayang sekali Ann, kamu tidak bisa membunuhku dalam sekali serangan" dia di kejutkan bahwa Ann yang ada di hadapannya ternyata palsu dan hanya sebuah bayangan untuk menjebaknya.
Ann yang asli muncul dari belakangnya dengan senyum smirk dia hendak menusuk Tohru dengan tombaknya.
"Ting" Yurisa berhasil menangkis tombak tersebut. Tohru langsung membalikan tubuhnya ke belakang dan menatap Ann.
"Tuan putri Yurisa terimakasih sudah menyelamatkan saya" ucapnya Tohru yang langsung menyerang balik Ann dengan lebih serius.
Tohru dan Ann saling beradu tombak. Ann, berkali-kali menghindari serangan Tohru, begitu juga dengan Tohru, dia menghindari serangan Ann sambil melancarkan serangan balasan terhadapnya. Pertarungan saat itu bukanlah soal senjata saja tapi mereka berdua juga menggunakan sihir mereka masing-masing.
"Eh?" Athur yang saat itu baru berangkat terbelalak melihat pertarungan sengit antara Tohru dan Ann.
30 menit kemudian
"Yaampun ini benar-benar sangat seru" kata Athur dia melihat Yurisa. Setelah itu Arthur berlari ke arah Yurisa.
Tetapi langkahnya terhenti karena Yurisa berlari ke pertarungan dua iblis tersebut.
"Yurisa?! Kau mau ikut bertarung ya?!"
Benar, Yurisa tidak bisa jika di suruh diam dan menunggu. Yurisa, membantu Tohru yang kewalahan dan hampir mencapai batasnya. Kecepatan Yurisa dalam menyerang Ann tidak perlu di ragukan lagi, namum sayangnya dia tidak bisa menggunakan sihir. Saat Ann menyerang dengan ilmu sihir Yurisa hanya bisa menghindari dan tidak membalasnya. Ann, menggunakan tombak. Sedangkan Yurisa menggunakan pedang, karena itulah Yurisa merasa bahwa dia sudah menjangkau Ann.
"Tuan putri Yurisa?!" Tohru
"Jangan berhenti! Tetap fokus! Aku tidak apa-apa" Yurisa langsung berlari dengan cepat. Dia terbang ke atas Tohru dan Ann lalu melompat ke bawah dan langsung menancapkan pedangnya ke kepalanya Ann.
Atas kerjasamanya dengan Tohru kali ini Yurisa berhasil membunuh Iblis yang bernama Ann. Tohru langsung membakar tubuhnya Ann hingga habis menjadi abu dan berterbangan di hembus angin.
"Yurisa!" panggil Athur
"Athur" Yurisa
"Yurisa, kau sangat hebat" Athur
"Ah tidak, itu hanya keberuntunganku saja" kata Yurisa
"Tuan putri Yurisa, ayo kita ke tempat pengobatan" kata Tohru
"Tidak Tohru, luka ini tidak seberapa. Aku mau ke kelas. Pergilah dan obati lukamu" Yurisa pergi bersama Athur meninggalkan Tohru.
"Yurisa, lukamu itu harus segera di obati" kata Athur yang merasa khawatir dengan Yurisa
"Kau pikir aku akan membiarkan luka ku begitu saja? Kau pikir aku tidak merasa kesakitan apa? Athur aku bukan orang yang tahan dengan rasa sakit. Aku akan pergi ke UKS sendirian, aku tidak mau merepotkan Tohru" Yurisa menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah Athur "Pergilah ke kelasmu Athur" kata Yurisa
"Aku mau mengantarmu Yurisa" Athur
"UKS sudah dekat. Pergilah ke kelasmu, kamu bisa telat" kata Yurisa
"Baiklah" Athur
Yurisa langsung berjalan ke UKS. Sesampainya dia di sana, Yurisa terkejut melihat doktor yang sudah siaga untuk mengobatinya
"Erick?" Yurisa
Kali ini Erick berada dalam mode iblis yang sangat keren. Tapi dengan wajahnya yang masih terlihat tenang "Sayang, mengapa kamu tidak memberitahu aku jika dirimu di awasi?! Aku yang mendengar suara keributan langsung keluar dan mendapati bahwa kamu dan Tohru sudah mengalahkannya"
"Aku pikir itu cuma perasaanku saja. Aku tidak tahu jika ada iblis lain yang mau membunuhku" kata Yurisa
Erick memegang lengan Yurisa yang terluka, Erick masih ingat wajah gadis iblis yang melukai Yurisa, Ya dia melihat Ann pada detik-detik kematian. Dalam hatinya Erick berkata Iblis itu, suruhan Chains. Sepertinya dia sudah tahu guardian yang ada di dalam tubuhnya Yurisa. Perang akan segera di mulai.
