No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Laboratorium



"Sana Joy ke mereka, mereka jago loh di materi ini, kamu bisa belajar dengan mereka" ujar Yumna. Joy pun mengangguk


"Hai Joy, gue Bayu dan ini Aland" ujar Bayu mengulur kan tangan


"Joy" balas Joy singkat


"Sama kamu aja ya Lan, aku ngeri ngajarin dia nanti Dinda gue marah" bisik Bayu


"Lu mikir sekolah apa pacaran melulu sih Bay" sarkas Aland


"Dua dua nya penting buat gue Lan, lagian dia cantik cocok dengan mu Lan" bisik Bayu


"Belajar nya sama Aland aja ya Joy, dia lebih jago dari pada gue" ujar Bayu sembari meninggal kan mereka


"Dasar Bayu tak bertanggung jawab" balas Aland kesal


"Ayo Joy" ajak Aland, Joy pun mengikuti


"Kenali dulu nama nama barang atau peralatan yang ada di laboratorium ini" ujar Aland menjelaskan, namun Joy hanya diam


"Dan ini adalah beberapa gelas ukur, fungsi nya berbeda beda" jelas Aland lagi


Ditoleh nya ke arah Joy, "Joy hanya fokus ke apa yang di terang kan oleh Aland, menulis iya, mengamati iya, tapi mengapa Joy merekam nya" batin Aland


"Kamu merekam apa?" tanya Aland


"Materi yang kamu kasih" tunjuk Joy pada ponsel nya dan mengarah kan nya ke Aland


"Oh" jawab Aland singkat


"Gue kira dia merekam aku, rupa nya salah, hanya suaraku yang di rekap, payah" batin Aland


"Oke Joy, ini adalah tahap awal, di tahap berikut nya nanti ya langsung praktik jika kamu sufah paham teori nya"


"Aku sudah paham teori" jawab Joy


"Oh ya, coba jelas kan ke aku seperti aku menerang kan nya ke kamu"


Joy pun menjelas kan secara rinci apa yang ia pahami, hingga membuat Aland merasa insecure sebab ia yang mengajari tapi justru lebih fasih yang di ajari barusan.


"Oke Joy kamu smart, kita langsung ke praktik nya, aku akan memperlihat kan contoh nya"


"Ini ada beberapa zat nanti campur kan sesuai panduan ini, jangan mencoba terlalu cepat atau pun ceroboh, sebab zat kimia ini bisa mengakibat kan luka bakar pada kulit, dan keracunan jika tidak hati hati"


"Ini masker dan sarung tangan nya" ujar Aland memberikan nya kepada Joy


"Aku membawa sendiri" balas Joy dengan mengeluar kan kotak dalam saku jas nya


Joy pun menyemprot kan hand sanitizer ke telapak tanganya, ia mengambil masker dan mengenakannya, setelahnya ia menyemprotkan hand sanitizer lagi dan memakai sarung tangan nya.


Aland hanya melihati sikap Joy itu


"Kenapa?" tanya Joy


"Ok kita coba yang mudah dulu ini ya, kita perlu menunggu yang sedang di panas kan dalam panci wadah stenlis kecil itu" Aland menunjukkan wadah stenlis kecil di atas kompor


"Lihat cewek itu Sin, anak baru tapi udah ke ganjenan aja ke Aland" ujar Tata ke Sinta


"Aland hanya ngajarin Joy aja Ta" jawab Sinta


Tata tahu jika Sinta menyukai Aland, namun jauh di lubuh hati nya Tata juga menyukai Aland


"Joy minta tolong ambil berikan gelas ukur itu kepada ku" pinta Tata ke Joy


"Yang mana?" tany Joy


"Yang itu, yang sudah di panas kan" tunjuk Tata


"Yang ini" tunjuk Aland ke arah Joy


"Ini" ujar Joy memberi kan ke Tata


Namun saat setelah Joy memberi kan yang diminta Tata, tak selang lama gelas ukur itu terjatuh dan pecah, namun zat di dalam nya sedikit mengenai tangan Tata


"Aww.. perih.." jerit Tata


"Kamu tidak apa apa?" tanya Joy


"Segera lah basuh tangan mu Ta" ujar Pak Hadi, Tata pun mengiyakan


Saat hendak pergi, Tata hampir saja menginjak pecahan beling tadi


"Awas.." ujar Joy


"Jangan di sentuh" tahan Aland sembari memegang tangan Joy


Tata pun pergi dengan kesal


"Biar aku yang bersih kan" kata Aland dengan tegas


Joy pun masih termangu, mendengar pecahan beling tadi membuat ia mengingat ke jadian masa lalu


"Joy, joy..." panggil Aland namun tidak di hirau kan oleh Joy


Yumna pun menhampiri Joy


"Joy kamu tidak apa apa kan, tidak ada yang luka" tanya Yumna khawatir


"Kenapa dia setakut itu" batin Yumna


"Kenapa kamu memarahi teman ku" tegas Yumna


"Yum, ayo" ajak Joy dengan tangan bergetar dan mata masih menatap ke arah pecahan itu