Not My Baby

Not My Baby
42. Pesta



Viona memperhatikan penampilannya di depan cermin full body yang ada di ruang ganti, gaun berwarna mocca model sabrina yang menampilkan bahu jenjang Viona melekat begitu pas di tubuhnya. Dave mengirimkan gaun ini sekitar dua jam lalu sebelum acara di mulai, suami Viona itu meminta istrinya untuk bersiap se-perfect mungkin untuk acara malam ini.


Ketukan pintu terdengar, saat melihat jam tangan mungil di tangannya ternyata sudah pukul 8 malam itu berarti sudah waktunya mereka berangkat.


"Nyonya anda sudah siap?" Tanya James saat istri boss nya itu keluar dari dalam kamar.


"Jangan memanggilku seperti itu Jim," tegur Viona. Sudah beberapa kali Viona mengatakan untuk tidak memanggil dirinya seperti itu saat berdua saja.


James tertawa kecil kemudian memberi lengannya sebagai pegangan untuk Viona.


"Jika tuan mendengar aku memanggil mu tanpa embel-embel nyonya, sudah di pastikan aku akan jadi pengangguran," ucap pria itu bercanda. Viona juga setuju dengan ucapan James, karena pikiran Davendra itu susah di tebak.


keduanya turun dari lantai dua, di bawah sudah ada Winata ibu mertua Viona dan juga Nyonya Gee yang menunggu kedatangan mereka.


"Lihat siapa wanita cantik ini?" Winata memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki menantunya, penampilan Viona sangat berbeda dari biasanya. Menantunya itu terlihat lebih anggun malam ini.


"Terimakasih ibu, dimana Arka?" kepalanya menengok ke segala arah tapi tidak juga menemukan keberadaan putranya itu.


"Tidur nak, jika bocah itu bangun kau tidak akan pernah bisa keluar dari rumah ini," ujar Winata terkekeh geli.


Viona mengangguk mengerti, Arka dan Davendra memiliki pemikiran yang serupa namun tidak sama.


"Sudah waktunya, sebaiknya kita berangkat nyonya." Perkataan James menghentikan pembicaraan antara Viona dan ibu mertuanya.


"Benar! Jangan biarkan suami mu menunggu lebih lama," Winata mempersilahkan James dan Viona untuk berangkat.


"Kalau begitu kami pergi dulu Bu," pamit Viona di susul James yang juga mengikuti istri dari tuannya keluar dari rumah.


......................


Perjalan dari rumah menuju kantor Davendra membutuhkan waktu kurang lebih lima belas menit lamanya, kondisi jalan yang mulai sepi membuat kendaraan roda empat yang mereka tumpangi berjalan laju tanpa hambatan.


"Sebenarnya acara apa yang suami ku buat Jim?" Sebelum Dave pergi tadi pria itu hanya menyuruhnya bersiap tapi tidak memberitahu untuk apa persiapan itu.


Pria yang tengah menyetir itu nampak sedikit tegang, dia bingung bagaimana menjelaskan semua ini pada Viona.


"Saat tiba kau akan tau," ujarnya tidak menjelaskan. "Tapi satu hal yang harus kau ingat Viona," lanjutnya.


James berhenti berucap pria itu lebih dulu memarkirkan mobilnya di tempat parkiran yang sudah tersedia. Karena menunggu perkataan James selanjutnya Viona sampai tidak sadar jika mereka sudah sampai di kantor Davendra.


Pria itu memalingkan wajahnya menatap Viona yang duduk di sampingnya.


"Urusan pribadi tidak ada hubungannya dengan pekerjaan." Setelah mengucapkan perkataan yang ambigu, James turun terlebih dahulu dari mobil.


"Jangan dipikirkan, cukup percaya saja dengan suami mu."


Viona menatap James penuh tanda tanya, pria ini dirinya hanya bertanya tentang acara malam ini tapi kenapa James menjawabnya dengan perkataan ambigu seperti ini?


Tamu undangan yang datang tidak terlalu banyak, sepertinya yang di undang hanya dari lingkungan kantor saja. Viona merasa pakaian yang dia gunakan terlalu mewah di bandingkan dengan yang lain.


"James, aku merasa tidak nyaman." Viona mengeratkan pegangannya pada lengan James.


Pria itu menepuk pelan punggung tangan Viona dengan tangannya, "santai saja." Bisik pria itu di samping telinga Viona.


Langkah James terhenti saat Viona tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, wanita itu terdiam membisu tapi sorot matanya tertuju pada Banner yang di letakkan di atas podium.


Awalnya Viona bertanya-tanya acara apa yang di buat oleh perusahaan? Sebelumnya Davendra tidak menjelaskan apa-apa tentang acara di kantornya. James datang seperti yang di jadwalkan Dave untuk menjemputnya, di perjalanan pria berkacamata itu mengatakan sesuatu tentang pekerjaan dan urusan pribadi yang tidak boleh di campur aduk.


Viona tidak mengerti kenapa James mengatakan hal itu, tapi setibanya mereka di lokasi tujuan Viona akhirnya mengerti kenapa James mengatakan hal itu.


Di depan sana Banner berukuran besar bertuliskan ucapan selamat untuk Orang yang sangat Viona kenal.


Viona mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan sana.


"Bianca?" Viona menoleh ke arah James, pria itu menunduk membuang wajahnya ke samping karena tidak ingin bertatapan dengan Viona.


"Tes, tes! Selamat malam semuanya!"


Semua perhatian teralihkan pada seorang wanita berpakaian modis di atas podium sana. Viona juga sama tapi yang menjadi perhatiannya adalah keberadaan Dave yang juga ada di atas podium itu.


Wanita itu kemudian memberikan microphone pada Davendra agar pria itu bisa membuka acara pada malam hari ini.


"Selamat malam! Terimakasih sudah datang untuk perayaan malam ini, kalian semua pasti sudah tau kan untuk apa acara ini di buat?"


Jika yang lain menanggapi pertanyaan Dave dengan anggukan jika mereka tau, maka berbanding terbalik dengan Viona yang tidak tau apapun.


"Acara ini di buat untuk karyawan magang kita yang sudah berhasil memenangkan proyek pembangunan pertokoan yang beberapa hari ini membuat kita semua terpaksa lembur selama beberapa Minggu!" Suara tepuk tangan memenuhi ruangan.


Semua orang sangat senang karena tidak lagi mengalami lembur dan mendapatkan Omelan dari atasan mereka.


"Karena itu, Nona Bianca! Silahkan naik ke atas panggung!"


Continue ....