Not My Baby

Not My Baby
17. Anda bisa Menikahinya



Bukan hal yang mudah bagi Viona untuk beradaptasi di lingkungan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan, walaupun berasal dari keluarga berada dirinya belum pernah sama sekali merasakan yang namanya hidup menjadi 'orang kaya' karena itulah tinggal di kediaman milik Davendra terasa begitu berat untuknya.


Untung saja semua orang sangat baik padanya, kecuali Tuan pemilik rumah tentunya.


"Makan malam sudah siap, biarkan saya yang menjaga tuan muda Arka." Viona yang saat itu baru saja mengganti popok Arka tersenyum tipis, wanita itu mengangguk kemudian membiarkan tubuh Arka yang cukup berat pada pengasuhnya.


Selain dirinya memang Davendra juga memperkerjakan pengasuh dari agen profesional langsung untuk membantu dirinya merawat Arka dan memastikan balita tampan itu tumbuh dengan sangat baik ke depannya. Pria itu tidak yakin membiarkan wanita yang bahkan belum lewat dua puluh tahun untuk menjaga putranya.


"Waktunya minum susu, aku serahkan dia padamu Rose," ucap Viona pada pengasuh bernama Rose itu. Biasanya mereka akan bergantian menjaga Arka, ada kalanya Viona makan terlebih dahulu baru Rose ataupun sebaliknya.


"Tenang saja, makanlah dengan tenang." Viona tersenyum kemudian meninggalkan Arka dan Rose di sana.


Kediaman Davendra Darmawangsa sangat luas dan besar apalagi jarak dari satu tempat ke tempat lainnya, orang yang di pekerjakan di rumah ini juga terbatas hanya orang-orang khusus saja yang bisa memasuki istana megah seorang Davendra, termasuk dirinya.


Saat di dapur Viona tidak melihat siapa pun selain juru masak yang tengah merapikan alat masaknya, wanita usia lima puluhan itu terlihat tengah menyusun piring-piring di rak.


"Nyonya Gee? Ada yang bisa aku bantu?"


Wanita tua itu menoleh, "Vee? Tidak perlu nak, oh ya! Aku sudah menyisihkan jatah makan malam mu di atas meja." Ia menggiring Viona menuju meja yang di maksud.


Nyonya Gee memang selain terkenal karena masakannya yang enak ia juga terkenal dengan pembuat julukan untuk semua orang, saat Viona baru saja berkenalan dengan mereka saja wanita tua itu sudah membuat nama panggilan untuk Viona, Vee


Di sini sarapan, makan siang, dan makan malam memiliki waktunya sendiri. jika lewat dari waktu yang sudah di jadwalkan maka tidak ada lagi makanan untuk siapa saja yang terlambat, tapi peraturan itu di ubah khusus untuk Viona dan Rose yang pekerjaan mereka memang harus lebih memfokuskan Arka dari hal lainnya.


Viona duduk dengan khidmat menikmati makan malamnya seorang diri sambil memperhatikan Ny. Gee dari tempatnya duduk, sudah menjadi kebiasaan semenjak tinggal di sini dia makan malam terlambat seorang diri seperti ini.


Beberapa menit kemudian makanan di piring Viona habis tidak bersisa, "Seperti biasa masakan mu memang yang terbaik," Viona memberikan dua jempolnya untuk menjelaskan betapa nikmatnya masakan Ny. Gee.


"Hohoho, Terima kasih sayangku."


"Aku akan kembali untuk melihat Arka, kau tidak apa-apa kan aku tinggal?"


"Pergilah nak, lagi pula sebentar lagi ini selesai."


"Baiklah kalau begitu aku pergi." Viona melambaikan tangannya sebelum kemudian menghilang dari balik pintu dapur.


.


.


"Anda terlalu kejam."


Dave mendengus kesal, "Sudah berapa kali kau mengulang ucapan mu itu James?" Sudah hampir satu bulan lamanya Viona dan Arka masuk ke dalam rumahnya tapi James selalu mengulang kata-kata yang sama itu. Asisten nya itu sama sekali tidak takut menyinggungnya.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan sejak dulu Jim." Ketakutannya akan kehilangan Arka membuatnya melakukan sesuatu yang sangat egois.


