PATCH WITH THE DEVIL

PATCH WITH THE DEVIL
PATCH WITH THE DEVIL 05



"Tuan putri Yurisa, Raja Rafael memanggil Tuan putri" kata Ren


Yurisa menghentikan makan siangnya dan langsung pergi menemui Ayahnya, Leoninko juga mengikutinya "Yurisa... mungkin Ayah tahu bahwa kau sudah menghajar Pangeran Athur" kata Leoninko


"Aku juga berpikir begitu Leoninko" kata Yurisa


"Kau benar-benar bodoh! seharusnya waktu itu kau tidak menyerangnya secara tiba-tiba, kau  harusnya berbicara terlebih dahulu dan menantangnya... Caramu menantang Pangaran Athur itu salah" Leoninko


Yurisa hanya diam menuju ruangan Ayahnya "Ayah pasti marah besar" kata Leoninko panik


"Kalau begitu kau tunggu di sini saja" kata Yurisa pada Leoninko


Leoninko menghentikan langkahnya dan Yurisa masuk ke dalam ruang tamu, di sana ada beberapa bangsawan Yurisa berpikir bahwa mereka pasti adalah keluarga Athur.


Yurisa diam membungkukkan badannya sejenak lalu kembali berdiri tegak "Ada apa Ayah?" tanya Yurisa pelan dan pura-pura tidak tahu


"Apa yang sudah kau lakukan pada Pangeran Athur?" tanya Rafael bangun dari tempat duduknya


"Ayah aku tidak melakukan apapun kok" Yurisa menjawab dengan santai


"Jangan berbohong!" ucap Rafael lebih tegas


"Aku dan Pangeran Athur hanya latihan biasa tadi" kata Yurisa meyakinkan


"Apanya yang latihan! Adikku mengalami beberapa patah tulang di tubuhnya, latihan bukan seperti seperti itu! Kau sudah menghajarnya!" kata Pangeran Clay kakak dari Pangeran Athur


Yurisa kembali membungkuk untuk minta maaf "Saya minta maaf Pangeran Clay, saya juga mengalami berberapa patah tulang dan luka-luka" kata Yurisa dengan suara yang pelan


Pangeran Clay terkejut mendengarnya, tapi mengingat adiknya yang saat ini babak belur akhirnya Clay kembali memarahi Yurisa


"Itu karena kau yang memulai duluan!"


Rafael juga kaget mendengarnya "Yurisa patah tulang? Luka-luka? Yaampun Yurisa, tak ku sangka kau berani berbohong di depan Ayahmu" batin Rafael tegang


"Apa benar begitu?" tanya Pangeran Clay penasaran


"Benar Pangeran"


Pangeran Devian datang


"Saya adalah saksi atas latihan itu. Nona Yurisa juga sama-sama terluka, saya tidak menyangka bahwa Pangeran Athur langsung menerima ajakan seorang perempuan untuk latihan dengan serius. Pangeran Athur sangatlah hebat dia mengeluarkan semua kekuatannya" kata Pangeran Devian


Clay, terdiam dia tersentak kaget mendengarnya


"Bukankah melawan seorang perempuan dengan kekuatan penuh tidak di perbolehkan? Nona Yurisa lah yang paling terluka. Mungkin saat ini Pangeran Clay melihat bahwa Nona Yurisa baik - baik saja dan terlihat sangat bar - bar tapi sebenarnya Nona Yurisa juga merasakan rasa sakit atas luka yang di berikan Pangeran Athur, itu semua Nona Yurisa lakukan karena Nona Yurisa adalah putri dari Raja Rafael. Nona Yurisa tidak ingin membuat semuanya khawatir. Dia harus tetap kuat dan bisa di andalkan oleh orang banyak apa pun yang terjadi" kata Devian


"Tidak, bagaimanapun aku tetap salah, karena aku lah yang meminta dan memaksa Pangeran Athur latihan dengan serius" kata Yurisa pura-pura merasa bersalah dan pura-pura bersedih


"Pangeran Clay sebagai seorang Ayah aku sungguh minta maaf atas apa yang di lakukan oleh puteriku" kata Rafael membungkukkan badannya di hadapan Clay


Clay yang melihatnya pun langsung luluh


"Aku juga minta maaf Raja Rafael. Aku tidak tahu kalau kejadianya seperti itu, aku hanya memikirkan adikku sendiri" Clay


"Jangan di pikirkan Pangeran Clay, sekali lagi saya minta maaf" kata Yurisa


"Saya juga" Clay


Setelah itu Pangeran Clay dan beberapa pegawai lainnya pamit untuk pulang, mereka juga di beri beberapa hadiah oleh Raja Rafael.


"Devian kenapa kamu bisa datang ke sini?" tanya Yurisa


"Begitu aku melihat mobil dari Kakaknya Athur lewat saat aku makan siang di cafe aku langsung datang ke sini" kata Devian


"Terimakasih banyak kau memang temanku yang sangat baik" kata Yurisa


"Ayahmu tahu kau berbohong tapi dia tidak marah padamu, dia hanya pura-pura tidak tahu, enak banget ya" kata Devian


Yurisa tersenyum dengan penuh kepuasan "Begitulah" ucapnya


"Pangeran Devian" panggil Kevin pelayan pribadinya


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya, aku ada urusan lain soalnya" kata Devian


"Iya... Sekali lagi terimakasih" kata Yurisa


"Sama-sama" ucap Devian yang melambaikan tangannya kepada Leoninko


Leoninko membalas lambaian tangan itu, kemudian Devian pergi bersama pelayan pribadinya. Leoninko mendekati Yurisa "Parah banget aku pikir kau bakal di habisi sama Ayah tadi" ucapnya


"Ayah sangat baik, dia tidak akan melakukan hal seperti itu" Yurisa. Dia melihat kesana kemari, seperti dia sedang memperhatikan apakah ada Tohru atau tidak "Aku ingin bicara sesuatu. Ini soal Tohru" kata Yurisa dengan suara samar-samar.


