No Cute, But Strong Girl

No Cute, But Strong Girl
Indah nya saling berbagi



"Hajatane sopo mas, akeh tenan iki? (Hajatan siapa mas, banyak sekali ini?)” tanya teman Asep kepada nya


"Iki mbak Joy sing Londo iku mas, mau wes tak bagi ning ndalem lan ning mbak mbak santri. (Ini mbak Joy yang Bule itu mas, tadi udah saya bagikan ke kediaman Kyai dan mbak mbak santri)" balas Asep


"Alhamdulillah yo mas, entuk rezeki dino iki.(Alhamdulillah ya mas, dapat rezeki hari ini)" balas teman Asep lagi


"Iyo mas, ayo monggo monggo dimaem bareng bareng. (Iya mas, ayo mari mari dimakan sama sama)" ujar Asep


Hal yang sama pun dilakukan di pondok santri perempuan, Aisyah dan Maryam membagi kan kepada teman teman nya yang lain


"Opo akeh yo duite mbak Joy iku yo Mar. (Apa banyak ya uang mbak Joy itu Mar)". ujar Aisyah sambil membagikan beberapa makanan


"Yo gak ngerti aku Ais (Ya tidak tahu aku Ais)” balas Maryam dengan membantu Aisyah


Sementara di dalam kediaman Umi dan Kyai, mereka pun duduk di meja makan


"Apa gak terlalu banyak yang sampean beli itu nduk?" tanya Kyai


"Enggak biasa saja Kyai" balas Joy berusaha sopan dan ramah


"Ini tolong diterima ya Umi, sebagai ucapan terimakasih saya karena sudah merawat dan menampung saya" ujar Joy memberikan uang berjumlah 10 juta itu


"Jangan nak kami ikhlas, ini untuk nak Joy pegang saja dulu" balas Umi


"Tanpa penolakan Umi" balas Joy cemberut


"Baik lah terimakasih ya nak" balas Umi dengan menghampiri Joy dan memeluk nya


"Papa, Mama, Joy rindu" batin Joy dengan memeluk erat Umi, pelukan hangat seperti kedua orang tua nya


"Sudah ayo dimakan, ini makanan nya banyak sekali" ujar Kyai


"Iya ayo makan lagi Joy, sayang nanti makanan nya mubazir" ujar Zahra


Joy pun dengan lekas melepas kan pelukan nya kepada Umi


Mereka pun menyantap makanan itu dengan hening


"Zahra, apa kamu punya media sosial?" tanya Joy


"Oke.." balas Joy singkat


"Sebaik nya aku mendaftar saja, nanti akan ku cari media sosial mereka" ujar Joy, sebab selama ini ia tidak berminat akan media sosial, karena banyak nya pekerjaan yang menunggu nya


"Media sosial ku kira tidak penting, aduh kurang update aku" keluh Joy


"Sudah lah nanti saja, jika Tuhan sudah berhendak pasti akan bertemu mereka lagi" batin Joy


"Oh ya Zahra, tadi aku beli beberapa pakaian, rencana itu seragam untuk pendamping pernikahan mu nanti" ujar Joy


"Masya Allah, mbak Joy kenapa repot repot seperti itu, acara kami hanya sederhana saja mbak" ujar Zahra


"Tidak apa apa selagi aku masih disini Zahra" ujar Joy


"Aku senang" balas Joy lagi


"Kenapa diluar sudah ramai sekali?" tanya Joy


"Iya mbak kalau acara pernikahan disini memang acara nya 1 minggu sebelum hari H pun sudah ramai mbak" jelas Zahra


"Acara pernikahan kalian lama juga rupa nya" ujar Joy


"Bisa aku melihat lihat kan" ujar Joy


"Bisa mbak, tapi saya tidak bisa menemani karena tidak diperboleh kan keluar sebelum hari H" ujar Zahra


"Oke aku bisa sendiri" ujar Joy


"Jangan mbak, biar saya panggil kan Aisyah dan Maryam dulu" ujar Zahra


Yang dinanti pun datang menghampiri Joy dan Zahra


"Mari mbak kami temani" ajak Aisyah


"Ini tadi aku beli untuk mu, kata pedagang nya agar wajah nya berseri saat hari pernikahan" ujar Joy memberikan sebuah kotak yang berisi sepaket lulur pengantin


"Makasih ya mbak" ujar Zahra dengan senyum merah merona karena malu