Not My Baby

Not My Baby
40. Berdiri di dekat mu



Suara nyaring akibat hempasan berkas yang beradu di atas meja membuat kedua orang yang sedang berdiri di sana terkejut setengah mati. Proposal yang mereka ajukan lagi-lagi mendapat penolakan dari Direktur mereka, bahkan parahnya lagi Davendra sampai melempar proposal itu seperti sampah.


"Berapa kali? Sampai kapan kalian harus memberikan sampah seperti ini pada ku?"


Kedua karyawan yang mendapat amukan Dave itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menundukkan kepala mereka dalam.


Dave menghela nafas kasar pria itu menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi bermaksud meredakan emosinya.


"Keluar!"


Merasa lega karena Tuan Dave tidak memecat mereka, kedua orang itupun pergi dari ruangan direktur dengan tergesa-gesa.


"Panggil Divisi keuangan untuk menemui ku di ruang rapat."


James mengangguk pria berkacamata itu langsung melaksanakan perintah dari atasannya. Setelah kepergian James, Davendra memilih membuka ponselnya. Ajaib sekali saat melihat wajah istri dan putranya amarahnya sedikit mereda.


Foto Viona yang tengah menghabiskan waktunya di taman bersama Arka di ambil oleh Winata untuk Davendra. Dan pria itu menjadikan gambar tersebut sebagai wallpaper ponselnya.


"Aku harus cepat menyelesaikan proyek ini," gumamnya seorang diri.


Proyek Pembangunan gedung pertokoan miliknya harus berdiri di tanah itu, tapi masalahnya pihak pemilik tanah menginginkan harga yang sangat tinggi untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Dan payahnya lagi Manajer Keuangan mereka memasukkan dana dalam proposal sangat tidak manusiawi, mungkin jika lokasi gedung yang akan mereka bangun nanti berada di tempat ramai Dave tidak segan-segan menanamkan modal yang Fantastis.


Tapi sayangnya lokasi tanah dan modal yang mereka keluarkan tidak sejalan, bahkan saat gedung jadi nantinya akan butuh waktu yang lama untuk mengembalikan modal awal perusahaan.


.


"Jadi?"


Ruangan persegi yang ada di Darmawangsa Group menjadi saksi bagaimana intimidasi dari seorang Davendra pada karyawannya, giliran divisi bagian keuangan lah yang menjadi samsak kemarahan dari seorang suami yang rindu kebersamaan dengan keluarga kecilnya.


"K-kami sudah merevisi proposal seperti yang anda minta." Kepala divisi keuangan menjadi perwakilan saat Davendra meminta pertanggung jawaban tentang pekerjaan mereka.


Semua yang berada di ruang rapat ikut was-was melihat betapa seriusnya Dave membaca berkas mereka, tidak ada satupun suara yang mungkin dapat mengganggu konsentrasi Davendra.


Dave meletakkan proposal kembali ke atas meja, lalu ia mengalihkan pandangannya kepada orang-orang didepan yang tengah menunggu tanggapan darinya.


"Bagus, tidak sia-sia aku mengumpulkan kalian di sini."


Semua orang tersenyum bahagia mereka sangat bersyukur karena kali ini Dave tidak lagi menggertak mereka.


"Semua ini berkat anak magang di Divisi kami tuan!"


James dan Dave mengerutkan kening mereka, refleks keduanya langsung menoleh pada Dua orang gadis yang duduk di kursi paling ujung, salahsatunya tentu saja orang yang sangat mereka kenal.


Bianca ...


Adik tiri Viona itu tersenyum lebar


"Viona lah yang membantu memperbaiki proposal anda tuan."


Siapa sangka jika gadis itu bisa melakukan pekerjaan sebaik ini? Dave mengangguk kemudian meminta Bianca mendekatinya. Tentu dengan senang hati gadis itu bangun dan berjalan menuju Dave.


"Besok kita langsung pergi untuk melakukan negosiasi dengan pihak tanah, dan yang akan menemaniku adalah gadis ini," jelasnya yang membuat semua orang merasa lega. Terutama kepala divisi yang memang sudah jera mendapat Omelan Davendra.


Bianca tersenyum bahagia, selangkah demi selangkah dia bisa berdiri di samping Davendra. Kesempatan untuk mendapatkan hati dari Bos nya itu sudah ada di depan mata.


Continue


Segini dulu deh besok lanjut ya