"Benar, aku juga ada yang ingin aku bicarakan denganmu tentangnya" kata Leoninko


Lalu Leoninko dan Yurisa berpikir tempat yang paling aman untuk membicarakan Tohru. Leoninko dan Yurisa langsung berlari ke luar istana dengan langkah yang sangat cepat "Belok kanan" ucap Leoninko


"Baiklah aku tahu kok" kata Yurisa yang terus berlari dengan penuh semangat


###


Di rumah Erick


Pukul 5 P.M


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Erick datang yang dari kamarnya langsung terkejut melihat ada Yurisa dan Leoninko yang sudah duduk di sana.


"Maaf karena masuk tiba-tiba, aku numpang tempat untuk diskusi sebentar" kata Yurisa


"Oh begitu ya, silahkan di lanjut" kata Erick yang melepaskan jas nya. Diam-diam dengan sorot matanya yang dalam dia memperhatikan Yurisa. "Kalian di sini sejak kapan?" tanya Erick lagi yang masih penasaran kepada mereka berdua


"Sudah 2 jam" jawab Yurisa


"Baiklah kita sudah selesai" tambah Leoninko


"Tunggu Leoninko, tapi sepertinya kita akan mengalami kesulitan untuk mencari kelemahan Iblis itu" kata Yurisa kepada saudara kembarnya.


Mendengar kata Iblis Erick langsung menghentikan aktifitasnya diam-diam dia mendengarkan apa yang di rencanakan oleh Yurisa dan Leoninko.


"Kau benar sepertinya Tohru juga sudah kompromi dengan ayah" kata Leoninko


"Tohru? Apa dia seorang pelayan?" tanya Erick


Yurisa dan Leoninko melihat ke arah Erick "Benar dia pelayan baruku, bukan pelayan sih lebih seperti seorang pengawas" ucap Yurisa


"Kau mengenalnya Erick?" Leoninko melihat ke arah Erick dengan penasaran.


"Tidak, dia adalah pelayan Raja Rafael saat usianya masih seperti kalian. Lalu dia kembali melayani Tuan Miko, sebagai gantinya Ren lah yang saat ini melayani Ayah kalian" kata Erick


"Benarkah? Aku tidak tahu soal itu. Kenapa kau bisa tahu?" tanya Yurisa penasaran


"Aku pernah dengar cerita dari beberapa warga dari kalangan bangsa iblis di tempatku" Erick


"Begitu ya" Yurisa


"Kau tadi bertanya apa kelemahannya kan?" tanya Erick


Yurisa dan Leoninko menganggukkan kepalanya


"Kalahkan dia. Setelah itu dia akan tunduk padamu" kata Erick


"Itu tidak mungkin dia sangat kuat" Leoninko


"Apa kau tahu cara mengalahkannya atau titik kelemahan pada tubuhnya Erick?" tanya Yurisa


"Aku tidak tahu" Erick


"Baiklah tidak apa-apa kok, kalau begitu terimakasih banyak ya" kata Yurisa


"Sama-sama" Erick


Mereka pun keluar dan langsung bertemu dengan Tohru "Aku tidak kemana-mana aku cuma main ke rumah temanku" ucap Yurisa yang langsung pergi


Tohru melihat rumah Erick dia merasakan energi yang sangat kuat dari sana, kemudian Tohru mengikuti Yurisa dan Leoninko "Tuan putri Yurisa, Tuan Leoninko setidaknya kalian bilang padaku jika ingin pergi ke suatu tempat"


"Bilang padamu?" Yurisa


"Sebagai seorang pelayan saya selalu siap menemani dan melayani Tuan putri Yurisa dan Tuan Leoninko kapan pun dan di mana pun itu" Tohru


"Tohru kau terlalu berlebihan, jangan cemaskan kami, kami bisa jaga diri kok" Leoninko


"Tidak Tuan Leoninko" Tohru


"Tohru, kau bilang mau menemaniku serta melayaniku dan Leoninko kemanapun dan dimana pun itu kan?" Yurisa


"Benar" Tohru


"Kalau begitu aku ingin pergi ke hutan dan bertemu dengan teman-temanku" Yurisa


"Kalau itu tidak bisa Tuan putri Yurisa, ini sudah terlalu sore jadi Tuan putri dan Tuan Leoninko senagaiknya pulang dulu... " Tohru


"Bagaimana jika aku tidak mau?" Yurisa


"Maaafkan saya, sepertinya saya akan memaksa kalian berdua" ucap Tohru dengan nada bicara yang cukup mengerikan


"Kau memaksa kami?" Leoninko


"Saya sudah dapat ijin langsung dari Raja soal ini" kata Tohru tersenyum


Leoninko dan Yurisa kaget melihat senyumanya, senyuman itu mengatakan bahwa kalian akan tunduk padaku


......***--- BERSAMBUNG ---***......