"Tapi kenapa anda harus mengambil hak Viona sebagai ibu Arka? Bagaimana perasaannya saat anak yang selama ini dia rawat hanya menganggapnya sebagai pengasuh?" Keluh pria berkaca mata itu begitu pilu seakan dia bisa merasakan kesedihan dari Viona. Walaupun tidak dekat tapi dia tau jika Viona adalah gadis yang sangat baik.


"Wanita itu tidak akan selamanya bersama Arka, Jim. Dia tidak akan bisa menjadi ibu Arka jika sewaktu-waktu wanita itu bisa pergi kapan saja." Akan lebih menyakitkan bagi putranya jika dia tau Viona pergi sebagai ibunya di masa depan, pergi sebagai pengasuh itu lebih baik daripada sebagai ibu.


"Kenapa harus pergi?" James menatap polos tuannya yang duduk di meja tidak jauh dari tempat duduknya.


Dave menghela nafas, "Wanita itu sendiri yang mengatakan jika dia akan pergi setelah Arka sedikit lebih besar."


"Anda bisa menikahinya! Dengan begitu Viona tidak akan per-- AAkh!" James meringis saat rasa panas akibat lemparan pulpen mengenai jidatnya. Rasa kesal Dave akhirnya tersalurkan saat benda mati itu mendarat dengan sempurna di kepala Asistennya.


"Mulutmu itu! tutup dengan rapat jika tidak ingin aku menjahitnya!" Umpatnya kesal karena James tidak menangkap poin yang ia maksud.


.


Malam semakin larut tapi Viona belum mengantuk sama sekali, hampir setiap malam dia kesulitan tidur seperti ini, biasanya habis menidurkan Arka di kamarnya dia akan kembali ke kamarnya sendiri dan setelah itu tidak ada yang bisa di lakukan sampai ia tidak bisa tidur seperti ini.


Bayangan Arka yang semakin tumbuh setiap harinya membuat perasaannya senang sekaligus sedih bersamaan, Semakin besar Arka maka semakin dekat juga mereka akan berpisah.


Tidak ada gunanya terus berbaring jika matanya bahkan tidak bisa tertutup sedikit pun lebih baik dia pergi menemui Arka daripada hanya diam seperti sekarang. Viona berjalan keluar posisi kamar yang hanya berjarak satu pintu memudahkan dirinya jika ingin menemui Arka seperti ini hanya perlu berjalan beberapa langkah saja dia akan sampai di kamar putranya.


Viona menatap sejenak kamar bercat putih itu dengan pandangan sendu sebelum kemudian masuk ke dalamnya.


Kondisi rumah yang sangat gelap sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Dave yang memang selalu pulang saat semua orang tidur lelap di kamar mereka, tidak ada yang menyambut ataupun membukakan pintu untuknya karena memang dia tidak suka dengan sambutan seperti itu.


Kondisi rumah yang gelap sama sekali tidak mengganggu penglihatannya sama sekali, bahkan saking seringnya dia menjadi terbiasa dengan semua ini.


Tujuan utamanya saat pertama kali menginjakkan kakinya di rumah adalah kamar putranya Arka, tapi sayangnya malam ini kunjungannya tidak terduga saat melihat keberadaan seorang perempuan di dalam kamar putranya.


Dave mendekat ternyata wanita itu Viona, dia tertidur dengan tubuh bersandar di Box bayi milik Arka.


"Apa yang dia lakukan di sini?" Gumam Dave lirih tidak ingin suaranya mengganggu tidur Viona. diperhatikannya raut wajah letih itu dengan seksama masih tetap cantik walaupun tanpa makeup apa pun, sayangnya tiba-tiba saja ucapan James terlintas begitu saja di kepalanya.


"Anda bisa menikahinya."


Kilasan ucapan James tadi kembali terngiang-ngiang di kepalanya, "sialan kau Jim!"


TBC....