Not My Baby

Not My Baby
43. Pesta yang tidak diinginkan



Bianca berjalan anggun naik ke atas podium, wajahnya sangat berseri-seri karena bisa berdiri sejajar dengan pria yang ia kagumi.


Dave menyerahkan Microphone nya pada Bianca.


"Terimakasih banyak karena sudah menyiapkan acara sebesar ini tuan Davendra, saya hanya membantu perusahaan untuk mendapatkan proyek tersebut tapi semua ini berkat kerja keras kita semua, proyek itu bisa berhasil kita dapatkan!"


Viona masih fokus melihat ke depan sana, Bianca dan suaminya berdiri berdekatan. Ada rasa panas yang timbul di hatinya saat melihat pandangan itu.


Mata Viona tidak sengaja bertabrakan dengan tatapan tajam dari Davendra, mereka sempat saling menatap beberapa detik sebelum akhirnya Viona memutuskan tatapan mereka.


"Ayah! Aku berhasil kan?" Bianca terlihat melambaikan tangannya ke kerumunan orang-orang, ternyata Adam dan Lalita berdiri di antara mereka.


"Tujuan ku masuk perusahaan ini adalah untuk membanggakan ayah dan ibuku, pengalaman yang aku dapat dari perusahaan ini akan aku gunakan untuk membantu ayah mengelola perusahaan kami."


Bianca merubah arah pandangnya ke tempat Viona berdiri.


"Kakak!"


Sial!


Viona menyembunyikan tubuhnya di belakang James saat semua arah mata tertuju padanya, kenapa juga Bianca memanggilnya seperti itu? Gadis itu bersikap seolah mereka dekat selama ini.


"Kakak ayo kemari!"


James mendapat kode dari Davendra untuk membawa Viona keatas panggung. Tapi melihat Viona yang bersembunyi seperti ini membuatnya tidak tega.


"Tuan menyuruh anda naik Nyonya," ujar James pada wanita itu.


Pria itu meringis saat Viona mendaratkan pukulan cukup kencang di belakang punggungnya, "jika terjadi sesuatu dengan ku, aku akan memecat mu Jim!"


Viona mendengus kesal, dengan perasaan jengkel dia meninggalkan James yang masih merasakan panas di punggungnya.


Bagiamana lagi? Jika Davendra sudah memberi perintah apa dia bisa menolak? Apalagi saat dari atas podium sana Davendra terus memberikan dirinya tatapan tajam yang sangat menakutkan.


Setiap langkah yang Viona ambil semua orang tidak mengalihkan pandangannya dari wanita cantik itu, sebagian orang mengenali siapa wanita yang Bianca panggil Kakak tersebut. Tapi sebagian orang lagi merasa asing dengan wajah itu.


Bianca langsung menghampiri Viona saat wanita itu sudah berdiri di atas sana bersamanya.


"Pasti kalian tidak asing dengan dia bukan? Dia adalah kakak ku, istri dari tuan Davendra."


"Alasan ku bekerja di sini juga karena ini adalah perusahaan dari suami kak Viona, saat kecil kami cukup akrab. Dan ketika kak Viona pindah ke rumah suaminya aku jadi kesepian." Wajah Bianca terlihat murung saat menyelesaikan ucapannya, sebagian orang merasa hubungan Viona dan Bianca sangatlah dekat sampai-sampai gadis itu merasa bangga mengenalkan hubungannya dengan sang kakak.


Davendra sendiri merasa kecolongan begitu Bianca mengenalkan Viona pada semua orang sebagai istrinya, seharusnya bukan gadis itu yang memperkenalkan Viona melainkan dirinya.


"Kakak sangat baik dengan ku, karena itu aku tumbuh menjadi lebih baik darinya. Dia juga selalu memberikan apa yang dia punya untuk ku. Benar kan kak?"


Viona tidak bereaksi apapun, sejak kecil adik bungsunya ini memang pandai berbicara dia juga pandai bersandiwara saat di depan umum seperti ini.


Apa katanya tadi? Tumbuh lebih baik daripada dirinya? Tentu saja! Bianca tumbuh dengan sangat baik karena dukungan penuh dari kedua orangtuanya, sedangkan dirinya? Tidak.


Bukan memberikan apapun yang Bianca inginkan, tapi gadis itulah yang selalu merebut apa yang menjadi miliknya.


Ayahnya ...


Rumahnya ...


Dan sekarang gadis itu ingin mengambil apa dari dirinya?


Tiba-tiba saja Viona tersadar, dia tau apa yang Bianca inginkan darinya.


Davendra ...


Gadis itu ingin merebut kembali miliknya.


"Kakak katakan sesuatu."


Viona tidak akan membiarkan Bianca mengambil kembali hidupnya.


"Maaf, karena terlalu malu aku sampai tidak bisa berkata-kata." Viona terkekeh geli sambil menutupi mulutnya.


"Tidak apa-apa, kakak kan terbiasa melayani pelanggan dari pada berdiri di depan umum seperti ini." Perkataan yang terkesan bercanda namun mengandung ejekan.


Gadis itu benar-benar berniat mempermalukan kakaknya sendiri.


"Yah memang benar, aku juga terkejut kau memanggil ku kemari. Karena sebelumnya kita tidak pernah dekat seperti yang kau katakan tadi," Viona menampilkan wajah bingung semakin memperjelas jika memang hubungan mereka tidak sedekat itu.


Bianca mengeraskan rahangnya, apa yang terjadi pada Viona? Kenapa kakak tirinya berani menjawab ucapan?


"Aku terkejut kau memilih bergabung di perusahaan milik suami kakak tiri mu, seharusnya kau bergabung dengan perusahaan milik suami Naura kan? Dia kakak kandung mu." Viona kembali berucap tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihat mereka di sana.


Tidak akan dia biarkan Bianca mempermalukan dirinya di hadapan karyawan suaminya.


"Honey!"


Davendra yang sejak tadi menikmati pembicaraan kakak-adik yang menegangkan tersentak karena istrinya memanggil dirinya.


"Ya sayang?" Dave melingkarkan tangannya ke pinggang sang istri.


"Aku terkejut adik tiriku bekerja di perusahaan mu, kau tidak mengatakan apa-apa pada ku?"


Ketegangan di atas panggung di rasakan oleh semua orang yang menyaksikan perdebatan di atas sana, terutama saat Viona menanyakan tentang adiknya pada Davendra.


"Kakak, urusan pribadi tidak ada kaitannya dengan urusan pekerjaan." Bianca terlihat tidak suka pada Viona yang bermesraan dengan Davendra di hadapannya.


"Kau mengatakan hal yang sama dengan pria di sana," Viona menunjuk James dengan dagunya.


"Oiya, tadi kau mengatakan jika aku selalu memberikan apa yang kau mau kan?"


Bianca menipiskan bibirnya, apalagi yang Viona rencanakan sebenarnya!


"Kau ingat gantungan kunci milik ku? Tujuh tahun yang lalu kau merebut paksa dariku, apa gantungan milik almarhum ibu ku masih ada?"


Kenang-kenangan satu-satunya dari sang ibu di rebut oleh Bianca begitu saja saat gadis itu menginginkan mainan miliknya, dia yang saat itu masih terlalu kecil tidak bisa mempertahankan miliknya saat semua orang dewasa membantu Bianca mengambil mainannya.


Sekarang adalah kesempatannya untuk mengambil kembali barang berharga itu.


TBC...