Luka yang ada di tangan Yurisa langsung menghilang, dan sekarang Yurisa tidak merasakan rasa sakit lagi.
"Terimaksih banyak Erick" kata Yurisa
"Sama-sama, sayangku" Erick menarik Yurisa agar jaraknya lebih dekat lagi dengannya. Dia menatap Yurisa dengan pandangannya yang begitu dalam "Lain kali kalau ada apa-apa, jangan di pendam sendiri ya. Katakan saja padaku"
Wajah Yurisa langsung nge blush menjadi warna merah "I-iya baiklah" Yurisa
"Ayo kita pergi" Erick mengangkat tubuh Yurisa dan mengepakkan sayapnya
"Kemana kita akan pergi?" tanya Yurisa
"Jalan-jalan sebentar sayang" Erick langsung transformasi ke atap gedung Universitasnya lalu mengajak Yurisa terbang.
Yurisa yang takut jika akan jatuh berpegang kepada Erick, sesekali dia melihat ke bawah yang pemandangannya sangat indah.
"Erick" panggil Yurisa
"Iya?" Erick melihat Yurisa
"Apa aku berat?" tanya Yurisa
"Aku tidak merasa jika kamu berat. Aku ini Iblis jadi aku sangat kuat" jawab Erick "Yurisa sayang, terkadang aku masih tidak menyangka bahwa Yurisa ini bisa jatuh cinta kepada iblis sepertiku" kata Erick
"Iya... Sejak pertama kali kita bertemu, aku langsung tertarik kepadamu karena sikapmu yang polos" kata Yurisa
"Tapi kenyataannya itu bukan diriku yang sebenarnya kan? Mengapa Yurisa masih mencintaiku? Mengapa Yurisa tidak takut kepadaku?" tanya Erick
"Mengapa aku masih mencintaimu? Karena aku merasa bahwa kamu sangat baik kepadaku dan tidak pernah berbicara kasar seperti laki-laki yang aku jumpai selama ini. Kamu juga menerimaku dengan apa adanya dan tidak pernah menuntutku untuk begini dan begitu. Dan pertanyaanmu mengapa aku tidak takut padamu? Karena kamu itu..." Yurisa berhenti berbicara dan memalingkan pandangan matanya ke arah lain.
"Aku kenapa?" tanya Erick
Kali ini mereka mendarat di sebuah bukit yang di penuhi dengan bunga-bunga indah dan kupu-kupu. Angin yang menerpa mereka berdua sangat lembut, tidak seperti biasanya.
"Yurisa, kamu belum menjawab pertanyaanku" kata Erick
Yurisa membelakangi Erick lalu berkata "Bagaimana aku bisa takut kepadamu? Dalam mode iblis kamu sangat tampan dan keren. Ya, banyak sih pria yang tampan dan keren tapi selera atau tipe gadis yang mereka sukai itu sangat tinggi"
Erick melingkari perut Yurisa dari belakang.
"Lalu, mengapa kamu jatuh cinta pada manusia lemah dan merepotkan sepertiku? Bukankah di duniamu sana, banyak Iblis yang cantik dan kuat?" tanya Yurisa
"Entahlah, aku sendiri juga tidak tahu. Susah sekali di jelaskan. Perasaan cinta itu muncul secara tiba-tiba dan semakin lama semakin kuat" kata Erick mengigit telinga Yurisa.
Karena Yurisa sangat sensitif terhadap hal begituan, dia langsung menjauh dari Erick "Erick, apa yang kau lakukan?" ucapnya dengan sedikit kesal menutupi telinganya
"Tidak apa-apa, kamu gerogi ya?" tanya Erick
"Terserah kau saja lah" Yurisa, melangkah mundur
"Yurisa, kemarilah" kata Erick mengulurkan tangan kepadanya. "Yurisa, hati-hati kau bisa jatuh"
Benar yang di katakan Erick, Yurisa terpeleset ke lereng bukit tapi sebelum dia jatuh ke bawah Erick berhasil meraih tangannya dan menarik Yurisa ke pelukannya. Kini merasa saling bertatapan, jarak kedua wajah mereka sangat dekat sehingga mereka bisa merasakan hembusan nafas yang sangat halus satu sama lain.
"Itu tadi hampir saja" Erick bernafas lega "Kau tahu aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi seuatu yang buruk sayang" ucapnya Erick dengan lemah lembut, suaranya yang berat yang terdengar di telinga Yurisa membuat Erick terlihat begitu seksi.
"Erick, aku mau kita kembali" kata Yurisa
"Jika itu keinginan Yurisa, maka ayo kita kembali" Erick
...------------------ BERSAMBUNG ----------------------...